Terus Mencintai

Terus Mencintai
Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Di ruangannya, Erick tak bisa berkonsentrasi pada kerjaannya. Untungnya tak ada hal yang penting di jadwalnya siang ini. Tadi pagi dia sudah memberi tahu Sita untuk mengosongkan jadwalnya setelah makan siang.


Karena lelah dengan kejadian tadi, Erick pun merebahkan kepalanya di sandaran kursinya. Memikirkan apa yang akan dikatakan pada Lala malam nanti.


" Entah apa yang akan kukatakan pada Lala nanti. Apa dia akan memaafkan kebodohanku??? " Tanya nya dalam hati.


Ketukan suara pintu mengagetkan erick dari lamunannya.


" Masuk. "


" Maaf pak, ada pak Ryan di luar. Beliau ingin bertemu dengan pak Erick. " Ucap Sita.


" Suruh saja dia masuk. "


" Baik pak. " Sita pun keluar dari ruangan Erick lalu mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Masuk ke dalam ruangan Erick, Ryan melihat keadaan Erick yang berantakan dan lebam di ujung bibirnya.


" Ada apa dengan wajah tampan mu Rick??? "


Erick bangkit dari kursinya menuju sofa tempat Ryan duduk.


" Aku tidak apa apa. "


" Benarkah??? Tapi wajah dan penampilan mu hari ini mengatakan sebaliknya. ada apa??? " Tanya Ryan lagi.


" Hanya ada sedikit masalah tadi, tapi sekarang sudah aman terkendali. " Ucap Erick menjelaskan dengan senyumannya.


" Jangan kau pasang senyuman itu di depanku. Aku tidak tertarik karena aku masih normal. " Ucap Ryan yang bergidik melihat tingkah aneh Erick.


" Senyum ini bukan untukmu, tapi untuk istriku. "


" Oh ya, istri. Aku lupa kalau kau sudah menikah. bagaimana keadaan nya??? Dia baik baik saja. Apa dia sanggup mengimbangi keganasanmu di atas ranjang??? " Tanya Ryan sambil tertawa keras.


" Sialan kau aku akan melakukannya dengan lembut. "


" Apa maksudmu akan. Jangan bilang kau belum pernah melakukannya dengan Lala??? " Tanya Ryan yang penasaran.


" Itu bukan urusanmu. Ada apa kau kesini??? " Tanya Erick mengalihkan pembicaraannya.


" Tidak ada yang penting. Aku hanya ingin melihatmu. Setelah menikah kamu belum pernah menampakkan batang hidungmu di depanku. Apakah kau tak merindukanku??? "


" Cihh. Pertanyaanmu seakan akan kita sedang berada dalam satu hubungan serius. Aku tak akan pernah merindukanmu. Puas. "


" Ha ha ha. Wajahmu serius sekali Rick. Aku juga tak ingin kau rindukan. " Ucap Ryan yang masih terbahak.


" Kalau kau tak ada kegiatan, bagaimana kalau kita bersenang senang nanti malam. Aku ingin minum alkohol hari ini. "


" Aku tak keberatan. Nanti malam aku tunggu di tempat biasa. Jangan sampai lu gak datang. "


" Aku akan datang. Tunggu saja aku disana. Tapi ingat tanpa ada wanita bersama kita. "


" Baiklah. Kalau begitu aku tinggal dulu. " Ucap Ryan sebelum meninggalkan ruangan Erick.


Setelah Ryan pergi, Erick melanjutkan kembali pekerjaannya di bantu oleh Rizal, asistennya.


Erick yang lagi serius menatap laptopnya menjadi kaget karena bunyi dari ponselnya.


" Siapa lagi ini?? " Tanya nya dalam hati lalu dia pun mengambil ponselnya. Melihat layar ponselnya, rupanya Lala mengirim pesan padanya.

