
PLAAKKK!!!!
Tamparan telak di pipi Sherly membuat dia terdiam beberapa saat.
" Sialan lu La, beraninya lu tampar gue. " Ucap Sherly sambil memegang pipinya yang terasa panas.
" Lu memang pantas dapatin itu Ly..." Ucap Riana yang gak kalah emosi.
" Lu ga papa kan Ly???? " Tanya Naya pada Sherly.
" Keterlaluan banget sich lu La... " Ucap Lisa pada Lala.
" Yang keterlaluan itu Sherly, ga bisa jaga ucapannya." Bela riana.
" itulah yang dinamakan karma. Mulutmu harimaumu. " Ucap Riana lagi.
" Na gue gak ada urusan sama lu. Jadi bisa gak sich lu diam aja. " Ucap Sherly yang kesal pada Riana.
Riana semakin kesal karena Sherly selalu menunjuk - nunjuk kearahnya dan juga Lala. Sebenarnya Riana sudah ingin menjambak rambutnya Sherly biar dia jatuh ke tanah. Tapi tangannya sudah di tahan oleh Lala.
" Jangan bikin kotor tanganmu Na untuk hal yang tidak penting. " Ucap Lala pada Riana sambil memegang tangan Riana.
Sebenarnya Lala hendak meninggalkan Sherly dan gank nya, dia malas mendengar ocehan Sherly yang gak berarti. Lagian Lala juga sudah menghadiahkan tamparan panas di wajah Sherly. Tapi Sherly malah menarik rambut Lala sehingga mau tidak mau Lala pun menghentikan langkahnya.
" Apa sich maumu Ly ??? " Tanya Lala sambil berusaha melepaskan rambutnya dari tangan Sherly, dengan susah payah akhirnya lepas juga.
" Gue belum selesai ngomong ******.... " Ucap Sherly yang masih saja emosi.
" Tapi aku gak ada yang ingin ku omongin. " Ucap Lala yang berusaha menahan emosinya.
Pertengkaran mulut masih terjadi tanpa mereka sadari Yoga, Arga, Aan dan Thio ikut menonton yang entah darimana munculnya.
" Ini peringatan pertama dan terakhir buat lu La. " ucap sherly sambil menunjuk kearah Lala.
" Jauhi Yoga karena dia milik gue, dia gak pantas buat cewek miskin kayak lu. " Ucapnya lagi yang masih tersulut emosi.
" Jaga mulut lu Ly...." bentak riana.
" Lu pikir Yoga barang. " Ucap Riana lagi yang gak kalah emosi.
" Gue gak da urusan sama lu Na. " Balas Sherly yang masih emosi sambil menunjuk ke arah Riana.
" Cukup Ly. " Ucap Lala yang berusaha untuk tenang.
Arga sudah siap melerai mereka, takut terjadi apa apa pada Riana dan Lala. Tapi tangannya di tahan sama Thio.
" Lepasin ...." Ucapnya.
" Gak usah ikut campur, itu urusan wanita..." Balas Thio.
__ADS_1
" Tapi bisa aja dia nyakitin Riana sama Lala..."
" Gak mungkin, liat aja dulu. Lagian yang sudah kena gampar duluan kan Sherly. Kita jadi penonton aja dulu. " Ucap Thio.
Akhirnya Arga ngalah, lalu melirik ke arah Yoga yang hanya diam melihat kejadian itu.
" Ingat peringatan gue itu La...." Ancam Sherly lagi sambil tetap menunjuk ke arah Lala.
" Lu ga usah takut, aku juga ga da minat dengan lelaki yang bernama Yoga. Aku bisa mendapatkan yang lebih dari dia...." Ucap Lala dengan luapan emosinya.
Lain halnya dengan Yoga, hanya mengepal tangannya menahan emosi.
" Sombong kamu La...." Ucap Naya.
" Sok cantik..." Ucap Lisa.
" Dan itu kenyataan...." Balas Riana.
" Oh ya, kamu pikir kamu yang tercantik di kampus ini. Yoga sudah buta kali. " Ucap Sherly masih penuh emosi.
" Aku ga mau ngebahas ini sama kamu, kalau kamu mau ambil dia, silahkan!!! Aku ga punya perasaan apa apa buat anak manja itu. " Ucap Lala.
" Jaga ucapamu La. " Nentak Arga yang sudah muncul di belakang.
Disana juga berdiri Yoga, Thio dan Aan. Melihat wajah Yoga yang marah menahan emosinya Lala menjadi takut.
" Lu dengar sendiri kan Ga apa yang dikatakan Lala, dia itu ga pernah menganggap dirimu ada..." Ucap Sherly sambil mendekat ke Yoga.
