Terus Mencintai

Terus Mencintai
Bulan Madu


__ADS_3

Seperti yang di rencanakan, hari ini adalah perjalanan bulan madu Lala dan Erick. Bangun pagi di sambut oleh langit yang cerah seakan merestui perjalanan bulan madu Lala dan Erick. Kadwal rutin harian akan berubah mulai hari ini hingga dua minggu ke depan.


" Mas benar kita akan pergi bulan madu ??? " Tanya Lala yang dijawab tatapan dingin dengan Erick.


" Maksud lala apa perlu kita melakukan bulan madu ini??? " Tanya Lala lagi.


Dia pun bingung sendiri dengan suaminya. Intuk apa melakukan perjalanan bulan madu yang gak penting ini, ketika berada di kamar pun mereka seperti orang asing. Jangankan untuk menyentuhnya sekedar memandang wajah istri saja dia enggan. Seperti menghamburkan uang buat sesuatu yang tidak penting.


" Seperti yang kau lihat, kita semua akan melakukan perjalanan hari ini. "


" Tapi mas, untuk apa kita melakukan ini jika kita tidak bisa menikmatinya. "


Mereka pun beradu argument di dalam kamar.


" Biarlah semua berjalan seperti biasa. Jangan kau mengacaukan sesuatu yang seharusnya berjalan dengan baik. " Ucap Erick memperingatkan Lala dan sekarang Lala hanya bisa diam mendengarnya dan bertepatan pula suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok


Lala pun menuju pintu untuk membukanya.


" Sorry ganggu Kakak Ipar, kami sudah siap. Dan semua barang sudah ada di mobil. Kalau kalian sudah siap bisa kita pergi sekarang???? " Tanya Erika yang masih berdiri di depan pintu.


" Sebentar lagi kami akan turun. " Kawab Lala.


" Oke, kalau begitu kami tunggu di mobil saja. " Ucap Erika sebelum melangkah pergi meninggalkan kamar Lala.


Lala hanya tersenyum melihat kelakuan adik iparnya ini. Memang Erika selalu bisa membuat nya tersenyum dalam situasi apapun. Senyum cerianya akan selalu membawa kebahagiaan buat orang disekitarnya.


" Mamah dan Erika sudah menunggu di mobil. Lebih baik kita segera turun mas. " Ucap Lala.


" Baiklah kita berangkat sekarang. " Ucap Erick sambil melangkah pergi menuju ke mobil.


□□□□□□


Pesawat sudah lepas landas tanpa kendala dan terbang diantara awan putih yang bergerak bebas di angkasa. Perjalanan yang akan mereka tempuh kurang lebih tujuh jam.

__ADS_1


" *A*kan seperti apa bulan madu ini??? Apa Mas Erick akan merubah sikapnya ketika berada disana???? Aku takut, apalagi kami akan berada di tempat yang jauh. Tidak ada seorang pun yang kukenal disana. bagaimana kalau Mas Erick membuangku disana??? Apa yang harus aku lakukan???? Siapa yang akan menolongku kalau Mas Erick berbuat jahat padaku???? " Pertanyaan yang begitu banyak keluar dari kepala Lala yang dia sendiri gak tahu apa jawabannya.


Sepanjang perjalanan hanya duduk diam di bangku pesawat, walaupun suaminya berada disampingnya lala tidak bisa bercerita. Ingin pindah tempat disamping Erika tapi dia tidak berani.


Pemberitahuan dari pramugari bahwa pesawat sebentar lagi akan landing membuat lala sedikit senang dan lega.


" *A*khirnya sampai juga " Ucap Lala dalam hati.


Turun dari pesawat Lala dan Erick akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jeju menggunakan kapal feri. Erick sengaja mengambil jalur laut, dia ingin menikmati suasana laut.


" Mah, Erick sama Lala akan langsung ke Pulau Jeju. Mamah langsung saja ke apartemen yang sudah Erick siapkan. " Ucap Erick.


" Iya nak, kalian silahkan menikmati masa bulan madu kalian. " Ucap Mamahnya.


" Dan jangan lupa bang, Erika ingin mendengar kabar baik setelah ini. " Ucap Erika menggoda Lala.


