Terus Mencintai

Terus Mencintai
salah sangka


__ADS_3

" lala.... " teriak erika sambil melambaikan tangannya


lala yang mendengar namanya di panggil langsung berbalik dan mencari sumber suara, dan dia pun melihat erika berdiri di dekat receptionist sambil melambaikan tangan.


" siapa la?? temanmu? " tanya evita


" iya, dia satu kampus sama kita, tapi beda jurusan " jawab lala " kalian duluan aja yach, aku temuin dia dulu" ucapnya lagi sambil melangkah pergi meninggalkan evita dan gusti.


" hei, ngapain kamu disini ??? " tanya erika


" aku magang disini. " jawab lala " terus kamu ngapain disini??? " tanya lala


" aku mau ketemu sama seseorang, mau makan siang bareng. " jawab erika


" pasti pacar kan??? " tebak lala


" bukan, itu...." belum sempat erika bicara sudah ada yang memanggilnya


" erika... "


" tuch orangnya sudah datang. " ucap erika sambil menunjuk arah suara


" ya ampun rupanya pak erick pacarnya erika " ucap lala dalam hati


" eh kok bengong. nanti kesambet loh " suara erika membuyarkan lamunan lala


" gak kok. aku gak melamun " jawab lala memberi alasan


" sorry lama sayang... " ucap erick pada erika sambil mencium kening adiknya.


lala yang melihat pemandangan seperti itu di depan matanya hanya bisa diam sekaligus iri.


" duh romantis banget sich pak erick. tapi gak bisa lihat waktu dan tempat. seorang jomblo sedang memyaksikan semuanya. " gumam lala dalam hati


" sorry ya abang lambat turun. kamu udah lama???? " tanya erick pada adiknya


" gak pap bang, lagian juga erika baru datang " jawab erika manja pada abangnya " lagian juga erika tadi ngobrol sama teman erika kok. jadi gak bosan. " ucapnya lagi menjelaskan


" oh gitu. " ucap erick sambil melirik ke arah lala


lala yang dinperhatikan oleh bos nya hanya bisa menundukkan kepala nya.


" kenapa juga harus natap aku seperti itu??? " tanya lala dalam hatinya


" yuk kita pergi sekarang, mamah pasti sudah tunggu kita dari tadi " ajak erick sambil melihat jam tangannya.


" ya bawel.... " jawab erika manja


" la, nanti dilanjutin ya ngobrolnya. aku ada urusan. mau makan siang sama nyokap " ucap erika pada lala sambil tersenyum

__ADS_1


" iya ka. aku juga mau keruangan. masih ada tugas yang harus ku selesaikan. " jawab lala sambil melangkah pergi setelah pamit pada mereka berdua


" rizal, hari ini kamu gak usah pergi bersamaku. aku akan makan siang bersama adik dan mamaku. sebaiknya kau juga pergi makan siang. " ucap erick pada asistennya " berikan padaku kunci mobil itu " ucapnya lagi


" baik pak " ucap rizal memberi erick kunci mobil lalu dia pun beranjak pergi setelah pamit pada bosnya.


sambil tetap bergelayut manja pada erick, mereka pun berjalan menuju tempat parkir. lala yang melihat dari jauh hanya bisa geleng geleng kepala


" apa mereka tak bisa membedakan kantor dan rumah. bermesraan di tempat umum. " ucap lala dalam hati


begitulah sikap erika ketika bersama abang nya. seperti orang yang sedang jatuh cinta. seandainya ada orang yang tak di kenalnya melihat, mereka pasti akan mengatakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. dan itulah pendapat lala pada mereka saat ini.


sampai di tempat parkir mereka pun langsung masuk ke mobil dan menuju ke tempat makan siang. erick mengemudikan mobil nya dengan santai dan di mobil mereka pun bercerita


" kamu kenal anak magang tadi ka??? " tanya erick pada adiknya


" ya bang, erika gak sengaja kenal sama dia " jawab erika


" maksudnya??? " tanya erick penasaran


" dia kan satu kampus sama erika, tapi dia ambil jurusan desain. erika kenal dia tuch gak sengaja, karena waktu itu erika tabrak dia waktu bawa setumpuk buku dan akhirnya dia bantu erika bawa tuch buku sampe di perpus " jawab erika menjelaskan


