
Waktu menunjukkkan pukul tujuh malam dan bi Surti sudah memberitahu majikannya bahwa makan malam sudah siap. Papah dan Mamah Riana sudah berada di meka makan menunggu anak dan juga menantunya. Tak menunggu lama akhirnya Arga dan Riana turun juga untuk menyantap hidangan makan malamnya.
" Lala mana Na??? " Tanya Mamahnya
" Dia belum turun mah??? " Tanya Riana dan Mamahnya menjawab dengan menggeleng kepalanya.
" Kalau gitu Riana ke atas panggil Lala dulu ya. " Ucap Riana lagi sambil melangkahkan kakinya menuju anak tangga rumahnya.
Depan pintu kamar Lala, Riana berhenti sejenak mendengar suara yang ada di dalam kamar, tapi tak ada suara sedikit pun terdengar.
Tok Tok
" La, gue masuk ya. " Ucap Riana yang masih berdiri di depan pintu.
" Masuk aja Na. "
Mendengar ijin dari Lala, Riana pun meraih handle pintu lalu membukanya.
" Baru selesai salat La??? " Tanya Riana yang melihat Lala melipat sajadah dan mukenahnya.
" Iya Na, ada apa??? "
" Papah, Mamah dan Arga sudah nunggu di meja makan. Kita turun ya buat makan malam. "
" Aku gak lapar Na. Kalian makan aja tanpa aku. "
" Gak bisa gitu dong Na, lu harus makan. Janin di dalam perutmu butuh asupan gizi. Lu gak mau kan anak lu kenapa - kenapa?? "
Lala hanya diam mendengar perkataan Riana, semua ada benarnya. Dia gak boleh egois dan menyiksa calon anaknya.
" Iya dech, aku makan. " Ucap Lala akhirnya.
" Kalau gitu kita turun sekarang ya. " Ucap Riana dan dijawab anggukan oleh Lala.
Mereka pun turun bersama menuju meja makan.
" Kok lama sayang??? " Tanya Arga ketika Riana muncul di meja makan.
" Lala baru selesai salat. " Jawab Riana memberi alasan.
" Duduk disini sayang dekat Tante. " Ucap Mamah Riana menunjuk kursi di samping tempat duduknya.
Lala pun mengikuti perintah Tante Indah dan duduk manis di dekatnya, dan mereka pun memulai makan malamnya dengan santai.
" Makan yang banyak La, biar kamu dan anakmu sehat. " Ucap Om Haris pada Lala.
" Iya Om, makasih. "
" Riana gak di suruh makan yang banyak pah??? " Tanya Riana manja.
" Kalau kamu Na biar gak di suruh makan banyak tetap juga banyak makan. " Ucap Mamahnya dan membuat yang lain tertawa.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam, Papah dan Arga sudah meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga. Sebenarnya Lala hendak membantu membereskan meja makan tapi di larang oleh mamahnya Riana.
" Udah La, biar bibi aja. Kamu istirahat aja dulu. " Ucap Mamahnya Riana.
" Iya Tante, kalau gitu Lala ke kamar dulu ya. " Pamit Lala.
Riana dan Mamahnya menuju ke ruang keluarga untuk bergabung dengan Arga dan Papahnya.
" Gimana Lala??? " Tanya Papahnya.
" Riana belum ngebahas masalah Lala sama dia Pa, Riana bingung harus mulai dari mana. Terus Bang Erick gak berhenti nelpon Riana nanya soal istrinya. Kayaknya sekarang Riana alih profesi dari pekerja kantoran yang di pecat Papah jadi mak comblang. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Kamu Na gak bisa di ajak serius. Kamu harus bantu mereka. Kamu gak liat mata Lala yang sembab. " Ucap Mamahnya.
" Iya Mah, Riana pasti bantu nyelesain masalah Lala dan Bang Erick. Kalau gitu Riana ke kamar Lala dulu ya, Mamah mau ikut??? "
" Kamu duluan aja, Mamah mau buatin Papah kamu kopi dulu. " Ucap Mamahnya.
" Kamu juga mau Mamah buatin Ga??? " Tanya nya pada menantunya.
" Gak usah Mah, Arga mau ke kamar juga. " Jawab Arga
Dalam kamar Lala melamun sendiri di depan jendela sehingga tak menyadari kehadiran Riana yang sudah berdiri di belakangnya.
