
Seharusnya ini menjadi moment berharga bagi pasangan pengantin baru. Bangun tidur disamping orang yang dicintai, mandi bersama, sarapan pagi bersama sambil bercanda berdua. Semua itu yang seharusnya Lala dan Erick rasakan, tapi pada kenyataan semua berbanding terbalik.
Senyum pagi yang seharusnya selalu mengembang di wajah cantik Lala, hilang bersama suara bentakan Erick padanya. Sarapan pagi yang seharusnya diselingi canda tawa terasa seperti di kuburan. Tiada kata manis yang keluar dari mulut Erick, dan Lala pun gak mungkin memulai pembicaraan karena dia tahu akan berakhir dengan keributan.
Suami yang diharapkan akan menjadi imam terbaik yang akan membawanya kepada kebahagiaan sepertinya akan menjadi angan angan Lala. Semua impian itu telah hilang entah kemana.
" *Y*ang penting semua bahagia dengan pernikahan ini. Itu sudah cukup buatku. Aku harus kuat menghadapi ini. Aku pasti bisa bertahan. Semua pasti akan kembali seperti sedia kala. Aku yakin itu. " Kata - kata Lala yang selalu diucapkan dalam hatinya ketika dia mulai rapuh.
" Setelah makan bereskan semua barangmu, kita akan pulang ke rumah utama. " Ucap Erick sebelum meninggalkan meja makan.
" Tapi makanan mas kan belum habis. Habiskan dulu Mas " Ucap Lala yang hanya di balas tatapan dingin dari Erick.
" *B*isa gak sich kamu lembut sedikit Mas???? Aku rindu kamu yang dulu Mas. " Gumam Lala dalam hati sambil menahan air matanya yang akan mengalir.
" *K*umohon, please jangan mengalir tanpa izinku. " Gumamnya lagi sambil menahan air matanya yang siap mengalir kapanpun.
Setelah sarapan pagi Lala pun langsung bersiap siap menuju ke rumah utama. Rumah tempat suaminya dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya.
" *A*pa yang harus aku lakukan nanti disana??? Apa Mas Erick akan tetap bersikap dingin seperti sekarang???? " Pertanyaan itu selalu keluar dalam benaknya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah utama hanya ada keheningan. Perjalanan yang ditempuh dalam satu jam terasa seperti 24 jam. Keheningan menjadi hal yang lumrah terjadi saat ini. Tiada lagi genggaman tangan yang mesra dan obrolan penuh cinta ketika mereka bersama di dalam mobil seperti dulu, sekarang yang terjadi adalah dua orang asing berada dalam satu mobil.
Sampai di depan rumah, setelah memarkirkan mobilnya Erick langsung turun dan menuju ke dalam rumah meninggalkan Lala yang masih termenung.
" Bang Erick kok sudah nongol disini??? " Tanya Erika yang berpapasan dengan Erick di ruang tamu.
Mamahnya yang sedang berada di ruang makan mendengar nama anak sulungnya langsung beranjak dari tempat duduknya menyambut anaknya.
" Erick, kamu sudah pulang???? Lala mana???? " Tanya mamahnya.
" Masih di depan Ma. " Jawab Erick.
" Kok ditinggal sich, kamu sudah makan??? " Tanya Mamanya lagi.
" Erick sudah sarapan mah tadi di hotel sebelum Erick kesini. Erick ke kamar dulu ya mah, mau istirahat. " Ucapnya sebelum melangkah pergi menuju kamarnya.
Mamahnya hanya geleng - geleng melihat kelakuan anak sulungnya itu.
Sebelum masuk ke dalam rumah Lala memperbaiki riasan wajahnya. Dia tidak ingin semua orang di dalam rumah mengetahui apa yang terjadi saat ini. Setelah dia yakin tidak ada lagi air mata di pelupuk matanya dia pun melangkah ke dalam rumah menemui mertua dan juga adik iparnya.
__ADS_1
" Assalamualaikum Mah " Sapa Lala ketika memasuki rumah Erick.
" Waalaikum salam sayang. Kok kamu sudah pulang sich sayang??? " Tanya Mamahnya.
" Mas Erick sudah mau pulang mah, dia lebih nyaman kalau ada dirumah mah. " Jawab Lala memberi alasan.
" Kamu sudah makan sayang??? " Tanya Mamahnya lagi.
" Sudah Mah, tadi sebelum tinggalin hotel Lala sama Mas Erick sarapan dulu. " Jawabnya.
" La gimana semalam, sukses gak??? " Tanya Erika diselingi tawa.
" Eika, kamu tuch ya kerjanya ganggu kakak iparmu. Dan juga jangan selalu memanggil istri abang mu dengan sebutan Lala, panggil dia Kakak. " Ucap Mamahnya memperingatkan kelakuan anak bungsunya yang selalu bercanda.
