Terus Mencintai

Terus Mencintai
Kelicikan Clara


__ADS_3

Sudah seminggu ini Lala resmi menjadi pengangguran. Sesuai perjanjian dengan suaminya, dia akan berhenti bekerja setelah proyek terakhirnya selesai. Dan sekarang dia benar benar menjadi seorang ibu rumah tangga sejati. Kegiatan pagi di isi dengan melayani suaminya sampai dengan tidur malamnya. Walaupun ada sedikit kebosanan karena sudah terbiasa dengan kegiatan di kantornya.


Tapi hari ini ada kegiatan baru menunggunya, tak lain dan tak bukan adalah membantu Riana mempersiapkan acara pernikahannya. Ya, Arga dan Riana akan melangsungkan pernikahannya setelah hampir enam tahun berpacaran. Enam tahun bukan waktu yang singkat bagi mereka untuk mengenal pribadi masing masing, walau pun sering terjadi pertengkaran kecil karena ego masing masing tapi tak pernah sekalipun terucap kata putus dari mulut mereka berdua. Memang begitu romantis sepasang kekasih ini, dan Lala adalah saksi dari cinta dua orang insan ini.


Dan pagi ini setelah mempersiapkan sarapan pagi buat suaminya, Lala pun memanggil Erick untuk sarapan.


" Mas, sarapan nya sudah siap. " Ucap Lala ketika masuk ke kamar dan langsung membantu suaminya memakai dasi.


" Makasih sayang. " Ucap Erick sambil mencium kening istrinya ketika selesai memakaikannya dasi.


" Yuk kita turun sarapan mas, nanti nasi goreng pesanan kamu dingin. "


" Iya sayang, ini juga sudah mau turun. "


Mereka pun turun bersama untuk menikmati sarapannya.


" Mas, sepertinya mulai hari ini aku bakal sibuk nemanin Riana. bolehkan??? " Tanya Lala yang tengah asik menyantap sarapan paginya.


" Iya sayang, kamu boleh pergi. Tapi ingat jangan lupa makan dan kamu harus ada di rumah sebelum aku pulang dari kantor. Mengerti nyonya besar???? "


" Siap bos. " Jawab Lala sambil meletakkan tangannya di kepala memberi hormat dan Erick menjadi tertawa melihat kelakuan istrinya.


" Kapan mereka akan menikah??? "


" Mas, ini sudah ketiga kalinya mas bertanya tentang itu. " Ucap Lala jengkel.


" Oh ya. "


" Iya suamiku sayang, mengapa mas menjadi pelupa begini sich. Hari pernikahan mereka minggu depan. Jangan sampai mas lupa. Aku gak ingin melewatkan pernikahan sahabatku ini. " Ucap Lala memberi peringatan pada suaminya.


" Iya tuan putri. " Jawab Erick sambil tersenyum.


Mereka melanjutkan sarapannya, setelah makan erick pun bersiap untuk pergi ke kantor.


" Benar kamu gak mau pergi bareng aku??? Aku bisa mengantarmu ke rumah Riana. " Tanya Erick yang sudah berdiri di samping mobil.


" Aku bawa mobil sendiri mas, lagian kamu bisa terlambat kalau harus mengantar aku dulu. "


" Kamu akan bawa mobilmu lagi??? " Tanya Erick dan hanya di jawab anggukan oleh Lala.


" Jual lah mobil lamamu itu, aku akan membelikan kau mobil keluaran terbaru. "


" Ada apa dengan mobilku mas??? Dia masih layak pakai. "


" Please La, dengarin aku. Kenapa sich kau gak mau menerima fasilitas dari aku??? "

__ADS_1


" Bukannya gak mau mas. Mobil ku masih bagus, lagian pemborosan sekali kalau harus membeli mobil baru. "


" Kamu memang selalu seperti itu. Aku akan pergi sekarang. Dan kamu harus hati hati kalau berkendara. Aku tak ingin sesuatu terjadi padamu. " Ucap Erick mengingatkan Lala.


" Iya mas, aku akan hati hati. " Ucap Lala sebelum mencium punggung tangan suaminya dan di balas Erick dengan mencium kening istrinya.


Sepeninggalan Erick di kantor, Lala pun langsung pergi bersiap karena akan segera meluncur ke rumah Riana. Setelah siap pun dia bergegas meninggalkan kamarnya dan mengambil kunci mobilnya. Setelah pamit pada bi Tini dia pun menuju ke tempat parkir. baru melangkahkan kakinya keluar ponselnya pun berdering. Dia pun melihat layar ponselnya lalu mengangkatnya.


" Iya Na, assalamualaikum. " Ucap Lala.


