Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
I Was So Lucky


__ADS_3

Di ruang monitor.


Semua petugas berkeringat dingin melihat apa yang ditampilkan dari layar CCTV ruangan kecil zona Sea Explorer 5D.


Ada tiga petugas laki-laki yang sedang bekerja ditambah seorang Manager Raka yang sedari tadi ikut mengawasi artisnya dengan wanita yang disukai artis tersebut.


Suasana canggung tiba-tiba mampir ke ruangan monitor ini saat Tian mulai mencium Hana mulai dari ciuman lembut sampai ciuman yang tidak terkondisikan lagi.


Manager Raka bahkan sampai susah menelan ludahnya sendiri.


Meskipun dia memang merencanakan waktu berdua untuk Tian dan Hana dirinya tidak menyangka Tian seberani itu untuk mencium sang wanita pujaannya.


Dia sudah gila. Sangat gila.


Manager Raka tidak mempunyai kalimat lain yang bisa dipikirkan lagi untuk adegan yang dilihatnya itu. Namun tidak begitu lama dari keterkejutannya itu, dirinya tersadar tugasnya sebagai Manager.


Manager Raka langsung menginstruksikan tindakan penjagaan privasi duda artis itu.


^^^"Aku minta semua rekaman hari ini dikirimkan ke kantor kami. Setelah itu tolong dihapus jangan sampai kecolongan digunakan oleh pihak lain. Akan saya urus administrasi dan biaya yang menyangkut hal ini. Mengerti?" ucap Manager Raka dengan tegas.^^^


^^^"Baik tuan." jawab para petugas kompak.^^^


Kembali lagi ke dua orang yang muncul dalam rekaman yang dibicarakan tadi.


Saat jarak bibir Tian sudah tinggal satu senti menyentuh bibir ranum Hana, dia berhenti untuk menggoda sang Hana. Meskipun dirinya sendiri sudah sakit kepala ingin merasai kembali bibir manis Hana.


Hal ini juga bertujuan agar Tian bisa sedikit mengkontrol dirinya agar tidak kelewatan batasan.


^^^"Ini ciuman pertamamu Hana?" tanya Tian tiba-tiba.^^^


Yang ditanya hanya menunduk malu, menganggukan kepala sebagai pengganti suaranya menjawab. Tidak berani menatap mata yang masih dikelilingi kabut gairah itu. Malu sekali rasanya, begitu batin Hana kalau bisa berteriak.


^^^"Hehehe. I was so lucky." Tian terkekeh senang.^^^


Apaan sih! Bikin aku makin malu saja. Hana tertunduk lagi. Berharap bisa menghindar dari suasana aneh ini.


^^^"Hana? Lihat aku..." Tian berbicara sambil menarik dagu sang wanita cantik ini untuk melihatnya.^^^

__ADS_1


Hana melihat Tian dengan napas tercekat. Tian tidak bergerak ke bibirnya tapi ke arah telinganya. Berbisik setelah itu menggigit pelan daun telinga Hana.


^^^"Yang tadi bukan fans service. Jadi tidak masalah, kalau kau bukan Tianager lagi." bisikan Tian membuat Hana makin merinding.^^^


Belum lagi gigitan kecil dari Tian di daun telinga Hana. Hana kembali merasa pusing atas semua perlakuan yang baru pertama kali dirinya dapatkan ini.


Mati-matian Hana tidak mengeluarkan suara aneh saat Tian mulai menciumi leher sampai bahu Hana yang terekspos karena Hana memakai baju Sabrina. Baju model Sabrina membuat Tian leluasa menyentuh kulit Hana secara langsung tanpa kendala.


Lutut Hana semakin lemas merasakan benda lembut itu terus mengecup bahunya. Gairah Hana ikut memuncak bersama dengan gairah yang ditahan oleh Tian.


Salahmu memakai baju seperti ini. Kuberikan hukuman agar kamu bisa mengingatnya!


^^^"Aaaahhh! Tuan!"^^^


Hana berteriak kaget saat Tian mencium dan menghisap lehernya. Perlakuan Tian tadi meninggalkan bekas merah. Bukannya merasa bersalah, Tian malah semangat ingin menambah maha karya nya lagi.


