Terus Mencintai

Terus Mencintai
pengakuan thio


__ADS_3

cahaya terang dari jendela kamar lala mengagetkan riana. dia masih sangat mengantuk. semalam matanya sulit terpejam. entah jam berapa akhirnya dia bisa tertidur dengan nyenyak.


" lala gue masih ngantuk tau, biarkan aku tidur sebentar lagi, please!!!! " pinta riana yang memohon


" tapi ini sudah pagi na, emangnya kamu gak ngantor hari ini??? " tanya lala yang tetap memaksa riana bangun.


" emangnya jam berapa sich la??? " tanya riana balik yang masih asik dengan selimutnya


" gak lama lagi jam tujuh tuan putri " jawab lala santai


" apaaaa " teriak riana yang mengejutkan lala


" kamu apa apain sich na "


" ****** gue, bakal telat dech. kenapa lu baru kasih bangun gue " ucap riana yang langsung bangun dari tempat tidurnya dan lari menuju kamar mandi. " eh la, gue pake baju lu aja ya, kayaknya gak sempat nich kalau harus balik lagi ke rumah " teriaknya lagi dari dalam kamar mandi


" iya " jawab lala sambil membereskan tempat tidur yang masih berantakan


selesai membereskan kamar, lala langsung menuju ruang makan


" na, aku tunggu di meja makan ya. kita sarapan dulu baru ke kantor. " ucap lala yang meninggalkan riana yang sedang berpakaian


mereka pun sarapan bersama. sarapan kilat karena takut terlambat masuk ke kantor.


setelah makan mereka pun meninggalkan apartemen lala menuju tempat parkir


" la, tetap semangat. kamu harus memberitahukan semuanya pada erick. jangan sampai dia tahu dari orang lain. " ucap riana sebelum masuk ke dalam mobilnya dan lala hanya menganggukkan kepalanya.


sepanjang perjalanan menuju kantor lala memutar laju otaknya. dia bingung harus mulai dari mana.


" apa yang harus ku katakan pada mas erick??? seandainya aku jujur sama dia, apa dia bisa menerimanya??? aku takut kehilangan dia " gumam lala dalam hati


sampai di kantor dia langsung menuju ke ruangan erick dan bertemu dengan mba sita dan mas rizal.


" pak erick ada di dalam??? " tanya lala


" ada la, baru aja sampai. masuk aja la. " ucap sita


" makasih ya mba. " ucap lala


lala pun meninggalkan pasangan itu dan menuju ke ruangan erick dengan perasaan yang campur aduk.


" assalamualaikum mas " sapa lala yang masuk tanpa mengetuk pintu


" waalaikum salam sayang. tumben pagi pagi muncul disini. " ucap erick

__ADS_1


" jadi mas gak senang kalau lala kesini "


" bukan begitu sayang, mas heran aja. kamu pasti kangen sama mas kan??? "


" ada yang ingin aku sampaikan mas ke kamu, ada waktu???? " tanya lala


" ehmmm, sebenarnya mas mau pergi meeting pagi ini. tapi kayaknya masih ada waktu kok. " ucap erick sambil menatap lala


" mas, ada yang ingin kusampaikan sama kamu. "


" apa sich la, sepertinya hal penting. "


" aku mau ju....." ucapan lala terpotong dengan ketokan pintu yang ternyata adalah pak rizal


" sorry ganggu. rick sebaiknya kita pergi sekarang dech, biar gak kena macet di jalan. " ucap rizal yang sudah siap dengan berkas di tangannya.


" tapi urusanku sama lala belum selesai. " ucap erick


" nanti aja mas, lagian gak terlalu urgent kok. " ucap lala


" kamu yakin??? " tanya erick dan di balas lala dengan anggukan. " kalau gitu mas pergi dulu ya, nanti kalau urusan mas sudah selesai mas hubungi kamu. " ucap erick lagi


" iya mas, lala juga mau ke ruangan lala " ucap lala


□□□□□□□


riana mengendarai laju mobilnya menuju ke kantor thio. dia ingin membuat perhitungan dengan thio. dia ingin mendengar penjelasan tentang kejadian masa lalu langsung dari thio. riana yakin thio pasti mengetahui semuanya


sampai disana dia langsung menerobos masuk tanpa permisi.


