Terus Mencintai

Terus Mencintai
Teman Baik


__ADS_3

" Lala " teriak Riana sambil berlari mengejar sahabatnya lala.


Lala pun menghentikan langkahnya untuk menunggu sahabatnya.


" Bisa gak sich gak usah teriak kalau panggil namaku??? semua orang melihat ke arah kita tau. "


" Salah siapa?? dari tadi aku panggil tapi gak di dengar " Balas riana riana sewot


" Iya dech, sorry sahabatku sorry sahabatku yang paling cantik. Lagian bukannya aku gak dengar, aku cuma lagi fokus buat kuis nanti " ucap lala yang sambil berjalan tetapi tetap melihat buku yang ada di tangannya.


" Iya deh, aku tahu yang pengen selalu dapat nilai terbaik. Tapi la, aku lapar nich, belum sempat sarapan tadi. Ke kantin yuk, lagian kan masih ada 1 jam baru masuk kelasnya pak tyan. " Ajak riana sambil memegang perutnya yang keroncongan.


" Boleh, kebetulan aku juga lapar nich. dari tadi susah fokus. "


Mereka pun langsung melangkahkan kakinya menuju kantin. Sampai dikantin mereka langsung memesan makanan.


" Mba Tina biasa ya, soto ayam. Sambelnya sedikiiit aja. Masih pagi mba takut sakit perut. Kamu mau makan apa la??? " Tanya Riana pada Lala yang masih asik sama bukunya


" Samain ja lah. Tapi aku ga mau pake sambal ya. " Balas Lala tanpa menatap Riana.


" Ok dech. Jadi 2 mangkok ya mba Tina, minumnya teh hangat aja. "


" Iya mba Riana, tunggu sebentar ya. Saya buatkan dulu"


" Oke mba. Gak pake lama ya. Udah laper nich " Jawab riana sambil melanglah pergi menyusul lala yang sudah duduk manis di tempatnya


" La, jangan terlalu serius dech. Emang semalam lu gak belajar??? "


" Sudah na, tapi kan aku harus ngulang lagi biar gak ada yang ketinggalan. Jadi kamu jangan ganggu terus , biarkan aku tetap fokus. Biar nilaiku tetap perfect "


" Iya dech. Lanjutin aja belajarnya, anggap aja aku gak ada. " jawab riana dan lala hanya geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu


Gak lama pesanan mereka datang.


" Makasih ya mba Tina" Ucap Riana


" Makasih mba Tina " Ucap Lala


" Iya, sama sama mba "

__ADS_1


Mereka pun mulai menikmati makanannya.


Asik makan datang Arga, teman mereka sekaligus pacar Riana. Arga satu kampus dengan mereka tapi beda jurusan. Dia mengambil jurusan manajemen bisnis.


" Serius amat makannya sayang " Ucap Arga sambil mencolek pipi riana


" Apaan sich kamu, ganggu aja. Orang lagi nikmatin soto juga. Kamu mau??? " Tanya Riana pada Arga


" Gak usah, Aku sudah makan tadi. Pelan pelan dong yank. Nanti baju kamu kotor " Ucap Arga sambil mengelap bibir Riana menggunakan tisu


" Aku ada disini ga. Jadi gak usah kamu pamer kemesraan disitu. " Ucap Lala sambil melirik ke arah Arga dan Riana


" Eh la, Gimana si Yoga??? dia naksir berat sama kamu. " Tanya Arga membuat Lala menghentikan aktifitas makannya.


" Iya nich, si Lala susah banget di kasih tau. Kasian tau si Yoga selalu mengharap kamu. " Ucap Riana


" Apaan sich kalian berdua, suka banget mojokin orang. Aku tuch ga da perasaan sama dia. Lagian dia terlalu perfect buat aku. Aku juga takut dekat dia, nanti wanita yang menggilainya pada datang menyerbuku. " Icap Lala sambil tertawa


" Gila juga pemikiranmu La " Ucap Riana yang juga ikut tertawa


" Dia itu calon pewaris tunggal loh la, banyak cewek cewek di kampus yang ngejar dia. Masa kamu mau lewatin kesempatan ini. " Ucap Arga.


