Terus Mencintai

Terus Mencintai
Kebodohan Erick


__ADS_3

Di kamar Erika menelpon Riana. Dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hanya Riana yang tahu semua jawaban yang di inginkan Erika. Beberapa kali dia mendail nomor Riana tetapi tak ada jawaban dari sana.


" Kemana sich ni anak??? Selalu begini kalau gue perlu sama dia. " Ucap Erika dalam hati.


Akhirnya Erika hanya mengirim pesan pada Riana.


" Na, lu dimana??? Ada waktu??? Ada hal penting yang mau gue bicarain sma lu. " Setelah menulisnya Erika pun mengirim pesannya pada Riana.


Setengah jam menunggu akhirnya riana membalas pesan Erika.


" Lu kpan dtang dri Korea??? Gue di rmah aj. Kesni aj. " Balas Riana.


Tanpa membalas pesan Riana, Erika langsung siap siap menuju rumah Riana.


" Bi Tini, Erika jalan dulu ya. " Ucap Erika pamit pada Bi Tini.


" Emangnya Neng Erika mau kemana??? " Tanya Bi Tini.


" Erika mau jalan jalan aja Bi. Bosen di rumah. " Ucap Erika.


Dia pun mengambil kunci mobil, lalu melajukan mobilnya ke rumah Riana untuk meminta penjelasan.


" Gak mungkin Riana gak tahu apa apa. Hanya Riana sahabatnya Lala. " Gumam Erika dalam hati.


Sampai di rumah Riana, Erika sudah di sambut sama yang punya rumah.


" Hai Ka, gue kangen banget ama lu. " Ucap Riana sambil memeluk Erika.


" Gue juga Na. " Ucap Erika sambil membalas pelukan Riana.


" Masuk yuk. " Ajak Riana sambil menggandeng tangan Erika.


" Lu sendiri??? Om sama Tante kemana??? " Tanya Erika.


" Bokap sama Nyokap lagi ke Bali, ngadirin acara pernikahan anak teman bisnisnya, besok sore baru pulang. Lu kapan datang??? " Tanya Riana.


" Semalam gue sampe. " Jawab Erika.


" Lu berapa lama disini?? " Tanya Riana lagi.


" lu sudah kayak wartawan aja sich. gue gak lama disini, ada berkas yang harus gue urus. " Jawab Erika.


" Gitu aja marah. Hal penting apa sich yang mau lu bicarain sama gue??? " Tanya Riana penasaran.


" Hemm, sebenarnya ini bukan tentang gue. Tapi bisa gak bicaranya di kamar lu aja. " Ucap Erika.


" Apa sich, kok gue jadi deg degan. " Ucap Riana.


" Gak bisa disini Na. " Ucap Erika.


" Iya dech, yuk kita ke kamar gue. " Ucap Riana sambil melangkah meninggalkan ruang tamu.


Sampai di kamar Riana pun mempersilahkan Erika masuk.


" Sekarang aman. Lu boleh ngomong apapun. Gak bakalan ada yang dengar kok. " Ucap Riana.


" Tapi lu janji ya jawab yang jujur. " Ucap Erika.


" Lu mulai tadi buat gue penasaran aja sich. " Ucap Riana.


" Apa yang terjadi sama Bang Erick dan Lala selama gue ada di Korea??? " Tanya Erika.


Riana yang mendengar pertanyaan Erika menjadi kaget.

__ADS_1


" Gue gak tahu apa apa Ka. " Ucap Riana sambil memalingkan wajahnya.


" Lu pasti bohong Na. Lu tahu segalanya. " Ucap Erika.


" Maafin gue Ka. Gue gak ada hak untuk cerita sama lu. " Ucap Riana.


" Na, lu dengar gue. Hanya lu yang bisa bantu gue untuk selesain masalah mereka. " Ucap Erika.


" Ka tolong jangan paksa gue, gue udah janji sama Lala. Lagian dari mana lu tahu masalah mereka??? " Tanya Riana.


" Semalam gue lihat Bang Erick pulang dalam keadaan mabuk dan bersikap kasar sama Lala. Gue curiga sepertinya Bang Erick kembali pada kebiasaan lamanya. " Ucap Erika.


" Maksud lu ??? " Tanya Riana.


" Gue takut Bang Erick kembali liar seperti dulu ketika bersama Clara. " Ucap Erika.


