Terus Mencintai

Terus Mencintai
pulang


__ADS_3

Pertemuan Yoga dan Lala di pusat perbelanjaan menyisakan sedikit perasaan aneh di hati Yoga. Ada rasa bahagia melihat senyuman yang sudah lama dirindukan dan juga perasaan kecewa melihat kehamilan Lala.


Ternyata untuk move on untuk seorang Yoga Pratama Putra begitu sulit. Melupakan sosok wanita yang merupakan cinta pertamanya terasa berat. Kebersamaan yang dilalui bersama ketika kuliah dulu kembali teringat kembali. Makan bareng dan kumpul bareng di Kantin kampus diselingi canda tawa dan juga rayuan gombal khas Yoga yang di tujukan untuk Lala. Tapi semua kedekatan itu hancur berkeping - keping karena kesalahan yang Yoga perbuat. Kesalahan yang membuat Yoga menyesal seumur hidupnya karena dia kehilangan wanita yang amat di cintainya, bahkan sampai saat ini ketika dia sudah menjadi istri orang lain.


" Lu kenapa Ga??? " Suara Fenia mengejutkan Yoga yang sedang melamun ketika mereka sedang makan di kafe.


Yoga yang terkejut hanya geleng - geleng kepala dan kembali menikmati jus alpukat yang ada di depannya.


" Yoga sayang, dari tadi gue ngomong sama lu. Tapi gak pernah lu respon. Asik banget dengan dunia lu. " Ucap Fenia yang jengkel karena dirinya tak di anggap walaupun dia berada di hadapan Yoga saat ini.


" Sorry Fen, aku hanya pikirin kerjaan di kantor. Terlalu banyak dan membuatku pusing. " Kilah Yoga memberi alasan.


" Sayang kayaknya lu butuh refresing dech. Kita liburan ke Bali yuk. Kita belum pernah lho bepergian bareng. Kita nikmatin malam kita disana. " Goda Fenia sambil meraba tangan Yoga.


Yoga yang merasa risih dengan kelakuan Fenia langsung manarik tangannya untuk menghindari sentuhan Fenia.


" Sorry Fen, banyak orang. Gak enak diliat. Lagian disini banyak anak kecil. " Ucap Yoga memberi alasan agar Fenia tak tersinggung.


" Sialan lu Ga. Susah banget sich mendapatkan kamu Ga. Padahal aku sudah melakukan banyak hal. " Gumam Fenia dalam hati dengan perasaan dongkol.


" Habiskan makananmu Fen, kita pulang kalau sudah. Masih ada pekerjaan yang harus kulakukan. " Ucap Yoga, padahal iya hanya bosan saja berada dekat Fenia.


" Ini kan weekend Ga. Masa lu masih harus kerja sich. "


" Aku tahu ini weekend, tapi tanggung jawab ku besar. Aku harus menyiapkan berkas buat meeting penting besok. "


" Apa gunanya asistenmu itu??? Dia kan di gaji, seharusnya dia yang menyiapkan semua. "


" Aku gak suka kamu bicara seperti itu, gak sopan Fen. Dia memang memang bawahan yang ku gaji, tapi dia juga punya kehidupan pribadi dan ini juga hari liburnya. Gak mungkin aku memanggilnya setiap saat hanya untuk membantuku menyiapkan semua pekerjaanku. Aku bukan anak manja yang tahunya hanya memerintah orang lain dan menganggap orang lain lebih rendah dari aku. "


Fenia yang mendengar ucapan Yoga merasa marah dan tersinggung. Dia tidak suka mendengar ucapan Yoga.


" Lebih baik kita pulang sekarang. Selera makan gue sudah hilang. " Ucap Fenia yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan siap meninggalkan kafe.

__ADS_1


Yoga yang melihat Fenia marah seakan tak mengambil pusing. Dia pun mengambil ponsel dan kunci mobil yang berada di meja lalu pergi membayar tagihan makanannya dan langsung menyusul Fenia yang sudah berjalan menuju tempat parkir tanpa berniat untuk meminta maaf padanya.


○○○○○○○


Hari ini Erick berjanji akan pulang. Dia sudah mengatakan pada istrinya lewat sambungan telponnya semalam. Dia akan segera pulang karena sudah sangat merindukan istrinya. Sudah seminggu berada jauh dengan istrinya dan itu sangat menyiksanya.


