Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Terjebak Alasan


__ADS_3

Live chat Tian bersama Tianager berakhir setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam.


Dalam live chat hari ini Tian memang jauh lebih aktif mengirimkan pesan. Tianager merasa senang. Apalagi Tian mengkonfirmasi informasi agenda terdekatnya live interview nya bersama salah satu majalah mode dan lifestyle terkenal Yogue. Karena akan disiarkan live, para Tianager bisa melihatnya langsung di channel u-live resmi milik Yogue.


Selain itu Tian menyampaikan rasa terimakasih nya atas support dan cinta yang selalu diberikan Tianager kepadanya. Lalu mengirimkan beberapa koleksi foto selfie pribadinya untuk 200 pengguna connect2gather yang tadi tergabung dalam live chatnya sebagai rasa terima kasih.


Dan Hana termasuk dalam 200 pengguna connect2gather yang beruntung itu.


Tidak lupa sesi Q & A yang seperti biasanya dilakukan sang artis untuk menjawab beberapa pertanyaan fans yang beruntung.


Di awal sapaan saat live chat dimulai, Tian bahkan menggombal kalau sekarang Tianager sedang melakukan Satudate bersamanya via live chat ini.


Pokoknya hari ini Tian memberikan banyak fan service dan kata kata manis untuk Tianager.


Lebih tepatnya sih sudah dalam seminggu ini Tian sangat memanjakan para Tianager dengan semua interaksi nya dalam tiga kali live chat di platform connect2gather.


Awalnya karena kesengajaan Tian yang melakukan live chat, hanya demi melihat apakah Hana masih mengikuti semua kegiatannya sebagai Tianager atau tidak.


Setelah live chat pertama setelah bertemu Hana, Tian kecewa karena tidak menemukan nama ID apapun yang dicurigainya dengan nama Hana Jasmine. Kalau dari biodata yang di dapatkan dulu, nama akun Hana adalah Jasmine1909.


Begitupun live chat kedua. Di dalam history pengguna akun yang ikut live chat pertama kedua, tidak ada nama Jasmine1909. Saat itu, Manager Raka bahkan mengatakan.


^^^"Mungkin dia ganti nama, Bro. Atau...ya memang sibuk aja engga bisa join dan beli tiketnya. Kalau dicheck sih akunnya masih bisa dipakai, meskipun tidak pernah log in lagi."^^^


Manager Raka berkata dengan waspada, karena wajah Tian sudah terlihat tidak suka dengan fakta yang baru saja dikatakannya.


Terakhir Hana log in situs Waver dan connect2gather sekitar lima tahun yang lalu di tahun yang sama saat fan meeting, yang memang fan meeting terakhir yang dihadiri Hana.


Meskipun begitu, Tian tidak patah arang. Selalu banyak ide untuk mendekati Hana.


Dan sekarang, semua ide itu berhasil. Hana dan Tian sudah masuk dalam hubungan sepasang kekasih.


Setidaknya, hal itu jika dilihat dari segi pandangan Tian sang artis tampan saja. Karena Hana sendiri belum yakin hubungan apa yang dijalaninya sekarang dengan sang artis tampan, Ricky Sebastian Alexander.


Mereka sudah makan malam bersama, negdate bersama putrinya, bahkan berciuman. Sekarang, sudah memiliki panggilan khusus satu sama lain. Seharusnya sih ini sudah tahap pacaran atau sepasang kekasih.


Tapi kan kak Tian tidak mengatakan apapun tentang perasaannya kepadaku? Aku juga baru mengakui perasaanku kepada keluargaku saja.

__ADS_1


Karena memang Hana belum mendengar jelas perasaan artis tampan itu. Hana takut kalau menyatakan duluan, tapi ternyata semua hanya salah paham bagaimana?


Walaupun Hana merasakan kalau Tian selalu memperhatikannya, dan memberikan perlakuan manis bahkan juga sering menggodanya. Tapi sebagai wanita dia juga sangat ingin mendengar langsung ungkapan perasaan Tian kepadanya.


Apa ini tahap yang benar? Apa mereka hanya perlu memasrahkan kepada takdir? Let it flow aja, kalau istilahnya sih begitu.


Sambil berbaring memandang langit langit kamar, Hana kembali lagi terlarut pada lamunannya yang sempat terhenti.


