
Akhirnya acara makan malam berakhir.
Manager Raka yang tadi menunggu di luar bersama Tagor, bodyguard berbadan paling besar. Setelah menyelesaikan urusan pembayaran, Manager Raka masuk kembali ke ruangan private tempat Tian dan Hana makan malam tadi.
^^^"Soal bill, semuanya sudah ku urus. Mobil juga sudah siap di depan." kata Manager Raka^^^
^^^"Oke, thank you Kak. Kalau gitu, mari kita bersiap pulang." jawab Tian melirik ke Hana.^^^
Hana mengerti arti lirikan itu lalu mengangguk setuju. Hana mengambil tasnya lalu berdiri bersiap pulang disamping Tian.
^^^"Tian kita antar Miss Hana juga kan? Kasian Miss Hana. Sudah malam kalau naik taksi online sendirian." tanya Manager Raka.^^^
Manager Raka dan Tian sudah membicarakan hal ini. Ini sudah termasuk dalam bagian rencana mereka. Tapi mereka bertanya, agar terlihat kalau rencana mengantar Hana adalah sebuah gagasan spontan.
^^^"Aku tidak apa-apa. Biasa naik taksi online saja kok. Sungguh." tolak Hana dengan halus.^^^
Benar. Aku lebih baik pulang sendiri, itu lebih baik untukku. Perasaan ini harus segera di netralkan.
Hana berusaha menjelaskan ke dirinya sendiri. Agar berani menolak tawaran baik sang artis untuk mengantarkan dirinya. Tapi setelah itu Hana sebenarnya agak kecewa juga. Merasa kesempatan seperti tidak datang dua kali.
^^^"Jangan dong. Ini sudah malam. Susah juga dapat taksi onlinenya nanti." Tian berusaha membujuk.^^^
^^^"Ah, tidak kok. Jam segini masih banyak taksi online yang bisa di order. Lagipula rumah saya tidak terlalu jauh dari sini." Hana tetap bersikeras.^^^
^^^"Jangan menolak ya Miss Hana. Aku sudah mengundangmu secara mendadak, jadi ijinkan aku menebus juga permintaan maafku dengan mengantar sampai rumah." kilah Tian.^^^
Cih, kau pintar sekali kalau urusan berkata-kata, gumam Manager Raka.
^^^"Ah, tidak perlu meminta maaf. Saya juga senang kok." jawab Hana cepat.^^^
Tian tersenyum menang.
^^^"Oke, kalau begitu kita antar sampai rumah ya. Ayo Miss Hana." ujar Tian riang.^^^
Eh, kok aku merasa seperti diberikan jebakan ya? Hana merasa bingung.
Hana pun pasrah mengikuti Manager Raka, berjalan di samping Tian. Karena space yang kecil, saat berjalan di koridor restoran nuansa Jepang itu Tian berjalan bersampingan dengan rapat. Pundak mereka yang tidak sejajar tingginya itu, sesekali bertubrukan menyentuh tubuh satu sama lain.
__ADS_1
Tian dapat merasakan lagi desiran aneh setiap bagian tubuh mereka bersentuhan, walau kali ini hanya bagian pundak saja.
Baru begini saja rasanya bisa gila aku! Bagaimana kalau aku nanti memeluknya. Tian frustasi dengan perasaannya sendiri.
Mereka sampai di depan restoran, mobil pun sudah menunggu mereka bertiga. Tian memberikan instruksi dengan matanya kalau Manager Raka langsung ke kursi mobil depan saja.
Biasanya Manager Raka akan membuka pintu belakang jika ada tamu lain selain artisnya. Tian tidak ingin Manager Raka melakukan itu untuk Hana. Kalau Hana tipe wanita yang suka act of service pasti akan merasa hal itu manis, jadi Tian tidak rela. Sungguh rumit pikiran sang duda artis ini.
Manager Raka yang mengerti, sangat mengerti malahan tanpa bicara apa apa langsung duduk di kursi depan. Meninggalkan sepasang orang yang masih diam saja, entah menunggu apa itu.
Akhirnya Tian membukakan pintu, mempersilakan Hana masuk duluan. Lalu berkata dengan senyum termanisnya.
