
Masih berada di lokasi pemotretan iklan promosi drama.
Tian sudah banyak melakukan pose foto sesi kedua. Tidak banyak arahan dari fotografer, Tian dengan leluasa bergerak seirama dengan kilatan Blitz kamera dari fotografer.
Setiap gerakan dari Tian menuai decak kagum para kru yang melihatnya. Pesona sang artis membuat orang di sekitar lokasi terfokus hanya ke tengah lokasi pemotretan, memandang kagum sosok yang sedang berada di bawah sorot lampu dan blitz kamera.
Rainy yang baru saja selesai merapihkan make up-nya untuk persiapan pemotretan sesi ketiga, menunggu persis di samping Manager Raka. Manager Raka menyadari keberadaan seseorang disampingnya, hanya menyapa Rainy dengan singkat. Rainy membalas sapaan singkat itu dengan senyum manis dan mencoba membuat percakapan duluan dengan Manager Raka.
^^^"Senior Tian memang luar biasa ya, kak Manager. Aura dan atmosfer pemotretan langsung berubah. Aku sepertinya masih perlu banyak belajar untuk bisa seperti itu." -Rainy^^^
Manager Raka melirik sebentar mendengar ucapan Rainy. Dahinya terlihat sedikit mengerenyit.
Apa dia termasuk ke artis yang suka pada Tian? Hah, semua wanita di industri ini sama saja, Manager Raka menerka nerka dalam hati.
Manager Raka menghela napasnya kasar. Dia sudah bosan dengan cara basa-basi para artis wanita yang ujung-ujungnya minta didekatkan dengan artis yang diurusnya itu. Manager Raka mengaggap Rainy sama dengan lawan main Tian sebelumnya.
^^^"Tentu saja, perjalananmu masih jauh. Kenapa? Kau juga mau dibuatkan jadwal berdua yang lebih privat?"^^^
^^^sinis Manager Raka^^^
Mendengar tuduhan Manager Raka tadi, Rainy terkejut dan langsung menjawab.
^^^"Eh, tidak kok. Aku tidak ada maksud seperti itu." -Rainy^^^
Kenapa dia jadi berpikir begitu, sih. Aku kan hanya ingin memulai pembicaraan denganmu kak Manager.
Rainy sedih dengan respons Manager Raka yang terbilang tidak ramah.
Rainy dan Manager Raka kembali terdiam dan memilih melihat ke arah depan, tempat Tian sedang fokus berpose dibawah kilatan Blitz kamera.
Pemotretan sesi kedua berlangsung dengan aman dan lancar. Sesekali Tian mengecek hasil foto di kamera sang fotografer. Sedikit berbicara dan berdiskusi tentang tema pose yang cocok. Tian mengikuti nasihat dari Manager Raka, dia tidak banyak memberikan ide atau komentar berlebih agar pemotretan bisa selesai. Meskipun jiwa perfeksionis nya bergejolak ingin sekali meminta improvisasi ide pose dari dirinya sendiri.
^^^"Tuan Tian, sesi kedua sepertinya sudah cukup. Anda sendiri sudah cukup puas dengan hasil ini? Katakanlah kalau ada advice yang lebih baik ya."^^^
^^^-Fotografer Geo.^^^
Fotografer Geo yang sudah beberapa kali bekerja sama dengan sang artis sedikit heran. Biasanya Tian pasti akan sangat kooperatif dan sedikit vokal untuk pemotretan dirinya. Banyak saran dan ide menarik dari sang artis yang memang ditunggu oleh fotografer Geo juga. Sama seperti saat pemotretan sebelum hari ini, pemotretan untuk sebuah iklan brand baru.
Tian yang masih melihat hasil foto dari kamera sang fotografer tersenyum tipis.
^^^"It's okay. That was cool. Thanks as always Geo."^^^
^^^-Tian^^^
Lalu sang artis berbicara lagi sambil menepuk pundak fotografer pelan.
__ADS_1
^^^"Ah, dan juga panggil aku Tian. Sudah lama kita bekerja bersama masih saja memanggilku kaku begitu. Haha."^^^
^^^-Tian^^^
Fotografer Geo bernafas lega. Dari kacamatanya seorang fotografer seperti dirinya, Geo merasa hari ini sang artis sepertinya berbeda dengan terakhir pertemuan sebelumnya. Entah apa alasannya, tapi Geo merasa mungkin Tian tidak dalam kondisi baik atau sedang sakit.
Tapi mendengar langsung jawaban dari Tian tadi, Geo akhirnya merasa yakin kalau Tian hanya menyesuaikan karakter nya sedikit bicara agar terlihat misterius seperti karakter yang diperankannya di drama. Hebat sekali sampai mendalami karakter hanya untuk pemotretan, puji Geo dalam hati.
Tanpa menunggu lama, sesi ketiga langsung dimulai.
Rainy bergabung kembali ke tengah lokasi bersama dengan Tian. Baik Rainy maupun Tian tidak perlu mengganti baju, mereka hanya diinstruksikan berpose berdua dalam sesi ketiga ini. Tidak ada pose khusus, hanya pose yang terlihat seperti seorang sepasang kekasih, begitu instruksi yang mereka dengar.
Rainy terlihat lebih gugup dibandingkan saat pemotretan sesi pertama tadi. Tiba-tiba saja kepercayaan diri sang artis wanita itu jadi berkurang.
Rainy melihat sendiri kemampuan luar biasa Tian, menciptakan suasana pemotretan yang begitu profesional tanpa kendala. Dibandingkan saat sesi pertama pemotretan dirinya, Rainy masih banyak di beri arahan langsung dari fotografer dan retake pose yang masih dirasa perlu disesuaikan.
