Terus Mencintai

Terus Mencintai
Harinya Riana


__ADS_3

Lala melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya menuju ke tempat Riana, jalanan sangat lenggang karena saat ini adalah jam kantor. Dan setengah jam berikutnya Lala sudah berada di depan rumah Riana. Setelah markirkan mobilnya dia pun masuk ke dalam rumah Riana.


Di dalam rumah tante Indah sedang duduk di ruang keluarga menikmati secangkir teh seorang diri sambil menonton televisi. Lala pun melangkah mendekatinya.


" Assalamualaikum tante. " Sapa Lala.


" Oh kamu sayang, waalaikum salam. Sama siapa??? " Tanya tante Indah.


" Lala sendiri tante, mas Erick lagi di kantor. " Ucap Lala menjelaskan.


" Calon pengantin baru mana tan??? " Tanya Lala lagi.


" Gue disini La. " Teriak Riana dari arah meja makan.


Lala pun melihat ke arah Riana yang sedang menikmati cemilan di depannya.


" Tante, Lala ke sana dulu ya. " Pamit Lala sambil menunjuk ke arah Riana.


" Iya sayang. "


Lala pun menuju ke meja makan dan duduk di depan Riana.


" Makan apa Na??? " Tanya Lala.


" Ni puding coklat buatan mamah. " Jawab Riana sambil memperlihatkan puding yang sedang di nikmatinya.


" Lu mau???? Masih ada di kulkas, tapi ambil sendiri ya. " Ucapnya lagi sambil bermain ponselnya.


Lala pun melangkahkan kakinya untuk mengambil puding coklat lalu duduk kembali di meja makan bersama Riana.


" Hemmmm yummy banget bikinan tante Indah. Kamu harus belajar masak kayak mamahmu Na biar Arga makin sayang sama kamu. " Ucap Lala sambil menikmati pudingnya.


" Gue bisa kok masak. " Ucap Riana.


" Masak apa?? Masak air aja kamu gak tahu. " Ucap Lala mengejek.


" Sorry ya La. Lu terlalu meremehkan gue. Gue bisa kok masak berbagai jenis soto. "


" Beneran???? " Tanya Lala seakan tak percaya.


" Iya, tapi semua dalam bentuk mie instan. " Ucap Riana sambil tertawa terbahak bahak.


Begitu pun Lala ikut tertawa dan mamah Riana hanya geleng geleng melihat kelakuan dua sahabat ini.


" Lu mulai tadi sibuk main ponsel, siapa sich yang dihuhungi??? " Tanya Lala.


" Gue lagi chat an sama Arga. Gue kangen nich sama dia. Udah gak boleh ketemu. " Ucap Riana yang dilanda kegalauan.


" Sabar Na, entar lagi juga bakalan selalu ketemu sama dia. Dan kamu jangan pernah bosan melihat wajahnya nanti. " Ucap Lala.


" Gak bakalan dech "


Tiba - tiba ponsel Riana berdering, dia pun menatap layar ponselnya dan melihat nama yang tertera disana.


" Erika la, dia vc nich. " Ucap Riana memberitahu Lala.


" Ya kalau gitu diangkat dong. " Ucap Lala yang sudah tak sabar.


Riana pun mengangkat panggilan video dari Erika.


" Naaaaa...... " Teriak Erika ketika melihat wajah Riana di layar ponselnya.


" Gak usah teriak Ka, bisa budeg gue dapat lu. " Ucap Riana.

__ADS_1


" Lu kok tega sich, nikah gak tunggu gue. Gue kan juga pingin hadir di acara lu Na. " ucap Erika.


" Lu kan bisa datang lagi kesini. " Ucap Riana.


" Gue gak bisa kembali untuk sementara waktu, tugas gue menumpuk. Gue harus selesaikan sebelum gue magang. " Ucap Erika.


" Jadi beneran lu gak datang??? " Tanya Riana sedih.


" Sorry ya, tapi tenang aja. Gue kirim nyokap gue buat gantiin gue. " Ucap Erika.


Lala mendengarnya jadi antusias.


" Beneran mamah mau pulang ke sini Ka?? " Tanya Lala yang mengambil alih ponsel Riana.


" Eh kakak ipar, jadi ketahuan dech. Erika sangka Riana sendiri disana. " Ucap Erika.


" Kamu gak bohong kan Ka??? " Tanya Lala lagi.


" Gak kakak ipar, mamah memang mau kesana. Sebenarnya mamah suruh rahasiain, dia mau bikin kejutan buat kalian berdua. Tapi belum apa apa sudah ketahuan duluan. " Ucap Erika.


" Kapan mamah datang Ka??? " Tanya Lala.


" Dalam minggu ini kak, pokoknya sebelum acara nya Riana. Tapi kakak ipar jangan kasih tahu bang Erick ya. Nanti bukan kejutan lagi. "


" Iya. "


Lala pun mengembalikan ponselnya pada Riana.


" Lu lagi dimana Ka??? " Tanya Riana.


" Gue lagi di kampus, entar lagi mau pulang. " Jawab Erika.


Tiba - tiba ada suara pria memanggil nama Erika mengajaknya pulang, dan itu membuat Riana dan Lala kaget dan bertanya langsung pada Erika.


" Teman gue " Jawab Erika singkat.


