
Di kawasan olahraga, waktu sore hari setelah pertemuan di ruang kepala sekolah.
Riga, Hale, dan Hana yang sedang memakan Hamburger di pinggir lapangan basket masih asyik menikmati sore sambil berbincang.
Mereka juga sempat mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Riga mengambil handphonenya, dan mengarahkan kamera belakang kearah mereka bertiga.
^^^“Hana, Hale, ayo kita foto.” -Riga^^^
^^^“Kak Riga mau foto bertiga atau berdua saja nih?” Goda Hale terhadap Riga.^^^
^^^“Oh iya benar kalian berdua dulu aja. Pas banget setelah latihan kan. Sini aku yang fotokan.” -Hana^^^
Hana sangat tidak peka maksud dari perkataan Hale. Hana pikir maksud Hale adalah foto berdua Riga dan Hale sedang memakai baju basket mereka. Hana tahu banyak teman wanita mereka yang akan menyukai postingan laki-laki tampan seperti Riga dan Hale yang habis berolahraga.
^^^“Kalian mau caper ke siapa sih. Hehe. Eh, jangan jangan kalian sudah punya pacar ya? ” tanya Hana.^^^
Tiba-tiba saja Hana penasaran. Mereka kan terbilang cowok yang wajahnya tampan. Mungkin saja kan ada pacar tapi mereka sengaja tidak beritahu ke aku, batin Hana.
Panik. Riga langsung cepat menjawab.
^^^"Nani sore. Jyanai yo! Aku tidak punya pacar, sumpah!”^^^
^^^(🌻: artinya: apaan sih. Bukan ya!)^^^
Riga tidak ingin Hana salah paham.
Bagaimana bisa kamu pikir aku punya pacar, kalau aku saja menyukaimu dari dulu. Hana andai saja kamu bisa mengerti perasaanku, gumam dan harapan Riga dari lubuk hati.
Karena Riga panik dan sedikit berteriak, Hale dan Hana agak terkejut.
Tapi, setelah itu disusul dengan tawa kencang Hale. Ya ampun, benar benar deh kak Hana ini. Kepekaan yang sangat nol. Lucu sekali melihat mereka berdua, ucap Hale tentunya dalam Hati saja.
Hana merasa tidak enak, merasa Riga sepertinya tersinggung karena kata katanya akhirnya meminta maaf.
^^^"Riga, gomen ne. Jyoudan dake dayo. Iya, aku tahu kamu belum punya pacar. Maaf ya.”^^^
^^^(🌻: artinya: Riga, maaf ya. Aku hanya bercanda kok.)^^^
Riga yang mendengar Hana meminta maaf merasa sangat gemas dan sedikit sedih.
Tidak, kamu tidak tahu apa apa kan. Aku cuma mau kamu yang jadi pacarku. Riga ingin sekali berteriak begitu ke Wanita yang ada di hadapannya ini.
^^^“Sudahlah, lupakan saja. Ngomong-ngomong bagaimana pertemuannya dengan calon orangtua murid artis itu? Aku tidak terlalu dekat dengannya, hanya beberapa kali melihatnya kalau ayah kami bertemu.”^^^
^^^-Riga^^^
Hana yang sedang meminum cola, langsung tersedak karena tiba tiba teringat momen pertemuannya dengan Tian, sang artis idola.
^^^“Eh, kak Hana! Pelan pelan kak.” -Hale^^^
^^^"Eh, Hana daijoubu? -Riga^^^
^^^(🌻:Eh, Hana kamu baik baik saja kan?)^^^
__ADS_1
Hana hanyak mengibaskan tangan, sebagai ganti kata kata, aku tidak apa apa.
Huh, aku jadi ingat lagi saat pertemuan tadi pagi. Artis seribu wajah yang suka mengerjai wanita. Dia pasti tahu mukaku memerah tapi tidak usah dibilang juga didepan David Sensei kan. Aku malu jadinya, batin Hana.
Karena teringat kejadian saat rambut Hana menyangkut dengan jarak antara tubuhnya dan Tian sangat dekat, Hana sekarang menjadi sesak dan mukanya mulai memerah lagi. Tangannya bergerak seakan mengipasi bagian wajahnya.
Sial, dia kan sudah jadi duda kenapa masih tetap tampan ya. -Hana
Bahkan jika dibandingkan dua laki laki tampan yang baru saja Hana puji didepannya, Tian masih jauh lebih tampan dalam pandangan Hana. Hana tidak bisa menghindari pesona dan selalu terpikat pada artis yang pernah di idolakannya dulu.
^^^"Tuan Tian baik dan ramah. Tapi mungkin akan ada beberapa penyesuaian dan perubahan sistem di sekolah kita untuk menjaga keamanan dan privasi keluarganya. Hanya itu saja sih inti dari pertemuan hari ini."-Hana^^^
Mendengar nama artis yang disebut Hana, Hale mendelikkan mata ke kakak perempuannya itu. Kaget lalu spontan merespon kata kata Hana.
^^^"Tian siapa? Tian yang jadi artis idolanya..hmmmp." -Hale^^^
Belum sempat Hale menyelesaikan kalimatnya sudah dibungkam oleh tangan Hana.
