
Setelah pertemuan tadi pagi di ruang kepala sekolah, perasaan Hana bercampur aduk.
Hatinya terus berdebar, mulut dan hatinya seperti berbicara, apakah ini nyata?
Yang pasti hati Hana berdebar dengan satu alasan. Hana baru saja bertemu artis yang dulu dia idolakan semasa kehidupannya di sekolah menengah akhir.
Dulu, dengan bangga Hana muda menyatakan dirinya adalah Tianager. Dia mengoleksi semua photo card, pernah mengikuti fan meeting, dan tidak mau ketinggalan drama yang dibintangi oleh artis idolanya itu.
Hana bahkan mempunyai poster wajah Tian. Rasa suka, kagum, dan ingin mendukung idolanya sangat besar waktu itu.
Hana tergabung dalam perkumpulan teman yang memang sama sama menyukai Tian. Kemanapun Hana pergi main, dia dan berberapa temannya sebagian besar juga merupakan Tianager membicarakan artis idola mereka, Ricky Sebastian Alexander.
Masa mudanya hampir sama seperti para fans pada umumnya khususnya untuk anak seusianya. Mereka suka sekali menghayal suatu saat idolanya itu bisa tahu dirinya ada. Kadang juga berharap jika diberikan kesempatan bertemu mereka ingin berbicara dengan idolanya walau hanya sebentar. Hanapun sama mempunyai harapan yang sama.
Kesempatan seperti fan meeting merupakan salah satu cara fans berinteraksi dengan idolanya. Hana sendiri pernah mengikuti kegiatan fan meeting dua kali.
Fan meeting pertama yang ia datangi saat usia Hana menginjak 17 tahun. Namun dikarenakan Hana masih usia sekolah belum bisa mencari uang, Hana harus menabung untuk membeli tiketnya. Hana menyisihkan uang jajannya demi bisa bertemu dengan idolanya.
Keluarganya mengetahui Hana mengidolakan Tian, tidak pernah melarang asalkan tidak berlebihan. Ayahnya memang tidak melarang tapi bukan tipe orangtua yang memanjakan anak. Itulah sebabnya Hana harus menabung jika ingin membeli tiket fan meeting. Saat acara fan meeting itu, Ayah Hana mengantar dan menjemput Hana di lokasi acara, demi keamanan sang anak mengingat acara fan meeting selesai agak malam jam sembilan.
Acara fan meeting pertamanya adalah kenangan yang sangat Hana banggakan semasa sekolahnya dulu. Perjuangan Hana menabung sampai akhirnya melihat langsung di kursi penonton yang jaraknya tidak terlalu jauh dari panggung, membuatnya terharu.
Namun, karena tiket yang bisa Hana beli adalah tiket gold, tiket paling murah dan urutan belakang, momen interaksi dengan Tian sangat sulit di dapatkan.
Hana sedikit iri dengan fans yang membeli tiket diatasnya, tiket diamond. Fans dengan tiket diamond diberikan kesempatan foto dan bersalaman langsung setelah acara. Tapi meskipun begitu, Hana tetap senang melihat secara langsung artis idola yang dia sukai.
Setelah ia lulus sekolah, dan pergi ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan, Hana sempatkan pulang kampung untuk datang ke fan meeting keduanya.
Di fan meeting kedua, Hana sudah mampu untuk membeli tiket diamond. Uangnya Hana dapatkan dari kerja part time selama di Jepang. Saat itu, kegiatan Hana belum banyak. Awal datang ke Jepang Hana wajib mengikuti kelas Bahasa Jepang, belum diperkenankan ikut kuliah langsung di akademi.
Alasannya karena perkuliahan di akademi nanti full menggunakan bahasa Jepang, jadi para mahasiswa nya wajib memiliki kemampuan berbahasa Jepang untuk mengikuti pembelajaran sekolah di Jepang.
Dalam hal ini syarat berbahasanya adalah mendapatkan sertifikat berbahasa Jepang, JLPT level N2, atau minimal level N3.
(π»: Japanese Language Proficiency Test atau JLPT adalah ujian kemampuan berbahasa Jepang yang dikhususkan bagi para penutur asing bahasa Jepang. Level kemampuan berbahasa JLPT dari yang paling kecil N5 ~ N1 yang paling tinggi.)
Di sela sela kegiatan belajar bahasa Jepang, Hana sempatkan ambil kerja part time untuk membeli tiket fan meeting kedua dan mungkin itu jadi fan meeting terakhirnya.
