
Masih di Aquarium dan Safari Jakarta.
Meninggalkan ruang simulator Sea Explorer 5D.
Tian dan Hana masih berjalan bersama, tapi ada yang sedikit berbeda. Mereka tidak lagi bergandengan melainkan Tian yang memeluk pinggang Hana secara posesif. Diikuti oleh Manager Raka dan beberapa petugas laki-laki di belakang sepasang laki-laki dan wanita itu.
Pagi hari Tian dan Hana masih masuk sebagai guru dan wali murid yang berpura-pura menjadi sepasang orangtua demi sang putri kecil. Sore harinya hubungan antara Tian dan Hana berkembang jauh dari yang bisa dibayangkan. Namun, mereka pun bingung menyebut hubungan ini dengan istilah apa?
Tidak ada penjelasan resmi, selain kata-kata yang diucapkan Tian kepada Hana.
^^^"Kamu sekarang milikku, bukan fansku."^^^
Perkataan Tian terus terputar berulang kali di pikiran Hana. Jangan lupakan semua adegan demi adegan yang terjadi di ruang kecil simulator kapal selam Sea Explorer 5D.
Hana masih terasa pusing setiap teringat semua adegan adegan tersebut. Leher dan bahunya yang ditinggalkan tanda kepemilikan oleh Tian juga masih dirasakan oleh Hana.
Panas. Aneh, padahal lokasi Aquarium dan Safari Jakarta ini memakai pendingin ruangan tapi sejak tadi panas yang dirasa Hana tidak hilang hilang.
^^^"Hana? Are you okay?"^^^
Tian yang terus memperhatikan Hana diam lalu menggelengkan kepalanya, tiga kali Hana seperti itu. Tian merasa khawatir, sekaligus gemas karena Hana jadi terlihat makin lucu.
^^^"Ah. Iya. Kenapa ya?" tanya Hana bingung karena pikirannya masih tidak fokus.^^^
Tian tersenyum. Lalu membisikan sesuatu di telinga Hana sambil di hembuskan sedikit napasnya di telinga. Menggoda Hana, sekarang sudah menjadi hobi sang artis.
^^^"Hayo, kamu masih mikirin yang tadi di kapal selam ya."^^^
^^^"A-apan sih? tidak kok. Aku hanya memikirkan Cherry. Mungkin sudah bangun? Ayo kita ke tempat Cherry saja." Hana berkilah cepat.^^^
Tian tersenyum melihat tingkah wanitanya yang baru saja di ciumnya itu.
Sejak ciuman tadi Tian sudah langsung mengklaim Hana adalah miliknya. Oleh karena itu dia akan terus menyebut Hana sebagai wanita satu satunya dalam hidup artis ini sekarang.
__ADS_1
Hanya sisa satu hal yang harus diselesaikannya. Gairah yang ada di dalam tubuh yang terlanjur bangkit, ketika menciumi Hana dengan brutal. Salahnya sendiri tidak bisa menahan gairah, sekarang dia masih harus menyelesaikan gairah itu sendirian.
^^^"Kamu pergi duluan ya ke tempat Eri. Aku... harus ke kamar mandi dulu." ucap Tian sedikit jujur.^^^
Namun Hana yang masih polos, tentu tidak menangkap makna dari perkataan Tian barusan.
Hanya Manager Raka yang mengerti dan beberapa petugas laki-laki yang tadi ikut Manager Raka saat kejadian menjemput paksa sang artis dan wanitanya. Mereka menahan tawanya melihat penderitaan sang artis.
^^^"Hahaha. Biar aku yang antar Hana ke Eri, Bro. Selesaikan saja urusanmu dulu." pecah tawa dari Manager Raka saat mengatakan ini.^^^
^^^"Sialan kau, Kak. Jangan tertawa! Jaga dulu Eri dan Hana dengan benar sampai aku kembali." umpat Tian kesal karena ditertawakan.^^^
Setelah itu Tian mengecup pipi Hana cepat, lalu pergi ke arah kamar mandi di lokasi Aquarium ini. Hana diam saja, jangan ditanya ada dimana sekarang energinya untuk menolak sang duda artis yang suka seenaknya itu.
