Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
I Miss You


__ADS_3

Satu hari berlalu.


Setelah pesan dari artis itu. Gosip yang simpang siur memang hilang. Tapi topik tentang wanita non-artis tetap menjadi pencarian teratas. Hana mulai khawatir identitasnya terbongkar.


Bukannya Hana tidak menyukai banyak orang yang mengetahui hubungannya. Hanya saja, Hana bingung. Dirinya juga takut kalau nanti keluarga dan sekolah ikut terseret dan menjadi tidak nyaman karena dirinya.


Ditambah, Tian sampai saat ini belum menghubungi nya lagi.


Kenapa bisa mengeluarkan pesan khusus tapi tidak menghubungi ku sama sekali sih. Aaaaaaa. Menyebalkan sekali. Hana mulai merasa kesal.


Akhirnya, Hana memutuskan tidak terlalu pusing menunggu. Meski perasaan Hana jadi tidak menentu, tapi dia lebih memilih memfokuskan dirinya mengajar saja.


Hari pertama tahun ajaran baru sudah dimulai. Hana pun kebagian piket di hari ini, sehingga mengharuskan dirinya masuk lebih pagi.


Saat memasuki halaman parkir sekolah Hana kaget melihat mobil Alphard hitam milik Tian. Tak lama, pintu mobil itu terbuka.


^^^"Baby! Ayo cepat masuk kesini dulu!" panggil Tian dengan sumringah.^^^


Rasa rindu Tian meletup letup, dirinya sudah hampir gila menahan perasaan ingin bertemu dengan wanitanya itu. Entah bagaimana perasaan Hana tapi Tian sudah hampir gila ketika tidak memiliki akses untuk menghubungi Hana sama sekali. Tian sampai nekat memilih jalur ini. Menemui Hana di sekolah. Tian tidak begitu peduli lagi dengan resiko besar yang takutnya malah menambah pemberitaan baru lagi tentang mereka.


Hana belum bergerak, dia masih terkejut. Merasa dirinya salah lihat. Masa sih kak Tian ada sekolah? Di depanku? Aku pasti berhalusinasi karena rindu padanya. Gumam Hana dalam hati karena tidak percaya.

__ADS_1


Tian gemas, sehingga dirinya keluar mobil dan menarik Hana masuk dengan cepat.


^^^"Kak Raka jalan." perintahnya^^^


Yang diajak bicara hanya melirik sebal. Artis itu selalu melakukan tindakan spontan jika bersama Hana. Malah Manager Raka yang ketar ketir saat Tian malah keluar mobil tadi.


Manager Raka melihat kanan kiri. Aman. Belum ada orang jadi tidak ada yang melihat juga Tian menarik Hana masuk ke mobil, Manager Raka pun jadi tenang. Mulai menjalankan mobil ke luar area sekolah. Niatnya Manager Raka hanya akan berputar putar saja di sekitar area sekolah.


^^^"Eh, ini beneran kak Tian? Aku engga sedang halusinasi?" Hana memencet hidung dan pipi Tian.^^^


"Haha. Ini aku sayang. I Miss you." Tian menyentuh tangan Hana yang memencet hidung dan pipinya. Membawa wanita cantik itu dalam pelukannya.


"Hiks. Hiks. Kenapa tidak menelponku! Aku takut kakak kenapa-kenapa, tahu. Padahal kakak janji akan menelepon. Hiks. Hiks."


...🌻🌻🌻...


Flashback.


^^^"Handphonemu masih disita. Tapi kau sudah boleh keluar. Agenda interview dengan Yogue tidak bisa ditunda dua kali. Lakukan pekerjaan mu dengan baik, dan langsung kembali ke sini! Baru handphonemu Ayah kembalikan. Ah, Ayah juga akan mendiskusikan dengan Ibu tentang pernikahan mu dan Hana. Jadi pastikan kamu pulang kesini, kalau ingin menikah dengannya. Kau dengar Sebastian?"^^^


Karena perintah itulah, akhirnya Tian bisa keluar rumah.

__ADS_1


Tapi bukan Tian namanya kalau tidak berbuat kepala Manager Raka jadi pusing. Tian meminta mampir ke sekolah dulu untuk bertemu Hana sebelum jadwal interviewnya.


^^^"Tian, kau tidak dengar kata Ayahmu. Kita hanya boleh keluar untuk bekerja. Kalau Ayahmu tahu kita bisa dipenggal!"^^^


^^^"Ya jangan sampai tahulah, kak Raka kenapa jadi bodoh seperti ini. Pokoknya ke sekolah. Titik. Masih ada waktu sampai interview jam 10. Aku janji tidak lama. Aku hanya ingin melihatnya saja sebentar." ujar Tian keras kepala.^^^


^^^"Tapi kan..."^^^


^^^"Ish, kubilang jalan ke sekolah!" Tian kesal menendang kursi depan pengemudi dari belakang, karena Manager Raka masih saja membantahnya^^^


^^^"Haish. Kalau aku dipecat Ayahmu, kau harus memberiku pesangon yang besar ya!" Manager Raka mengalah.^^^


.


.


.


Itsumo Arigatou gozaimasu.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2