
Malam ini malam terakhir Lala dan Erick berada di Pulau Jeju. Tidak ada satu hal menarik yang dilakukan mereka selama berada disana. Erick sibuk dengan dunianya sendiri tanpa memperdulikan perasaan Lala. Dan seperti biasanya malam ini pun Erick akan pergi ke club malam tempat berkumpul bersama temannya.
" Mas bisa gak malam ini kamu gak kemana mana??? Cukup di kamar temani aku. Kita bisa bercerita agar kita bisa kembali dekat seperti dulu lagi. " Ucap lala ketika melihat Erick akan meninggalkan kamar.
" Aku sibuk La. " Ucap Erick.
" Apa yang kami sibukkan diluar sana, mas hanya memikirkan teman temanmu. Aku ada disini bersamamu mas. Pikirkan perasaanku mas, hargai aku sedikit. " Teriak Lala.
" Apa ???? Kamu menyuruh aku untuk menghargai mu, memikirkan perasaanmu??? Apa kamu pernah memikirkan perasaanku ketika kamu membohongiku??? Apa kamu pernah merasakan jadi aku yang sudah kamu tipu mentah mentah???? " Teriak Erick.
" Berapa kali aku harus bilang, itu kejadian masa lalu aku. Semua itu berada di luar kendali ku. Aku bukan perempuan murahan yang menggoda lelaki di luar sana. " Teriak Lala yang air matanya mulai mengalir.
" Tak usah kau membela diri dengan ucapanmu. Kelakuanmu dan perkataanmu sungguh jauh berbeda. " Maki Erick.
" Mas, perkataanmu sungguh menyakiti perasaanku. Kamu tega mas. " Ucap Lala yang masih terisak.
" Terserah kamu mau bilang apa, aku gak peduli. Aku mau pergi. " Ucap Erick sambil melangkah pergi.
Dan seperti biasa Lala hanya terduduk di tempatnya melihat kepergian suaminya dengan air mata yang terus mengalir.
Sesampai erick di club dia menemui teman temannya yang sedang berpesta.
" What's wrong with your face?? " Tanya Don Jo.
( Ada apa dengan wajahmu?? )
" You don't need ask, he must have had a fight with is wife. " Ucap Richard
( Tak usah tanya, pasti dia bertengkar dengan istrinya. )
" Debate newlyweds just finish in bed " Ucap Don Jo sambil tertawa.
( Perdebatan pengantin baru selesaikanlah di ranjang. )
Erick pun langsung meninju lengan sahabatnya itu dan disaat itu pula datang lah Sean.
" You guys are like children who always fight. " u
Ucap Sean sambil duduk disamping Erick.
( Kalian seperti anak - anak yang selalu bertengakar. )
" Why are you late??? And these day you rarely joint us. " Ucap Richard pada Sean.
( Mengapa kau terlambat??? dan beberapa hari ini kau jarang bergabung dengan kami. )
" I'm sorry, i'm busy. " Ucap Sean.
( Maaf. Aku sibuk. )
" This time which woman are you after?? " Tanya Don Jo.
( Kali ini wanita mana lagu yang kau incar?? )
" what do you mean?? " tanya sean
( Apa maksudmu?? )
" Us usual, when you disappear there must be someone disturbing your mind." Ucap Don Jo.
( Seperti biasa, ketika kau menghilang pasti ada seseorang yang mengganggu pikiranmu. )
" Is that true??? Is she beautifull and sexy??? " Tanya Richard dan hanya di balas senyuman oleh Sean.
( Betulkah??? Apakah dia cantik dan sexy?? )
" She is more than that. She is perfect to be my wife and mother for my children. " Gumam Sean dalam hati sambil tersenyum memikirkan wajah Lala.
( Dia lebih dari itu. Dia sangat sempurna untuk dijadikan istri dan ibu untuk anakku. )
__ADS_1
" Where are you going, Rick??? Tanya Sean ketika melihat Erick beranjak dari tempat duduknya.
" Toilet. " Jawab Erick tanpa menoleh dan langsung menuju toilet.
Karena asik membetulkan pakaiannya ketika keluar dari toilet, Erick tak sengaja menabrak seseorang.
" Sorry " Ucap Erick.
