
Sebenarnya Lala tidak ingin keluar rumah hari ini. Tapi Riana memaksanya dan atas saran Mamah Riana agar dia tidak stres akhirnya Lala beranjak juga dari kamarnya. Dan sekarang dua orang ibu hamil ini tengah berada diantara hiruk pikuk suasana Mall terbesar di Ibu Kota.
Sebelum meninggalkan rumah, Riana sudah memberitahu Erick bahwa dia akan mengajak Lala keluar buat jalan - jalan dan Erick mengizinkan itu. Putar - putar melihat keadaan Mall yang selalu ramai akan pengunjung, ya walaupun bukan akhir pekan tetap saja ada orang yang memenuhi Mall.
Lelah berkeliling, Lala dan Riana beristirahat di salah satu Cafe yang ada di sana.
" La, minum apa?? " Tanya Riana yang sibuk membolak - balik menu yang ada di depannya.
" Aku mau jus Alpukat Na. " Jawab Lala.
" Gak ada yang lain??? "
" Kentang goreng dan juga es krim. Yang Vanilla mix Coklat. "
" Yakin lu mau habiskan semuanya??? "
" Kan kita bisa makan berdua. Ambil yang jumbo ya. "
Riana yang mendengar ucapan Lala hanya bisa geleng - geleng kepala karena Riana yakin Lala gak bisa menghabiskan semuanya, tapi karena ini permintaan bumil mau tidak mau Riana mengikutinya.
" Banyak banget belanjaan mu Na, yakin tu baju bakal ke pake semua??? " Tanya Lala sambil menatap beberapa kantong belanjaan di samping Riana.
" Tenang aja La, kalau gak ke pake bisa gue sumbangin sama yang ngebutuhin. Atau kalau lu mau ambil juga gak papa kok. "
" Baju ku aja yang di rumah hak ke pake semua, eh kamu malah mau nambahin. "
" Ya udah kalau gak mau. "
Pesanan datang di sela - sela obrolan mereka. Dua gelas jus alpukat, Seporsi kentang goreng dan seporsi es krim vanilla mix coklat yang juga ukuran jumbo.
" Hmmm sepertinya nikmat banget nich es krim. " Ucap Lala ketika melihat es krim yang ada di depannya.
" Habiskan La. "
" Tenang aja Na. " Ucap Lala sambil menikmati es krim sambil di selingi kentang goreng.
" Apa rasanya La kentang goreng di makan sama es krim. " Ucap Riana yang melihat Lala yang lahap menyantapnya.
" Enak tau Na, coba aja. "
" Gak mau ah, entar perut gua sakit. "
" Ya udah kalau gak mau. "
Sambil menikmati makanan mereka tetap mengobrol santai da akhirnya seporsi kentang dan setengah porsi es krim habis di lahap Lala.
" Lu lapar apa doyan La??? " Tanya Riana yang melihat makanan di depannya yang kosong.
" Aku tadi lapar Na, sekarang perut ku kenyanh banget Na. Kayaknya aku kebanyakan makan nich. "
" Gak lu ngomong, gue juga tahu. Porsi makan lu gak sebanyak ini La. Perut lu baik - baik aja kan??? "
__ADS_1
" Iya Na, kamu tenang aja. Tapi sekarang gue mau ke toilet dulu, kebelet pipis. "
" Pergi gih sana, nanti kalau lu sudah dari toilet kita pulang ke rumah. "
Di toilet Lala baru selesai buang air dan ketika dia akan keluar dari toilet, langkahnya terhenti mendengar suara seseorang yang sedang mencuci tangan sambil menerima telepon.
" Lu tenang aja sayang, selangkah lagi gua akan berhasil. Erick itu lelaki yang mudah sekali untuk di goda. " Ucap wanita itu dan Lala sangat mengenali suaranya yang tak lain adalah Clara.
" ........ "
" Tak usah memikirkan istrinya, sekarang dia sudah meninggalkan rumah. Dia wanita yang mudah di perdaya. "
" .......... "
" Lu tenang aja. Lu tinggal diam dan duduk manis. Setelah gue mendapatkan uang dari Erick, gue akan segera kembali ke Brazil. "
" .......... "
" Jaga anak kita, jangan sampai dia drop lagi. Aku akan segera kembali. I miss you . Love you. "
Ketika Clara memutuskan panggilannya, di saat itu pula Lala keluar dari toilet tempat dia bersembunyi.
" Jadi ini semua rencana busukmu untuk memisahkan aku dengan Mas Erick??? " Teriak Lala yang membuat Clara kaget.
" Sejak kapan kau di sana??? " Tanya Clara yang masih terkejut.
" Aku mendengar semuanya Ra. Tidak ku sangka kau begitu licik. "
" Oh ya, terserah kamu mau bicara apa. Sebentar lagi Erick akan menjadi milikku. "
" Sialan kau La, berani - beraninya kau menyebutku ******. " Ucap Clara sambil mendorong kuat tubuh Lala sehingga dia terjatuh dan terduduk.