" Waalaikum salam, lu dimana sich??? Lu jadi kan ke rumah??? " Tanya Riana di seberang sana.


" Ini aku udah mau jalan Na. "


" Kok lambat banget sich geraknya?? "


" Mas Erick baru aja ke kantor, jadi aku baru mau ke rumahmu. "


" Iya dech, dalam sepuluh menit lu harus ada disini. "


" Gila aja. Kamu mau nyuruh aku ke rumahmu atau ke rumah sakit??? "


" Ke rumah gue lah. "


" Ingat ya Na, aku bukan pembalap. Jadi kamu harus sabar menunggu. Assalamualaikum. " Ucap Lala lalu menutup sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Riana.


□□□□□□□□□


Sampai di kantor Erick memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke ruangannya. Sampe di depan ruangannya langkah di hentikan oleh asistenya Rizal dan sekretarisnya Sita.


" Maaf pak, ada yang menunggu di dalam. " Ucap Sita ragu ragu.


" Siapa??? " Tanya Erick bingung karena dia tidak punya janji dengan siapa pun pagi ini.


Masih dalam diam dua orang di hadapannya tidak menjawab.


" Siapa Zal??? " Tanya Erick kembali.


" Hmmm Clara ada di dalam menunggumu. " Jawab Rizal akhirnya dan berhasil membuat perubahan di wajah Erick.


Tanpa basa - basi Erick pun langsung menuju ke ruangannya. Di dalam ruangan dia melihat Clara duduk manis di sofa. Melihat kedatangan Erick, Clara pun berdiri menyambutnya.


" Erick, akhirnya kau datang juga. Aku sudah lama menunggumu. Aku merindukanmu. " Ucap Clara yang tak tahu malu sambil memeluk Erick.


Erick yang mendapat pelukan dari Clara menjadi terkejut dan berusaha melepaskan pelukan tersebut.

__ADS_1


" Lepaskan aku Clara. " Ucap Erick kasar.


Dengan perasaan kecewa Clara pun melepaskan pelukannya.


" Ada apa kau mencariku??? " Tanya Erick sinis tanpa memandang ke arah Clara.


" Aku tak bisa menghubungimu, jadi aku kesini mencarimu. "


" Ada urusan apa??? "


" Aku merindukanmu Rick, setelah kejadian di Pulau Jeju aku semakin merindukanmu. Kamu juga merasakan hal sama kan??? " Tanya Clara sambil memasang senyumannya.


" Kau memang tidak pernah berubah Ra. Dan sayang nya aku tak pernah merasakan hal itu. Rasa buatmu sudah lama pergi bersama kepergianmu waktu itu. " Jawab Erick sambil tersenyim licik.


" Tapi malam itu kau begitu menikmatinya Rick. "


" Oh ya??? Kalau begitu kau kesini untuk meminta bayaranmu karena telah menemaniku tempo hari. "


Plakkkk


Tamparan melayang di wajah Erick.


" sialan kau Rick. Kau anggap aku perempuan murahan??? "


" Aku gak pernah mengatakan hal itu, tapi kamu sendiri sudah tahu jawabannya. "


" Brengsek kau Rick. "


" Kau sudah kan kalau kan kalau aku brengsek. Kalau gitu tinggalkan ruanganku sekarang. I'm bussy. "


" Tunggu dulu rick. Aku belum selesai ngomong "


" Apa lagi Ra???? Semua yang ada diantara kita sudah lama selesai. "


" Tapi Rick, aku masih mencintaimu. Aku ingin memulainya dari awal lagi. "


" Semua sudah terlambat Ra. Aku sudah menikah. Seandainya pun aku belum menikah, aku tak akan pernah kembali padamu. Aku tak ingin jatuh dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. "


" Tolong maafkan kebodohanku yang dahulu Rick. kamu mau kan??? "


" Aku memaafkanmu dan sekarang kumohon kau tinggalkan kantorku dan jangan pernah lagi menginjakkan kakimu kesini lagi. "


" Jadi sekarang kau mengusirku. "


" Terserah kau mengartikan apa. I don't care. "

__ADS_1


" Baik kali ini aku mengalah, tapi lihat saja nanti. Kamu akan menyesal dan akan bertekuk lutut di hadapanku. " Ucap Clara sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Erick.


" Tunggu saja Rick, kata kata ku emang tidak berlaku buatmu. Sekarang aku akan bermain dengan orang yang kau cintai. Ya itu istrimu. Orang yang telah mengambil alih tempatku di hatimu. Aku akan menyingkirkannya terlebih dahulu. " Gumam Clara dalam hati sepanjang perjalanan pulang.


__ADS_2