Jika ditanya kenapa Hana menyukai Tian sebagai artis idola, dia akan menjawab karena Tian tampan, dan aktingnya bagus. Tapi sebenarnya Hana punya satu alasan khusus yang dia rahasiakan. Rahasia dia dengan si idola. Meski sang idola bahkan tidak lagi mengingatnya. Rahasia yang ada bahkan sebelum Hana bertemu Tian di fan meeting pertama.
Rahasia besar yang hanya Hana ceritakan kedua orang, adik laki-lakinya bernama Hale dan satu teman dekat perempuan Hana yang sekarang masih berada di Jepang.
Setelah dari fan meeting kedua, itulah akhir dari masa masa Hana aktif menjadi fans untuk mengikuti dan mendukung Tian sebagai artis idolanya.
Setelah dari itu, Hana hanya berfokus ke pendidikan dan cita citanya menjadi guru kindergarten.
Apakah Hana sekarang sudah tidak mengidolakan Tian lagi? Hana juga tidak bisa menjawabnya.
Hana hanya merasa dia sudah bukan remaja yang terlalu memikirkan dan mengejar artis idolanya. Sejak Hana memutuskan pergi ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia harus memfokuskan waktu dan pikirannya untuk itu.
Belajar di negeri orang dengan keterbatasan bahasa itu sangat tidak mudah. Hana harus mengikuti les khusus orang asing yang belajar bahasa Jepang sebelum memulai kuliahnya di akademi.
Hana bukan orang yang sangat ambisius tapi Hana sangat ingin mewujudkan mimpi kakaknya. Bisa dibilang, Hana mengeluarkan seluruh upaya dan semangatnya hingga melepaskan fokus lainnya untuk mencapai cita citanya menjadi guru kindergarten. Termasuk melepaskan keinginan menyukai seseorang meski itu untuk artis idolanya.
Bahkan sampai usia sekarang, Hana belum pernah berkencan sekalipun.
Dari segi penampilan, Hana bisa dibilang wanita yang menarik. Banyak yang setuju, iris mata coklat terang asli Hana sangat cantik, yang beberapa kali orang lain sangka adalah soft lens. Dan juga rambut panjang sehatnya membuat Hana banyak dikagumi laki laki.
__ADS_1
Namun, beberapa orang yang menyatakan rasa suka padanya harus menelan kecewa. Bukannya Hana tidak tertarik pada mereka, hanya saja memang Hana belum mau berkencan dengan siapapun.
Terbukti dengan kegigihan dan keseriusannya belajar bahasa Jepang dan menempuh pendidikan di program Early Childhood Education dalam satu waktu, Hana menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa.
Untuk hal belajar bahasa Jepang dan kebiasaan kegiatan di Jepang, Hana banyak dibantu oleh Riga. Riga juga yang mengajak Hana untuk ikut magang di kindergarten di jepang.
Setelah pulang ke tanah air, Riga merekomendasikan langsung Hana kepada ayahnya, sang pemilik sekolah. Tentu saja semua pencapaian Hana murni karena kerja keras dan kemampuan Hana sendiri, tapi faktor eksternal dukungan dari Riga juga mempunyai peran yang tidak kecil.
Karena itu, Hana akan selalu menghormati dan menyayangi Riga sebagai teman terdekat yang sudah dianggapnya sebagai kakak laki laki.
Hana tidak menyadari bahwa laki laki yang dianggap seperti kakak laki lakinya ternyata menyimpan rasa suka terhadapnya.
Riga selalu takut mengungkapkan perasaannya ke Hana. Riga takut pertemanannya berakhir menjadi jauh seperti pengalaman beberapa orang yang ditolak Hana.
Jadi, Riga menyimpan rasa sukanya dalam diam untuk terus berada disisi Hana.
...π»π»π»...
Flashback pertemuan pertama
(POV Hana)
Hana gugup hanya dengan melihat perawakan wali murid artis dari belakang.
Duduk saja terlihat gagah. Apa semua artis dari belakang saja sudah terlihat bagus seperti ini ya, gumam Hana.
Belum melihat wajahnya saja Hana sudah terpikat pesona artis itu.
Punggung artis memang seperti ini ya, mengingatkan aku pada artis idolaku dulu. -Hana.
^^^"Selamat siang, maaf karena membuat David Sensei dan Tuan menunggu agak lama."^^^
Aduh, aku bahkan tidak tahu siapa namanya. Kenapa aku tidak bertanya ke sensei waktu itu ya, merutuki dirinya sendiri.
