
Setiap pasangan suami istri pasti sangat mendambakan kehadiran seorang buah hati sebagai pelengkap kebahagiaan mereka. Begitu pula pada kehidupan rumah tangga Lala dan Erick. Penantian panjang selama hampir dua tahun pernikahan mereka akhirnya Tuhan memberikan rejeki yang tak ternilai harganya.
Dan saat ini tak terasa usia kandungan Lala kini sudah masuk bulan ke lima dan yang pasti tak lama lagi akan hadir di dunia seorang malaikat kecil untuk menemani hari - hari Lala dan Erick. Hari yang paling dinantikan dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Hari ini mungkin hari yang sangat sibuk buat Erick, pekerjaan di kantor yang tiada habisnya dan itu semua sukses membuat Erick kelelahan. Seperti saat ini, pulang kantor yang sangat telat karena lembur masalah proyek yang terkendala.
Memasuki rumah yang sudah gelap gulita, wajar karena waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Pasti seluruh penghuni rumah sudah berada di alam bawah sadar dengan di temani mimpi indah.
Di dalam kamar, Lala tertidur pulas dengan selimut membungkus tubuhnya. Melihat sang istri tertidur pulas Erick hanya tersenyum lalu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Naik ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah terlelap. Memeluk istri seketika itu pula rasa lelah langsung lenyap. Mencium kening istrinya perlahan karena tidak ingin membangunkannya, tapi percuma Lala terjaga karena itu.
" Kamu sudah pulang Mas??? "
" Maaf, Mas mengagetkanmu. "
" Kamu sudah makan Mas??? "
" Sudah sayang, tadi Sita menyiapkan makan malam di kantor. Pekerjaan kami menumpuk jadi terpaksa Mas harus lembur. maafkan Mas ya kalau beberapa hari ini kamu terabaikan. "
" Mas bukan salahmu kalau kau harus lembur. Itu sudah kewajibanmu sebagai seorang bos. Lagian aku gak pernah merasa terabaikan. Kamu selalu ada buatku. Selalu mengingatkan aku makan dan minum vitamin. Walaupun hanya lewat ponsel itu semua membuatku bahagia. Perhatian seperti itu sudah cukup buatku, karena suamiku adalah orang yang selalu bertanggung jawab dengan semua yang dikerjakannya. Jadi kamu gak usah merasa terbebani akan hal itu Mas. Aku selalu mendukungmu. "
" Terima kasih sayang. Terima kasih telah hadir di dalam hidupku dan memberikan aku kebahagiaan. "
" Iya Mas. "
" Dan juga terima kasih sudah mau menjadi ibu dari anakku. Aku sudah tidak sabar menanti kehadiran buah hatiku. "
" Tinggal empat bulan Mas, kita akan bertemu dengan putri kita. Kamu harus bersabar. "
" Aku ingin secepatnya bertemu dengannya sayang. Aku takut tak punya waktu untuk melihatnya nanti. "
" Kamu ngomong apa sich Mas???? Gak lucu tau. "
" Ihhhh kok cemberut sich sayang. Aku kan selalu sibuk, jadi wajar kan aku bilang bakal gak punya waktu bermain bersamanya nanti. Aku harus makin giat bekerja karena anak kita butuh biaya banyak. Aku akan memenuhi semua kebutuhannya. "
" Kamu memang Daddy terbaik sayang. Tapi sayang, kamu sudah siapkan nama buat putri kita nanti??? "
" Hmmmm ada satu nama yang sudah ku persiapkan , itu pun kalau kamu suka. "
" Siapa namanya Mas??? "
" Naila Bellvania Sanjaya. "
__ADS_1
" Nama yang indah, pasti ada makna di balik nama itu. Apa artinya Mas??? "
" Perempuan cantik anugerah tuhan yang selalu disayangi semua. Aku berharap dia akan menjadi perempuan hebat seperti Mommy nya. Pintar, cantik, dan yang pasti menjadi anak solehah. "
" Amin. Semoga nama itu menjadi doa buat anak kita nanti. "
" Insha Allah. Dan sekarang mari kita istirahat. Aku lelah sayang, lebih baik kita beristirahat agar besok kembali fit untuk melakukan aktivitas. " Ucap Erick akhirnya setelah mencium perut dam kening istrinya. Ciuman yang begitu dalam, seakan tak ingin dilepaskan.
Dan kini Lala terlelap dalam dekapan erat suaminya. Membawanya ke alam mimpi. Mimpi indah yang tak ingin dia tinggalkan.