Tiket pesawat sudah berada di tangannya, Erick akan pulang lebih dulu dan Rizal sang asisten akan menyusul esok harinya karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikannya.


Ketika menunggu waktu keberangkatan, Rizal memberitahukan bahwa kepulangannya harus tertunda lagi. Terjadi kendala pada proyek yang sedang berjalan. Mau tidak mau dan walaupun kesal dia terap menjalankan semua tugasnya.


" Baiklah, kamu tunggu saya di bawah. Saya harus menelpon Lala dulu. " Ucap Erick pada Rizal.


Mendengar perintah dari bosnya, Rizal meninggalkan kamar Erick dan langsung menuju lobi.


" Ya sayang. Aku pasti pulang hari ini, cuma sepertinya agak terlambat. " Ucap Erick di telpon.


" ........ "


" Iya, kamu tunggu aja dan maafkan aku ya. "


" Terima kasih sayang atas pengertianmu. Love you. "


Setelah mengakhiri telponnya, dia pun langsung menuju lobi untuk segera menyelesaikan pekerjaannya karena dia berjanji pada Lala akan pulang hari ini.


Pekerjaan yang di perkirakan akan selesai sebelum jadwal pesawatnya ternyata meleset. Hampir jam 5 ketika dia kembali ke kamar hotel dan tak ada lagi penerbangan dari Bandung menuju Jakarta pada sore hari. Tapi dia sudah berjanji pada istrinya akan pulang hari ini.


Cuaca di kota bandung saat ini sedang di guyur hujan deras. dilengkapi dengan suara gemuruh guntur yang sedari tadi bersautan.


" Zal, kamu selesaikan kerjaan kita dan langsung pulang besok. Mobil biar aku yang pakai. Aku akan pulang malam ini. " Ucap Erick.


" Tapi Rick, di luar hujan deras. Bahaya kalau kau melakukan perjalanan disaat cuaca seperti ini. Kita kembali besok bersama. " Ucap Rozal menasehati.


" Aku sudah janji sama Lala akan pulang hari ini. "

__ADS_1


" Kau bisa menelponnya untuk memberitahunya soal cuaca sekarang ini. Dia pasti akan mengerti. Lagian dia gak bakalan ngijinin kamu berkendara kalau cuaca seperti ini. "


" Tapi aku sangat merindukannya Zal. Aku juga ingin segera bertemu Mamahku. "


" Tapi Rick Bandung Jakarta gak dekat. Dua jam berkendara akan membuatmu lelah. Bagaimana kalau kau mengantuk??? "


" Kamu gak usah khawatir. Aku akan berkendara dengan sangat hati - hati. Aku juga ingin melihat putriku lahir. "


" Biarkan aku ikut denganmu. "


" Tak perlu Zal. Selesaikan pekerjaanmu dan penerbangan pertama kamu sudah harus pulang. Kita akan bertemu disana. "


" Baiklah. Ingat Rick berkendara dengan hati - hati. kalau lelah singgalah untuk beristirahat. "


" Iya, kau sudah seperti ibu - ibu kompleks yang mengantar anaknya. "


" Aku hanya khawatir padamu sahabatku. " Ucap Rizal sambil memeluk sahabatnya ini. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya, tapi dia tak tahu apa itu.


Rizal melihat kepergian Erick dengan perasaan yang tak bisa di gambarkannya. Dia hanya berharap perjalanan Erick lancar dan tanpa hambatan apapun.


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang langsung menuju pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Erick akan mengisi full bahan bakarnya agar perjalanannya tidak lagi terganggu. Dia ingin segera sampai di rumah agar bisa bertemu dengan istrinya yang sudah sangat di rindukannya. Di benaknya saat ini hanya ada senyuman Lala yang akan menyambut kepulangannya.


" Aku pulang sayang. Aku sangat merindukanmu. " Gumamnya dalam hati ketika meninggalkan tempat pengisian bahan bakar.


Di temani lagu milik westlife yang akan menemani perjalanannya malam ini.


Uptown girl


She's been living in her uptown world


I bet she never had a back street guy


I bet her mama never told ber why

__ADS_1


Erick menyetir sambil bernyanyi untuk menghilangkan rasa ngantuk dan lelah yang bersarang di benaknya.


__ADS_2