
Hampir jam sepuluh malam mertua Lala akhirnya sampai di rumah. Lala memang tidak menjemput langsung mertuanya di bandara. Erick melarangnya jadi secara otomatis hanya supir yang menyambut kedatangan mertuanya di bandara.
" Maafin Lala Mah karena gak bisa menjemput Mama di bandara. Mas Erick melarang Lala ke bandara. " Ucap Lala pada mertuanya ketika baru memasuki rumahnya.
" Gak papa sayang. Mamah ngerti kok. Kamu kan harus jaga diri, biar cucu Mamah sehat selalu. " Ucap Mertuanya sambil mengelus perut Lala yang mulai kelihatan membuncit.
" Mah kita makan dulu ya. Pasti Mamah lapar nich. Bi Tini sudah menyiapkan makanan spesial untuk menyambut kedatangan Mamah. " Ajak Lala sambil menggandeng tangan mertuanya.
" Iya sayang. Mamah emang sudah lapar dari tadi. Urusan di imigrasi tadi sangat melelahkan dan menyita banyak waktu. " Ucap Mamahnya.
Di meja makan mereka menikmati makan malam berdua. Lala sengaja tidak makan malam tadi karena ingin makan bersama mertuanya. Sudah lama dia menantikan kedatangannya.
" Gimana keadaan Erika mah. Dia tidak menangis kan karena Mamah tinggal sendiri disana??? " Tanya Lala di sela makannya.
" Erika baik - baik aja La. Dia titip salam buat mu dan Abangnya. Dia juga sangat merindukan kalian. " Ucap Mamahnya.
" Mamah akan tinggal sampai Lala lahiran kan??? " Tanya Lala.
" Mungkin iya sayang. "
" Maksud Mamah??? "
" Erika gak lama lagi akan wisuda. Seandainya wisudanya sebelum kau melahirkan Mamah akan kesana sebentar untuk menghadiri wisudanya. Tapi Mamah tak akan lama disana. "
" Kalau gitu tak lama lagi Erika akan mendapatkan gelar spesialisnya donk. Pasti menyenangkan banget Mah. Lala juga ingin hadir disana Mah. "
" Seandainya bisa sayang, tapi sepertinya itu gak mungkin. "
" Seandainya bisa ya Mah. " Ucap Lala dengan wajah kecewanya.
" Sudah sayang gak usah di pikirkan hal itu. Lebih baik habiskan makananmu lalu kita istirahat. "
" Baik Mamahku sayang. "
□□□□□□
Bangun pagi hari ini terasa berbeda. Di temani sang mertua dia pergi berkeliling kompleks perumahan setelah salat subuh. Menikmati udara pagi yang begitu segar dan sejuk. Berjalan kaki di taman kompleks tanpa menggunakan alas kaki terasa menyenangkan. Terapi yang baik buat ibu hamil seperti Lala.
Taman kompleks sudah di penuhi beberapa pengunjung mengingat ini akhir pekan. ada pasangan muda mudi berlari pagi berkeliling kompleks, anak - anak bermain di taman bermain di temani orang tua dan juga pengasuhnya, di lain tempat ada pula ibu hamil seperti Lala sedang berjalan di temani suami tercinta. Melihat semua pemandangan seperti ini di pagi hari membuat Lala tersenyum penih arti.
" Kamu kenapa sayang, senyum - senyum sendiri seperti itu?? " Tanya Mertuanya yang sedari tadi melihat menantunya yang tersenyum bahagia.
" Gak papa Mah. Lala senang aja melihat pemandangan seperti sekarang ini di pagi hari. " Jawab Lala sambil menunjuk keadaan sekitar taman.
" Kamu benar sayang. Pemandangan seperti ini memang menyejukkan mata dan hati. Bercengkrama bersama keluarga tercinta memang begitu menyenangkan. Kita isrirahat sebentar di bangku itu sayang. " Ucap Mamahnya sambil menunjuk bangku taman yang belum terisi.
Mereka pun berjalan menuju bangku yang di maksud. Baru sebentar merapatkan bokongnya ada seseorang yang menyapa mereka.