" Siapa Clara Ka??? " Tanya Riana.


" Lasti lu pernah dengar kalau Bang Erick dulu pernah mau nikah. Clara itu nama calon istrinya. Tepat di hari pernikahan mereka Clara menghilang. " Ucap Erika.


" Kenapa dengan perempuan itu??? " Tanya Riana.


" Sebenarnya gue sama nyokap gak pernah setuju Bang Erick berhubungan dengan Clara. Wanita itu membawa pengaruh buruk bagi Bang Erick. " Ucap Erika.


" Pengaruh buruk gimana??? " Tanya Riana.


" Clara sangat liar menurut kami dan dia terbiasa dengan dunia malam. Mereka mulai dekat ketika sama sama kuliah di luar negeri. Sekembalinya dari luar negeri Bang Erick juga membawa wanita itu dan mengatakan akan menikahinya. Gue dan Nyokap melarang keras, tapi Bang Erick gak mau mendengar. Bang Erick begitu menggilai Clara. Puncaknya pada hari pernikahan, kami senang karena Clara tidak hadir dan dia lebih memilih lelaki lain. Tapi kami juga sangat sedih karena disitu Bang Erick sangat frustasi. Sepertinya dia kehilangan semangat hidup dan menjadi sosok yang dingin. Tapi semenjak kenal dengan Lala, Bang Erick kembali menjadi sosok yang hangat. Sama seperti ketika dia belum mengenal Clara. Itulah Na, aku gak pengen sesuatu terjadi pada pernikahan Bang Erick. Lu mengerti kan maksudku??? " Tanya Erika.


" Apa yang bisa gue lakuin Ka??? " Tanya Riana.


" Lu cerita sama gue, apa yang terjadi sama mereka. " Jawab Erika.


" Tapi lu harus janji satu hal. Lu gak boleh bilang ke Lala kalau lu sudah tahu semuanya. " Ucap Riana.


" Sebenarnya itu semua berhubungan dengan masa lalu Lala. Bang Erick gak bisa menerimanya. " Ucap Riana.


" Maksudnya Na, gue gak ngerti. " Ucap Erika.


Dan akhirnya Riana menceritakan semua pada Erika secara mendetail, tanpa ada yang tertinggal. Erika yang mendengar semua masalah Lala, hanya bisa menangis meratapi nasib kakak iparnya itu.


" Lu harus percaya sama gue Ka, Lala bukan perempuan seperti itu. Dia hanya korban disini. Lagian itu kejadian waktu kami masih kuliah. " Ucap Riana.


" Gue percaya sama lu, gue yakin kalau Lala itu perempuan baik baik. Tapi siapa lelaki itu Na??? Kenapa Lala gak meminta pertanggung jawaban kepadanya. " Tanya Erika.


" Namanya Yoga, Yoga Pratama Putra. Dia teman kuliah kami dan juga rekan bisnis Bang Erick. Dia sangat mencintai Lala, tapi Lala gak pernah sekalipun mencintainya dan Lala juga menolak walaupun Yoga ingin bertanggung jawab atas semua perbuatannya. " Jawab Riana.


" Apa Bang Erick tahu siapa lelaki itu??? " Tanya Erika.


" Bang Erick gak tahu Ka. Lala hanya mengatakan dia tidak mengenal lelaki yang telah menodainya. Dia gak ingin terjadi perkelahian diantara mereka berdua. " Ucap Riana.


" Kenapa Lala begitu bodoh menanggung beban seberat itu. " Ucap Erika geram.


" Karena dia sangat mencintai Bang Erick dan dia juga gak ingin mengecewakan semua orang yang sangat berharap pada pernikahan itu. " Ucap Riana.


" Kenapa Bang Erick begitu bodoh??? Apa dia tidak bisa melihat ketulusan Lala??? Seakan akan masa lalunya begitu bersih. " Ucap Erika marah.


" Sekarang semua keputusan ada di tanganmu. Kau harus cari cara agar mereka bisa tetap bersama. Kau harus menasehati Bang Erick. " Ucap Riana.


" Sepertinya Lala juga harus jujur masalah Yoga, agar tak terjadi salah paham lagi. " Ucap Erika.


" Kamu benar Ka, setidaknya Yoga bisa mengatakan semuanya pada Bang Erick. Tapi sepertinya Lala gak punya keberanian untuk mengatakan pada suaminya. " Ucap Riana.


