Terus Mencintai

Terus Mencintai
Status Baru


__ADS_3

Pulang kembali ke tanah air, kegiatan kembali seperti sedia kala. Erick dan Lala sudah memulai kembali aktifitasnya seperti biasa. Dan ini hari pertama Lala masuk kantor setelah resmi menyandang status nyonya erick aditya sanjaya, presdir sanjaya advertising agency.


Pagi ini Lala akan melakukan perannya sebagai istri dan juga bawahan Erick di kantornya. Setelah perdebatan panjang dengan Erick semalam akhirnya Erick memperbolehkan Lala tetap bekerja seperti biasa. Bangun dari tidur, setelah salat dia langsung turun ke dapur membantu bi Tini di dapur.


" Bi, Lala bantu ya. Mau bikin sarapan apa bi??? " Tanya Lala.


" Eh Non Lala, gak usah non. Biar bibi aja yang siapin sarapan. " Tolak Bi Tini.


" Gak papa kok bi, Lagian Lala kan gak da yang mau dibuat. " Ucap Lala.


" Iya dech Non. Den Erick dimana non??? " Tanya Bi Tini.


" Mas Erick lagi mandi bi. Mas Erick biasanya sarapan apa bi??? " Tanya Lala.


" Den Erick gak cerewet kalau soal makan. Qpa yang disiapkan itu juga yang di makan. " Ucap Bi Tini.


" Pantes aja waktu di apartemen apa yang Lala masak pasti di makannya. Lala kira hanya mau ngehargain masakan Lala. " Ucap Lala.


" Den Erick memang begitu, terus dia baik banget. Bibi kan sudah lama kerja disini. Dari Den Erick kecil." Ucap Bi Tini.


" Lama banget ya bi. Kalau gitu bibi liat dong gimana Mas Erick tumbuh??? " Tanya Lala.


" Iya Non. "


" Kalau gitu dulu Mas erick pernah bawa pacarnya kesini gak??? "


" Maaf non, bibi gak berani ngomong. Takut Den Erick marah. "


" Kenapa bi??? "


" hmmmm.... "


" cerita aja bi, saya gak bakal tersinggung kok dan Lala juga gak bakal ngadu ke Mas Erick. "


" Dulu pernah ada pacarnya Den Erick jaman Den Erick kuliah di luar negeri, mereka juga sudah mau nikah tapi pacarnya den erick malah gak hadir di hari pernikahannya. Itulah den erick jadi pendiam. Tapi semenjak kenal dengan Non Lala dia sudah bisa tersenyum lagi. "


" Emang kenapa dia gak hadir bi??? " tanya Lala penasaran


" Kalau itu bibi gak tahu non, tapi sekarang bibi senang liat den erick sudah nikah sama non Lala. "


" Kenapa bi?? " tanya


" Non Lala kan cantik sudah gitu baik lagi. Den Erick sayang banget sama Non Lala. "


" Bibi sok tahu nich... "


" Iya Non, Neng Erika kan sering cerita kalau Den Erick gak bisa jauh dari Non Lala. Bibi juga lihat waktu non mau nikah, den Erick uring uringan terus mau ketemu Non Lala. Tapi selalu di marah sama nyonya. Jadinya Den Erick lihat foto Non Lala yang ada di hapenya. "


" Masa sich bi??? "


" Iya non, kalau gak percaya tanya aja langsung sama Den Erick. " Ucap Bi Tini.


" Mana mau dia jawab bi. "


" Sudah non, masa lalu gak usah di bahas. Sekarang non panggil Den Erick. Sarapan sudah siap. "


Lala pun melangkah pergi meninggalkan dapur menuju ke kamarnya.


" Mas, sarapan nya sudah siap. " Ucap Lala.

__ADS_1


" hmmmm... "


" Mas turun duluan aja. aku mau siap siap dulu. " Ucap Lala.


Erick pun melangkah meniggalkan kamar menuju ruang kerjanya. dan lala bersiap siap karena akan berangkat ke kantor.


Suasana di meja makan begitu hening. Mereka hanya makan berdua di meja makan yang cukup besar. Selesai makan, Lala mengikuti Erick menuju mobil. Karena mulai hari ini dia akan berangkat kerja bersama.


Sampai di kantor eEick langsung menuju ruangannya begitu pun lala.


" Sita, Rizal ada di dalam??? " Tanya Erick pada sekretarisnya


" Ada pak, pak rizal sedang mempersiapkan bahan buat meeting pagi ini. " Jawab Sita.


Erick pun langsung masum keruangannya dan melihat rizal sedang fokus dengan berkas yang ada di depannya.


" Ehemmm... " Suara Erick mengagetkan Rizal.


" Rupanya pengantin baru. " Canda Rizal.


" Hentikan candaan mu itu. " Ucap Erick.


" Gimana rasanya menjadi pengantin baru??? menyenangkan??? " Tanya Rizal.


" Kau sudah tahu jawabannya, perlukah aku menjelaskan secara detail??? " Tanya Erick kembali.


