Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Telepon dari Pimpinan


__ADS_3

Kembali ke rumah Hana.


Sekarang, Hale dan Riga ikut menonton pertandingan catur yang timpang ini.


Jelas Tian sama sekali tidak ada harapan. Hale sampai takjub ternyata ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh artis yang katanya serbabisa ini ya. Tentu saja Hale hanya berani memikirkan nya dalam hati.


Karena makan siang sudah siap, Hana pun ditugaskan Ibu untuk memanggil para laki-laki itu untuk masuk ke ruang makan.


Hale dan Ibu sudah tahu kalau Hale dan Riga sudah pulang. Karena mereka berdua mendengar suara mobil dan motor yang memasuki perkarangan rumah. Suara deru kendaraan mereka terdengar sampai dapur area rumah belakang.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan.


^^^"Baiklah, mari kita makan."^^^


Ayah sebagai pemilik rumah sudah mempersilahkan mereka makan. Makan siang pun dimulai.


Riga dan Tian masih saling memandang sengit. Namun mereka berdua tidak saling bersuara. Hale yang berada di tengah diantara keduanya ikut merasa tegang. Hale yakin jika mereka memulai percakapan pasti akhirnya mereka akan terlibat perang memperebutkan kakak nya Hana. Untunglah mereka berdua cukup dewasa untuk menahan diri.


Riga dan Tian tidak bisa berbuat keributan. Setidaknya di rumah Hana, depan kedua orangtuanya Hana pula.


Hana, duduk diapit Ayah dan Ibu. Hana memilih duduk yang aman seperti ini. Entahlah. Hana merasa suasana berubah aneh diantara orang yang sudah menjadi kekasihnya dan juga teman dekatnya itu.


Ada apa dengan mereka? Hana melirik heran tapi tidak berani bertanya.


Makan siang pun berakhir dengan selamat.


Setidaknya begitu menurut Hale. Karena suasana setelah makan siang lebih mencekam.


Ayah dan Ibu Hana sudah ijin beristirahat di kamar mereka, meninggalkan empat anak muda mereka di ruang tamu.


Lagi lagi Hale terpaksa memilih di tengah tengah dua laki laki yang menaruh perasaan yang sama kepada kakak perempuannya itu.


Sebagai adiknya Hana, Hale merasa harus menengahi situasi ini. Tapi bagaimana caranya? Hale saja bingung cara untuk memulai topik pembicaraan sekarang.


Gerah dengan suasana seperti ini, akhirnya Tian memilih berbicara duluan. Sudah pasti, kata-kata yang disiapkan adalah kata kata provokasi untuk seseorang yang dianggap rivalnya itu.


^^^"Baby, kapan orang ini pulang? Untuk apa dia kesini? Kalau aku kan disini ingin pacaran denganmu."^^^


Hale dan Hana sama-sama terbatuk mendengar hal itu. Riga melirik ke Tian dengan kesal, lalu berbalik ke arah Hana. Seolah meminta penjelasan.


^^^"Pacaran? Sejak kapan? Hana kenapa kamu tidak pernah cerita apapun padaku?"^^^


^^^"Iya? Hm itu. Aku bingung ceritanya, Ga. Gomen ne.."^^^

__ADS_1


(🌻:Maaf ya.)


Hana merasa bersalah. Meskipun tidak tahu pasti kenapa Riga kesal padanya, Hana menduga kalau Riga pasti terkejut dan kecewa mendengar hal ini tiba-tiba. Tentang dirinya yang tiba-tiba berpacaran dengan Tian sang artis terkenal. Karena selama ini, hampir tidak pernah ada rahasia diantara pertemanan Hana dan Riga.


Hana bukannya tidak mau. Hanya saja belum ada waktu untuk menceritakan ke teman yang paling dekat itu. Karena memang hal ini saja bergitu cepat bagi Hana sendiri. Berjalan begitu saja. Siapa yang bisa menyangka kalau sudah sejauh ini hubungan Hana dan Tian.


Seperti dugaan Hana. Kesal, mau marah, tapi kecewa, bercampur aduk rasanya perasaan yang ada di hati Riga saat ini.


Tapi mau marah dengan siapa? Hana dan dirinya bukan apa-apa juga. Kedekatan mereka tidak pernah lebih dari seorang teman ataupun teman yang dianggap keluarga. Sakit sekali mengatakannya sendiri, tapi memang tidak pernah lebih dari itu kenyataannya.


Riga merasa kalah tapi belum mau menerima kekalahannya.


Aku yang mengenalnya lebih dulu! Mereka baru bertemu kan? Kenapa bisa jadi seperti ini sih?! Arrrgh! Sial! Riga menahan amarahnya.


...🌻🌻🌻...


Di tempat yang lain.


Ada ketegangan yang sama, tapi juga berbeda.


Jauh lebih gawat daripada ketegangan yang ada di rumah Hana.


Manager Raka bergegas mengambil kunci mobilnya menuju Mansion utama keluarga Alexander.


