
Dengan susah payah Yoga membawa Lala ke dalam kamar. Sepanjang jalan Lala sudah meracau tak karuan sehingga membuat Yoga kewalahan. Sampai di kamar Yoga menidurkan Lala di atas ranjang. Sementara Yoga juga sudah di bawa pengaruh alkohol, karena dia sudah minum tiga gelas ketika berada di bawah, tapi dia masih sadar dan masih bisa menahan nafsunya yang melihat Lala menggeliat di atas ranjang
Tapi kelakuan Lala membuatnya libodo Yoga terganggu. Dia juga merasa tak nyaman berada di posisi seperti ini.
" Ga tolong aku, aku ga tau apa yang terjadi padaku. " Ucap Lala sambil menahan nafasnya.
" La, kamu ga papa kan??? Lu mau mandi biar gerah lu hilang??? " Tanya Yoga yang ingin membantu Lala.
Lala tak menggubris pertanyaan Yoga. Lala malah menarik tangan Yoga, dan membuat Yoga jatuh di atas tubuh Lala.
Wajah mereka pun berpandangan dan sangat dekat. membuat Yoga tak tahan ketika menatap bibir tipis Lala yang berwarna merah.
" Ya tuhan cobaan apa ini. Mengapa bibir ini sangat menggoda. Aku ingin menikmatinya. " Gumam Yoga dalam hati.
Masih menatap bibir Lala, tiba tiba Lala ******* bibir Yoga. Menerima perlakuan seperti ini membuat pertahanan Yoga runtuh. Dia pun membalas dengan lembut ciuman bibir Lala. Ketika Lala membuka sedikit mulutnya, Yoga pun menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Lala, sekarang lidah mereka saling bertautan mesra. Yoga menghentikan ciuman itu untuk membiarkan Lala bernafas.
" Jangan salahkan aku La, kamu telah membangunkan macan yang sedang tidur. Sekarang terima konsekuensinya. " Ucap Yoga pada Lala yang masih di bawah pengaruh obat perangsang.
Yoga pun melanjutkan kembali aksinya. Dia kembali mencium bibir Lala dengan penuh nafsu. Lalu Yoga pun mulai mencium leher Lala, tangannya pun mulai merayap ke dalam dress yang di kenakan Lala dan Lala pun semakin terangsang dibuatnya. Setengah sadar Lala menikmati cumbuan dari Yoga.
Ketika Yoga hendak membuka pakaian Lala, Lala tersadar sedikit tersadar.
" Apa yang akan kamu lakukan Ga??? " Tanyanya bingung.
" Aku akan bantu kamu La dan membuatmu merasa nyaman. " Jawabnya sambil berbisik di telinga Lala sambil terus mendesah.
" Tapi ga begini caranya Ga. " Ucap Lala tapi dia tak bisa berbohong karena tubuhnya juga menginginkan ini.
Yoga gak bisa berfikir jernih. Pengaruh alkohol dan juga godaan dari Lala membuatnya semakin goyah. Yoga yang sudah terlanjur bernafsu melepas pakaian Lala dan Lala pun memberi ruang pada Yoga untuk melakukannya, sekarang Lala tidak mengenakan pakaian satu helai pun.
Lala mencoba meronta, tapi dia kalah kuat oleh Yoga yang sudah bernafsu. Antara mau dan tidak tapi Lala tetap menikmati cumbuan Yoga yang membuat Lala terhanyut di dalamnya
Lala terbuai dan sangat menikmati semua sentuhan Yoga. Setiap inci tubuhnya di belai dan cumbui oleh Yoga yang sudah di penuhi nafsu. Ketika akan menghujamkan senjatanya yang sudah menegang, Lala pun berteriak.
" Ahh sakit Ga. " Teriak Lala.
__ADS_1
Mendengar teriakan Lala membuat Yoga menghentikan kegiatannya sejenak.
" Kita akan menghentikannya La kalau kau tak sanggup. " Ucap Yoga akhirnya.
" Jangan Ha, aku sangat menginginkannya. " Ucap Lala yang sudah tidak bisa menahannya.
" Tahan sedikit La, aku akan melakukannya dengan lembut. " Ucap Yoga.
