
Suara teriakan Erick yang menggema di loby kantor tak di hiraukan oleh Lala. Bukannya Lala yang melihat ke arahnya, melainkan para karyawan kantor yang menatapnya. Tapi hal itu tak dihiraukan oleh Erick, yang lebih di utamakan sekarang adalah istrinya. Rasa sakit yang di dapat Lala di ruangan Erick begitu menyayat hatinya, dan saat ini yang bisa di lakukan hanya menghindar dari Erick.
Sampai di tempat parkir, ketika dia akan masuk ke dalam mobil Erick langsung menutup kembali pintu mobil Lala.
" Lepaskan aku mas. " Ucap Lala ketika Erick masih menahan tangannya.
" La, dengarin dulu penjelasan aku. Aku gak punya hubungan apa - apa dengan Clara. Tolong percaya padaku La. Aku hanya mencintaimu La. " Ucap Erick.
" Simpan kata - kata manismu itu mas. Aku kecewa sama kamu mas. "
" Kumohon La, dengarkan aku kali ini. "
" Aku gak tahu mas......"
Belum selesai Lala dengan ucapannya, tiba - tiba Lala pingsan dan itu membuat Erick semakin khawatir. Dan tanpa basa - basi, Erick pun langsung masukkan Lala ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, Lala langsung di larikan ke UGD dan sekarang dia sedang di tangani oleh dokter dan perawat. Erick hanya menunggu di luar di temani oleh asistennya Rizal dan juga sahabatnya Ryan.
Erick sengaja menghubungi mereka untuk menyusul ke rumah sakit tempat Lala di rawat.
" Sebenarnya Lala kenapa Rick??? " Tanya Ryan ketika baru sampai di rumah sakit
" Gue betengkar sama dia karena Clara. " Jawab Erick.
" Clara. maksudmu Clara Anindya??? " Tanya Ryan yang seakan tak percaya apa yang baru saja di dengarnya.
" Iya Yan, sekarang dia muncul setelah sekian lama menghilang. "
" Apa yang di inginkan wanita gila itu??? Dia tidak tahu bahwa kau sudah menikah sekarang. "
" Dia tahu. Dari awal bertemu dengannya aku sudah memberitahunya bahwa aku sudah menikah dan sudah melupakannya. Tapi dia tidak pernah memperdulikannya. "
" Terus, kenapa Lala bisa mengetahuinya??? "
" Lala dan Clara saling mengenal satu sama lain. Dan tadi Lala ke kantor bertepatan saat Clara memelukku. "
" Apa, kau membiarkan Clara memeluk mu??? Kamu sudah gila Rick. Pantas saja istrimu marah besar. "
" Bukan seperti itu Yan. sudah beberapa kali dia selalu mengusikku di kantor. Dan puncaknya tadi siang, dia mencoba merayuku untuk meninggalkan Lala bertepatan saat Lala membuka pintu kantorku. "
" Apa Lala tahu soal Clara??? Apa dia tahu Clara pernah hampir menjadi istrimu??? "
__ADS_1
" Tidak Yan. Aku belum menceritakan pada Lala masalah itu. Lala hanya mengetahui kalau aku pernah hampir menikah, tapi dia tidak tahu kalau wanita itu adalah Clara. "
" Lu harus jujur pada Lala tentang hal ini Rick. "
" Gue memang berencana untuk menceritakan semuanya pada Lala kalau dia siuman. "
" Gue dukung keputusanmu itu Rick. "
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya dokter pun keluar. Erick pun langsung menuju ke tempat dokter berdiri.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok??? Dia baik - baik aja kan??? " Tanya Erick yang masih penuh kekhawatiran.
" Dia baik - baik saja pak Erick. Dia hanya sedikit kelelahan. Itu biasa terjadi pada wanita ketika hamil muda. " Ucap Dokter menjelaskan.
" Maksud Dokter istri saya sedang mengandung???? " Tanya Erick untuk memperjelas pendengarannya.
" Kalian tidak tahu kalau Nyonya Lala sedang mengandung. Janinnya masih berumur sekitar dua minggu. Tapi untuk lebih jelasnya kalian harus langsung memeriksa ke obgyn. "
" Baik dok. Sekarang dia bisa pulang??? " Tanya Erick.
" Sebaiknya Nyonya Lala opname dulu satu malam untuk menstabilkan kondisinya. Ingat jangan buat dia stres dan lelah karena akan sangat berpengaruh pada kandungannya nanti. "
" Zal, urus semua keperluan istri saya selama disini. " Perintah Erick pada asistennya.
