
Di tempat berbeda dari Mansion keluarga besar Alexander.
Hana menikmati pagi harinya dengan meminum teh dan membaca novel online di suatu aplikasi di handphonenya.
Hana ingin menghabiskan sisa libur kerjanya sebelum memulai kembali aktifitas sebagai guru di kindergarten Minggu depan.
Apalagi setelah dua hari yang panjang kemarin. Dua hari yang penuh dengan kejadian penuh dengan debaran dan kejadian tidak terduga.
Hana berharap hari ini dapat ia lalui dengan sangat tenang dan damai.
Suasana rumah juga sangat tenang. Ayah dan Ibunya sudah pergi kerja karena jadwal mengajar mereka dari pagi.
Ayah sebisa mungkin selalu menyesuaikan jadwal dengan Ibu, jadi kalau Ibu mengajar pagi ayah biasanya mengatur jam berangkat yang sama.
Hal ini di lakukan oleh mereka sejak awal menikah sampai mempunyai tiga anak, bahkan sampai sekarang anak anaknya sudah dewasa. Agar mereka selalu menyempatkan waktu berdua meski dengan kesibukannya sendiri sendiri, katanya.
Namun, ketenangan pagi yang Hana rasakan, hanya berlangsung sebentar saja. Hana langsung merasa panik ketika melihat isi pesan yang diterimanya dari Tian. Yang juga adalah orang yang harusnya diminta tanggung jawab karena telah membuat Hana tidak bisa tidur semalaman.
Haduh, bagaimana ini?? Aku belum siap melihat mukanya lagi setelah kejadian tadi malam, Hana jadi salah tingkah.
Namun akhirnya Hana membalas pesan yang Hana tahu pasti Tian yang mengirimnya. Tapi karena terlalu canggung memanggil nama laki-laki itu setelah tadi malam, jadi dia sengaja hanya menulis dan menyapa Cherry.
Lima menit, Hana meminta waktu untuk bersiap. Tentu saja Hana ingin tetap terlihat cantik di depan laki-laki yang di sukainya, begitu pikirnya. Jadi, lima menit Hana pakai untuk memoleskan make up natural di wajahnya.
Setelah siap, Hana memencet nomor kontak 'Tian dan Eri' untuk melakukan panggilan video.
^^^Panggilan Video.^^^
^^^"Pagi, Miss Hana." sapa Tian dan Cherry bersamaan.^^^
Saat panggilan video di terima, layar handphone Hana menampilkan Tian dan Eri yang sudah menunggu dengan senyum. Namun, seketika Hana agak menjerit kaget.
Sepasang ayah dan anak yang di panggilan video lainnya juga sedikit terkejut. Tapi setelah itu Tian tertawa.
Haha. Sesuai dugaan ku. Reaksi yang bagus. Tian menyengir dengan puas.
^^^"Tuan! Ke-kenapa tidak pakai baju?"^^^
Hana berusaha memalingkan wajahnya tidak menghadap ke layar. Hana baru saja melihat badan Tian yang tidak memakai sehelai baju apapun. Tubuh seksi sang artis terpampang jelas, apalagi bagian perut kotak kotak Tian. Tangan kekar dan pundak yang lebar itu juga mengganggu konsentrasinya.
Hana diam diam masih mencuri lihat ke layar. Pikiran dan hatinya lagi lagi tidak sejalan.
Hana, jangan naif! Kau senang kan lihat tubuh seksi itu! Kau beruntung sekali, puji hatinya sendiri.
^^^"Ah iya. Aku baru bangun tidur Miss Hana. Kalau tidur memang tidak memakai apapun." jawab Tian santai.^^^
Tentu saja hal itu tidak sepenuhnya benar, meskipun tidur dengan telanjang dada tapi Tian masih memakai celana boxernya. Hanya saja jika dilihat dari layar handphonenya, Hana tidak bisa melihat celana yang dipakainya jadi sekalian saja Tian menggoda Hana.
^^^"A..yah.. No bohong!" Cherry akhirnya bersuara.^^^
Tian hanya membalas tertawa sambil menciumi pipi Cherry. Cherry sangat tahu ayahnya ini orang iseng. Makanya Cherry ingin membantu Hana sekarang.
^^^"Miss Ana..Ayah pakai celana kok! Mau liat ndak??" celoteh Cherry ingin menenangkan Hana.^^^
Sekarang Cherry mulai terbiasa berbicara dengan mulutnya sendiri, hanya sesekali menggunakan bahasa isyaratnya.
Kepercayaan diri Cherry meningkat setelah pertemuan pertama dengan Hana beberapa hari lalu.
__ADS_1
Tapi Cherry tidak tahu, perkataannya malah membuat Tian makin tertawa dan Hana semakin salah tingkah.
^^^"Hahaha. Mau lihat engga Miss?" goda Tian dengan senang.^^^
^^^"Ti-tidak usah. Miss percaya kok Cherry." akhirnya Hana berbicara sambil melihat layar.^^^
Tian sangat terhibur. Tawanya masih dapat terdengar oleh Hana.
Setelah itu, Tian hanya membiarkan Hana dan Cherry berbicara berdua saja di panggilan video ini. Tian cukup puas memandangi wajah Hana.
Hana juga tidak masalah, karena ia merasa kalau Tian berbicara lagi, yang ada hanya kata kata iseng atau godaan seperti biasanya. Meski Hana sendiri agak berdebar karena lagi-lagi dipandang intens oleh Tian.
Karena ini bukan yang pertama kali, jadi Hana agak membiasakan diri dipandang seperti itu.
Cukup lama Cherry dan Hana asyik berbicara. Lalu, Tian terlihat membisikan sesuatu ke telinga putrinya.
