Terus Mencintai

Terus Mencintai
terciduk


__ADS_3

pagi ini lala masuk kantor terburu buru. dia bangun kesiangan. lala susah tidur semalam karena memikirkan perkataan mamahnya erick. lala bukannya tidak mau menikah dengan erick, dia hanya belum siap.


sampai di kantor dia langsung menyiapkan berkas untuk meeting pagi di kantor. dan siang ini dia juga harus menemui klient dari luar kota. jadi bakal padat jadwal nya untuk hari ini.


dua jam lamanya mereka meeting akhirnya selesai. pek erick dan asistennya rizal siap meninggalkan ruang rapat , di susul yang lainnya dan juga lala.


" la, proposal dari pak wiliam kamu bawa ke ruangan saya ya. " perintah erick pada lala


" baik pak. " ucap lala


walaupun kerja satu kantor, tapi lala dan erick menjalani dengan profesional. tak ada namanya pacar ketika di kantor. hanya bos dan anak buah. sehingga karyawan lain pun merasa senang bekerja sama dengan mereka.


lala langsung menuju ke ruangannya dan mengambil proposal yang diminta oleh pak erick. memeriksanya lalu membawa menuju ruangan bosnya.


sampai di kantor erick dia pun bertemu sekretarisnya.


" mba sita, pak erick ada di dalam kan??? " tanya lala


" ada mba, masuk aja. sudah di tunggu kok. " jawab sita


lala pun langsung menuju ke kantor erick. di depan pintu dia mengetuk terlebih dahulu


tok tok


" ya masuk " perintah erick dari dalam

__ADS_1


lala yang mendengar perintah langsung membuka pintu bersamaan dengan keluarnya rizal dari ruangan erick.


" pak ini proposal yang bapak minta. " ucap lala sambil menyerahkan kepada erick


erick mengambilnya dan langsung memeriksanya.


" kapan kita akan membahas ini dengan pak wiliam ?? " tanya erick


" mba sita sudah menghubungi sekretaris pak wiliam, kita akan mengadakan rapat besok siang. " ucap lala


" kalau begitu kamu juga ikut saya besok menemui pak wiliam. " ucap erick


" baik pak. ada lagi yang bisa saya bantu pak?? " tanya lala


" untuk masalah pekerjaan sudah tidak ada. " ucap erick " tapi nanti sore kita pulang sama sama ya. " ucap erick lagi sambil menarik tangan lala


" jangan begitu mas, gak enak kalau ada yang melihat. " ucap lala


erick tak peduli memperdulikan perkataan lala malah mengangkat lala duduk di mejanya.


" ada apa mas??? " tanya lala


" gak ada la, aku hanya ingin bermanja denganmu. " ucap erick sambil merebahkan kepalanya di paha lala


" gak usah manja disini ah, nanti ada yang masuk. " ucap lala

__ADS_1


" biarkan dulu begini la " ucap erick dan akhirnya lala mengalah


" nanti jam 5 temui aku di parkiran ya. " ucap erick


" kamu kenapa sich mas??? " tanya lala


" gak papa, ingin membawa kamu ke suatu tempat la "


" iya dech, nanti aku tunggu kamu di parkiran. sekarang aku kembali ke ruangan aku dulu ya. setengah jam lagi aku mau meeting dengan pak albar di luar. " ucap lala


baru akan berdiri tapi lala di tahan oleh erick, dia menyuruh lala tetap duduk di mejanya dan dia pun mencium bibir lala dengan lembut dan penuh kemesraan. lala pun membalas ciuman itu sambi mengalungkan tangannya ke leher erick.


baru saja menikmati ciuman itu, tiba tiba pintu terbuka dan rizal masuk. lala dan erick yang tertangkap basah lagi bermesraan langsung menghentikan kegiatannya


" maaf bro, gue kira lala sudah gak ada. " ucap rizal " lagian bermesraan kok gak dikunci dulu pintunya. apa saya harus keluar lagi biar kalian bisa melanjutkan ??? " goda rizal lagi


lala yang ketangkap basah hanya bisa tertunduk malu sambil merapikan rambutnya. dan lebuh malu lagi mendengar pertanyaan rizal


" saya permisi dulu pak. " pamit lala akhirnya dan langsung meninggalkan ruangan erick


" bisa gak kalau mau masuk ketuk pintu dulu, ganggu orang aja. " ucap erick yang masih marah


" kenapa juga harus bermesraan di kantor. kayak gak ada rumah aja. " ucap rizal


" lagi asik asik lu malah muncul. " ucapnya jengkel

__ADS_1


" iya, sorry bro. lain kali gue bakal ketok pintu dulu. " ucap rizal " ini berkas dari bu wina. " ucapnya lagi sambil meletakkan berkas di meja


mereka pun melanjutkan kembali pekerjaan mereka yang tertunda.


__ADS_2