Takut penampilannya akan menurunkan kualitas sang artis senior, Rainy merasa rendah diri. Padahal pribadi Rainy bukanlah orang yang gampang rendah diri seperti ini. Rainy merasa kemampuannya belum ada setengah untuk bersanding dengan sang senior.
Saat di lokasi syuting drama juga Tian yang banyak memberikan saran, sering memberikan latihan bersama sebelum take syuting. Rainy merasa tidak enak kalau selalu merepotkan seniornya ini.
Tian yang melihat gurat wajah gugup lawan main sekaligus juniornya di agency mencoba membuat Rainy lebih rileks. Selain karena ingin membantu juniornya yang sudah menjadi dekat sejak awal main drama, Tian juga tidak ingin waktu pemotretan jadi memanjang bila harus retake ulang.
^^^"Rai, rileks aja. Kaya sesi pertama tadi udah bagus kok. Ikuti saja gerakan ku, oke?" -Tian.^^^
Mendengar Tian berbicara ramah seperti itu, Rainy berusaha lebih rileks dan mulai mendapatkan kepercayaan dirinya lagi.
Rainy berterimakasih dan mulai berpose bersama.
Seperti perkataan Tian, sang artis pria lah yang lebih mendominasi dan mengarahkan gerakan pose terhadap lawan mainnya itu. Dengan ide tambahan dari Tian, selama mereka melakukan gerakan pose untuk di potret mereka berdua juga terlibat dalam percakapan. Tujuannya agar seperti berinteraksi natural di dalam foto.
^^^"Jadinya Rai, kapan kau mau bertanya?" -Tian^^^
Sebenarnya sejak bertemu dan beradegan bersama di drama ini, Tian melihat gerak gerik Rainy seperti menyukai seseorang.
Awalnya dia mengira Rainy akan menyukai dirinya seperti yang sebelumnya beradegan bersama. Di syuting terakhir mereka pasti mengungkapkan perasaan mereka kepada Tian. Sang pemeran utama wanita selalu terbawa suasana mengganggap keramahan dan perhatian Tian di lokasi syuting mempunyai arti khusus. Padahal Tian murni bekerja dan berakting secara profesional saja.
Tapi Rainy tidak termasuk ke dalam artis wanita itu yang seperti itu. Sikap dan perilaku Rainy sewajarnya seperti junior yang mengagumi senior di bidangnya saja. Rainy tetap bisa menempatkan diri, tidak berlebihan dalam berinteraksi dengan Tian.
Justru reaksi tidak biasa dari Rainy yang mampu ditangkap oleh Tian, wanita ini seperti memiliki perasaan kepada managernya, Manager Raka.
Tadi saja, saat Tian sedang pemotretan sesi kedua dirinya menangkap momen Rainy dan Manager Raka berbicara berduaan.
Tian memilih topik pembicaraan ini selama mereka melakukan pemotretan sesi ketiga.
Karena sepertinya Rainy bingung dengan pertanyaannya yang ambigu, Tian bertanya lagi dengan kalimat yang lebih jelas. Tapi kali ini Tian bertanya agak dekat dengan kuping Rainy, sekaligus berpose untuk kamera.
__ADS_1
^^^"Tanyakanlah padaku apa yang ingin kau ketahui dari Manager Raka."^^^
^^^-Tian^^^
Refleks Rainy menjauh sedikit dan melihat ke arah Manager Raka. Lalu kembali melihat ke arah seniornya yang sedikit tersenyum itu.
Bagaimana senior Tian bisa tahu perasaanku? Eh, jangan bilang Manager Raka juga tahu? Tidak mungkin kan, tadi saja dia masih galak kepadaku. -Rainy
^^^"Apa sangat terlihat?" -Rainy^^^
Tanya Rainy sambil berpose mendekatkan wajah Tian. Tidak menyentuhnya, jarinya menyisakan jarak dua senti. Mereka berdua sedang berakting pose sebagai pasangan.
Rainy sudah mengembalikan ketenangan dirinya lagi, merasa topik pembicaraan ini adalah kesempatannya mendapatkan informasi tentang Manager Raka. Kalau Tian sendiri yang membicarakannya hal ini, Rainy merasa mendapatkan dukungan untuk meneruskan perasaannya kepada Manager Raka.
Tian menahan tawanya, ternyata topik ini mampu membuat rileks Rainy, bahkan sekarang Rainy terlihat penasaran. Kalau cara ini berhasil, hal ini juga bisa membuat pemotretan berjalan lebih cepat. Tian memang selalu menggunakan otaknya di saat detik terakhir.
Tian melirik jam di arlojinya.
Sial, sudah jam sembilan kurang lima menit! -Tian
Tian pasrah rencana dadakannya gagal total. Bayangan bertemu Hana sudah pupus di tengah jalan.
...π»π»π»...
Hana akhirnya sampai di parkiran sekolah setelah berhasil melajukan motor maticnya dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya. Beruntungnya, hari ini tidak macet seperti hari biasanya
Hana melirik jam di arlojinya.
Haduh, sudah jam sembilan kurang lima menit! -Hana
Hana tidak sempat berkaca untuk mengecek penampilannya. Hana berjalan cepat sambil tangannya bergerak menguncir rambut menuju ruang kelas yang biasa digunakan untuk meeting.
.
.
.
ζι£γεΎ‘εΊ§γγΎγγγ
arigatou gozaimashita~!
.
.
__ADS_1
Bersambung.