^^^"Ah, iya. Maaf Hana san, saya lupa memberitahu kamu nama orang tua Cherry chan ya. Hahaha. Kenalkan ini Tian san, ayah dari murid yang akan kamu ajari nanti."^^^
^^^-kepala sekolah David^^^
Tian? Artis? Artis yang mempunyai anak usia 5 tahun?
Deg, tidak mungkin.
Hati Hana berdenyut seketika mendengar nama yang diucapkan Kepala sekolah David.
^^^"Hana san kamu pasti kenal, kan? Tidak mungkin ada yang tidak mengenal artis terkenal Ricky Sebastian Alexander. hahaha." -Kepala sekolah David^^^
Yang diperkenalkan ikut tertawa bersama dan membalas singkat. Paman bisa saja, katanya.
Wajah tampan dan senyum cerah secerah bunga matahari itu pun, menoleh ke arah Hana yang berdiri mematung dibelakangnya.
Apa yang kulihat ini benar? Yang ada dihadapan ku benar dia kan? Apa aku bisa mengucapkan terima kasih sekarang? Tunggu, apa dia akan mengenaliku?
Hana masih terlihat mematung tidak bergerak dari posisinya.
Kaki Hana melemas, pikirannya masih menolak kenyataan bahwa artis idolanya dulu di depan matanya.
^^^"Selamat siang, Miss Hana. Tidak apa apa, saya yang merasa tidak enak meminta pertemuan yang mendadak ini."^^^
__ADS_1
^^^-Tian^^^
Hana menyambut jabat tangan yang diulurkan dengan canggung dan belum menjawab sapaan dari Tian. Hana hanya menjabat tangan tapi mukanya menunduk kebawah tidak melihat langsung ke arah wajah Tian.
Harusnya dia mengenalku kan. Aku ikut fan meeting dua kali dan dia juga dia pernah menolongku. Kalau aku ceritakan kejadian itu apa dia mengingatnya?
Selama diam dan pikirannya berantakan, reaksi Hana sangatlah terlihat seperti seorang fans yang tidak sengaja berjumpa artis idolanya. Karena Hana masih menunduk, jadi hanya kuping Hana saja yang terlihat merah.
Hana duduk di samping kursi Tian setelah di persilakan oleh Manager Raka. Karena merasa diperhatikan Hana merasa semakin canggung dan serbasalah.
Lalu, suara kepala sekolah memecah kecanggungan yang ada di ruangan.
^^^"Hana San mungkin kaget ya. Maaf ini salahku yang tidak menyampaikan padamu dengan benar"^^^
^^^"Hana San biasanya sangat riang, tapi mungkin karena keterkejutan nya jadi agak pendiam. Maklumi ya Tian San Raka san." -Kepala sekolah David.^^^
^^^"Tidak masalah paman. Mungkin karena Tian juga memperhatikannya seperti itu, siapapun akan takut. Hei! kau menakutinya tau!" -Manager Raka.^^^
^^^"Hahaha. Maaf maaf. Aku merasa pernah melihatnya". -Tian^^^
Deg. Hana seperti terkena serangan jantung mendengarnya.
Benarkah dia mengingatku? -Hana
^^^"Ternyata aku melihatnya di buku dongeng yang biasa ku baca untuk Eri. Rambutnya seperti Rapunzel. Panjang sekali. hahaha." -Tian^^^
Manager Raka dan kepala sekolah David juga ikut tertawa.
Hanya Hana yang menghela napas.
Kukira dia mengingatku, batin Hana.
Duh kenapa aku sedih ya. Padahal sudah pasti dia tidak akan ingat siapa aku. Dia bertemu banyak fans diluar sana. Untuk apa menghafal wajahku ini.
Baiklah, aku juga akan menganggap ini pertemuan pertama kami dan tidak ada yang boleh tahu kalau aku pernah menjadi Tianager.
Disitulah Hana memutuskan menyimpan semua rahasianya rapat rapat.
.
.
(π»: flashback pertemuan pertama dengan POV Hana, kurang lebih sama dengan bab sebelumnya, ya. Hanya ditambah beberapa pikiran Hana.)
.
.
.
Yonde kurete arigatou gozaimashita. (Terima kasih sudah membaca karya ini.)
Karena ini karya pertamaku, kalau ada kesalahan kata or feedback, kasih tau ya
.
.
__ADS_1
Bersambung.