" Eh jenk Widya, kapan kembali dari Korea??? " Sapa wanita separuh baya pada mertua Lala.
" Jenk Lastri, semalam hampir jam sepuluh saya sampai di rumah. " Jawab Mertuanya.
" Makin cantik aja sekarang. Erika Mana??? Dia gak ikut pulang??? " Tanya wanita yang bernama Lastri lagi.
" Saya sendiri dari sana jenk, Erika akan segera menyusul setelah menyelesaikan kuliahnya "
" Kalau begitu masih lama dong. "
" Ya begitu lah jenk. Namanya juga lagi mengejar cita - cita. Itukan untuk masa depannya juga. "
" Benar jenk. Sudah lama kita tidak berkumpul bersama. Gimana kalau kita minum teh bersama rekan - rekan yang lain. "
__ADS_1
" Atur aja jenk, insya allah saya siap selalu. "
" Kalau begitu saya call yang lain dulu, nanti saya hubungi kembali ya jenk. Ngomong - ngomong sama siapa kesini??? "
" Sama menantu saya, istrinya Erick. Ini dia. "
" Owalah, dari tadi disini tapi gak di perhatikan. saya pangling loh, makin ayu. " Ucap Lastri.
" Makasih tante. " Ucap Lala yang tersipu malu.
" lagi hamil cah ayu??? "
" Alhamdulillah tante, masuk bulan ke enam. "
" Aduh gak lama lagi lahiran. Kamu bakal jadi oma kayak aku jenk. " Ucap Lastri pada Widya.
" Iya Jenk sekarang saja saya sudah gak sabar nunggu Lala lahiran. " Ucap Widya sumringah.
" Ngomong - ngomong suamimu kemana??? "
" Mas Erick lagi ke luar kota tante. Ada beberapa urusan disana. "
" Oh begitu. Saya tinggal dulu ya, mau bergabung kembali bersama cucu. Tadi tak tinggal bersama pengasuhnya saja. "
" Mana menantumu jenk??? "
" Dia lagi di rumah, teler lagi. Lagi hamil muda. Aku lagi menanti cucu ke tujuh loh jenk. "
" Selamat ya Jenk. "
" Kamu juga Wid. Tante duluan ya nak Lala. Jaga kehamilannya semoga selalu sehat hingga lahiran nanti. " Pamit Lastri pada Widya dan Lala.
Sepeninggalan Lastri, Lala dan mertunya memutuskan kembali ke rumah. Berjalan kembali menuju rumah sambil mengobrol.
" Yang tadi itu siapa Mah??? " Tanya Lala penasaran.
" Itu tante Lastri. Dulu rumahnya bersebelahan dengan rumah kita La. Tapi setelah suaminya meninggal dia tinggal bersama anak ketiganya. Karena anak pertamanya menetap di London melanjutkan bisnisnya yang berada disana dan yang kedua ikut suaminya tugas di Lombok karena suaminya seorang angkatan. "
" Pantes aja dia kenal semua orang di rumah Mah. "
" Tante Lastri sebenarnya ingin sekali Erika menikah dengan ikbal anak ketiganya, tapi Erika dan Ikbal tak ada yang setuju. Ikbal sudah punya kekasih yang sekarang jadi istrinya dan Erika belum mau menikah saat itu. Lagian Erika dan Ikbal sudah kenal sejak kecil walaupun tak begitu akrab. "
" Terus sekarang Tante Lastri tinggal dimana Mah?? "
" Masih satu kompleks juga dengan kita La, tapi dia di blok F. "
" Seandainya Erika yang jadi istri ikbal pasti mamah sudah nimang cucu. Emang apa sich kerjanya ikbal Mah. "
" Dia yang pegang kendali perusahaan orang tuanya yang disini. "
" Oh begitu. Mah entar siang kita jalan - jalan ke mall yuk. Lala bosan diam di rumah terus. Mas Erick larang Lala berkeliaran kalau seorang diri. "
" Emang suamimu bakal ngijinin kamu??? "
" Kan ada Mamah yang minta ijin, kalau Mamah yang ngomong kan gak mungkin Mas Erick lawan. "
" Kamu nich La, sudah pintar cari kambing hitam sekarang. "
" Bukan cari kambing hitam Mah hanya cari jalan tengah yang baik aja kok. " Ucap Lala sambil tertawa
" Iya, nanti kita jalan ke mall dan biar Mamah yang ijin sama suaminu. " Ucap Widya akhirnya.