" Itu dia hal yang paling ku takutkan. Lagian uang gak bisa beli perasaan sahabatku. Aku belum siap menjalin hubungan sama Yoga ataupun yang lainnya. " Ucap Lala sambil terus melanjutkan makannya.


" Iya dech yang gak mau melepas image hight quality jomblonya. " Ejek Riana sambil tertawa.


Asik bercerita tiba tiba Yoga datang bersama temannya, Aan dan Thio.


" Hai bro, ceria banget pagi ini. Gak lagi omongin gue kan??? " Tanya Yoga yang langsung duduk disamping Lala


" Tau ja lu lagi diomongin, kayak dukun aja. Udah alih profesi lu??? " Ucap Arga


" Perasaanku yang mengatakan kalau bakal ketemu bidadari cantik pagi yang lagi nungguin aku. Dan sekarang dia ada disampingku. "


" Perasaan banget lu ga. Modus banget, jangan mau dengar gombalannya la. " Ucap Riana nyeletuk


" Emang nyata kan???? Lagian itu bukan gombalan, itu kata kata yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam. La, nanti malam ada waktu gak??? kita keluar yuk jalan jalan...!!! " Ajak Yoga akhirnya pada Lala.


" Modus, jangan mau La. " Ucap Tio dan Aan berbarengan.

__ADS_1


Lala yang ditanya malah asik senyum senyum doang.


" Gimana la, bisa kan??? " Tanyanya lagi pada Lala.


" Duh gimana ya, bukannya aku ga mau tapi sekarang lagi banyak tugas nich. Maaf banget ya, lagian aku juga ga suka keluyuran malam malam. Sekali lagi aku minta maaf ya. " Ucapnya pada Yoga.


" Iya, ga papa kok. " Ucap Yoga dengan tampang kecewa nya.


" Kalau gitu aku sama Riana pergi duluan ya ke kelas, entar kami telat lagi. Nisa gawat nich kalau pak tyan masuk kelas lebih dulu. " Ucap Lala


" Iya, lagian kami hari ini ada kuis. " Ucap Riana.


" Yank aku duluan ya, entar pulang kampus kita bareng ya. " Ucap Riana pada Arga


" Iya sayang, aku tunggu di tempat parkir ya. " Ucap Arga


" Oke dech, kami duluan ya. Bye bye semua..."


Lala dan Riana pun langsung pergi menuju kelasnya. Meninggalkan para lelaki yang asik nongkrong dikantin.


" Ada juga ya cewek yang nolak lu ga. Gue kira semua cewek akan bertekuk lutut di bawahmu tanpa kamu memintanya. Tapi yang ini, gue gak tahu mau ngomong apa. Mungkin lebih tepatnya bisa disebut playboy kena karma. " Ucap Thio dan membuat yang lain tertawa.


" Benar lu yo, sepertinya Yoga gak bisa berkutik kalau berhadapan dengan Lala. " Ucap Arga.


" Susah banget sich Lala di dekatin, padahal aku serius loh sama dia. " Ucap Yoga.


" Lu yakin dengan keputusan lu???? " Tanya Aan


" Lu semua gak percaya banget sama gue. Gue serius sama dia. Seandainya sekarang Lala nyuruh gue buat lamar dia, gue siap kok. " Ucap Yoga mantap.


" Sabar bro, lala memang gitu orangnya. Agak keras kepala tapi dia baik kok. " Bela Arga.


" Sok jual mahal tuch, padahal butuh tuch. " Ucap Thio


" Jangan salah bro, Lala gak gitu orangnya. Dia bukan cewek matre. Kalau dia mau dari dulu dia pacaran sama anak orang kaya. Cuma dianya aja yang gak mau. " Bela Arga Lagi.


" Sudah sudah, ga usah ribut. masuk kelas yuk. 10 menit lagi gue ada kelasnya pak Andi. " Ajak Aan mendamaikan suasana.


" Okey, pembicaraan ini bisa kita lanjutkan nanti. Sekarang kita cabut dulu. " ajak arga.

__ADS_1


Dan mereka pun beranjak menuju kelas sebelum terlambat.


__ADS_2