__ADS_1


" Mas aku akan meeting di luar. Dari sana aku akan langsung pulang ke rumah. "


Setelah membaca pesan itu, Erick pun langsung membalasnya


" Baiklah, mungkin aq akn lmbat plang. Makan malam lah lbih dlu dgan Erika. " Setelah mengetiknya dia pun mengirimkan pada Lala.


Lala yang masih di ruangannya bingung melihat balasan pesan dari Erick. Dia pun membacanya berulang kali.


" Apa benar mas Erick yang membalas pesanku tadi. Tumben dia membalasnya panjang lebar. Ada apa dengannya??? " Gumam Lala dalam hati sambil tersenyum gembira.


" Ada apa mba Lala??? " Tanya Vivi membuyarkan khayalan Lala.


" Gak ada apa apa Vi. Mana Pak Tris, dia sudah siap??? " Tanya Lala.


" Saya sudah siap bu. Bisa kita berangkat sekarang??? " Tanya Pak Tris.


" Baiklah. Kita bisa pergi. " Ucap Lala sambil melangkahkan kakinya menuju tempat parkir.


□□□□□□□


Sesuai janjinya Erick menemui Ryan di club malam. Setelah selesai dengan pekerjaannya, dia langsung menuju mobilnya dan melajukan menuju club malam tempat Ryan menunggunya.


Dia kesana hanya ingin melepaskan kepenatannya hari ini. Hari ini terasa berat baginya. Dia akan mempersiapkan diri untuk meminta maaf pada istrinya malam ini.


Sampai di sana, Erick langsung masuk ke ruang private yang telah di booking oleh Ryan. Disana ada beberapa teman Ryan. mereka sudah memulai pestanya tanpa menunggu Erick.


" Kenapa kau terlambat Rick??? Kami sudah memulainya dari tadi. " Ucap Ryan.


" Sorry bro. Aku menyelesaikan kerjaanku dulu. "


" It's okey. Silahkan dinikmati. "


" Bukankah menyegarkan Rick??? kenapa kau tak membawa istrimu kesini bersamamu??? "


" Lala gak terbiasa dengan hal hal seperti ini. Mungkin ini juga akan jadi terakhir kalinya aku menginjakkan kaki ku kesini. " Ucap Erick serius.


" Wow. Sepertinya istrimu benar benar akan mengubahmu. "


" Sepertinya begitu. Segeralah kau menikah Ryan, biar kau tahu rasanya ada yang menunggu di rumah ketika kau pulang kantor. "


" Kau meremehkanku rick. Tunggu saja, aku akan segera mengantarkan undangan di depanmu. "


Erick hanya tertawa mendengar ocehan temannya itu. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam satu malam.


" Sepertinya aku harus pulang sekarang, Lala akan mengkhawatirkan ku nanti. " Ucap Erick yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


" Baiklah. Segera lah kau pergi. Jangan biarkan dia menunggumu terlalu lama. " Ucap Ryan.


Erick pun meninggalkan club malam itu. Melajukan mobilnya di tengah malam menuju ke rumahnya. Tempat dimana istrinya dengan setia menantinya.


" Aku mencintaimu La. " Gumamnya dalam hati sambil terus berkonsentrasi dengan kemudinya.


Hampir setengah jam perjalanannya, akhirnya Erick sampai di depan rumahnya. Dia pun mengetuk pintunya dan bi Tini yang membuka kan pintu untuknya.


" Mana istri saya bi??? " Tanya Erick.


" Non Lala ada di kamarnya den. "


" Dia sudah makan malam?? "

__ADS_1


" Sudah den, tadi dia makan bersama neng Erika. "


" Kalau gitu saya ke kamar dulu ya bi. " Pamit Erick dan hanya di jawab bi Tini dengan anggukan.


Bi Tini bingung dengan majikannya. Tidak biasanya dia menanyakan hal hal tentang istrinya. Biasanya kalau pulang tengah malam begini pasti dalam keadaan mabuk berat dan akan marah marah pada istrinya.


