
Lala memarkirkan mobil nya dengan rapi di area parkir bandara, setelah itu dia pun langsung menunggu mertuanya di ruang tunggu kedatangan luar negeri. Untuk menghilangkan rasa bosannya, dia pun bermain ponsel sambil terus melirik ke arah pintu keluar. Takut sang mertua sudah keluar dan tak melihatnya.
Hampir setengah jam menunggu, akhirnya sang mertua keluar dengan mendorong troli barang bawaannya. Walaupun sudah berusia lanjut, sang mamah mertua tetap terlihat modis. Lala pun melambaikan tangannya agar mertua nya melihat ke arah Lala berdiri.
Setelah melihat sang menantu melambaikan tangan, dia pun langsung menuju ke arah lala yang sedang berdiri.
" Mamah, Lala kangen banget. " Ucap Lala sambil memeluk mamah mertuanya.
" Mamah juga kangen sayang. Kamu apa kabar??? " tanya nya sambil membalas pelukan Lala.
" Lala baik baik aja mah. Mas erick juga. " Jawab Lala sambil mengambil alih troli yang ada di depan mertuanya lalu mendorongnya.
" Barang mamah kok banyak banget sich??? " Tanya nya lagi.
" Itu bukan barang mamah aja sayang. Barang mamah hanya koper ini. " Jawab mertuanya sambil memegang koper kecil berwarna navy.
" Terus yang satu punya siapa??? " Tanya Lala lagi.
" Yang satu ini titipan Erika buat calon pengantin baru. Mamah gak tahu apa isinya. " Jawab mertuanya.
" Oh, Lala kira semua punya mamah. " Ucapnya sambil terus mendorong troli.
" Mamah tunggu sini ya, Lala ambil mobil dulu. " Ucapnya sebelum berlalu pergi ke tempat parkir.
" Iya sayang, gak usah terburu buru. "
Lala pun berjalan mengambil mobil dan langsung menjalankan mobilnya ke tempat mamah mertuanya menunggu. Setelah memasukkan barang bawaanya ke dalam bagasi, dia pun mempersilahkan mertuanya masuk ke dalam mobil karena mereka akan segera pulang ke rumah.
Sampai di rumah dia di sambut dengan bi Tini. Tak ada yang tahu mengenai kedatangan sang mertua, Lala sengaja merahasiakannya termasuk pada suaminya. Sehingga kedatangan sang mertua membuat kahet dan juga asisten rumah tangganya tersebut.
" Non Lala kok gak kasih tahu bibi kalau nyonya besar mau datang. Tahu gitu kan bibi bisa siapin makan siang kesukaan nyonya. " Ucap bi tini sambil membawa koper nyonya nya masuk ke dalam rumah.
" Mamah suruh rahasiain kedatangannya bi. Mau bikin kejutan buat orang rumah. " Ucap Lala menjelaskan.
" Tapi kan saya belum siapkan makanan buat nyonya. " Ucap Bi Tini lagi
" Sudah gak papa bi. Lagian saya juga belum lapar. Yang penting kan kamar saya kan bersih. " Ucap mamah mertuanya.
" Kalau yang itu gak usah khawatir nya, setiap hari saya selalu bersihkan. " Ucap bi Tini.
" Kalau gitu saya ke kamar dulu ya. Mau istirahat sebentar. " Ucap mamah mertua Lala.
" Iya nya. Sini saya bantu bawakan kopernya. " Ucap bu Tini.
" Makasih bi. "
" oh ya La, jam berapa suami mu pulang kerja. " tanya mamah mertuanya.
" Seperti biasa mah. Sebelum magrib sudah ada di rumah, tapi kalau lembur bisa malam mah. " Ucap Lala menjelaskan.
" Iya kalau begitu. Mamah ke kamar dulu ya. "
" Iya mah. "
Sepeninggalan mamah mertunya ke kamar, Lala menuju ke kamarnya untuk meletakkan tas dan berganti pakaian. Setelah itu dia pun menuju ke
dapur untuk membantu bi Tini yang akan menyiapkan makan malam.
" Bi masak apa buat makan malam nanti??? " Tanya Lala
" Bibi mau masak Soup Kimblo kesukaan nyonya. Biar rasa capek nya hilang dari perjalanan jauh. " Ucap nya menjelaskan.
" Lala bantu ya, tapi ada cemilan gak bi??? Lala Sepertinya lapar. " Tanya Lala sambil memegang perutnya.
__ADS_1
" Ada puding mangga di kulkas. Mau bibi ambilkan??? " Tanya bi Tini
" Biar Lala ambil sendiri bi. " Ucap Lala sebelum melanglahkan kakinya menuju kulkas.
Setelah mengambil sepiring kecil puding mangga, dia pun menuju meja mini bar di dalam dapur.
" semua makanan yang di masak sama bu Tini pasti rasanya enak. Dan puding ini salah satunya. " Ucap Lala yang sedang asik menikmati makanannya.
" Makasih non. " Ucap bi Tini.
Sambil menikmati makanannya, Lala membantu bi Tini mengupas wortel dan kentang.
" Non, biar bibi saja yang mengerjakan. Non Lala habiskan saja makannya. " Ucap bi Tini.
" Gak papa bi, lagian... " Belum sempat lala menyelesaikan ucapannya, ponselnya pun berdering. Lala pun melihat ke layar ponselnya.