" La.... " Panggil Riana yang membuyarkan lamunan Lala.
" Eh kamu Na, ngagetin aja. "
" Sorry Na. Ada apa??? "
" La, kita bicara sebentar ya. " Ucap Riana sambil menarik tangan Lala untuk duduk di tepi ranjang.
" Lu sudah tenang sekarang??? "
" Aku gak tahu Na. Aku sangat marah, tapi aku juga merindukan Mas Erick. "
" La, lu dengarkan omongan gue ya. Kita semua punya masa lalu, baik dan juga buruk. semua dari kita saja bagaimana menanggapinya. Sama seperti kamu, bang Erick juga punya masa lalu yang buruk yang ingin dia lupain. Jadi aku mohon sama kamu untuk bisa memaafkannya. "
" Aku tahu aku egois Na. Dia bisa menerima aku sekarang, tapi aku gak tahu kenapa aku gak bisa menerima ketika aku melihat semua foto mesranya bersama Clara. " Ucap Lala sambil terisak.
" Mungkin karena cinta dan rasa cemburu mu yang begitu besar kepadanya La. " Ucap Mamah Riana yang sudah berdiri di depan pintu kamar Lala.
" Tante... "
" Mamah... "
" Kok kalian segitu kagetnya melihat Mamah "
" Mamah dari tadi disitu??? "
" Gak, Mamah baru datang waktu Lala mengatakan merindukan Erick. "
__ADS_1
" Oh sukurlah " Ucap Riana.
" Kenapa Na??? "
" Gak papa Mah. "
" La, dengarin tante ya. " Ucap Indah sambil duduk di samping Lala
" Semua orang pasti punya masa lalu. Kalau kau memang mencintai Erick terima dia dengan segala kesalahannya di masa lalu. Tanya hatimu, apa yang diinginkannya. Kamu jangan mau kalah dengan perempuan diluar sana yang menggoda suamimu. Ingat La, Erick itu lelaki matang dengan ketampanan dan kekayaan yang luar biasa. Banyak para pelakor yang menguncarnya, termasuk mantan tunangannya Clara. " Ucapnya lagi mengingatkan Lala.
" Lala tahu tan, biarkan Lala berpikir untuk malam ini. "
" Baiklah, lebih baik kau beristirahat. Dan kau Na biarkan Lala sendiri malam ini. Jangan mengganggunya. " Ucap Mamahnya memberi peringatan.
" Iya Mah, Riana juga mau ke kamar ketemu Arga. Lu istirahat ya, besok kita ngemall. " Ucap Riana sebelum melangkah pergi meninggalkan kamar Lala.
" Tante... "
" Iya sayang. "
" Makasih banyak. "
" Iya, sekarang kamu istirahat ya. " Ucap Indah sambil menutup kembali pintu kamar Lala.
□□□□□□
Pagi hari ketika sibuk membantu Mamahnya dan Bu Surti menyiapkan sarapan, ponsel Riana kembali berdering. Riana sudah bisa menebak siapa yang menelponnya pagi begini. Siapa lagi kalau bukan Bang Erick.
" Ya Bang " Sapa Riana.
" Kamu ngapain Na, abang gak ganggu kan??? " Tanya Erick hati - hati.
" Riana lagi siapin sarapan Bang dan Lala masih di kamarnya. "
" Dia baik - baik aja kan?? "
" Abangku sayang, istri abang sekarang baik- baik aja. Jadi abang gak usah khawatir, dan nanti agak siangan dikit Riana sama Lala mau ke Mall. " Ucap Riana menjelaskan.
" Emang Lala mau??? "
" Riana akan paksa dia, biar gak stres mikirin suaminya yang digoda sama pelakor. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Okey ,tapi kalian sesama ibu hamil harus hati - hati. Dan kapan Lala akan pulang ke rumah??? "
" Saabr bang, biarkan Lala disini dulu. Dia belum memutuskan kapan dia akan pulang. "
" Tapi aku sudah merindukannya Na. "
" Sebagai suami yang baik, Bang Erick harus bersabar. Sudah dulu ya, Riana mau manggil Arga dan Lala buat sarapan. "
" Baiklah, lanjutkan kerjamu dan maaf abang sudah mengganggumu pagi ini. "
__ADS_1
" Tak masalah Bang. " Ucap Riana sebelum mengakhiri panggilannya.