^^^"Silakan Miss Hana." ujar Tian sok keren.^^^
^^^"Iya. Terima kasih." jawab Hana lirih.^^^
Sudahlah aku menyerah untuk tidak jatuh cinta pada orang ini! Dia benar benar ahli mengambil hati wanita, gumam Hana frustasi.
Serangan pesona Tian bertubi-tubi dirasakan Hana. Belum sempat menstabilkan perasaan setelah acara makan malam berdua, sudah diberikan aksi simple yang manis lagi seperti ini.
Sekarang mereka berdua sudah di dalam mobil, bergabung bersama Manager Raka dan Tagor yang berada di belakang kemudi mobil.
Selama beberapa menit pertama, semua orang yang ada di mobil masih betah tidak bersuara. Tapi Manager Raka tahu, suasana di kursi belakang diliputi atmosfer berbeda. Suasana Awkward mengelilingi mobil ini, bahkan suara sen kanan kiri mobil saja sampai terasa canggung untuk didengar.
Benar saja, Tian tidak ada malunya memperhatikan Hana yang duduk di sampingnya. Hana sampai tidak tahu harus melihat ke arah mana, untuk berpura-pura tidak tahu kalau sedang diperhatikan. Hana hanya melihat ke luar jendela, seakan melihat beberapa kendaraan motor dan mobil yang sama sama terjebak macetnya jalanan di kelapa gading.
Bahkan dari pantulan bayangan jendela saja, Hana bisa melihat jelas sang artis itu masih memandanginya.
Cih, mereka berdua ini bikin yang lain ikut sesak saja dalam atmosfer aneh ini. Manager Raka pun tidak tahan untuk berinisiatif memecah suasana awkward ini. Manager Raka terlihat mengetik sesuatu di handphonenya. Tak lama dering pesan masuk di handphone Tian berbunyi. Menyadarkan Tian yang sedang asyik memandangi Hana. Tian mengambil handphonenya, melihat yang mengirim pesan adalah Manager Raka.
Cih, mau apa pakai mengirim pesan segala. Tian kesal dengan kelakuan aneh managernya.
(Padahal sendirinya lebih aneh wkwkwk.)
sender: Kak Raka
Cepat bicara sesuatu dengannya, bodoh. Kalian mau diam-diaman sampai rumah memang?
__ADS_1
Seperti disadarkan hal penting yang dilewatkannya. Tian langsung menyimpan handphone kembali, lalu melirik Hana.
^^^"Miss Hana, Senin nanti sepertinya aku tidak bisa mengantarkan Cherry ke sekolah." Tian menemukan topik pembicaraan.^^^
Yang lagi-lagi tidak jauh dari putrinya.
^^^"Ah! Iya tidak apa tuan. Senin nanti hanya hari orientasi murid saja. Kelas baru akan di mulai Selasa." jawab Hana.^^^
^^^"Oh begitu. Sayangnya Selasa juga kayanya aku masih ada schedule." jawab Tian tidak semangat.^^^
Lalu Tian memberikan pandangan tidak suka ke Manager Raka. Manager Raka juga tahu kalau sang artis pasti sekarang sedang kesal, dirinya belum bisa mendapatkan jatah cuti seperti yang diinginkan.
Apa! Kau kesal karena cuti yang kau minta dadakan kemarin belum terwujud?! Kau pikir dirimu itu Roro Jonggrang apa?! Selalu minta hal dadakan yang direalisasikan dalam sehari jadi. Makian Manager Raka dalam hati.
"Begini saja. Adakala aku tidak bisa menemani Eri. Nanti akan ada yang menggantikan, seperti Bella atau mungkin ibu. Tapi boleh kan kalau aku tetap di berikan daily report dari Miss Hana langsung?" tanya Tian.
Seribu cara yang dipikirkan Tian sejak awal pertemuan dengan Hana akhirnya dapat diucapkannya juga di hari ini.
Daily Report Setiap Hari? Hana tampak bingung dengan usulan Tian.
"Boleh saja, tuan. Tapi bagaimana caranya?" tanya Hana polos.
Tian tersenyum penuh arti.
Mulai dari Minggu depan pendekatan Tian ke Hana akan dilakukan dengan gencar.
.
.
.
itsumo arigatou gozaimashita!
.
.
__ADS_1
Bersambung