__ADS_1
○○○○○○
Sore hari setelah istirahat siang dan juga salat ashar Lala dan juga mertuanya meninggalkan rumah menuju mall dengan diantar supir. Setelah mendapatkan ijin dari suaminya dan sekarang mereka sudah berada dipusat perbelanjaan di salah satu mall terbesat di Jakarta.
Berkeliling di pusat perbelanjaan sambil mendorong troli belanjaan yang sudah dipenuhi beberapa barang kebutuhan dapur dan juga perlengkapan pribadi Lala.
Lala yang kurang fokus ketika mendorong troli belanjaannya karena sibuk memilih parfum yang akan di belinya tanpa sengaja menyenggol seseorang dan membuat botol parfum yang di pegangnya terlepas dari tangannya dan dengan sigap orang tersebut menangkap botol parfum tersebut.
" Hampir saja. " Ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Yoga.
" Kamu Ga, ngapain disini??? " Tanya Lala penasaran.
Semenjak menikah dengan Erick, ini kali pertama dia bertemu Yoga. Dan itu membuatnya merasa tak enak hati.
" Aku lagi temanin seseorang belanja La. " Ucap Yoga
" Kamu lagi hamil La??? " Tanya Yoga lagi dengan wajah kecewa karena melihat ada perubahan pada diri Lala. Ya Lala terlihat lebih berisi dan entah mengapa itu semakin terlihat seksi di mata Yoga.
" Iya Ga, udah masuk bulan ke enam. " Jawab Lala.
" Selamat ya La, aku tulus ngucapinnya kok. " Ucap Yoga.
" Makasih Banyak Ga. "
" Oh ya, kau kesini bersama Erick??? Mana dia??? "
" Tidak Ga, aku bersama mertuaku. Mas Erick sedang berada di luar kota saat ini. " Ucap Lala menjelaskan.
Disela pembicaraan mereka, seseorang muncul di belakang Yoga.
" Kamu disini Ga, aku berkeliling mencari kamu. " Ucap Wanita yang juga mendorong troli belanjaan yang di penuhi dengan beberapa botol minuman keras dan juga peralatan make up.
" Aku lelah menunggumu di sana, jadi aku berkeliling seorang diri. " Ucap Yoga Malas.
" Lalu siapa dia?? " Tanyanya sambil melirik ke arah Lala.
" Oh, dia temanku sekaligus istri rekan bisnis aku. Yolanda Sari. " Ucap Yoga.
" Fenia " Ucao Fenia sambil mengulurkan tangannya.
" Yolanda Sari, tapi cukup panggil aku Lala. " Ucap Lala sambil menyambut uluran tangan Fenia.
" Sudah selesai La, lebih baik kita pulang sekarang. Nanti keburu malam. " Ucap Mertuanya yang muncul dari arah belakang Lala.
" Sudah Mah. " Ucap Lala.
" Ini siapa La?? " Tanya Mamahnya yang bingung melihat dua orang berada dekat dengan menantunya.
" Dia teman Lala dan juga rekan bisnis Mas Erick Mah. " Ucap Lala menjelaskan.
" Saya Yoga Pratama Tante. " Ucap Yoga sambil mengulurkan tangannya.
" Widya. " Ucap mertuanya Lala sambil menerima uluran tangan Yoga.
" Saya Fenia tante, tunangannya Yoga. " Ucap Fenia sambil mengulurkan tangannya.
" Widya. " Ucapnya dan membalas uluran tangan Fenia.
" Kami duluan ya Ga, fen. Takut kemalaman sampai di rumah. " Pamit Lala pada Yoga dan juga Fenia dan mereka menjawab dengan anggukan.
Setelah meninggalkan Yoga dan Fenia, Lala dan mertuanya langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Menyisakan Yoga yang masih termenung melihat kepergian Lala dari hadapannya.
__ADS_1