
Di Velodrom, kawasan olahraga Rawamangun.
Riga dan team basket lainnya sedang bersiap di pinggir lapangan sambil menunggu satu orang lagi, yaitu Hale.
^^^"Tuh Hale datang. Lah dia datang ama siapa tuh? Cantik banget." ucap salah satu teman basketnya.^^^
Selain Riga, tidak ada teman basket Hale yang pernah melihat Hana sebelumnya. Riga pun melirik ke arah yang dimaksud. Riga senang ternyata Hana ikut datang bersama Hale pagi ini. Langsung saja Riga menghampiri dua orang kakak beradik itu.
^^^"Kak Riga, maaf ya aku mengajak Kak Hana karena katanya dia mau ikut lari. Aku temani kak Hana dulu baru nanti join kalian." terang Hale menjelaskan.^^^
Hale bermaksud menjelaskannya juga dengan teman basket yang lain tadi, tapi karena kak Riga yang biasa jadi kapten dan leader dalam team ini sudah menghampirinya jadi Hale menjelaskan duluan.
^^^"He? Majide?! itsu kara undou suru noga yatteru no? Uso desuka?" tanya Riga dengan muka meledek Hana.^^^
(π»: Eh? Yang bener?! Sejak kapan Hana mulai mau berolahraga? Ini bohongan kali ya? )
^^^"Ih pada kenapa sih emangnya kalau aku mulai olahraga? Hale to issho, mukatsuku dana. warau na!" jawab Hana kesal.^^^
(π»: Kamu sama aja kaya Hale, menyebalkan. Jangan ketawa lagi! )
Hale dan Riga kompak tertawa. Tidak lucu sih, cuma mereka heran saja. Wanita cantik ini yang biasanya susah diajak olahraga malah berinisiatif sendiri untuk mulai berolahraga. Biasanya akan keluar seribu satu alasan dari Hana jika diajak berolahraga. Makanya hari ini seperti suatu kejadian yang tidak biasa.
Kemudian mereka bertiga sudah berdiri di pinggir lapangan basket, menyampaikan kepada team basket yang lain kalau mereka akan pemanasan lari dulu untuk menemani Hana baru bergabung main basket. Meminta yang lain bermain basket duluan.
Hale juga sempat memperkenalkan Hana sebagai kakak perempuannya, yang membuat yang lain heboh berebut berkenalan dengan Hana.
Hale sih tampak santai saja melihat hal itu, karena bukan hal yang baru baginya. Setiap teman atau senior Hale pasti akan bereaksi sama seperti sekarang saat Hana dikenalkan sebagai kakaknya. Tapi Riga yang uring-uringan. Dia menarik Hale dan Hana agar segera pergi, sebelum teman teman basket yang lain berhasil berkenalan lebih jauh lalu meminta nomor telepon Hana.
Hale hanya melirik tanpa membantu, Hale juga bingung menjelaskan ke Riga kalau sebenarnya malah Hana sudah memiliki hubungan dengan Tian, sang artis tampan. Riga sudah tidak ada harapan lagi.
Hale merasa kasian tapi juga tidak dapat membantu banyak jadi Hale memutuskan untuk tidak mengatakan apapun. Sampai Riga yang mengetahui fakta itu dengan sendirinya.
Singkatnya, mereka bertiga mulai lari di jogging track. Tapi baru lima menit Hana sudah kelelahan, meminta istirahat. Hale dan Riga menawarkan menemani, tapi Hana bilang dia akan istirahat sendiri saja. Jadi Hale dan Riga melanjutkan pemanasan larinya untuk satu putaran.
Saat Hana sedang beristirahat, terdengar dering handphonenya berbunyi tanda pesan masuk.
Sender: Tian dan Eri
Morning, baby. Kamu sedang apa?
Hana tersenyum cerah. Tangannya langsung mengetik balasan untuk Tian.
Sender: My Baby Hana π€
Pagi juga. Aku sedang lari di kawasan olahraga dekat rumah. Kak Tian sedang apa?
Pesan balasan pun segera diterima Hana.
__ADS_1
Sender: Tian dan Eri
Aku sedang kepikiran kamu, baby. Kamu lari sendirian aja? Mau kutemani?
Hana menutup wajahnya yang memerah. Kenapa bisa segampang ini Tian mengatakan hal manis ya. Hana berdebar senang.
Sender: My Baby Hana π€
Aku juga kepikiran kakak.
Aku lari dengan Hale dan Riga.
Hana masih berdebar menunggu jawaban dari Tian. Karena jawaban yang dikirimkan Tian agak lama dibandingkan pesan sebelumnya.
Namun setelah pesan yang ditunggu datang, ekspresi wajah Hana malah berubah panik ketika membaca balasan pesan artis tampan itu.
Sender: Tian dan Eri.
Baiklah. Karena kamu rindu aku, aku akan kesana sesuai permintaanmu. Tunggu aku di sana baby. Jangan lari lagi, tunggu aku di tempat istirahat saja.
Pesan balasan panjang yang membuatnya bingung harus menjawab apa. Hana terlihat berpikir keras.
Mau kesini?! Kenapa dia selalu mengartikan seenaknya sih. Perasaan aku cuma bilang memikirkannya, bukan menyuruhnya kesini deh.
