
Hari ini Lala keluar dari rumah sakit, setelah beberapa hari dia di rawat dan hari ini sangat di nantikannya. Di temani oleh Suaminya dan juga Riana, Lala meninggalkan ruangannya langsung menuju tempat parkir.
" Gue langsung pulang ya La, kalau ada apa - apa langsung hubungin gue. " Ucap Riana yang masih berdiri di samping mobil Lala.
" Makasih banyak ya Na, kamu udah banyak bantuin aku. "
" Iya La, sama - sama. Ingat lagi hamil jangan sampai stres. "
" Iya Na "
Setelah pamit dengan Lala yang sudah duduk manis di dalam mobil, Riana pun berjalan mendekati Erick.
" Abang gak kerja hari ini??? " Tanya Riana pada Erick
" Gak Na, Abang sudah menyuruh Rizal menghandle semua pekerjaan hari ini. "
" Bagaimana dengan Clara bang??? "
" Kamu gak usah khawatir, semua sudah selesai. Kedepannya kehidupanku dengan Lala akan baik - baik saja. "
" Aku harap itu yang akan terjadi Bang. Aku gak mau melihat Lala sedih lagi. Jaga dia Bang, Lala sangat mencintai Abang. "
" Abang tahu akan hal itu Na. Abang juga sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan Lala. Abang akan selalu menjaganya. "
" Baiklah Bang, Riana pegang kata - kata Bang Erick. Pergilah, tampaknya Lala masih lelah. Biarkan dia beristirahat di rumah dengan nyaman. "
" Baiklah, kamu juga hati - hati ya. Ingat, jangan ngebut. Ada bayi dalam perutmu. "
" Iya Abangku sayang. "
Setelah pamit dengan Riana, Erick langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudinya. Setelah memasang kan sabuk pengaman, dia pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman parkir rumah sakit menuju ke rumahnya.
" Ada yang ingin kamu makan sayang??? " Tanya Erick pada istrinya.
" Aku ingin makan coklat Mas. "
" Baiklah, kita akan singgah di supermarket dan membeli coklat. "
" Juga es krim Mas. "
" Ada lagi?? "
" Sepertinya itu sudah cukup. "
" Okey. Mas akan turun sebentar dan membelikan semuanya. Kamu duduk manis disini dan jangan bergerak sedikit pun. " Ucap Erick setelah memarkirkan mobilnya.
" Seperti aku pasien saja. Aku sudah sehat Mas, seandainya aku di suruh lari keliling lapangan 3 kali aku sanggup kok. " Gumam Lala dalam hati.
Dia pun turun seorang diri. Memasuki supermarket Erick langsung mencari barang yang di inginkan istrinya. Setelah mendapatkan semua, dia pun langsung menuju kasir dan membayarnya.
Meninggalkan supermarket langsung menuju ke mobil. Dua kantong belanjaan di letakkan di bangku belakang. Selesai dengan tugasnya, Erick pun langsung kembali duduk di belakang kemudinya dan langsung mengendarai mobilnya.
" Kenapa banyak sekali belanja mu Mas. Dua kantong plastik besar. " Ucap Lala yang heran apa saja isi di dalamnya.
" Mas juga membelikanmu beberapa cemilan dan buah segar. Mas ingin asupan lengkap dan sehat buat Istri dan bayi yang ada di perutmu. " Ucap Erick sambil memegang perut Lala yang masih rata.
" Hentikan Mas, geli. Lagian makanan sebanyak itu kapan akan habis??? "
__ADS_1
" Besok harus habis. Nanti mas akan membelikanmu lagi. "
" Sembarang saja. Aku akan jadi gendut kalau begitu caranya. "
" Tidak masalah buatku. Yang penting sekarang kau harus sehat. "
Mobil sudah terparkir, Erick turun dari mobil dan langsung membukakan Istrinya pintu.
" welcome back to our home " Ucap Erick.
" Makasih Mas. "
Erick membantu Lala masuk ke dalam rumah, di dalam rumah Bi Tini sudah menunggu kedatangan majikannya.
" Selamat datang kembali Non Lala. " Sambut Bi Tini.
" Makasih banyak Bi Tini. " Ucap Lala.
" Bi ada beberapa barang di mobil, tolong diambil ya. " Ucap Erick.
" Iya Den. "
" Kalau gitu kami ke kamar dulu ya. " Pamit Lala.