" Not.... " Ucapannya terpotong ketika melihat Erick begitu pun Erick yang terdiam di tempatnya.
" Erick " Ucap perempuan itu.
" Clara " Ucap Erick.
" Aku tak menyangka akan bertemu kamu disini. Aku merindukanmu Rick. " Ucap Clara sambil memeluk Erick.
Erick yang merasa risih langsung melepaskan pelukan itu.
" Lepaskan aku Clara. " Ucap Erick kasar.
" Kamu mencari ku sampai disni Rick??? " Tanya Clara sambil mamasang senyumnya.
" Jangan bermimipi terlalu tinggi Ra. Itu tidak mungkin. " Jawab Erick yang akan meninggalkan Clara tapi tangannya di tahan oleh Clara.
" Apa maumu Ra ??? Lepaskan tanganmu!!! " Ucap Erick Sinis.
" Aku ingin bicara denganmu Rick. " Ucap Clara.
" Tak ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " Ucap Erick.
" Tapi aku ada. " Ucap Clara lagi.
Erick tidak peduli dengan perkataan Clara dan meninggalkan Clara menuju meja bersama teman temannya. Clara pun mengikuti langkah Erick.
" Clara, long time ni see. How are you??? " Tanya Richard yang berdiri menyambut kedatangan Clara.
( Clara, lama tidak bertemu. Apa kabarmu?? )
( Aku baik. Apa yang kau lakukan disini?? Apa kau akan berpesta tanpaku?? )
" It's imposible. But are you two together?? " Tanya Don Jo.
( Tidak mungkin. Tapi kenapa kalian bisa bersama )
" I met him in front of the toilet. " Ucap Clara sambil menunjuk ke arah Erick.
( Aku bertemu dengannya di depan toilet. )
Mereka pun mengobrol bersama sambil menikmati minuman beralkohol yang ada di depannya. Tak terasa sudah tengah malam. Clara sudah sangat mabuk begitu pun yang lain. Hanya erick yang masih ada sedikit kesadaran.
" Rick, kumohon antar aku ke hotel tempat ku menginap. " Ucap Clara.
" Aku gak bisa Ra, aku harus segera kembali ke Resort. " Ucap Erick.
" Kalau begitu bawa aku bersamamu. " Ucap Clara.
" Baiklah aku akan mengantarmu. " Ucap Erick akhirnya.
Erick pun menggandeng Clara keluar club meninggalkan teman temannya yang sudah teler.
Mereka pun menuju hotel tempat Clara menginap.
Sepanjang perjalanan Clara terus meracau gak jelas.
" Rick aku merindukanmu. Aku merindukan saat kebersamaan kita seperti dulu. " Ucap Clara sambil terus menciumi wajah Erick.
Erick yang merasa ricih berusaha melepaskan diri dari Clara. Dia takut dia akan melakukan kesalahan karena Clara telah menggodanya dengan pakaian minimnya.
" Lepaskan aku Clara. " Ucap Erick.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Rick. " Ucap Clara.
Sampai di hotel, Erick mengantarkan Clara menuju kamarnya. Sampai di kamar hotel ketika Erick akan meninggalkan Clara, tapi Clara malah menarik Erick dan memeluknya.
" Erick aku merindukanmu " Ucap Clara sambil memeluk Erick.
" Ini gak benar Clara. Aku harus pulang sekarang. La.... " Ucapan Erick langsung di potong Clara karena dia sudah mencium bibir Erick.
Erick yang mendapatkan perlakuan seperti itu tak bisa berbuat apa apa. Dia pun membalas ciuman Clara yang sudah membabi buta.
Di bawah pengaruh alkohol, Erick tak bisa menahan nafsunya yang sudah sampai di ubun ubun. Erick semakin melancarkan ciumannya di leher Clara dan Clara hanya bisa mendesah menerima perlakuan dari Erick. Erick terus melancarkan aksinya pada tubuh Clara dan entah sejak kapan dua insan yang sedang dikuasai oleh nafsu sudah tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Dan permainan semakin panas ketika mereka menyatukan tubuh mereka disertai erangan kenikmatan.
Entah berapa kali mereka mencapai kenikmatan, Sehingga mereka pun kelelahan dan tertidur nyenyak hanya menggunakan selimut menutupi tubuh mereka.
