Terus Mencintai

Terus Mencintai
mengungkit kenangan suram


__ADS_3

kurang dari satu bulan pernikahan akan terlaksana. semua persiapan hampir rampung. lala dan erick masih sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor. mereka harus menyelesaikan semua pekerjaan penting sebelum pernikahan mereka.


lala dan rekan rekannya sibuk di ruangannya, suasana sunyi hanya suara tuts komputer yang terdengar. semuanya sibuk dengan kerjaan masing masing. telepon berdering memecahkan kesunyian di ruangannya dan vivi pun mengangkatnya.


" mba lala di suruh ke ruangan pak erick sekarang. " ucal vivi pada lala


" sekarang??? " tanya lala di jawab anggukqn oleh vivi


lala pun bergegas menuju ke ruangan erick.


tok tok


" ya, masuk " ucap erick


lala pun masuk ke dalam, di dalam ada pak rizal dan mba sita.


" ada apa pak??? " tanya lala


" la, kamu pergi ke kantor pratama group ya. bertemu dengan pak yoga. dia sedang menunggumu disana. " ucap erick


" saya sendiri pak??? " tanya lala


" iya la, saya dan pak rizal ada meeting diluar. jadi selesaikan proyek mu dengan pratama group, kalau bisa sebelum pernikahan sudah rampung. sekalian kamu bawa undangan pernikahan kita, serahkan kepada pak yoga " ucap erick


" iya pak. saya segera ke sana. " ucap lala pasrah lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan erick


sebenarnya lala malas menginjakkan kaki ke kantor pratama group, dia malas bertemu langsung dengan yoga.


" aku selalu menghindar untuk bertemu, eh malah mas erick yang menyuruh kesana. kamu gimana sich mas ?????. " ucap lala dalam hati


sampai diruangan lala langsung mengambil berkas dan kunci mobil lalu siap pergi lagi


" mba lala mau kemana ??? " tanya rita


" aku ke kantor pratama group dulu ya. pak erick menyuruhku kesana. " jawabnya


" iya mba " ucap rita


" vivi mana??? " tanya lala


" dia ke toilet mba " jawab tyas


" sampaikan pada vivi menghandle kerjaan saya dulu. saya gak akan lama kok disana. " ucap lala sebelum beranjak pergi meninggalkan kantornya


di perjalanan menuju kantor yoga lala mengomel sendiri.


" seandainya aku jujur sama mas erick apa dia akan membiarkanku dekat dengan yoga " tanyanya dalam hati


sampai di kantor pratama group dia langsung memarkirkan mobilnya dan lanhsung menuju lobi


" siang mba, ada yang bisa saya bantu??? " tanya receptionist kepada lala


" saya ingin bertemu dengan pak yoga pratama. " jawab lala


" sudah ada janji temu mba??? " tanyanya lagi


" iya, saya yolanda perwakilan dari sanjaya advertising . " jawabnya


" sebentar ya mba " ucap nya lalu menghubungi seseorang

__ADS_1


" ada mba yolanda dari sanjaya advertising ingin bertemu pak yoga. "


" ...... "


" iya, baik mba "


" mba lala silahkan langsung menuju ke ruangan pak yoga. beliau sudah menunggu " ucapnya pada lala


" terima kasih ya. " ucap lala sebelum meninggalkan meja receptionist


sampai di depan ruangan yoga, lala berhenti di meja sekretarisnya


" siang mba " sapa lala


" selamat siang, mba yolanda langsung masuk aja. pak yoga sudah menunggu di dalam. " ucap sekretarisnya


" makasih mba "


tok tok


" masuk " ucap suara dari dalam


lala pun masuk ke ruangan yoga. yoga yang sibuk dengan kegiatannya langsung berdiri menyambut lala.


" silahkan duduk la, kamu mau minum apa??? " tanya yoga


" gak usah pak, saya tidak akan lama. " ucap lala acuh


" baiklah "


" ini semua berkas yang bapak minta, ada hal yang lain lagi ??? " tanya lala langsung pada intinya


" kalau sudah tidak ada yang penting saya mohin undur diri pak yoga. " ucap lala yang sudah siap berdiri dari tempat duduknya tapi yoga menahan tangan lala


□□□□


diluar ruang kerja yoga dia kedatangan tamu thio dan sherly.