" Silahkan Non. "
Erick pun membantu Lala menuju ke kamar. Sampai di kamar Lala langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
" Akhirnya kembali ke kamar ini lagi. Kangen kamar ini. " Gumamnya dalam hati.
" Kenapa sayang??? " Tanya Erick yang bingung melihat Lala yang wajahnya berubah menjadi murung.
" Sayang, udah gak usah di pikirkan. Masalah yang lalu lebih baik kita lupakan. Mari kita melangkah menuju masa depan dimana hanya ada Mas, Kamu dan anak - anak kita nanti. " Ucap Erick sambil memeluk Lala yang masih menangis.
" Sekali lagi Lala minta maaf Mas dan juga terima kasih untuk semua kasih sayang yang Mas berikan untuk kami. "
" Iya sayang. Sudah nangisnya ya, gak baik buat anak kita. "
Mendengar perkataan suaminya, Lala pun menghapus air matanya dan langsung tersenyum gembira.
" Gitu donk, kan makin cantik kalau tersenyum. " Goda Erick sambil mencium pipi istrinya.
" Mas.... " Teriak Lala yang tersipu malu.
" Kenapa sayang??? Kamu malu??? Atau mau lebih??? "
Belum sempat Lala menjawab, Erick sudah membungkam bibir Lala. Memberikan ciuman lembut pada istrinya yang berapa hari ini dia rindukan.
" La, aku merindukanmu. Rindu akan bibir ini, rindu akan sentuhanmu, rindu suara desahanmu. Aku merindukan semuanya La. " Ucap Erick dengan suara paraunya.
Tok tok
Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan dua insan ini.
" Apa lagi sich??? " Ucap Erick yang kesal karena kegiatannya terganggu.
" Biar Lala yang buka Mas. " Ucap Lala sambil membereskan pakaian dan rambutnya yang berantakan lalu dia langsung membuka pintu.
__ADS_1
" Ada Bi??? " Tanya Lala
" Maaf Non, ada tamu di bawah ingin bertemu sama Non Lala dan Den Erick. "
" Tamu??? Siapa??? "
" hmm, itu... "
" Siapa Bi??? "
" Non Clara bersama seorang pria. "
" Clara. mau apa lagi dia sekarang??? " Tanya Lala dalam hati
" Suruh masuk aja Bi. Sebentar kami turun. "
" Baik Non. "
Setelah menutup pintu, Lala pun memberitahu Erick.
" Ada apa La??? " Tanya Erick sambil memeluk Lala dan menciumi punggung istrinya.
" Ada tamu di bawah Mas. Mereka ingin bertemu dengan kita. "
" Siapa??? "
" Clara dan seorang pria. Ayo kita turun menemuinya. " Ajak Lala agar Erick menghentikan kegitannya.
" Aku malas, suruh saja mereka pulang. " Ucap Erick ketus.
" Mas kondisikan tanganmu itu. " Teriak Lala karena tangan suaminya terus bermain di balik pakaiannya.
" Tidak usah pedulikan mereka. Mari kita lanjutkan yang tadi. Aku sudah tidak tahan sayang. "
" Mas gak sopan membiarkan tamu menunggu. "
" Tapi La, bagaimana dengan yang ini??? " Tanya Erick sambil menunjuk ke arah selangkangannya.
" Kita lanjutkan nanti malam, aku akan menservicemu sampai puas. " Ucap Lala sambil mencium pipi suaminya.
" Janji??? "
" Iya, kali ini aku akan memberikan layanan terbaik sebagai pengganti malam yang telah terlewatkan. "
" Baik, tepati janjimu. Mas gak akan biarkan kau lolos nanti malam. "
" Dasar mesum. "
Mendengar perkataan istrinya, Erick hanya tersenyum.
" Kamu duluan lah ke bawah, sebentar Mas nyusul. "
" Mas mau ngapain??? " Tanya Lala bingung.
" Mas mau nenangin ini dulu. " Ucap Erick sambil menunjuk selangkangannya dan langsung menuju kamar mandi.
" Ada - ada aja tingkahmu mas. " Ucap Lala sambil geleng - geleng kepala.
__ADS_1
Lala pun meninggalkan kamarnya dan menuju ke ruang tamu untuk menemui tamunya. Atau lebih tepatnya tamu yang tak diundang.