Lala yang terjatuh, meringis kesakitan sambil memegang perutnya dan itu membuat Clara sedikit panik.
" Ra, tolong aku. " Pinta Lala.
Clara yang melihat Lala mulai panik, tapi karena ketakutan dia pun berlari menjauhi Lala. Keluar dari toilet dia berpapasan dengan Riana yang akan memasuki toilet. Riana sengaja menyusul Lala ke toilet karena khawatir, dia takut terjadi sesuatu karena Lala terlalu lama di toilet.
" Lala, lu kenapa??? " Teriak Riana yang melihat Lala terduduk di dekat pintu toilet.
" Na perut gue sakit. " Ucap Lala yang mulai melemah sambil memegang perutnya.
Riana yang panik, berlari keluar meminta bantuan. dan para pengunjung pun berdatangan memberikan bantuan.
Riana bolak - balik di depan pintu menanti dokter yang sedang memeriksa Lala. Tak lama Erick, Arga dan juga orang tua Riana datang.
" Ada apa sebenarnya ini Na??? " Tanya Erick yang khawatir.
" Riana gak tahu bang, Tadi setelah kami belanja kami singgah ke kafe makan. Setelah makan Lala bilang mau ke toilet, karena Lala lama jadi Riana susul dia. Tapi sampai di toilet Riana sudah melihat Lala terduduk di depan pintu. " Ucap Riana yang mulai terisak, dia takut terjadi sesuatu pada Lala dan juga kandungannya.
" Sudah sayang, Lala pasti baik - baik aja. " Ucap Mamahnya sambil memeluk Riana yang masih menangis.
__ADS_1
Tak lama dokter keluar dari ruangan.
" Bagaimana keadaan istri saya dok??? " Tanya Erick.
" Tenang saja Pak Erick. Istri anda baik - baik saja. Untung saja dia segera di bawa ke rumah sakit. "
" Terus bagaimana dengan kandungannya??? " Tanya Riana yang masih menangis.
" Alhamdulillah, kandungannya baik - baik saja. " Mendengar ucapan Dokter, membuat semua tersenyum lega.
" Pasien akan segera di pindahkan ke ruang perawatan, jadi kalian bisa menemui pasiem disana. Tapi jangan lama ya, karena pasien harus istirahat. "
" Baik Dok. Terima kasih banyak. " Ucap Erick.
Di dalam ruang perawatan, Lala masih tertidur. Erick dan juga keluarga Riana masih berada di sana. Mereka belum meninggalkan Rumah Sakit, mereka masih ingin menunggu Lala sadar untuk memastikan bahwa dia baik - baik saja.
Selang beberapa lama akhirnya Lala sadar. Erick yang melihat Lala membuka matanya, tersenyum bahagia.
" Kamu sudah sadar sayang???? " Tanya Erick
Lala yang melihat wajah suaminya langsung menangis memeluk suaminya.
" Mas, maafin Lala. " Ucapnya yang masih terisak.
" Kamu gak salah sayang. Itu semua memang kebodohanku. " Ucap Erick sambil memeluk istrinya untuk menenangkannya.
" Berhenti menangis, jangan membuat anak kita bersedih. " Ucapnya lagi.
" Mas, dia baik - baik saja kan??? " Sambil memegang perutnya.
" Aku takut terjadi sesuatu karena Clara mendorong ku terlalu kuat. " Ucap nya Lagi.
" Apa Clara???? " Teriak Erick yang kaget dan Lala hanya mengangguk mengiyakan.
" Jadi semua karena Clara La???? " Tanya Riana dan dia mulai mengingat pertemuannya dengan Clara du depan pintu toilet.
" Pantas saja dia keluar toilet tergesa - gesa. Rupanya ini semua perbuatannya. " Ucap Riana geram.
" Kamu harus membayar semua ini Ra. Kamu hampir mencelakai anakku. " Ucap Erick pelan tapi masih bisa di dengar oleh Lala.
Erick beranjak dari tempatnya
" Mas, mau kemana??? " Suara Lala dan tangannya menghentikan langkah Erick.
" Kamu tenang aja La dan tetap diam disini. "
" Mas, jangan melakukan hal bodoh. Sepertinya Clara kembali ingin meminta bantuanmu, dia sedang menghadapi masalah besar. Tapi aku tak tahu apa itu. "
" Apa maksudmu La??? " Tanya Riana.
" Aku tak tahu Na, tapi aku mendengar dia berbicara dengan seseorang yang mungkin suaminya. Dia mengatakan jangan sampai anaknya drop lagi. "
__ADS_1
" Kamu gak usah pikirkan masalah Clara, srerahkan semua sama Mas. Okey??? " Tanya Erick dan akhirnya di jawab anggukan oleh Lala.
Erick meninggalkan Lala setelah menitipkan Lala pada Riana dan Mamahnya. Arga dan Papah nya sudah kembali ke kantor karena masih ada kerjaan. Dan sekarang Erick akan menyelidiki sesuatu dan membuat perhitungan.