□□□□□□
Sementara Lala di resort menunggu erick dengan gelisah. Mondar mandir sendiri menanti kedatangan suaminya yang tak kunjung tiba.
" Kemana sebenarnya mas Erick??? Sudah mau jam enam tapi dia belum pulang. Gimana ini??? Pesawat kami nanti siang akan terbang. Apa aku telpon Sean saja??? " Gumamnya dalam hati.
Lala mengambil ponsel yang ada di atas meja. Lalu dia menelpon Sean. Tiga kali dia mendail ponsel Sean tapi tak ada jawaban disana. Akhirnya Lala memutuskan untuk packing barangnya ke dalam koper.
" Kalau mas Erick datang kami bisa langsung ke Bandara " Gumamnya dalam hati.
□□□□□□□
Mau jam delapan pagi Erick terbangun dari tidurnya. Dia kaget melihat keadaannya yang berantakan. Lebih lebih ketika melihat Clara tidur disamping sambil memeluknya tanpa menggunakan pakaian. Erick pun membangunkan Clara.
" Clara bangun. Apa yang sudah kita lakukan semalam. " Ucap Erick membangunkan Clara.
Clara yang dibangunkan begitu kaget melihat keadaannya saat ini. Dia pun mengingat kejadian semalam sedikit demi sedikit.
Erick melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Di dalam kamar mandi tak henti hentinya dia merutuki perbuatannya semalam.
" Maafin aku La, aku sudah berbuat curang di belakangmu. " Gumamnya dalam hati.
Keluar dari kamar mandi dia mengenakan kembali pakaiannya yang semalam. Ketika akan beranjak meninggalkan kamar Clara memanggilnya.
" Erick, apa kamu akan meninggalkan aku lagi??? " Tanya Clara.
" Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi kamu yang meninggalkanku. " Ucap Erick.
" Tak bisa kah kita bersama seperti dulu lagi??? "
Tanya Clara.
" Maaf aku tak bisa. " Jawab Erick.
" Tapi kenapa Rick??? Bukannya semalam kau mengatakan sangat merindukanku, sangat merindukan kebersamaan kita dulu. Dan juga kau menikmati permainan kita semalam. Kau mengatakan bahwa tubuhku tetap senikmat dulu. " Ucap Clara yang tak tahu malu.
" Cukup ra, mungkin aku memang menikmati tubuhmu tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi. Lagian mana ada kucing yang akan menolak ketika sudah dihidangkan ikan di depannya. " Ucap Erick sambil menyeringai.
" Brengsek kau Erick. Aku mencintaimu. " Ucap Clara.
" Sorry clara, cintaku telah menjadi milik orang lain karena aku sudah menikah. " Ucap Erick sambil memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
" Gak mungkin Rick, kamu hanya mencintai aku. " Teriak Clara yang melihat Erick meninggalkannya sendirian di kamar hotel.
" Awas kau Erick, aku akan membuat kau bertekuk lutut di hadapanku. Aku akan mendapatkanmu kembali. Apapun akan kulakukan. " Ucap Clara dalam hati.
□□□□□□
Erick sampai di kamar resort dan disana Lala sudah menunggunya dengan sejuta pertanyaan.
" Dari mana aja kamu mas??? Gak pulang semalaman . Kamu tidur dimana mas??? Mas ingat kan kalau hari ini kita akan pulang???? " Tanya Lala bertubi tubi.
" Tanpa kamu ingatkan pun aku juga tahu. Aku lapar. " Ucap Erick.
" Baiklah aku akan suruh pelayan membawakan mas makanan. " Ucap Lala lalu dia menelpon layanan kamar.
__ADS_1
" Maafin aku La meninggalkan kamu sendirian setiap malam. Dan juga untuk yang terjadi semalam. Aku sungguh sungguh minta maaf La. " Gumam Erick dalam hati sambil menatap Lala yang sedang membereskan pakaiannya.
Tak lama makanan datang, Erick menikmati makanannya dalam diam. Setelah makan mereka pun langsung menuju bandara untuk menuju Seoul. Dari Seoul mereka langsung menuju Jakarta. Kembali ke rumah mereka dengan membawa sisa sisa kenangan dari Pulau Jeju.