" Tak perlu, ketika kau menjelaskannya secara detail bisa jadi aku akan langsung mengajak Sita pulang kerumah. " Ucap Rizal sambil tertawa.


" P**enjelasan apa yang kau harapkan. Bulan madu kami tak lebih dari dua orang yang terpaksa tinggal bersama. dan yang lebih parah lagi aku bertemu perempuan itu. " Gumamnya dalam hati.


" Apa yang kau pikirkan Rick??? " Tanya rizal membuyarkan lamunan Erick.


" Tak ada. " Jawab erick


" Suruh sita menghubungi Lala untuk ikut meeting pagi ini. " ucap


" Apaaaa. Lala masih bekerja disini??? "


" Iya, dia tidak mendengarkan aku. Dia masih ingin bekerja. "


" Okey. Tapi aku bingung memanggilnya apa. Apakah aku harus memanggilnya nyonya presdir??? " Tanya Rizal tertawa.


" Hentikan candaanmu itu. Panggillah dia seperti biasa kau memanggilnya. Lagian dia tetap bawahanmu. " Ucap Erick.


" Baiklah. Aku keluar sebentar. Sebaiknya kamu bersiap. " Ucap Rizal sebelum meninggalkan ruangan Erick.


Sesampai di luar Rizal menyuruh Sita menghubungi Lala untuk menuju ke ruang meeting.


□□□□□□


Lala memasuki ruangannya disambut oleh Rina dan Tyas.


" Mba Lala.... " Teriak Tyas dan Rina sambil berlari memeluk Lala.


" Kalian berdua apaan sich. Kayak setahun aja gak ketemu. " Ucap Lala.


" Kami kan kangen sama Mba Lala. " Ucap Tyas.


" Iya, Mba Lala gak peka nich. Hampir satu bulan kita gak dengar omelan Mba Lala. " Ucap Rina menimpali.

__ADS_1


" Jadi kalian pengen kena omelan lagi??? " Tanya Lala.


" Gak juga sich. " Ucap Tyas.


" Mba gimana bulan madunya??? Dengar dengar bulan madunya di Pulau Jeju ya??? " Tanya Rina penasaran.


" Kalian nich ya, kalau gosip nomor satu. " Ucap Lala.


" Disana bagus ya mba??? Jadi pengen kesana juga sama suami ku nanti. " Ucap Tyas.


" Cari pacar dulu, baru suami. " Ucap Vivi yang baru saja datang dari toilet.


" Sirik aja sich kamu Vi. " Icap Tyas.


" Tak kirain Mba Lala berenti kerja." Ucap Vivi.


" Maunya Mas Erick sich aku berenti, tapi aku nanti bisa bosan kalau di rumah terus. Kadi ku paksa saja suamiku biar dia izinin kerja. " Ucap Lala sambil tersenyum.


" Duh senyumnya pengantin baru, ceria banget sich. " Ucap Rina.


" Dan panggilannya sudah naik kelas, jadi suami. " Canda tyas dan membuat mereka tertawa sehingga para pegawai lain menatap mereka.


" Awas kalian ya, batal bagi bagi oleh - oleh. " Canda Lala.


" Mana bisa mba, kalau sudah niat kasih harus di laksanakan. Mana bagianku??? " Tanya Tyas.


Lala pun menyerah tiga buah paper bag pada Tyas, Rina dan Vivi. Hanya mereka yang dibelikan Lala oleh oleh, mengingat mereka bertiga memang dekat di kantor.


" Makasih ya mba. Sering sering aja. " Ucap Tyas.


" Makasih banyak mba. Aku suka. " Ucap Rina.


" Makasih mba Lala " Ucap Vivi.


" Iya, sama sama. " Ucap Lala.


" Oh ya, hampir lupa. Mba Sita telpon , Mba Lala disuruh ke ruang meeting pagi ini. " Ucap Vivi.


" Sekarang??? " Tanya Lala.


" Iya mba. " Jawab Vivi.


" Kalau gitu mba kesana dulu ya. Kalian lanjutkan kerja kalian jangan bergosip terus. " Ucap Lala.


" Iya Ibu Presdir. " Ucap Tyas dan Rina bersamaan.


Dan Lala langsung menuju ke ruang meeting. Disana sudah ada beberapa karyawan. Tinggal menunggu Erick dan Asistennya juga Sekretarisnya.


Hampir dua jam mereka meeting. Akhirnya selesai juga. Menjelang makan siang lala mengirim pesan pada suaminya.


Lala


Mas aku mau makan siang bareng Riana.


Lama Lala menunggu baru Erick membalasnya


Erick


Y

__ADS_1


" Hanya gini doang balasannya, udah lama dibalas hanya ini. Kukira dia mau menawarkan diri buat makan siang bareng. Huffftttt " Gumam Lala dalam hati.


Menjelang makan siang Lala meninggalkan kantor menuju cafe tempat dia janjian dengan Riana. Lala sudah menelpon Riana untuk bertemu saat makan siang.


__ADS_2