Dave meminta Manager Raka segera ke Mansion utama sekarang juga. Tidak sampai situ. Pimpinan perusahaan agency itu juga memberi perintah untuk menelpon Tian, anaknya, sekaligus artis yang menjadi pusat pemberitaan. Karena meskipun Ayahnya sendiri yang sudah mencoba menelpon, tapi tidak kunjung diangkat oleh artis itu.


^^^"Kau harus segera kesini. Sekarang. Kau dengar Manager Raka? Bawa artismu juga! Ditelepon berkali-kali tidak diangkat. Sebenarnya dia ada dimana sih sekarang? Hah?!" Dave berteriak.^^^


Deg.


Manager Raka sudah mengira akan ditelepon oleh pimpinan perusahaan ini. Tapi mendengar sendiri suara tegas yang akhir kalimatnya berteriak itu, membuat dirinya bergidik ngeri.


Manager Raka sudah tahu alasan kenapa dia bisa di telepon langsung oleh sang pimpinan perusahaan.


Kesalahannya, tidak berhati-hati sampai ada gosip besar seperti ini sekarang. Walau kalau dipikir dengan bijak, sebagai manusia biasa, mana bisa manager Raka memprediksi adanya postingan viral dari seorang fans yang digoreng netizen menjadi gosip simpang siur.


Mungkin ini adalah kesalahan pertamanya selama menjadi manager Raka. Kesalahan yang sampai harus ditelepon langsung oleh pimpinan perusahaannya.


Saat pagi tadi, manager Raka pusing tujuh keliling saat melihat postingan viral di situs Wever.


Dia juga mengenali nama akun Himawari Yakusoku. Tidak mengenali secara jelas siapa pemilik asli akun di dunia nyata, tapi mengenali akun itu sebagai Tianager yang loyal dan setia.


Manager Raka bingung bagaimana cara sang pemilik akun itu mengetahui bahwa Tian sedang dekat dengan seseorang. Bahkan sampai menyebutkan calon istri.

__ADS_1


Namun, karena nama Rainy banyak disangkutkan. Postingan viral yang harusnya mereda, menjadi semakin panas.


Terlebih Tian dan Rainy berada di agency yang sama. Banyak yang seenaknya berspekulasi bahwa mereka sudah lama berpacaran, dan diduga agency mengetahuinya dan membantu menyembunyikan hubungan ini.


Pokoknya postingan viral yang bukan official ini sudah menjadi hot gosip di Minggu pagi ini.


Tadi beberapa koleganya sesama manager artis di perusahaan sudah juga memberi kabar situasi di dalam perusahaan.


Bahwa perusahaan sedang sibuk, mereka menerima banyak sekali pertanyaan bahkan desakan klarifikasi dari para fans lewat telepon dan media sosial. Namun sebagai karyawan, mereka tidak bisa mengeluarkan pernyataan resmi jika belum diinstruksikan oleh pimpinan atau pun top management.


Sehingga mereka hanya bisa menjawab telepon dan lainnya, dengan kata-kata template semua agency yang artisnya terlibat berita besar.


^^^"Kami sedang mengecek kebenarannya. Mohon maaf kami belum bisa berkomentar. Tunggu saja pernyataan resmi kami nanti."^^^


Wartawan tidak mau berhenti. Meskipun sudah diminta sabar menunggu, mereka tetap berdatangan ingin meliput berita yang bahkan belum tentu kebenarannya ini.


Mereka hanya merasa tidak boleh melewatkan semua berita terkait Ricky Sebastian Alexander. Tidak peduli nantinya gosip ini hoax atau fakta.


Kekalutan di kepala Manager Raka sudah bisa mereda, Manager Raka mulai mengkonsentrasikan dirinya untuk membawa mobil menuju Mansion utama secepat mungkin.


Ditengah jalan dia teringat perintah dari pimpinannya. Sang artis, sumber dari berita ini juga harus diajak!


Dengan cepat, Manager Raka menelpon Tian di handphonenya yang disambungkan ke handsfree bluetooth. Tiga kali percobaan panggilan, tetap tidak ada respon dari Tian.


Angkat sialan! Ayahmu bakal membunuhku kalau aku tidak berhasil membawamu datang nanti! Umpatan Manager Raka sudah tidak tertahankan.


Ah! Bodo amat deh dengan ancamanmu Tian sialan! Aku lebih takut oleh Ayahmu tahu! Cuma tinggal ini satu-satunya cara untuk menghubungi si artis menyebalkan seperti mu!


Manager Raka memilih menelpon Hana. Karena yang manager itu tahu, sejak pagi Tian sudah bersama Hana kan. Mungkin saat ini pun mereka masih bersama.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimasu.


🌻: Maaf yaa aku telat update. Kerjaanku di RL lagi hectic huhu. Aku tetap usahakan sesuai janji update 1 bab sehari, tapi mungkin kedepannya ga tentu jamnya. Gomenne.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2