Lagi-lagi, Hana merasa tidak percaya diri karena Tian adalah artis tampan yang terkenal. Tidak mungkin bisa menyukainya kan? Bisa saja ciuman yang terjadi hari ini juga hanya karena mereka terbawa perasaan.


Hana berguling guling karena gelisah.


Eh! Atau aku ini sebenarnya ada dalam situationship? Hubungan romantis tanpa komitmen? Aaaa. Aku ingin menanyakannya kepada Kak Tian.


...🌻🌻🌻...


Minggu pagi. Rumah Hana.


Hana turun dari kamarnya menuju ke dapur untuk mambantu Ibu menyiapkan sarapan.


Namun tidak seperti biasanya, Hana terlihat sudah mandi di Minggu pagi ini. Berpakaian rapih dengan memakai jaket Hoodie.


Hana memakaikan consealer di area leher dah bahunya yang tidak tertutupi kain baju atasan. Agar menyamarkan bekas tanda merah dari Tian yang sekarang sudah berubah warna jadi agak keunguan itu.


Saat bangun tidur Hana langsung ke kamar mandi untuk mengecek bekas merah itu sudah hilang atau belum. Hana bingun dan panik karena bekas itu tidak menghilang. Meskipun sudah tidak semerah kemarin.


Saat mandipun, Hana mencoba menggosok area itu berharap itu bisa luntur seperti bekas lipstik atau semacamnya. Sungguh polos pikiran Hana. Karena Hana tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.


Masa mudanya sangat lurus dan tidak macam macam. Bacaan dan lingkungan pertemanannya juga terjaga. Hana baru tahu lewat penjelasan di internet yang dibacanya setelah mandi, bekas ini akan bertahan beberapa hari.


Saking paniknya, Hana hanya terpikirkan untuk menyembunyikan bekas itu dengan kosmetik dan baju panjang.


Sayang dia hanya punya baju turtleneck satu saja yang kemarin malam sudah dia pakai. Kalau Hana pakai lagi, takut Ayah dan Ibunya akan melihat curiga dan bertanya kepadanya.


Ayah yang duduk di meja makan sambil membaca koran sambil menemani ibu yang sedang memasak di dapur memandang aneh ke anak gadisnya.


^^^"Nak, kamu mau kemana pagi pagi begini?" tanya Ayah.^^^

__ADS_1


^^^"Hm? Aku tidak kemana-mana kok, Yah." menjawab selancar mungkin.^^^


Tapi Ayah masih memandangi Hana dengan tatapan heran. Hana mengikuti arah pandangan Ayahnya. Sepertinya ayah melihat heran karena Hana memakai jaket Hoodie


Haduh ternyata penampilan begini juga Ayah tetap merasa aneh ya. Iya sih. Aku kan biasanya tidak pernah memakai baju seperti ini pagi-pagi, gumam Hana panik.


Hana mulai mencari alasan yang tepat untuk tindakannya yang tidak biasa.


"Ah iya! Aku mau lari pagi niatnya tadi. Aku lari setelah sarapan saja deh! Hehe." tambah Hana mengikuti alasan yang ada di pikirannya sekarang.


"Lari sama siapa? Sendiri? Kamu ikut Ale aja sama Riga ke Velodrom. Sebelum mereka main basket kamu sekalian minta temani lari disana." saran Ayah.


Ayah bertanya karena khawatir anak gadisnya olahraga sendirian.


Hale yang lagi di ruang tamu, sedang bersiap untuk pergi main basket mendengar saran sang Ayah, ikut menjawab.


"Tumben kak Hana mau olahraga. Tapi kalau emang mau ikut ayo kak! Kita berangkat sekarang aja." ajak Hale.


"Eh! Itu... aku bantu Ibu dulu kan. Hale duluan aja." kilah Hana.


Sebenarnya Hana sangat tidak menyukai olahraga. Dia terjebak sendiri dengan alasan yang dia buat.


^^^"Gapapa sayang. Ini kan hari Minggu. Ibu tidak masak berat kok. Lagian ini hari libur terakhirmu loh. Sana pergi sama Hale aja. Ibu bawakan bekal buat kalian. Ah! Sama nanti kasih ke Riga juga ya." kata Ibu semangat.^^^


Hana pun tidak bisa mundur lagi. Akhirnya, Hana ikut pergi bersama Hale berolahraga di Velodrom, kawasan olahraga di Rawamangun dekat rumahnya.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimasu.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2