Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Rahasia Sedikit Terkuak


__ADS_3

Zona kolam sentuh Aquarium dan Safari Jakarta. Di tempat istirahat pengunjung.


Masih menyambung percakapan Tian dan Hana sebelumnya yang membahas Hale.


Tian kesal. Sampai menghentikan kegiatan memainkan rambut Hana. Meskipun kesal Tian berusaha tidak memperlihatkan kekesalan dari nada bicaranya. Sekarang memfokuskan untuk memandang Hana.


Segalanya bagimu?! Lalu aku apa?!


Tian ingin sekali menyanggah protes tapi dia urungkan. Hanya dibiarkan saja protes itu dalam hatinya.


^^^"Oh ya?" tanya Tian acuh.^^^


^^^"Iya. Mau lihat foto Hale? Ah, sebentar ada di handphoneku." Hana berantusias memperlihatkan foto adik kesayangan kepada artis idolanya.^^^


Justru yang mau diperlihatkan malah terlihat tidak tertarik.


Cih. Aku sudah lihat kok, batin Tian.


Setelah membuka galeri, tak sulit Hana mencari foto dirinya bersama Hale. Karena memang sebanyak itu foto mereka bersama di dalam galeri handphone Hana. Banyak momen kebersamaan yang diabadikan dalam foto, lebih banyak candid foto Hale saat bermain basket.


Tian juga mengintip sebentar, berharap ada sedikit foto dirinya di dalam galeri handphone Hana. Betapa kecewanya Tian, dia tidak melihat foto yang dirasa adalah fotonya di sana. Padahal sebagai Tianager, harusnya Hana menyimpan juga foto pemotretan terakhir Tian.


Apalagi pemotretan terakhirnya adalah promosi untuk drama terbaru, 'Just Bite Me' sebagai Edgard Culles. Yang katanya banyak mendapatkan atensi dan pujian dari fans dan non fans.


Tapi Tian hanya melihat foto Hana dengan dominasi adiknya di dalam gallery itu.


Apa-apan itu. Apa mereka brother-sister complex. Haish. Aku kesal sekali dengan adiknya.


^^^"Oh. Tidak mirip."^^^


Tian sengaja berkata begitu. Padahal dari foto saja kedua kakak beradik itu memang terlihat sangat mirip.


^^^"Masa sih? Baru tuan Tian yang bilang kami tidak mirip?"^^^


Hana agak terkejut, melihat berulang foto yang biasa dipuji orang Hale dan dirinya yang mirip hanya berbeda rambut saja.


^^^"Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Kalau artis. Siapa artis favoritmu?"^^^


Tian menganggap dirinya harus langsung memancing pertanyaan lain untuk mendapatkan jawaban yang ingin di dengar.


^^^"A-artis favorit? Kenapa tiba-tiba bertanya tuan?" Hana menjadi pucat pasi.^^^


^^^"Hanya penasaran saja. Siapa Hana?" tanya Tian tidak sabar.^^^


Aku! Akuilah dan jawab namaku.


^^^"Ah, belakangan ini aku tidak menyukai artis manapun." Hana jelas berbohong.^^^


^^^"Benar? Tidak ada sama sekali?" Tian seperti menelisik jawaban Hana dengan matanya.^^^

__ADS_1


^^^"Ada...artis Jepang. Yamazaki Kento!"^^^


Hana mencoba menyelamatkan dirinya dengan mengatakan artis lain yang ada di pikirannya selain nama Ricky Sebastian Alexander.


^^^"Artis negeri ini saja bukan artis Jepang." tanya Tian seperti desakan di telinga Hana.^^^


Aaaa. Aku harus jujur atau tidak ya.


^^^"Karena aku hampir menyukai semua artis negeri kita. Tidak ada yang favorit."^^^


Hana mencoba mengucapkan jawaban sediplomatis mungkin. Agar dirinya terhindar dari bahaya terbongkarnya rahasia. Rahasia tentang yang dulu menjadi Tianager. Sekarang, perasaannya malah lebih dalam dari fans. Tapi Hana tidak bisa menjelaskan juga ke orangnya langsung, kan. Hana berkonflik batin.


Sedangkan Tian yang mendengar jawaban Hana, merasa gemas karena Hana tidak berani jujur. Memilih menyembunyikan fakta yang Tian sudah ketahui juga.


Wah. Dia tidak mau mengakui jadi fansku??! Akan ku paksa mengakui kalau begitu.


^^^"Oh ya? tipe yang seperti apa yang kamu suka kalau begitu?" tanya Tian.^^^


^^^"Tipe...tidak ada tipe." Hana mengatakannya tanpa memandang Tian.^^^


^^^"Artis dengan warna mata terang atau gelap?" -Tian^^^


^^^"Warna terang." -Hana.^^^


^^^"Berdarah campuran atau bukan?" -Tian.^^^


^^^"Maksudnya seperti aku kan?" -Tian.^^^


Deg.