Dengan susah payah Yoga melakukannya dan akhirnya Yoga pun menembus pertahanan Lala. Dengan penuh gairah dua insan melakukan perbuatan terlarang. Awal yang menyakitkan tapi sekarang hanya desahan kenikmatan yang mereka rasakan berkumandang di dalam kamar ini.
Semalaman Lala dan Yoga bergulat dengan kenikmatan. Hingga akhirnya mereka tertidur karena kelelahan.
Esok paginya Lala terbangun, dia sangat kaget melihat dirinya tidur tanpa menggunakan pakaian. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya.
Dan dadanya penuh dengan tanda merah.
Dan yang lebih kaget lagi saat dia melihat lelaki yg juga tidak menggunakan pakaian. Tertidur disampingnya, Lala melihat sekeliling. Pakaiannya sudah terhambur dilantai. Dia mengingat ingat kejadian semalam.
" Apa yang sudah aku perbuat???? " Tanya Lala pada dirinya sendiri.
Lala coba mengingat semua kejadian semalam. Satu persatu ingatan tentang kejadian semalam muncul di benaknya. Lalu dia hanya bisa menangis hingga membuat Yoga yang berada di sampingnya yang masih tertidur nyenyak terbangun.
" Tega kamu Ga ngelakuin ini sama aku...." Ucapnya menangis sambil memukul dada Yoga.
" Maafin aku La...." Ucap Yoga penuh penyesalan.
" Kata maaf mu gak akan ngembaliin semua yang telah kamu renggut Ga...." Ucap Lala yang masih menangis.
Lala tak percaya dengan semua yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia sudah tak perawan lagi, harga dirinya sudah tak ada lagi. Hanya penyesalan yang kini hinggap dalam dirinya.
" Kenapa semua harus terjadi??? Kenapa harus aku yang merasakan ini??? Dengan tubuhku pun sekarang aku jijik. Aku seperti wanita murahan sekarang. Tak ada bedanya dengan ****** yang ada diluar sana. " Kutuk nya pada diri sendiri.
Lala masih menangis, dan Yoga pun mencoba mendekati Lala untuk menenangkannya.
" Aku akan tanggung jawab, aku akan nikahin kamu La. " Ucapnya lirih.
__ADS_1
" Gak perlu. Aku gak butuh semua itu. " Ucap Lala yang masih marah.
" La dari dulu kamu tau bahwa aku mencintaimu. "
" Buang kata kata manismu Ga, aku benci kamu. Padahal aku mulai ingin membuka hatiku untukmu, tapi kau malah menghancurkan semuanya Ga. Aku benci kamu..."
" Maafin aku La...."
" Aku muak mendengarnya..."
" Aku mohon La, jangan buat aku begini. Aku buka seorang ******** La...." Pinta Yoga memohon pada Lala.
" Tapi kamu memang ********, mengambil kesempatan saat aku lengah. Kamu tega banget Ga, menghancurkan semua masa depanku. "
" Baiklah La, mari kita menikah. Aku akan bertanggung jawab untuk semua yang telah aku perbuat kepadamu. "
" Jadi ini cara yang kau gunakan untuk mendapatkan ku Ga???? ********...."
" Aku gak pernah punya niat melakukan ini padamu La, aku mencintaimu. Semua terjadi begitu saja."
" Simpan kata cintamu buat wanita lain Ga, aku gak butuh itu semua. Aku terlanjur kecewa sama kamu Ga. Aku kecewa banget dengan sikapmu"
" Dengar dulu La, kau yang memulainya semalam. Membuatku melakukan ini semua. " Bela Yoga.
" Sungguh keterlaluan kata katamu Ga, sangat menyakitkan. Aku benci kamu"
Lala beranjak dari tempatnya, ingin ke kamar mandi membersihkan dirinya yang kotor, tapi rasa sakit di bawah perutnya menahannya untuk berdiri.
" Ahhhh.... " Ucap Lala.
" Kamu gak papa kan La. " Ucap Yoga khawatir.
" Jangan sentuh aku...."
" Baiklah, tapi aku ingin membantumu. "
__ADS_1
Akhirnya Lala diam dan Yoga membantunya pergi ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri Yoga mengantar Lala kembali ke kostan nya.
Sepanjang perjalanan tiada obrolan, hanya suara tangis Lala yang masih terisak sedih memecah keheningan.