Tian mengingatkan tentang rencana mengajak Hana main bertiga, yang sepertinya Cherry lupakan. Padahal ini adalah tujuan utama Cherry dan Tian menelpon Hana.
^^^"Ah iya. Lupa Yah..Hehe." ucap Cherry lucu sambil menepuk jidatnya pelan.^^^
^^^"Lupa apa Cherry?" Hana jadi ikut penasaran.^^^
^^^"Miss...Hari ini main yuk!" ajak Eri dengan mata berbinar.^^^
^^^"Ah...begini Cherry. Maaf, hari ini Miss tidak bisa." tolak Hana halus.^^^
Hana tidak ingin membuat Cherry sedih, tapi dia merasa harus menolak ini.
Yang kemarin saja hatinya sudah tidak terkontrol. Bagaimana kalau hari ini juga bertemu dengan Tian? Hana masih berusaha tidak menyukai Tian lebih dari artis idola. Meski tahu hal itu sudah terlambat.
Tian juga agak kecewa. Dia sudah senang dengan ide bertemu lagi dengan Hana hari ini. Tapi Tian masih tidak berbicara apapun, menunggu Hana menjelaskan alasannya dulu.
^^^"Ehm..Miss sudah ada janji hari ini." jawab asal Hana.^^^
^^^"Janji dengan siapa?" kali ini Tian sudah terpancing bicara.^^^
Hati sang artis sudah gusar, jangan bilang kau janji dengan teman laki-lakimu!
Eh? Aku harus bicara apa nii. Aaa, batin Hana
^^^"Janji dengan adikku. Mau membantu Hale mengerjakan tugas akhirnya." jawab cepat Hana.^^^
Bodoh! Kenapa hanya itu alasan yang terpikir di kepalaku. Alasan itu sangat terdengar aneh. Hiks. Hana menyesali alasan bodoh yang dibuatnya.
Cengiran andalan Tian terlihat. Tian tahu, kalau Hana sedang membuat alasan saja agar tidak pergi. Seperti biasa, sang artis sangat tidak ingin di tolak, jadi Tian mulai berbicara lagi.
^^^"Kalau begitu besok saja ya Miss Hana? Bagaimana pun kita sudah janji ke Eri kemarin." ucap Tian lagi.^^^
Tian sengaja menekan kata kata kemarin, untuk menggoda sekaligus membuat Hana ingat kalau kemarin mereka sudah melewati makan malam yang manis. Yang pastinya akan diingat terus oleh sang wanita pujaan nya.
Hana paham dengan penekanan itu, kembali merasa malu. Hana mengipasi wajahnya yang terasa panas.
^^^"Baiklah. Besok ya." Hana memilih menyerah.^^^
Hana juga tidak tega melihat mata gadis kecil itu, yang berharap bisa bermain dengannya. Hana mengesampingkan perasaannya demi janjinya kepada Cherry.
^^^"Asiiik.. Janji ya Miss!" ucap Cherry dengan ceria.^^^
__ADS_1
^^^"Iya janji, anak manis." jawab Hana dengan tersenyum.^^^
Kamu juga manis, Hana. gumam Tian yang ikut tersenyum melihat Hana tersenyum.
..."Terima kasih ya, sudah mengikuti keinginan Eri." ucap Tian....
^^^"Sama sama tuan Tian." jawab Hana agak menundukan kepala.^^^
^^^"Oke, sampai bertemu besok ya Miss." ucap Tian lagi.^^^
Hana hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
^^^"Bye Miss!" salam penutup dari Cherry.^^^
^^^"Bye Cherry. Bye, tuan..Tian." jawab Hana.^^^
Tian terlihat senyum cerah, lalu menjawab salam dari Hana sebelum akhirnya menutup panggilan video.
Kini Hana masih terdiam, Lalu menyenderkan badannya lemas di kursi tempat dia tadi bersantai minum teh.
Besok pasti aku akan olahraga hari lagi. Hatiku kuatkan dirimu ya. Ingat! Kau tidak boleh menyukai tuan Tian. Hana berbicara untuk dirinya sendiri.
Semalaman saat ia terjaga karena memikirkan Tian. Hana berusaha memikirkan kemungkinan bahwa hatinya mungkin memang sudah menyukai Tian lebih dari seorang fans. Tapi Hana tidak berani berharap untuk jadi kekasih sang artis.
Harapan itu terlalu besar, dan sangat sulit untuk terjadi, menurut Hana.
Terkait semua perlakuan manis dan keisengan Tian terhadap Hana, juga hanya Hana anggap sebagai sikap wajar. Tian pasti sudah terbiasa bersikap baik pada semua wanita.
Hana yang harus menjaga hatinya agar tidak salah paham, kalau semua hal itu tidak ada arti khusus bagi sang artis.
Buktinya saja, Tian sendiri yang meminta adanya peraturan dilarang pacaran untuk sekolah. Hana percaya bahwa semua dilakukan Tian demi kepentingan putrinya saja.
Selain itu, Tian pasti dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, kalau Tian ingin mencari pasangan pengganti istrinya pastilah yang cantik juga parasnya.
Terlebih Hana yang sudah melihat potret wajah mendiang istri Tian, Cristal Olivia. Hana menjadi rendah diri.
Dia sungguh curang. Bagaimana caranya agar aku tidak salah paham, kalau dia selalu melakukan hal hal yang membuatku berdebar, batin Hana.
Hana menutup mukanya, mulai memikirkan rencana besok.
"Iya, benar. Aku akan bermain dengan Cherry, bukan kencan dengan Ayahnya." Hana berbicara sendirian.
"Arrggghhh menyebalkan! Berhenti berdebar dong Hana!"
.
.
.
itsumo arigatou gozaimashita.
.
.
Bersambung
__ADS_1