" Teman??? Sepertinya lebih dari itu. Dia mengajak mu pulang. Dan sepertinya dia orang Indonesia. Dia memakai bahasa yang sama dengan kita. " Tanya Lala menyelidiki.


Akhirnya dengan tersipu malu Erika menjawabnya.


" Dia teman spesial Erika kak. Walau kami belum resmi pacaran. Dia sudah mengatakan cinta sama Erika tapi Erika belum menjawabnya. " Ucap Erika malu.


" Siapa dia??? Ganteng gak???? " Tanya Riana.


" Kamu Na, kok gantengnya yang di tanya. Seharusnya yang di tanya baik apa gak??? " Ucap Lala.


" Dia baik kok. Waktu di indo kita kuliah satu kampus sama dia. Kalian pasti gak kenal. Dia sangat pendiam dan pintar. Dia juga idola wanita kampus disini. " Ucap Erika.


" Rupanya teman gue sedang jatuh cinta. Kalau suka terima aja Ka. Daripada ada yang ambil duluan. " Ucap Riana.


" Sekarang fokus kuliah dulu baru kejar cinta. " Ucap Erika.


" Kayaknya lu sudah ketularan sama kakak iparmu Ka. " Ucap Riana sambil melirik ke Lala.


" Siapa namanya??? Mana tahu gue kenal. " Tanya Riana.


" Lu gak kenal sama dia, nanti aja gue kenalin kalau sudah kembali ke indo. Sekarang gue mau pulang, sang pangeran hati sudah menunggu di mobil, dari tadi dia klakson terus. Bye semua. Nanti kita lanjut lagi ya. " Ucap Erika sebelum mematikan ponselnya.


Erika pun langsung menuju mobil dan masuk ke dalamnya.


" Telpon siapa Ka??? "


" Kakak ipar ku dan temanku. Temanku akan menikah, aku memberitahunya kalau aku tak bisa datang. Aku akan mengirim mamahku saja untuk mewakilkan aku. "

__ADS_1


" Oh gitu. Kita bisa pulang sekarang??? "


Dan Erika hanya mengangguk dan mereka pun pulang kerumah.


□□□□□□


Sementara itu di meja makan Lala dan Riana masih bertatap tatapan seakan tak percaya bahwa ada seorang pria yang mulai mengisi hati Erika.


" Akhirnya ada juga yang bisa membuatnya berbunga bunga. " Ucap Riana sambil tertawa.


" Mudahan aja dia pria baik baik Na. " Ucap Lala agak khawatir.


" Iya La, mengingat Erika jauh dari kita. Tapi aku yakin kok Erika bisa menjaga diri selama disana. Lu juga liat kan gimana selama ini kelakuannya. Dia perempuan hebat, sama seperti kamu. " Ucap Riana menenangkan.


" Iya Na. Makasih ya untuk semuanya. " Ucap Lala.


" Rencana mau kemana hari ini??? " Tanya nya lagi.


" Gue mau nyalon lah, perawatan calon pengantin. Lu temanin gue kan La??? "


" Iya, aku temanin kamu. Aku sudah izin kok sama mas Erick, dan dia sudah ngijinin aku tapi aku harus sudah ada di rumah sebelum dia pulang kantor. "


" Kalau gitu pergi sekarang aja, gue sudah reseevasi tempat kok. Kalau cepat selesai kan kita masih punya banyak waktu buat nongkrong sebentar. "


" Iya, kamu cepat gih ganti baju dulu. Masa mau pakai begitu ke salon. " Perintah Lala sambil melihat ke arah Riana yang masih mengenakan celana pendek dan baju satu tali.


" Iya, gue siap siap dulu. Kita pake mobil lu aja ya, dan elu yang nyetir. Gue lagi malas dan untuk saat ini gue mau jadi tuan putri yang selalu di layani. " Ucap Riana sambil berlalu pergi ke kamarnya.


Dan Lala hanya tertawa melihat kelakuan sahabatnya ini sebelum dia meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga ikut gabung bersama tante Indah.


" Riana mana La??? "


" Di kamar nya tan. Dia lagi siap siap. "


" Emangnya kalian mau kemana??? "


" Lala mau temanin Riana ke spa tante. Dia mau melakukan perawatan. "


" Oh iya tante lupa. Hari ini kan memang waktu nya dia ke spa. Kemarin tante sudah reservasi tempatnya. "


" Iya tante, Riana sudah bilang tadi. "


Tak lama Riana pun turun dari kamarnya. Dan mereka pun pamit pada mamah nya Riana.


" Riana jalan dulu ya mah " Pamit riana sambil mencium punggung tangan mamahnya.


" Iya hati hati ya dan ingat jangan lama. "


" Siap bu bos. " Ucap Riana sambil meletakkan tangannya di kepala memberi hormat.


" Lala jalan dulu tan. " Pamit Lala sambil mencium punggung tangan tante Indah.


" Iya sayang, hati hati ya. Dan ingat jangan ngebut. "


" Tenang aja mah, Lala kalau bawa mobil kayak siput kok. " Ucap Riana.


" Enak aja kalau ngomong. " Ucap Lala.


" Sudah kalian jangan bertengkar terus. Sudah jalan sana. "


" Iya mah. Assalamualaikum. "


" Jalan dulu tan. Assalamualaikum "

__ADS_1


" Waalaikum salam "


__ADS_2