Setelah itu, Hana mencoba menjelaskan agar Tian tidak perlu sampai pergi kesini. Namun seperti biasanya Tian tidak pernah bisa ditolak. Malahan sang artis sudah membalas bahwa dirinya on the way menuju ke Velodrom.
Duh, aku harus bilang apa nanti sama Hale dan Riga, gumam Hana.
Di dalam mobil.
Tian sedang menuju lokasi tempat wanitanya berada.
Satu lagi tindakan impulsif sang artis tampan. Dirinya tak mampu menahan diri ketika membaca pesan dari Hana bahwa sang wanita cantik itu berolahraga lari bersama dengan Riga. Kalau dengan Hale, adiknya Tian pasti tidak akan keberatan. Tapi kenapa harus dengan Riga juga?
Sudah setengah jalan, Tian baru kepikiran sesuatu yang penting.
Bagaimana caranya agar dirinya yang seorang artis terkenal bisa menjemput Hana di ruang outdoor tempat berkumpulnya orang orang, tanpa ketahuan kalau dirinya itu Ricky Sebastian Alexander.
Bodoh! Kenapa aku jadi seperti orang bodoh seperti ini sih! Tian merutuki kebodohannya.
Karena terburu-buru bahkan Tian tidak menyiapkan kacamata, masker bahkam topi yang bisa menyamarkan penampilannya. Tian hanya berganti pakaian lalu mengambil kunci mobilnya. Tidak kepikiran hal lain.
Akhirnya Tian memilih meminta saran the one and only orang yang dipercaya bisa memberikan saran untuknya. Manager Raka.
Dering panggilan ketiga Tian langsung disapa dengan kata-kata yang tidak terlalu ramah. Tapi Tian sudah biasa, manager Raka selalu seperti itu kalau hari liburnya diganggu oleh sang artis. Si artis pengganggu yang selalu tidak merasa bersalah akan semua tindakannya itu.
^^^"Selamat pagi di hari Minggu yang katanya bisa buat istirahat. Ada yang bisa saya bantu tuan Tian?" ucap Manager Raka.^^^
__ADS_1
^^^"Iya kamu harus bantu aku berpikir kak. Aku harus menjemput Hana di tempat yang seperti sport center. Tapi bagaimana caranya agar yang lain tidak tahu kalau aku Tian?" tanya Tian.^^^
^^^"Hah? Bagaimana maksudnya?" tanya balik Manager Raka tidak mengerti.^^^
Posisinya yang masih tiduran di kasur, langsung terduduk. Manager Raka mengecek jam yang ada di layar handphonenya. Jam delapan pagi.
^^^"Kau dimana sekarang? Sport center mana?" tanya Manager Raka lagi.^^^
Kini otaknya yang memang pintar mulai mencerna situasi yang sedang dihadapi oleh sang artis meskipun desailnya belum jelas.
^^^"Di mobil menuju Velodrom... Mungkin 15menit lagi sampai." jawab Tian lagi.^^^
..."Ah, kau memang selalu membuat kepalaku pusing. Jangan bilang kau tidak berpikir panjang saat memutuskan kesana ya?!" Manager Raka sudah tidak tahan untuk menceramahi sang artis....
Tidak mungkin tidak ada yang mengenalmu bodoh! Wajahmu tertutup masker saja fansmu masih bisa mengenalinya.
^^^"Jadi aku harus gimana? Cepatlah berpikirnya! Hana mungkin sudah menungguku lama." Tian mendesak Manager Raka lagi.^^^
Dasar sialan. Masalah kau yang buat sendiri, aku yang harus ikut berpikir!
Manager Raka menghela napasnya, tidak tahu apakah ini yang baik atau tidak. Tapi dicoba saja, begitu pikirnya.
^^^"Jangan jemput di dalam Velodrom. Minggu pagi jalanan disana masih sepi. Jadi jemput di pinggir jalan. Setahuku disana juga ada halte bus. Minta Miss Hana menunggumu disana. Tapi pastikan tidak ada orang lain selain Hana di halte itu. Kau dengar?" panjang lebar Manager Raka memberikan instruksi.^^^
^^^"Oke, aku akan telepon Hana kalau begitu. Wait, lalu aku harus kemana setelah menjemput Hana kak?" tanya Tian lagi.^^^
^^^"Ya Tuhan! Mana ku tahu. Kalau tidak tahu mau kemana ya main saja ke rumahnya sekalian!" kesabaran Manager Raka sudah habis meladeni artis ini.^^^
^^^"Wah! Kau memang juara kalau untuk merencanakan sesuatu kak. Tapi---" belum sempat Tian melanjutkan, sang Manager sudah lebih dulu menjawabnya.^^^
^^^"I know. Kau lupa membawa sesuatu yang bisa diberikan untuk orangtuanya, kan? Aku yang siapkan. Tunggu saja kabar dariku lagi. Sekarang jemput saja putri Rapunzel mu itu."^^^
Setelah itu, Tian pun merasa tenang. Beruntungnya Tian memiliki Manager cepat tanggap seperti Manager Raka. Tentu saja bonus yang dijanjikan kemarin mungkin saja akan ditambah lagi oleh Tian karena hari ini Manager Raka membantunya lagi.
Dengan perasaan lebih lega, Tian menelpon kekasih hatinya.
"Halo, baby. Tunggu aku ya. 5 menit lagi sampai."
.
.
.
Itsumo arigatou gozaimashita.
.
__ADS_1
.
Bersambung