" Erika jangan mulai menggoda Kakak Iparmu lagi. " Ucap mamahnya memperingatkan anak bungsunya itu.


" Mamah gak usah khawatir kan kami. Dan untuk kamu anak bawel, selama kuliah belajar yang rajin, jangan ngerepotin mamah dan yang terpenting jaga dirimu. " Ucap Erick sambil memeluk adiknya


" Fan untuk kakak ipar ku yang cantik ini, jaga lupa jaga kesehatan. Kamu semakin kurus La. Jangan lupa minum vitamin yang aku berikan. " Ucap Erika pada Lala sambil memeluknya.


" *G*imana aku gak kurus kalau banyak pikiran begini " Gumam Lala dalam hati sambil membalas pelukan Erika.


" Mah Lala pamit dulu ya. Mamah jangan lupa jaga kesehatan ya. " Ucap Lala pamit pada mertuanya.


" Kamu juga sayang. Nikmati liburan kali ini. Mamah menantikan seorang cucu. " Ucap mertuanya dan sukses membuat Lala dan Erick bungkam.


Mereka berpisah di bandara, Erika dan Mamahnya langsung menuju ke apartemen sedangkan Erick dan Lala menuju ke pelabuhan feri untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Jeju. Tempat mereka mengadakan bulan madu. Entah bulan madu seperti apa yang akan dijalaninya


□□□□□□□


Semilir angin laut mengibaskan rambut lala. hawa dingin menyelimuti tubuh nya. Walau sudah menggunakan jaket tebal dan sarung tangan tetap juga dingin menusuk ke dalam tubuhnya. Tapi lala menyukainya. Pemandangan laut yang ditampilkan membuat hatinya nyaman dan hangat. Senyumnya selalu mengembang ketika menikmati semuanya.


" *M*akasih ya tuhan, membantuku melupakan masalah ku. walau itu hanya sementara tapi itu cukup buat ku untuk saat ini. " Gumam Lala dalam hati.

__ADS_1


Dari jauh Erick hanya bisa melihat tingkah laku Lala. Sebenarnya semua perjalanan erick yang merencanakan. Dia ingin menikmati perjalanan laut sambil memeluk istrinya, tersenyum bersama, menggenggam erat tangan istrinya agar tetap hangat. Itu semua yang di bayangkan ketika menyusun semuanya. Tapi sekarang rencana yang disusun matang akan gagal total.


Satu jam setengah perjalanan akhirnya mereka sampai di Pulau Jeju. Mereka langsung menuju resort yang sudah di booking oleh Erick.


" Good afternoon. Can i help you. " Sapa receptionist ramah.


" Good afternoon too. I have a reservation. " Ucap Erick.


" On behalf of whom, sir ???? " Tanya receptionist.


" Erick Aditya Sanjaya " Jawab Erick.


" Just a minute sir. I will search. " Ucap receptionist.


" Ok " Balas Erick.


" The room you ordered has been prepared. Our bellboy will take you to take you there. Thank you. " Ucap receptionist sambil menunjuk ke arah lelaki yang akan mengantar mereka menuju kamar resort nya.


Sampai depan kamar lelaki tersebut langsung meninggalkan mereka setelah Erick memberi tip.


" Gamsahabnida " Ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.


" You are welcome. " Balas Erick.


Masuk di dalam kamar Lala ingin segera beristirahat. Rasa lelah sudah menjalar di badannya setelah perjalanan seharian.


" Mas mau mandi??? " Tanya Lala.


" Istirahatlah. Mas capek, sudah tak ada tenaga buat berdebat denganmu. " Ucap Erick sebelum melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.


" *E*mang aku salah kalau bertanya seperti itu???? " Ucap Lala dalam hati sambil menyiapkan piyama tidur untuk suaminya.


Setelah Erick keluar dari kamar mandi, Lala pun membersihkan dirinya. Keluar dari kamar mandi dia melihat erick sudah tidur dengan nyaman.


" *K*amu pasti lelah mas. Terima kasih untuk perjalanan ini. Walaupun bukan bulan madu yang indah, ini sudah cukup membuatku bahagia. " Ucap Lala sebelum merebahkan badanya di samping Erick yang sudah terlelap.

__ADS_1


__ADS_2