" yoga ada di dalam ??? " tanya thio pada sekretaris yoga


" eh mas thio dan mba sherly, pak yoga ada kok di dalam. tapi dia lagi ada tamu " jawab sekretaris yoga


" siapa mba??? " tanya sherly


" perwakilan sanjaya advertising. mba yolanda. " jawabnya lagi


" yolanda sari maksudmu ???? " tanya thio


" iya, mas thio kenal???? " tanya sekretarisnya


" ya iyalah, kami dulu satu universitas. kalau gitu kami langsung masuk aja lah. " ucap thio beranjak pergi sambil menggandeng tangan sherly


sampai di depan pintu thio tidak langsung masuk karena mendengar pertengkaran di dalam ruangan.


" ssssttttt " ucap thio sambil meletakkan telunjuk dibibirnya dan membuat sherly bungkam


mereka berdua hanya diam didepan pintu yang sedikit terbuka


" lepasin aku ga " ucap lala

__ADS_1


" la ada yang mau ku omongin sama kamu. "


" tapi aku gak ada ga "


" tapi la..... " ucap yoga yang masih memegang tangan lala


" oh jadi berkas hanya alasan untuk membawa ku kemari"


" maaf kan aku la, kamu selalu menghindar untuk menemuiku. hanya dengan perintah erick kamu bisa ada di hadapanku "


" kumohon ga, jangan ganggu hidupku. aku akan segera menikah. " ucap lala memelas


" aku masih mencintaimu la, erick gak berhak atas dirimu. "


" terus siapa yang berhak??? kamu " ucap lala sambil menunjuk ke arah yoga " orang yang telah menghancurkan hidupku " ucapnya lagi


" iya la, seharusnya memang aku yang harus jadi suami mu. hanya aku. " ucap yoga marah


" jangan mimpi di siang bolong ga. "


" apa aku harus menceritakan pada erick semua yang terjadi pada kita di malam itu la???? " tanya yoga


plaaaaaakk


dan tamparan dari lala mendarat di pipi yoga


" kamu mengancamku??? " tanya lala marah


" terserah kamu mau ngomong apa, terserah kamu menganggap itu ancaman atau semancamnya. yang aku mau kamu menjadi milikku. karena aku yang berhak atas dirimu. " ucap yoga


" kamu tidak punya hati ga. kamu yang menghancurkan semua masa depanku. disaat aku mulai membangun kembali hatiku yang sudah kau hancurkan sekarang kau muncul kembali membuka luka itu. aku hanya ingin kebahagian ga. aku gak pingin yang lain. " ucap lala menangis


" aku kebahagiaan itu la, kumohon padamu. aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. " ucap erick meyakinkan lala


" terlambat ga, aku mencintai erick. aku pergi. " ucap lala " ini undangan pernikahanku. aku tak pernah mengharapkan kehadiranmu disana. " ucap lala lagi


" oke kalau itu maumu, mungkin kita gak berjodoh saat ini. tapi aku akan terus menunggumu, aku akan terus mencintaimu. " ucap yoga sebelum lala pergi


lala yang akan meninggalkan ruangan yoga terhenti ketika melihat thio dan sherly di depan pintu.


" kalian dari tado disini??? " tanya lala


" eh iya la.... " ucap thio sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal


" aku harus pergi, kalian silahkan masuk ke dalam " ucap lala sambil meninggalkan thio dan sherly


baru selangkah lala berjalan, tangannya di tarik oleh thio


" la maafin aku atas semua yang terjadi " ucap thio yang membuat lala bingung


dan sherly yang melihat nya menjadi cemburu.


" aku gak ngertu apa maksudmu, tapi kumohon lepaskan tanganmu. aku harus kembali ke kantor. " ucap lala


" baiklah, tapi mana undangan pernikahanmu buat kami. " ucap thio


" aku akan kirim langsung ke agency mu. jangab lupa datang. " ucap lala sebelum beranjak pergi


" apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka sayang??? " tanya sherly

__ADS_1


" aku gak tahu sayang, lagian itu bukan urusan kita. " jawab thio " lebih baik kita masuk ke dalam bertemu dengan yoga. " ajak thio pada kekasihnya itu


__ADS_2