^^^"Tunggu! Apa yang...! Enggh---" ucapan Hana terhenti karena Tian tidak berhenti memberikan tanda di leher dan sekarang di bahu agak belakang Hana.^^^


^^^"Aku memberikan tanda kepemilikan. Mulai hari ini kamu milikku Hana. Bukan fansku."^^^


Selesai mengatakan itu Tian menarik lagi badan Hana ke pelukannya. Menciumi kembali bibir ranum Hana agar tidak terus mendesah.


Sepasang manusia ini kembali memagut bibir mereka satu sama lain. Meskipun agak kaku, Hana mulai bisa membalas menyesap bibir sang artis. Hanya saja karena ini adalah ciuman pertamanya Hana tetap tidak bisa mengimbangi Tian yang lebih berpengalaman tentang ini. Hana terlihat kesulitan bernapas menerima semua ciuman rakus dari sang duda artis.


^^^"Bernapas sayang!" ucap Tian gemas.^^^


Setelah Hana bisa mengambil napasnya lagi Tian segera mencium bibir ranum manis Hana lagi. Tangan Tian di letakan di leher dan rambut Hana, agar dirinya tidak melewati batasannya.


Tian masih paham kalau tempat ini pasti ada CCTV, akan berbahaya jika Tian melakukan lebih dari ciuman.


Agak aneh pikiran duda artis ini. Padahal situasi sekarang saja sudah termaksuk dalam kategori bahaya.


Manager Raka saja merasakan sinyal bahaya itu. Jadi Manager Raka berinisiatif untuk menghampiri dan menghentikan kegiatan yang dikhawatirkan akan berlanjut lebih panas lagi.


^^^"Hentikan saja simulatornya, aku akan menjemput mereka. Ingat! Kirim dan hapus rekaman hari ini!" ucap Manager Raka sebelum berlari menuju lokasi yang membuat petugas dan dirinya panas dingin.^^^


Setelah sampai di depan ruangan simulator, Manager Raka mengistruksikan pintu dibuka. Sehingga sepasang manusia yang bergairah itu terpaksa menghentikan ciuman panas mereka.

__ADS_1


Ya Tuhan malunya!


Hana memilih menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Tian.


Tian juga sama terkejutnya dengan Hana, refleks langsung menutupi Hana dengan tubuhnya. Lalu dilepasnya ikatan ponytail Hana. Agar bisa menyembunyikan tanda bekas mahakarya Tian di leher dan bahu sang wanita cantik itu. Tian juga merapihkan rambut dan bekas lipstik Hana yang berantakan karena ulahnya.


^^^"Haah! Kalian ini tidak tahu tempat ya? Apa tidak tahu ada CCTV di dalam sini?" omel Manager Raka.^^^


Bahkan ingin menambahkan omelannya dengan hukuman menjewer telinga sepasang manusia di depannya itu.


Hana kaget. Melirik ke arah CCTV lalu menutup matanya. Semua kejadian panas tadi pasti terekam dengan jelas dari benda itu, wajah Hana sangat merah sampai ke telinga bagian dalamnya.


^^^"Sudahlah tidak usah dibahas. Kamu itu membuat Hana malu, Kak. Lakukan tugasmu dong tentang CCTV itu." ucap Tian santai sambil mengelus punggung wanita nya.^^^


Berharap Hana bisa tenang dengan perkataannya. Padahal Hana malah semakin malu. Tian meminta sesuatu kepada Manager Raka, tapi Hana tidak dapat mendengarnya. Hana masih membenamkan dirinya di dada bidang sang artis, membiarkan dirinya di peluk erat oleh Tian.


Sampai akhirnya Tian memakaikan sesuatu ke badan mungilnya. Yang ternyata adalah sebuah jas hitam Tian. Tian tadi meminta jas hitamnya kepada Manager Raka. Manager Raka selalu membawa satu, yang entah dimana selalu bisa di simpannya.


^^^"Aku...tidak perlu ini tuan.." tolak Hana keberatan.^^^


Penampilannya memang berantakan karena ciuman panas tadi. Tapi kalau memakai jas hitam milik sang artis, penampilan Hana akan bertambah mencolok kan. Jadi sebaiknya Hana tidak memakainya.


^^^"Hehe. Kau perlu menutupi ini kan. Siapa suruh bajumu memancing gairahku sayang." goda Tian sambil menunjuk bekas kecupan yang ada di leher dan bahu Hana yang terbuka.^^^


Ya ampun Ibu! Kenapa banyak sekali?! Aaaa.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2