Pertanyaannya kenapa kesana? Hana panik, dadanya berdebar mendengar pertanyaan yang dirasa Hana mengandung arti yang dalam. Hana memilih-milih kata untuk menjawab pertanyaan yang menjurus ini. Tapi Hana belum mendapatkan jawaban terbaik jadi dia masih diam.


Haish. Aku tidak sabar mendengarkan jawaban jujurnya. Tapi aku mungkin tidak bisa mendesaknya sekarang, gumam Tian.


^^^"Oke ku ganti pertanyaannya. Apa Hana punya akun di connect2gather?" -Tian.^^^


^^^"Punya..." -Hana.^^^


^^^"Oh ya? Kalau begitu nanti malam log in lagi ya. Aku akan live chat." ucap Tian lagi.^^^


^^^"Eh? bukannya seminggu ini sudah live chat dua kali ya?" tanya Hana tanpa sadar.^^^


Haha. Dang. Kena kau, Tian sangat puas Hana menjawab sesuai dugaan nya.


^^^"Oh kamu tahu ya? Apa kamu juga fansku Hana?" Tian sudah tidak bisa menahan dirinya tersenyum.^^^


Hana tersadar. Menutup mulutnya yang sedang mengkhianati dirinya, lidahnya juga menjadi kelu. Tian bahkan sudah tertawa lagi melihat tingkah Hana.


Sudah gila ya aku?! Kenapa malah keceplosan sih! Aaa. Hana ingin menangisi pertanyaan bodohnya.

__ADS_1


^^^"Hana? Jawablah. Apa kamu Tianager? Hmm?" -Tian.^^^


^^^"Dulu... Aku dulu pernah jadi Tianager." ucap lirih Hana.^^^


Hana memilih jawaban ini sebagai jawaban teraman yang bisa dia sampaikan. Sudah kepalang seperti ini, tapi Hana juga tidak ingin rahasia rahasia lain ketahuan kan. Asal Tian tidak tahu, kalau sekarang Hana sudah berubah perasaannya dari menyukai sebagai fans menjadi perasaan suka dari perempuan kepada seorang laki-laki.


What?! Kenapa dulu?! Maksudnya kamu sekarang sudah tidak menyukaiku?! Tian malah menjadi membatin, tidak menyukai jawaban Hana tadi.


Hana menjadi salah tingkah, karena Tian masih tidak bereaksi atas jawaban aman yang dia katakan. Jadi Hana berusaha menjelaskan lagi.


^^^"Maksudku... siapa yang tidak mengenal anda tuan Tian? Kamu artis paling populer di negeri ini. Masa remajaku juga sama, semua orang mengidolakan kamu sampai-sampai aku juga jadi Tianager saat itu. Hehe." jawab Hana.^^^


Ih, saking gugupnya aku malah tertawa canggung begini. Bodoh! gumam Hana merutuki dirinya.


Sementara sang artis masih belum mengeluarkan reaksi apapun. Yang ada dipikiran Tian menjadi ruwet. Ingin protes kenapa hanya remaja? Lalu apa perasaanmu sudah berubah? Dan masih banyak lagi yang ingin ditanyakan oleh Tian sebenarnya. Tapi karena terlalu banyak jadi Tian malah bingung mulai dari pertanyaan yang mana.


Akhirnya, Tian memilih tidak bertanya lagi.


Tian ingin menghentikan sesi wawancara yang malah membuat hatinya jadi gemas. Cuma Hana yang bisa membuat Tian seperti ini. Tian merasa di tarik ulur oleh wanita cantik berambut panjang yang ada di sampingnya ini.


Kadang dia memperlihatkan kalau dirinya menyukaiku. Kadang seperti ini, dia terlihat tidak menyukaiku. Padahal aku sudah menyukaimu sampai ingin gila seperti ini. Haaah! Kau memang luar biasa Hana.


Di saat yang tepat seperti itu, Manager Raka datang mendekat. Manager itu juga datang bersama sus Rita, yang membawa stroller nya Cherry.


Manager Raka yang memperlihatkan Tian dan Hana sedari tadi bicara. Menangkap sinyal aneh. Muka sang artis terlihat sangat kesal, dan wanita disampingnya gugup.


Mereka bicara apa sampai nuansa malu malu malah jadi canggung lagi? batin Manager Raka.


Dengan alasan itulah, Manager Raka datang memberikan ide segar tentang kegiatan yang bisa dilakukan pasangan itu sekarang. Agar kencan hari ini bisa berlanjut lagi.


Hana dan Tian masih diam, berusaha bersikap tidak ada yang aneh dari mereka. Tidak mengatakan apapun sampai sang Manager bertanya.


"Cherry biar kami yang jaga saja. Bagaimana kalau sekarang kalian berkeliling berdua?" tanya Manager Raka.


Mendengar ide dari Manager Raka, Hana dan Tian saling memandangi satu sama lain.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2