" Gue janji bakal selesain ini semua sebelum gue kembali ke Korea. Kalau gitu gue pulang sekarang ya " Ucap Erika pamit.

__ADS_1


" Iya dech, gue antar ke mobil ya. " Ucap Riana.


Mereka pun meninggalkan kamar menuju ke tempat parkir.


" Gue pulang dulu ya Na. Makasih untuk waktunya " Ucap Erika.


" Iya, hati hati ya. Jangan ngebut. " Balas Riana.


Erika pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Riana. Sampai di rumah dia langsung mencari Abangnya.


" Bi Tini, Bang Erick mana??? " Tanya Erika ketika sampai di dalam rumah.


" Sepertinya ada di kamarnya Neng. " Jawab Bi Tini.


" Kalau kakak ipar??? " Tanya Erika lagi.


" Kalau Non Lala baru aja keluar, katanya mau ke supermarket membeli barang dapur. " Jawab Bi Tini.


" Kalau gitu Erika ke atas dulu ya bi. " Ucap Erika.


" Iya neng. " Ucap Bi Tini.


Erika bukannya ke kamarnya, tetapi pergi ke kamar kakaknya. Tanpa mengetuk pintu, Erika langsung masuk ke dalam. Erick yang sedang duduk di sofa sambil memegang laptop jadi kaget.


" Kamu apaan sich Ka, bisa gak kalau masuk kamar abang ketok pintu dulu. " Ucap Erick.


" Sekarang bukan waktunya ketok pintu bang. Erika kecewa sama Bang Erick. " Ucap Erika.


" Sekarang apa lagi Ka??? " Tanya Erick.


" Bang Erick tega ya, selama ini Bang Erick gak pernah memperlakukan Lala dengan baik. Kenapa Bang??? " Ucap Erika yang mulai menangis.


" Maksud kamu apa?? " Tanya Erick.


" Gak usah berpura pura Bang. Rika sudah tahu semua kelakuan abang. " Ucap Erika.


" Kamu gak akan ngerti Rika. " Ucap Erick.


" Bang kalau abang ģak bisa buat Lala bahagia, lepasin dia Bang. Jangan siksa Lala dengan sikap kekanak kanakan Abang. " Ucap Erika.


" Bukan Abang yang memaksa untuk melanjutkan pernikahan ini. Tapi Dia. Kalaupun sekarang kamu suruh abang lepasin dia, abang gak akan pernah lepasin dia. " Ucap Erick.


" Abang jangan egois. Biarkan Lala mencari kebahagian. " Ucap Erika.


" Kebahagiaannya ada bersama Abang. Karena Abang sangat mencintainya " Ucap Erick


" Kalau abang mencintainya, kenapa Abang selalu membuat Lala menangis Bang??? " Tanya Erika.


" Abang gak bermaksud begitu. Abang hanya memberi sedikit pelajaran buatnya karena Abang sangat kecewa sama dia, karena dia telah berbohong sama Abang. " Ucap Erick.


" Dia gak pernah berbohong Bang, Abang yang pernah kasih kesempatan pada Lala untuk menjelaskan. " Ucap Erika.


" Dari awal dia memang gak pernah mau jujur. " Ucap Erick.


" Bang Erick itu semua masa lalu Lala. Yang akan Abang hadapi bersama Lala adalah masa depan buat kalian berdua. Lagian gak ada bedanya masa lalu Abang dan Lala. Bahkan mungkin masa lalu Lala lebih baik. " Ucap Erika.


" Apa maksudmu??? " Tanya Erick bingung.


" Bang, Erika bukan anak kecil. Erika bisa melihat semuanya. Bagaimana kehidupan pacaran bang Erick ketika bersama Clara. Yang tak jauh dari alkohol dan sex bebas. Sedangkan Lala dia hanya korban disini. " Ucap Erika.


" Kau jangan ungkit masalah Clara. Lagian dari mana kau tahu kalau dia hanya korban. Lelaki di video itu saja dia tidak mengingatnya. " Ucap Erick.


" Bang buka matamu. Jangan sampai kau menyesal ketika kakak ipar pergi meninggalkan Bang Erick. " Ucap Erika sebelum meninggalkan kamar Erick.

__ADS_1


Tinggal Erick yang terdiam memikirkan kata kata adiknya.


__ADS_2