" Semua sudah saya siapakan pak. Bu Lala sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangannya. " Ucap Rizal
" Terima kasih. " Ucap Erick.
Kini Lala terbaring di ruang perawaran VVIP dan Lala belum siuman. Erick yang setia menemaninya tertidur di samping Lala sambil terus memegang tangan istrinya. Selang beberapa lama, Lala pun siuman. Hal pertama yang di lihatnya adalah suaminya yang tertidur pulas.
Lala bingung kenapa dia bisa berada di sini sekarang. Dia pun kembali mengingat apa yang terjadi sebelum dia pingsan, dan ketika mengingat kembali kejadian di kantor dia pun kembali menangis.
" Kamu tega mas sama aku. " Gumamnya dalam hati.
Karena adanya pergerakan dari atas ranjang membuat Erick terjaga dari tidurnya dan melihat istrinya yang sedang menangis.
" Kamu sudah sadar sayang??? " Tanya Erick sambil mencium punggung tangan Lala.
" Lepaskan aku mas, aku benci sama kamu. " Ucap Lala sambil menarik tangannya.
" Maafkan aku La. Tapi semua itu hanyalah kesalah pahaman. Aku dan Clara tidak punya hubungan apapun sekarang. Dia hanya masa laluku dan aku sudah lama melupakannya jauh sebelum aku mengenalmu. "
__ADS_1
" Apa maksudmu mas??? "
" Kamu pasti tahu kan kalau aku pernah hampir menikah??? " Tanya Erick dan di jawab anggukan oleh Lala.
" Clara adalah wanita itu. Wanita yang sudah menghancurkan harapanku dan aku sangat bersyukur hal itu terjadi dalam hidupku, karena sekarang aku sudah mendapatkan wanita yang tepat untuk menemaniku berbagi suka dan duka. Dan wanita itu adalah kamu. "
" Mas...."
" Percaya padaku sayang. Aku akan selalu bersamamu, aku mencintaimu saat ini, nanti dan selamanya. "
" Tapi apa maksudnya dengan pelukan itu tadi??? "
" Sudah beberapa kali dia selalu ke kantor untuk mengusikku, setiap dia ke sana selalu saja menggodaku. Ketika kau masuk, aku belum sempat melepaskan pelukannya yang begitu tiba - tiba. "
" Mas gak bohong kan??? "
" Aku gak bohong sayang, dan satu hal aku minta berhenti berhubungan dengan dia. Dia pasti akan datang lagi untuk mengadu domba kita, cukup percaya padaku. Mari kita hidup tenang bersama calon anak kita. kamu mau kan??? "
" Apa maksudmu mas??? "
" Kamu sedang mengandung calon anakku sayang, aku mohon jaga dia dengan baik. Jangan biarkan hal yang gak penting membuatmu stres. " Ucap Erick sambil memegang perut istrinya.
" Benarkah itu mas??? Ada janin dalam perutku??? " Tanya Lala seakan tak percaya apa yanh di katakan oleh suaminya.
" Iya sayang, hari - hari kita nanti akan di penuhi suara tangis dan canda tawa anak kita. " Ucapnya sambil memeluk istrinya.
Dalam pelukan Erick, Lala hanya bisa menangis mendengar semua yang dikatakan oleh suaminya.
" Kenapa kamu menangis sayang??? " Tanya Erick sambil menghapus air mata istrinya.
" Ini air mata kebahagiaan mas. Aku sangat bahagia karena akhirnya Allah memberikan aku kepercayaan untuk merasakan menjadi seorang ibu. "
" Terima kasih juga sayang karena sudah mau bersusah payah mengandung anakku, calon penerus keluarga kita. " Ucap Erick dan hanya di balas anggukan oleh Lala.
" Sekarang kamu istrirahat lagi ya, jangan terlalu lelah. "
" Kapan aku bisa pulang mas??? Aku tak suka berada disini. "
" Besok sayang, Dokter menyarankan untuk opname satu malam untuk memantau kondisimu. Dan kamu gak boleh protes. Istirahat sekarang biar tenagamu pulih kembali. " Ucap Erick dan Lala hanya mengangguk mendengar semua perkataan suaminya.
Lala pun terlelap dan Erick membetulkan selimut istrinya agar lebih nyaman dalam tidurnya. Setelah Lala tertidur dia pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, Erick sengaja menyuruh Rizal membawa pekerjaannya yang penting untuk di kerjakan di rumah sakit sekalian menemani istrinya.
__ADS_1