●□□□□□□□
" Kenapa harus sekarang zal. Aku masih lelah. " Ucap Erick sedikit kesal.
" Tapi Rick, proyek di Bandung ada masalah. Kita harus kesana untuk mengeceknya. " Balas Rizal.
" Kan kamu bisa kesana sendiri. Bawa saja Pak Herman bersamamu. Kerjaan disini biar aku yang menghandle sendiri. Lagian Sita disini bisa membantuku. "
" Tak semudah itu Bapak Erick Aditya Sanjaya. Kamu harus langsung turun tangan. " Ucap Rizal yang mulai kesal melihat kelakuan bos dan juga sahabatnya ini.
" Kau memang tidak bisa mengerti aku. Lala sedang hamil zal. Gak mungkin aku tinggal dia. "
" Ini yang membuat aku kesal. "
" Please Rick, kita berangkat sekarang ya. "
" Baiklah, tapi aku pulang dulu ke rumah. Aku gak mungkin pamit pada istriku melalui telpon. Jemput aku dirumah 1 jam lagi. " Ucap Erick sambil berlalu pergi meninggalkan Ruangannya.
Meninggalkan tempat parkir dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya. Padahal belum ada setengah jam Erick sampai di kantor dan sekarang dia harus pulang kembali.
Setelah memarkirkan mobilnya, dia pun langsung masuk ke dalam rumahnya untuk menemui istrinya yang sedang bersantai di depan televisi sambil menikmati buah anggur.
Melihat suaminya yang tiba - tiba datang membuat Lala menghentikan kegiatannya dan langsung menghampiri suaminya.
" Lho Mas, kok sudah pulang??? Mas sakit???? " Tanya Lala khawatir sambil memegang kening suaminya.
" Mas gak papa sayang, Mas hanya mau pamit . "
" Emangnya Mas mau kemana??? "
" ada masalah dengan proyek yang di Bandung. Mau tidak mau Mas jarus turun tangan dan gak bisa diwakilkan. "
__ADS_1
" Berapa hari Mas disana??? "
" Kalau mas bisa selesaikan hari ini, Mas akan langsung pulang. Tapi seandainya belum mungkin Mas akan tinggal 2 atau 3 hari disana. "
" Aku akan kesepian kalau kami gak ada Mas. Bagaimana kalau aku ikut aja. Bolehkan Mas??? " Bujuk Lala pada suaminya.
" Sayang, bukannya Mas gak mau bawa kamu. Tapi kamu lagi hamil dan Mas gak mau ambil resiko. Jadi sekarang kau tetap duduk manis di rumah menunggu Mas pulang. Dan kalau kau bosan kau boleh ke rumah Riana atau jalan - jalan ke mall bersama Riana. Tapi ingat jangan sampai kau lelah. "
" Iya Mas, kamu juga hati - hati di jalan. "
" Iya sayangku yang bawel. "
Tak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.
" Sepertinya Rizal sudah datang menjemputku. Mas harus pergi sekarang. "
" Tunggu dulu Mas. " Ucap Lala sambil memeluk erat suaminya seakan mengatakan kau tak boleh pergi.
" Sayang lepaskan. Aku hanya pergi beberapa hari. "
Akhirnya Lala melepaskan pelukan untuk suaminya.
" Dan kamu sayang, jaga Mommy dan jangan merepotkannya. " Ucap Erick sambil berjongkok di depan perut istrinya lalu menciumnya lama.
" Sudah Mas, mari ku antar kau kedepan. "
Sampai depan rumah dia melihat Rizal sedang menanti siaminya.
" Jaga suamiku selama di Bandung Mas Rizal. Ingatkan dia untuk makan. " Ucap Lala memberi ultimatum pada asistennya.
" Baik Nyonya Sanjaya. " Ledeknya sambil tersenyum.
" Aku jalan dulu ya sayang. " Ucap Erick sambil mencium kening istrinya Lama.
Karena ciuman yang begitu dalam dan lama akhirnya Lala yang menghentikannya.
" Mas sudah. Mas Rizal sudah menunggu. " Ucap Lala mengingatkan suaminya.
Tapi baru satu langkah Erick mengangkat kakinya, Lala pun langsung memeluknya. Di peluk erat suaminya seakan tak mau terpisah. Padahal perjalanan bisnis nya ini hanya sebentar saja.
" Cepat pulang Mas, aku dan putri kita menunggu di sini. " Ucap Lala setengah berbisik sebelum dia melepaskan pelukannya dari pinggang suaminya.
__ADS_1