Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Menikahi Hana


__ADS_3

Teriakan tadi memenuhi ruang kerja Dave Alexander.


Sorot mata menusuk dari Dave masih dapat dilihat Tian dan Manager Raka.


"Kalau tidak ditangani segera kita akan mengalami kerugian materil dan imagemu yang dijaga selama ini akan terkena imbasnya."


Dave mengehela napasnya lagi.


^^^"Jadi katakan. Siapa sebenarnya wanita ini. Dan apa hubungannya denganmu, Tian?"^^^


^^^"Dia Hana, Ayah." jawab Tian singkat.^^^


Tidak puas dengan jawaban Tian Dave menggebrak meja.


^^^"Katakan yang jelas! Hana siapa?! Bagaimana hubungan kalian? Bertemu dimana?! Argh kau ini membuat kesabaran ayahmu habis saja!" rentetan pertanyaan muncul karena gemas dengan jawaban Tian singkat itu.^^^


^^^"Ya ampun! Ayah! Jangan pukul pukul meja juga! Aku kan kaget. Iya. Iya. Maaf. Dia Hana Jasmine. Guru Eri yang kemarin datang ke rumah. Aku dan Hana sudah berpacaran. Sejak.... eh sejak kapan ya kak?"^^^


Tian reflek bertanya ke Manager Raka. Karena dirinya tidak begitu ingat, persisnya kapan Tian dan Hana resmi menjalin hubungan dengannya.


Apakah saat makan malam waktu itu? Atau baru saat pergi ke Aquarium? Kalau dipikir-pikir aku tidak pernah menyatakan perasaanku dengan benar.


Dave masih menunggu jawaban dari Tian. Tapi karena Tian juga bertanya ke Manager Raka, jadi Dave juga melirik Tian dan Manager Raka bergantian.


^^^"Kapan kak?" desak Tian.^^^


Mana ku tahu sialan! Jangan bawa bawa aku terus. Kau tidak tahu apa selama dua puluh menit aku sudah di interogasi Ayahmu ini! Kenapa kau tidak peka sekali sih!


Manager Raka tidak berani menjawab. Dia hanya menendang kaki Tian di bawah meja. Memberi tanda, jawablah sendiri!


Dave sudah sangat gregetan menunggu dua anak muda di depannya ini. Mengambil map tadi, memukul anaknya dengan lumayan keras.


^^^"Aw. Ayah! Kenapa memukulku. Sakit tahu." Tian meringis.^^^


Gila. Mana ada sakit dipukul dengan map kertas begitu. Sempat sempatnya berakting seperti itu. Manager Raka tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


^^^"Jangan bertanya padanya. Ayah sudah tanya berkali-kali tapi Manager Raka tidak mau menjawab pertanyaan itu. Dia berputar putar melindungi dirimu Tian. Jadi kau saja yang jawab!"^^^


Kali ini melirik ke Manager Raka.


^^^"Dan kau. Kau memang Manager yang baik. Saking baiknya rela untuk dipotong gajinya untuk melindungi artismu ya." ucap sarkas Dave.^^^


Manager Raka hanya menelan ludahnya kasar. Haduh sial sekali nasipku, Ya Tuhan.


^^^"Sebastian!"^^^


^^^"Aku tidak tahu. Maaf Ayah, aku beneran tidak tahu sejak kapan. Aku bahkan menyukainya sejak awal." pengakuan Tian yang mengejutkan ayahnya.^^^


^^^"Oke. Kita ganti pertanyaannya. Sudah sejauh mana kalian?" Dave bertanya sambil menelisik raut wajah putranya itu.^^^


Dia ingin mencari tahu apakah Tian berkata dengan jujur dari hatinya atau tidak.


Apa aku harus ceritakan semuanya ke Ayah? Termasuk kejadian di simulator dan mobil tadi pagi? Ah, Ayah tidak perlu tahu, kan?


Tian masih memikirkan jawaban yang paling pas untuk diberikan.


^^^"Kalau video yang ada di CCTV ini bagaimana penjelasanmu?"^^^


Video yang menampilkan Tian dengan tidak terkontrol mencium Hana sampai menabrak dinding dan pintu ruangan kecil simulator.


Tian dan Manager Raka saling memandang. Mereka berdua langsung keringat dingin.


^^^"Kenapa? Kamu kaget Manager Raka? Hal sepenting ini tidak kamu laporkan ke perusahan. Dan malah menyimpannya sendiri. Kalian itu tahu tidak sih betapa bahayanya video seperti ini!"^^^


^^^"Ayah. Kami melakukannya karena saling menyukai." Tian melakukan pembelaan^^^


^^^"Tapi kalau ada orang yang ingin menjatuhkan mu, mereka bisa saja bilang kau yang menyerang Hana kan. Lihat! Hana terlihat sedikit menolak. Kau seperti pelaku pelece*han sek*ual, kalau lihat sekilas. Ini akan jadi skandal besar!"^^^


Astaga. Aku tidak terpikirkan sampai sana. Bagaimana ini. Mati aku. Masalah ini lebih besar dari yang ku kira. Manager Raka tertunduk dalam.


^^^"Maaf Ayah. Aku tidak berpikir jauh sampai ke sana. Tapi aku serius menyukai Hana. Aku bahkan sudah bertemu dengan Ayah dan Ibunya." Tian meyakinkan Ayahnya.^^^

__ADS_1


Meskipun hanya bermain catur dan makan siang bersama sih.


Dave terlihat memijat pelipisnya. Kepalanya pusing sekali. Foto ekslusif ini diberikan oleh media yang mengeluarkan artikel berita seperti kencan para artis dan model. Foto ini, dikirimkan terlebih dahulu ke para perusahaan agency agar mereka mendapatkan imbalan tutup mulut.


Begitulah cara kerja kotor media media itu.


Untungnya video CCTV di Aquarium tidak bocor informasinya. Dave Alexander hanya mendapatkannya dari IT perusahaan agencynya. Saat mencari tahu informasi tentang identitas wanita di foto itu.


Ya. Dave sudah tahu kalau itu adalah Hana Jasmine. Dia hanya memancing Tian dan Manager Raka untuk bicara jujur saja.


"Kalau begitu, kau harus segera menikahi Hana." inilah yang inti dari panggilan telepon mendadak Dave.


Tian mengangkat kepalanya memandang lurus ke mata Ayahnya.


"Ayah serius? Aku mau menikahi Hana, Ayah." Tian sumringah.


"Eits. Tapi ingat! Kau harus mengikuti semua kata-kata ku! Tidak ada lagi rencana dari dirimu ataupun Manager Raka. Cukup ikut instruksi dan diam saja. Mengerti?" tegas.


Matanya tetap tidak lepas memandang tajam ke arah Manager Raka dan Tian.


Dua duanya mengangguk setuju. Kali ini mereka tidak bisa berbuat seenaknya.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2