" Jadi selama ini itu adalah penilaianmu terhadapku la???? Aku gak nyangka pikiran mu sepicik itu. " Ucap Yoga ke Lala.
" Bukan itu maksudku Ga. " Ucap Lala menjelaskan
sambil memegang tangan Yoga tapi dengan cepat menghempas tangan Lala.
" Aku kecewa sama kamu La...." Ucap Yoga lalu beranjak pergi meninggalkan mereka semua.
Tinggal Lala yang merasa tidak enak hati pada Yoga.
" Puas lu. " Ucap Sherly sebelum berlalu pergi bersama genknya.
□□□□□□●
Semenjak pertengkaran Lala dan Sherly, Yoga mulai menjauhi Lala. Yoga merasa kecewa berat dan yang pasti juga patah hati. Dia gak nyangka bahwa Lala akan menolaknya secara terang terangan di hadapan banyak orang. Rasa sakit yang di berikan olehnya sangat dalam di rasakan Yoga. Walaupun dia masih berharap ada secercah harapan untuknya dan Lala agar bisa bersama.
Sudah satu minggu Lala tidak melihat Yoga, dan Yoga juga tak pernah menampakkan batang hidungnya di depan Lala. Dan itu semua membuat Lala semakin bersalah pada Yoga.
Ada yang hilang di dalam diri Lala, tapi dia tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi. Dia tahu pasti Yoga kecewa berat dan sangat marah atas semua ucapannya. Tapi semua sudah terlanjur keluar dari mulutnya. Lala terlalu terbawa emosi oleh semua ucapan Sherly, dan resiko yang harus di tanggungnya adalah bakal kehilangan satu teman baiknya dan Lala gak mau itu terjadi.
" Eh La.... " Suara Riana mengagetkan Lala yang asik melamun.
__ADS_1
" Eh kamu Na, bikin kaget aja. "
" Kamu kenapa??? Masih mikirin masalah yang lalu??? "
Lala hanya mengangguk dengan memasang wajah sedihnya.
" Yoga pasti kecewa banget sama aku, padahal aku gak bermaksud begitu. Aku hanya emosi karena Sherly mojokin aku terus. " Ucap Lala sedih.
" Iya, gue tahu. Kalau gue di posisi Yoga pasti akan marah juga. Jadi untuk sementara kita biarkan dulu Yoga menata perasaannya yang sudah hancur. " Ucap Riana untuk menenangkan sahabatnya itu.
" Memandang wajahnya aku gak berani na waktu dia datang. Aku takut banget Na. "
" Lu pikir gua gak takut??? tatapan matanya La, menyorotkan kemarahannya. Gue gak bisa ngebayangin saat itu La. "
" Gimana caranya aku minta maaf ya Na??? "
" Gue juga bingung mau jawab apa. "
" Atau sekarang aku temuin dia buat ucapin maaf.... " Belum selesai omongan Lala langsung di potong Riana.
" Terus lu langsung menerima pernyataan cinta dari Yoga. Pasti Yoga langsung luluh hatinya. " Goda Riana.
" Kau pikir aku gila Na, nanti orang pikir aku wanita penggoda. "
" Kan yoga suka sama lu La, jadi apa salahnya terima cinta dari dia. "
" Tapi aku belum mau pacaran, nanti aja ya tunggu aku lulus. Aku ingin menggapai cita cita ku Na. "
" Iya dech yang mau menggapai cita cita. "
" Kamu Na, bukannya ngebantuin cari solusi malah tambah masalah baru. " Ucap Lala yang mulai kesal.
" Iya dech, gue minta maaf. Lu tenang aja pokoknya nanti gue bakal bantuin lu kok. Jadi sekarang gak usah terlalu dipikirkan ya. " Ucap Riana dan hanya di jawab Lala dengan anggukan.
" Sekarang kita ke kantin dulu ya, gue udah lapar banget nich. " Ajak Riana.
" Aku gak laper Na. "
" Gue gak terima alasan. Badanmu makin kurus aja La. Jangan - jangan lu kepikiran Yoga terus. Lu gak jatuh cinta kan sama Yoga??? "
" Apaan sich, sembarang aja kalau ngomong. "
" Ayo, ngaku gak?? "
" Gak Na, suer. Aku gak punya perasaan apa apa sama Yoga. Hanya teman, gak lebih. "
" Iya dech. Gue percaya, tapi kita makan dulu ya. "
" Iya dech, aku ikut. "
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju kantin. Sepanjang jalan Lala hanya diam sambil memikirkan perkataan riana tadi.
" Apa benar aku sudah mulai suka sama Yoga ??? apa benar pintu hatiku mulai terbuka untuk seorang bernama Yoga??? " Tanya Lala pada diri sendiri.