" Erika " Ucapnya dan langsung dia menerima panggilan video dari adik iparnya itu.
" Kakak Ipar.... " Teriak Erika
" Assalamualaikum ka. " Ucap Lala memberi salam untuk menginngatkan adik iparnya.
" Iya Kakak Iparku yang cantik. Assalamualaikum. " Ucap Erika akhirnya.
" Waalaikum salam. Kan kalau begitu enak di dengar. Lagian ngapain sich pake acara teriak - teriak. Bisa budeg aku nanti. " Ucap Lala sambil tertawa
" Iya Kakak Iparku yang cantik jelita dan tidak sombing. Erika minta maaf. Mamah mana??? " Tanya Erika
" Mamah ada di kamarnya, lagi istirahat. kenapa??? kamu sudah kangen??? " Tanya Lala
" Gak juga sich, Erika cuma khawatir aja. Erika pikir mamah belum sampai, abisnya dia gak kelihatan. "
" Kamu Gak usah khawatir kan Mamah, aku gak telat kok jemput dia tadi. Aku kan ontime. "
" Iya, Erika tahu. Kakak Ipar lagi apa sekarang??? "
" Kalau gitu dilanjut aja masaknya. Erika ada kerjaan juga kok. Titip salam aja sama Mama dan mas Erick, dan satu lagi buat calon pengantin baru. Assalmualaikum. " Ucap Erika sebelum mengakhiri panggilannya.
" Walaikum salam. "
Setelah mengakhiri panggilan telponnya, Lala pun mengirim pesan pada suaminya untuk mengingatkan agar tak terlambat pulang.
" Bi, mana wortel dan kentang yang tadi Lala kupas??? "
" Ini sudah bibi kupas, tinggal di cuci aja. Sudah non istirahat aja, biar bibi yang melanjutkan semuanya. "
" Iya dech. Kalau gitu Lala ke kamar dulu ya bi. "
" iya non. "
Di kamar lala menyalakan televisi untuk menonton infotaiment, tapi baru beberapa menit menonton matanya pun terlelap.
Menjelang magrib baru dia terbangun karena di kejutkan suara pintu.
" Mas sudah pulang??? "
" Baru aja sayang. Kamu kenapa??? Sakit??? "
" Gak, Lala ketiduran aja tadi waktu nonton. "
" Mas pikir kamu lagi sakit. Udah mandi??? "
" Belum. "
__ADS_1
" Mau mandi bareng??? "
" Gak ah, kalau mandi sama mas Erick bakal lama. "
" Gak kok, mas janji dech. "
" Malas banget dech dengar janji kamu mas. "
" Ya udah kalau gak mau. Tapi kamu yakin gak mau mandi bareng mas??? "
" Gak mas. Ceperan dech sana mandi. Lala juga mau mandi, gak lama lagi magrib. "
" iya dech. " Ucap Erick akhirnya lalu menuju ke kamar mandi.
Setelah mandi Lala dan erick melakukan salat magrib berjamaah. Setelah selesai, Lala pun akan turun ke ruang makan tapi di tahan oleh Erick.
" Kamu mau kemana??? "
" Lala mau turun mas, mau siapin makan malam dulu. "
" Sudah, gak usah. Kamu disini aja temanin aku. "
" Tapi mas di bawah ada.... "
perkataan Lala terhenti ketika Erick mencium lembut bibirnya dan Lala pun langsung merespon ciuman mesra dari suaminya itu. Ketika ciuman berlanjut semakin panas tiba tiba suara ketukan pintu menghentikan kegiatan tersebut.
tok tok tok
" Shittt, siapa lagi yang menggangu. " Umpat Erick yang emosi karena kegiatannya terputus lagi.
" Mungkin bi Tini mas, mungkin dia akan memberitahu bahwa makan malam sudah siap. Lala bukakan pintu dulu ya. "
Lala pun menuju pintu lalu membukanya.
" Ada apa bi??? " Tanya Lala dari balik pintu
" Makan malam sudah siap non dan nyonya sudah menunggi di meja. "
" Iya bi, sebentar lagi kami turun. " Ucap Lala sebelum menutup kembali pintu kamarnya.
" Mas kita turun yuk. "
" Nanti aja kita makan malam La, mari kita lanjutkan yang tadi. "
" Gak bisa mas, di bawah ada yang menunggu kita. "
" Siapa??? "
" Turun dan lihat sendiri. Kamu pasti bakal senang. "
" Baiklah, mari kita turun. "
Mereka pun turun ke bawah untuk menikmati makan malam. Sampai di meja makan, Erick terkejut melihat wanita yang menantinya di meja makan.
" Mamah, kapan datang???? " Tanya Erick sambil memeluk mamahnya.
" Sekitar jam tiga mamah tiba di rumah dan di jemput menantu mamah yang cantik. " Jawab Mamahnya.
" Kamu kok gak bilang sich yank kalau mamah mau datang. " Tanya erick pada istrinya
" Kan kalau bilang bukan kejutan namanya. " Ucap Lala
" Tapi kan kalau mas tahu kan kita bisa pergi jemput bareng. " Ucap Erick
__ADS_1
" Sudah gak usah bertengkar, mama yang suruh Lala tutup mulut. Sekarang sini kalian makan, mamah sudah lapar. " Ucap mamahnya
Mereka pun menikmati makan malam mereka di selingi dengan canda tawa.