Karena hanya tersisa satu kata saja yang tersisa. Pasrah. Hana sudah tidak mampu lagi menolak semua pesona dan perlakuan dari sang artis.
Hana kembali ke tempat istirahat zona kolam sentuh, tempat dimana Tian dan Hana meninggalkan sebentar Cherry yang sedang tertidur. Mungkin saja waktu yang digunakan oleh Tian dan Hana memang sudah terlalu lama, Cherry sudah bangun dari stroller nya.
Sekarang Cherry terlihat menangis tersedu-sedu di depan pengasuhnya, Sus Rita.
Sampai akhirnya, pengasuh itu melihat Hana yang berlari kecil mendekati mereka. Sus Rita bersyukur melihat wanita cantik itu kembali. Akhirnya sus Rita bisa merasa lega.
^^^"Nona kecil, jangan sedih lagi. Itu Ibu Hana sudah kembali. Lihat deh." ucap Sus Rita.^^^
Tadi saat Cherry bangun tidur, lalu tidak melihat keberadaan dua orang dewasa yang sejak tadi bersamanya Cherry langsung menangis dengan keras. Merajuk dengan sedikit tantrum memukul mukul tangannya di stroller. Cherry tidak mau berhenti meskipun sudah dibujuk, ditenangkan oleh sus Rita.
Sepertinya Cherry bermimpi buruk, atau perasaannya menjadi buruk setelah melihat kedua orang yang disayanginya tidak ada di sampingnya. Cherry menangis lama, sus Rita kewalahan untuk bisa memenangkan bos kecil ini.
Sampai akhirnya Hana sudah berada di dekat sang gadis kecil. Hana duduk berjongkok dekat stroller. Cherry yang masih menangis, tidak menyadari bahwa Hana sudah kembali lagi ada di depan gadis kecil itu.
Hana mengusap lembut penuh kasih sayang anak rambut Cherry yang ikut basah karena keringat dan air mata.
^^^"Cherry sayang. Anak manis nya Ibu Hana. Kenapa nangis sayang?"^^^
__ADS_1
Hana sangat sedih melihat Cherry menangis sampai suaranya serak dan air mata membasahi semua wajah kecil, rambut bahkan sampai bajunya.
Sudah berapa lama dia menangis? Ya ampun, kasian sekali. Suara tangis kesedihan Cherry sampai membuat hati Hana ikut sedih mendengarnya.
Hana langsung memeluk Cherry, mencoba menenangkan putri kecil ini.
^^^"Ibu, Yah... Jangan pergi. Cherry takut." tangis Cherry makin keras setelah dipeluk Hana.^^^
Hati Hana menjadi sakit. Hana membiarkan Cherry menangis sebentar lagi, lalu berkata.
^^^"Sudah ada Ibu Hana tidak perlu takut ya anak manis. Tapi kalau Cherry masih mau menangis tidak apa apa. Ibu peluk sampai selesai ya?"^^^
Cherry masih menangis, tapi mengangguk tanda kalau dirinya mau dipeluk. Cherry menangis dalam pelukan Hana.
Setelah itu, sedikit demi sedikit tangis keras Cherry mereda. Menyisakan sedikit tangis sesenggukan. Mungkin suasana hati putri kecil itu masih belum membaik.
Hana semakin yakin, kalau Cherry memiliki trauma di dalam hatinya. Kalau Hana bisa menduganya dengan tepat alasan Cherry menangis sekarang adalah takut ditinggalkan oleh Tian dan Hana.
Kemungkinan ketakutan ini muncul dari alam sadarnya karena peristiwa yang traumatis. Seperti kehilangan Ibu kandungnya saat kecelakaan besar itu. Cherry menjadi terlalu panik hingga tantrum karena alam bawah sadarnya kembali teringat trauma kehilangan itu.
Semenjak membaca catatan terapi dan rekam medis Cherry, Hana sudah berpikir ke arah sini. Ditambah melihat sendiri, ketakutan dan tangis Cherry hari ini sangat memilukan hatinya. Tapi Hana masih belum bisa merasa yakin dengan dugaannya.
Karena hal ini harus di konsultasikan untuk di serahkan ke dokter ahlinya.
.
.
.
Itsumo arigatou gozaimasu.
.
__ADS_1
.
Bersambung