" oh begitu. tapi tumben kamu mau berteman??? " tanya erick lagi


" apaan sich, abang pikir adiknya abang yang cantik ini gak punya teman. " ucap erika kesal


" abang apaan sich. bukannya gak mau berteman, erika hanya gak ada waktu. tapi menurut abang lala gimana?? " tanya erika


" lala siapa??? " tanya erick balik


" teman erika yang tadi.... " jawab erika jengkel


" bukannya namanya yolanda sari ?? " tanya erick lagi


" iya , itukan nama panjangnya. tapi dia dikampus di panggil lala." jawabnya " tapi kok abang tau sich nama panjangnya ??? " tanya erika menggoda abangnya


" ehmmm tau aja... " jawab erick singkat sambil tetap fokus menyetir.


" jangan jangan abang naksir ya??? " goda erika


" dia cantik ya bang, pintar lagi. sudah gitu belum punya pacar lagi.... " ucap erika lagi


" masa sich belum punya pacar??? " ucap erick yang mulai penasaran


" iya, gak percaya banget sich. tapi sepertinya ada orang yang mulai tergoda nich " ucap erika


" kamu apaan sich, jangan ganggu abang nyetir " ucap erick mencoba menghindari pertanyaan adiknya


" dia cocok lho sama abang. anaknya baik kok. " ucap erika yang coba menjodohkan abang nya dengan lala

__ADS_1


" sudah gak usah macam macam dan jangan coba comblangin abang dengan lala. abang masih bisa dapatin perempuan tanpa bantuan kamu. " ucapnya sambil memarkirkan mobilnya di depan restaurant.


" tapi bang.... "


" mau tetap di mobil atau mau makan??? " tanya nya pada adiknya


" iya dech... " ucap erika sambil membuka pintu mobil


" jangan pasang muka begitu dech, jelek tau... " goda erick pada adiknya yang ngambek


" apaan sich. udah ah cepetan, mama sudah nunggu dari tadi. erika juga sudah lapar banget. " ucap erika sambil memegang perutnya


mereka melangkah masuk ke restaurant untuk menikmati makan siang nya.


" kalian kok lama sich??? mamah dari tadi sudah nunggu disini. " ucap mamahnya ketika melihat kedatangan kedua ananknya


" sorry mah, meeting nya lambat selesai. " ucap erick menjelaskan


" terus wajahnya tuan putri kenapa bete??? " tanya mamahnya.


" bang erick bikin kesel mah. " jawab erika


" kalian berdua ni susah banget akur. ada apa lagi sich??? " tanya mamahnya lagi


" erika mau comblangi sama cewek, eh banyak alasan. " ucap erika kesal


" perempuan??? kamu kenal dari mana??? " tanya mamahnya


" teman sekampus erika mah, dia magang di kantor kita. orang cantik loh ma, pinter lagi. " ucap erika menjelaskan


" kalau anak buah nya abang mu, untuk apa kamu repot kenalin ke dia. " ucap mamahnya sambil melirik ke arah anak lelakinya


" bang erick mimpi mau kenalan sama cewek, jangan harap. mau dicomblangin aja sok jual mahal. " ucap erika yang masih kesel


" sudah gak usah di bahas soal lala. " ucap erick


" oh jadi namanya lala. menurut kamu gimana orangnya rick??? " tanya mamahnya


" dia rajin kok mah di kantor. cukup cantik. " jawab erick santai


" abang bilang cukup cantik, kalau wajah lala yang begitu sempurna abang bilang cukup cantik, kriteria cantik buat abang tuch yang kayak mana??? " tanya erika jengkel


" ya kayak kamu ka. " ucap erick sambil tertawa


" males dech bahas ginian kalau sama abang. awas ya nanti kalau abang berubah pikiran erika gak bakal bantuin abang. " ucap erika kesal


" sudah, berhenti bahas ini. lebih baik kita nikmatin makan siangnya. " ucap mamahnya ketika makanan sudah siap dia atas meja


dan tanpa protes erika pun diam dan menikmati makan siang. begitu pun erick dan mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2