Sampai di kamar, Erick melihat Lala sudah tertidur pulas. Dia pun langsung menuju kamar mandi membersihakan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.


Setelah itu, dia pun naik ke ranjang merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah terlelap. Memandangi wajah cantik istrinya, membelainya mesra lalu dia mencium keningnya dan hal itu membuat Lala terbangun.


" Kamu sudah pulang mas. " Ucap Lala kaget karena Erick berada dekat sekali dengan wajahnya.


" Apakah aku membangunkanmu??? Maaf. "


" Gak pa pa mas. Ada yang mas perlukan. Biar aku ambilkan. " Lala siap - siap bangun dari tidurnya tapi tangannya di tarik oleh Erick dan membuatnya jatuh dalam pelukan suaminya.


" Kamu kenapa mas??? "


" Maafkan aku La karena selama ini telah mengabaikanmu. " Ucap Erick lirih.


Lala yang mendengar ucapan Erick menjadi kaget dan hampir menangis.


" Apa aku salah dengar mas??? Kamu serius dengan ucapanmu??? " Tanya Lala seakan tak percaya apa yang di dengarnya.


" Aku serius La, Aku mencintaimu. "


" Aku juga mencintaimu mas, sangat mencintaimu. tapi apa yang terjadi??? "


" Aku sudah tahu semuanya, tadi aku bertemu dengan Riana dan Yoga. Mereka sudah mengatakan semuanya. Maafkan aku karena telah menuduhmu sembarangan. "


" Apa itu sebabnya ada luka di ujung bibirmu. Apakah kau berkelahi dengan Yoga??? " Tanya Lala sambil menyentuh bibir Erick yang luka.


" Apakah kau mengkhawatirkannya??? Kumohon jangan menyebutnya ketika bersamaku. "


" Tidak mas, aku tidak mengkhawatirkannya. Aku hanya tidak ingin ada permusuhan diantara kalian. "


" Baiklah, aku percaya padamu. Tapi mulai sekarang kau tidak boleh menyebutnya ketika bersamaku. Kalau kau melanggarnya kau akan mendapat hukuman. "


" Hukumam apa yang ku dapat??? "


" Ini. " Ucap Erick lalu dia langsung mencium bibir istrinya dengan lembut dan Lala pun membalasnya.


Erick pun melepaskan ciuman mereka, membiarkan Lala mengambil nafas.


" La, aku menginginkannya malam ini dan malam malam selanjutnya. " Ucap Erick dan di jawab anggukan oleh Lala yang wajahnya merona karena malu.


" La, kamu sudah siap??? " Dan lagi Lala hanya menjawab dengan anggukan.


" aku akan melakukannya dengan lembut. "


Dan entah kapan dua insan yang di mabuk cinta ini sudah tidak mengenakan pakaian satu helai pun. Pakaian mereka sudah berserakan di lantai. Malam ini mungkin bukan malam pertama bagi mereka, tapi ini adalah malam panas untuk mereka menyatukan hasrat yang lama terpendam. Dan tak ada lagi tangisan malam ini, yang ada hanya erangan kenikmatan yang keluar dari mulut keduanya.


Menjelang jam tiga subuh akhirnya mereka selesai dengan percintaannya. rasa lelah mereka rasakan saat ini.


" Kau lelah sayang??? " Tanya erick sambil memeluk Lala dan hanya dijawab anggukan oleh Lala.


" Maafkan aku karena membuatmu lelah, tapi tubuhmu membuatku candu dan ingin terus melakukannya lagi. " Ucap Erick yang terus menciumi punggung Lala.


" Hentikan sayang, biarkan aku istirahat dulu. Sebentar lagi subuh. Aku ingin istirahat sebentar. "

__ADS_1


" Baiklah, kita akan tidur tapi tetaplah seperti ini. " Ucap Erick yang masih memeluk Lala dan Lala hanya bisa pasrah tidur di dalam pelukan suaminya malam ini.


__ADS_2