" Iya mah, Erika minta maaf. " Ucap Erika sambil memanyunkan bibirnya
" Gak papa mah, Lala dan Erika kan berteman. Jadi gak papa kan kalau dia memanggil lala begitu. " Ucap Lala yang membela Erika.
" Gak boleh, dia harus belajar menghormati kakak iparnya. " Ucap Mamahnya lagi yang sudah tidak boleh dibantah baik Erika maupun Lala.
" Iya mah, Erika tahu. Erika mau berangkat kerja dulu. nanti telat kalau Erika tinggal meladeni mamah dan kakak ipar. " Pamit Erika lalu beranjak meninggalkan rumah menuju rumah sakit
" Sebaiknya kamu istirahat di kamar sekalian menemani Erick La. Daripada menemani mamah makan disini. " ucap mamahnya
" Gak papa mah, sebentar lagi Lala akan menyusul Mas Erick ke kamar. Sekarang biar lala temanin mamah makan dulu. " Ucap Lala.
" m
Makasih ya sayang. " Ucap mertuanya sambil menggenggam tangan Lala.
" Makasih buat apa Ma???? " Tanya Lala bingung.
" Buat semuanya sayang. Terima kasih karena telah mengembalikan senyum Erick lagi. Terima kasih karena kamu mau menjadi pendamping hidup Erick. terima kasih La. " Icap Mamahnya sedih.
" *T*api sekarang Lala sudah membuat Mas Erick sedih lagi mah. Lala gak tau apa masih bisa mengembalikan senyum itu. " Ucapnya dalam hati
" Gak perlu ucapin itu mah, Lala yang seharusnya berterima kasih karena Mamah dan Erika sudah menerima Lala di rumah ini. Lala bahagia mah dengan pernikahan ini. " ucap lala.
" Semoga kebahagiaan itu selalu menyertai kalian berdua. " Ucap Mamahnya.
__ADS_1
" Amin Ma. " Ucap Lala lagi.
" Jadi kapan kalian akan berangkat bulan madu??? " Tanya Mamahnya.
" Minggu depan mah, kita akan berangkat bersama ke Korea. " Ucap Erick yang muncul ke meja makan dengan menggunakan jas seperti biasa ketika akan berangkat ke kantor.
" Mas Erick mau berangkat ke kantor??? " Tanya Lala.
" Iya " Jawab Erick singkat.
" Kok kamu sudah kerja Rick ???? Lebih baik kamu istirahat di rumah, nikmati lah masa masa pengantin baru mu nak. " Ucap Mamahnya.
" Mah banyak pekerjaan yang harus Erick selesaikan sebelum berangkat berbulan madu. Erick harus membereskan semuanya biar kita bisa berangkat bersama. " ucapnya.
" Maksud kamu apa??? " Tanya Mamahnya lagi.
" Kita akan berangkat ke Korea bersama. Setelah di sana Erick dan Lala akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Jeju. " Ucap Erick.
" Baiklah kalah begitu. " Ucap Mamahnya Akhirnya
" Kalau begitu Lala akan siap siap juga mas. Bisa Mas Erick tunggu Lala??? " Tanya Lala sangat berhati hati.
" Lebih baik kau tinggal di rumah menunggu perjalanan kita. Nanti setelah dari bulan madu baru kita akan bahas kamu kembali bekerja atau tidak. " Jawab Erick.
" Baiklah Mas " Ucap Lala pasrah.
Erick pun berpamitan pada mamahnya lalu melangkah meninggalkan meja makan di ikuti lala di belakangnya.
" Hati - hati mas. " Ucap Lala sambil mencium punggung tangan suaminya.
" Perhatikan sikapmu ketika bersama Mamah. " Ucap Erick memperingatkan l Lala.
" Aku tahu cara menempatkan diri mas, mas gak usah khawatirkan itu. Aku bukan seorang pengadu. " Ucap Lala.
" Apa juga yang akan kau adukan ke mamahku??? Kau akan mengatakan semua sikap kasarku terhadapmu ??? Silahkan biar terkuak semua kelakuan kotormu. " Ucap Erick setengah berbisik karena takut mamahnya akan mendengar pertengkarannya dengan Lala.
" Cukup Mas. " Ucap Lala di barengi air mata yang mengalir di pelupuk matanya.
" Mas juga gak mau membahas ini. Lebih baik kau jaga sikapmu di depan suamimu. " Ucap Erick sebelum masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya keras.
__ADS_1
Membuat Lala terkejut mendengar suara bantingan pintu. Lala hanya terpaku di tempatnya melihat kepergian mobil suaminya.