^^^"Ah! Iya benar. Artis idolanya mantan pacarmu kan, Le. Sayang sekali kamu udah engga pacaran sama dia. Padahal kita bisa saja minta tandatangannya loh buat hadiah. Haha."^^^
Hana dengan cepat menyambung kalimat Hale agar Riga tidak curiga. Hana tidak ingin Riga dan guru guru kindergarten yang lain tahu kalau dia adalah mantan fans tuan Tian.
Malu sekali nanti aku jadinya. -Hana
Hana memandang Hale untuk memberikan instruksi lewat mata berharap Hale menangkap telepati darinya. Jangan bicara aneh aneh, kira kira seperti itu tatapan mata Hana.
Hale yang dibungkam mulutnya pasrah dan mengangguk mengiyakan kata kata Hana barusan. Padahal tadinya Hale mau bertanya apakah benar yang dimaksud adalah Tian artis idola kak Hana Yang sampai sekarang masih ada poster wajahnya meski tidak lagi di tempel di dinding kamar. Hale tahu Hana masih menyimpan foto dan foto card dari artis idolanya itu entah dimana didalam kamarnya.
^^^"Sudah kuduga sih. Pasti masuk anak artis di tahun ajaran baru akan berpengaruh pada peraturan setahun kedepan. Yasudah tidak usah dipikirkan dulu, nanti saja. Ngomong ngomong foto yang ini ku posting di inspogramku ya.” -Riga^^^
^^^"Boleh kak. Jangan lupa tag kami." Ujar Hale.^^^
Sebelum Riga memposting dan membuat caption di Inspogramnya, sempat sempatnya dia memuji kecantikan Hana dalam hati. Riga menahan dirinya menuliskan kata ataupun icon love dalam postingan Inspogram ini.
Menimbang kata kata caption yang aman, lalu mempost di Inspogram.
Setelah itu, mereka bertiga masih asyik bersantai menikmati sore sebelum akhirnya pulang masing masing.
...🌻🌻🌻...
Di tempat terpisah, kembali lagi pada posisi dan percakapan dua orang manusia di ruang istirahat sebuah gedung siaran radio. Dua orang ini yang sedang melihat postingan yang baru Riga upload di Inspogram.
^^^"Tian" -Manager Raka^^^
^^^"Hmmm" Tian tetap menjawab meski matanya masih terpejam.^^^
^^^"Sepertinya aku tidak membutuhkan temanku yang itu untuk mencari tahu biodata guru Rapunzel. Kita tanya saja Riga, anak paman David"^^^
Tian bingung, dia membuka matanya dan menatap Manager Raka. Matanya seperti bicara, apa maksudmu cepat bilang saja intinya.
^^^"Riga sepertinya sangat dekat dengan Miss Hana. Eh, namanya benar Hana kan? Ternyata janji yang dibilang itu janji bertemu dengan Riga."^^^
^^^-Manager Raka^^^
__ADS_1
Manager Raka agak bingung karena nama Hana yang di Inspogram Riga sedikit berbeda. Tapi benar kok ini wajahnya, tambah keyakinan Manager Raka.
^^^"Waah, jangan jangan mereka berpacaran."^^^
Sengaja. Manager Raka menggunakan nada yang menyebalkan. Dia ingin memastikan sesuatu.
^^^"Haish berikan padaku"^^^
Apa yang kau lihat di handphonemu sih.
Tian terlihat kesal. Tian bangun dari sofa berjalan menuju tempat Manager Raka duduk dan mengambil handphonenya.
Postingan Riga dengan foto dan caption;
Riga.Sasaki:
Dewi penyelamat kami datang membawa hamburger. Arigatou Hana @bunga.jsmn. with @in.hale87. 36min ago.
Foto yang di upload menampilkan foto wefie bertiga, dari kiri ke kanan ada Riga, satu laki laki rambut agak panjang, dan Hana.
Bukan Riga, jika melihat dalam foto itu laki laki yang ditengah merangkul pundak Hana terlihat sangat dekat.
Tian masih diam sambil melihat postingan di Inspogram Riga. Raut mukanya terlihat kesal.
Aha! Kena kau, tuan artis. Kau benar benar tertarik ya dengannya. -Manager Raka
Manager Raka semakin yakin dengan praduganya, dia tertawa kecil dan berkata lagi.
^^^"Ternyata Miss Hana sudah punya pacar ya. Sayang sekali."^^^
Tian mendengus kesal, dan melirik tajam Manager Raka.
^^^"Kalau dia sudah punya pacar apa urusannya denganmu. Kau terlalu kepo tau gak!" Tian kumat galaknya.^^^
Manager Raka hanya tertawa. Dia sebenernya senang tapi kasian juga pada Tian. Manager Raka juga tidak berniat mengklarifikasi kata kata Tian barusan, dia hanya mengangkat pundaknya sebagai balasan.
Apa kak Raka menyukai guru kecil juga. Eh, kok juga? Maksudku aku sih tidak suka. Ah bodo amat lah! Kekesalan dalam hati Tian menyeruak.
Aku tidak menyukainya. Tidak akan.
.
.
.
Yonde shite kurete arigatou gozaimashita.
.
.
Bersambung
__ADS_1