" mba dilarang masuk.... " ucap sekretaris thio pada riana


tapi terlambat, riana sudah ada di dalam ruangan thio. untung saja di dalam hanya ada thio dan asistennya


" maaf pak thio, mba ini langsung menerobos masuk" ucap sekretarisnya


" gak papa, kamu boleh keluar. " ucap thio pafa sekretarisnya " kamu juga bisa tinggalkan kami berdua " ucapnya lagi pada asistennya


" ada apa na??? sampai kamu menerobos masuk keruanganku tanpa permisi. " tanya thio


" gue kesini ingin minta penjelasan dari lu. apa sebenarnya yang terjadi pada malam itu yo ??? tanya riana


" maksudmu???? " tanya thio


" lu gak usah ngelak lagi, lu tau kan sebenarnya yang terjadi antara lala dan yoga. " ucap riana marah

__ADS_1


" gue gak tahu apa apa na "


" gak usah bohong, lu bilang sama gue kalau lala pulang diantar yoga. pasti lu tau kan yang terjadi sama waktu itu. "


" sebenarnya na, waktu itu lala sudah minum obat perangsang dan gue menyuruh yoga membawa lala ke kamar. gue gak nyangka kalau itu bakal terjadi." ucap thio menyesal


plakkkkkkk dan tamparan riana melayang di pipi thio dan pada saat itu pula sherly masuk ke kantor thio


" apaan sich lu na... " ucap sherly marah


" tanya aja sama pacar lu itu, apa yang sudah dia perbuat pada sahabatku " ucap riana


" jangan salah kan thio, dia memang tidak berhak bahagia. seorang penggoda. " ucap sherly


" brengsek banget sich lu, lu sudah menghancurkan masa depan lala " ucap riana marah


" maafin gue na, gue sungguh minta maaf. seharusnya saat itu lala ku serahkan kepadamu. " ucap thio menyesal


" apaan sich kamu yank. buat apa minta maaf sama dia. " ucap sherly kesal


" lu bisa diam dulu gak ly. " ucap thio kesal


sherly yang di bentak sama thio jadi kaget, dia gak nyangka kalau thio aka memperlakukannya seperti ini.


" gara gara kamu gue yang jadi sasaran. tunggu pembalasan gue. " ucap sherly lalu meninggalkan ruangan thio


" na, sebenarnya minuman yang diminum lala itu buat yoga. sherly sangat ingin memiliki yoga. jadi dia memberikan minuman itu pada yoga tapi malah lala yang meminumnya. yoga gak tau apa apa tentang ini. dia dan lala hanya korban. aku dan sherly yang menjadi pemeran utama atas kejadian ini. " ucap thio


" kamu sudah gila thio, membantu sherly menjalankan otak kotornya. kalian menjijikkan. " ucap riana yang masih kesal


" aku sangat mencintai sherly na, aku akan melakukan apapun agar dia bahagia. "


" itu bukan kebahagiaan namanya. tapi obsesi. "


" maafin gue na "


" gue gak berhak memaafkan lu. bukan gue yang paling tersakiti disini. "


" aku tau na, nanti aku akan menemui lala dan meminta maaf padanya. "


" jangan yo, lala gak tahu kalau kamu juga mengetahui semuanya. jadi untuk sementara lu jangan ngungkit masalah ini di depan lala." pinta riana


" baik na kalau itu maumu. "


" tapi masalah kita belum selesai. kalau sampai pernikahan lala dan erick batal, lu juga harus bertanggung jawab. " ucap riana sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan thio.

__ADS_1


__ADS_2