
Thio hanya memandang sedih kepergian Sherly. Thio gak habis pikir kenapa Sherly bisa jatuh ke dalam pesonanya Yoga. Kalau dipikir Thio juga ganteng dan tajir sama hal nya dengan Yoga. Kadang perasaan gak bisa di beli. Itulah yang menyebabkan Thio ragu mengungkapkan perasaannya pada Sherly. Lebih baik dia diam dan memendam sendiri rasanya pada Sherly.
Thio tetap menikmati pestanya walaupun kegalauan di dalam hatinya. Tidak mungkin dia meninggalkan party sedangkan dia adalah tuan rumahnya. Thio pun ikut bergabung bersama Arga, Riana dan Aan.
" Yang punya party dari tadi sibuk banget. " Ucap Aan.
" Sorry bro, gue harus menyapa tamu gue. Gak mungkin kan gue cuekin secara gue tuan rumah. " Ucap Thio Menjelaskan.
" Tuan rumah yang baik, sampai kita sahabatnya di cuekin. " Ucap Aan lagi meledek.
" Sialan lu An. Kalian kan sahabat gue dan selalu ngertiin gue. Kadi gak papa lah kalau di tinggal sebentar. " Ucap Thio.
" Yoga sama Lala kemana Yo ???? Kok gak keliatan batang hidungnya. Lu gak lihat mereka??? " Tanya Riana yang celingukan mencari sahabatnya.
" Iya nih, kemana si Yoga??? Dari tadi sibuk sama Lala terus " Tanya Aan.
" Dia sudah pulang duluan, Lala ga betah disni jadi Yoga mengantarnya pulang duluan. Dia tadi sudah pamit sama gue " Jawab Thio berbohong.
" Oh begitu. Sepertinya Yoga gak menyia nyiakan kesempatan yang ada. " Ucap Aan.
" Selagi masih ada kesempatan kenapa harus di lewatkan An. Benar gak Ga??? " Tanya Thio pada Arga.
" Yoi. Mana tahu kalau selalu bersama rasa suka bisa tumbuh. " Jawab Arga menjelaskan.
" Sok puitis lu Ga. " Ucap Aan sambil tertawa.
" Terus nenek lampir tuch tadi kenapa???? " Tanya Riana pada Thio.
" Nenek lampir yang mana sayang??? " Tanya Arga penasaran.
" Siapa lagi kalau bukan model yang cantik dan seksi itu. " Ucap Riana yang masih kesal pada Sherly.
" Sherly maksud lu Na??? " Tanya Thio.
" Binggo. Seratus buat lu Yo. " Ucap Riana pada Thio.
__ADS_1
" Gak tau juga gue. Dia kan memang hobby nya marah marah gak jelas. " Ucap Thio memberi alasan agar mereka gak curiga.
" Kayaknya tadi marah marah tuch. Lu apain dia Yo?? " Tanya Arga penasaran.
" Enak aja.u pikir gue cowok apaan. Playboy begini tapi gue selalu menjaga dan menghargai para wanita. Kadi kalian berdua jangan salah menilai gue. Hue nich anak baik baik kok. " Ucap Thio membela diri.
" Lagi PMS kali. " Ucap Aan seenaknya sambil menikmati cemilan yang ada di depannya.
" Sembarang aja lu kalau ngomong " Ucap Thio sambil meninju lengan Aan.
" Aw, sakit tau Yo. Tinju mu itu bisa menghancurkan lengan seorang calon dokter bedah. " Ucap Aan sambil tertawa.
" Benarkah itu pak Dokter??? Malau begitu saya minta maaf " Ucap Thio yang bercanda dan membuat yang lain tertawa.
Terlebih lagi Riana yang tertawa sambil memegang perutnya yang sakit karena tingkah dua orang aneh yang ada di depannya.
" Hentikan tingkah kalian. Perut ku sakit karena tertawa terus. " Ucap Riana yang masih memegang perutnya.
" Kalau suka sama seseorang tuch diungkapkan , jangan di pendam. Gak enak tau. Jangan menyesal ketika melihat orang lain yang memilikinya." Ucap Aan pada Thio tiba tiba.
" Udah dech gak usah mulai. " Balas Thio sambil menatap Aan.
" Emangnya Thio suka sama siapa An??? " Tanya Riana penasaran.
" Siapa lagi kalau bukan nenek lampir " Jawab Aan santai tanpa melihat ke arah Thio.
" Sialan lu, buka kartu aja. Dan juga namanya bukan nenek lampir tapi Sherly Anastasya Putri. Sangat jelas kan??? " Ucap Thio sambil meninju lengan Aan.
" Beneran??? " Tanya Riana sambil tertawa terbahak bahak seakan tak percaya apa yang di dengar nya.
" Yakin lu bro sama hati lu. " Ucap Arga.
" Apaan sich....??? Aan ni asal comot aja bacotnya. " Ucap nya sambil menunjuk ke arah Aan.
" Ngaku aja dech, gak usah malu sama kita. Hal seperti itu untuk apa malu untuk diungkap kan. " Ucap Arga pada Thio.
__ADS_1
" Ngaku apa sich,,,,??? " Ucap Thio.
" Masalah Sherly lah. Siapa lagi?? " Ucap Riana santai.
" Tatapan matamu gak bisa berbohong ketika lu menatap Sherly bro. Tatapan yang menunjukkan kalau kau sangat menyukainya " Ucap Aan sambil tertawa.
Merasa terpojok akan kata - kata temannya Thio hanya senyum senyum menanggapinya. Emang benar semua yang di katakan oleh Aan. Dia sangat menyukai dan mencintai Sherly. Sejak awal berkenalan di kampus berlanjut menjalin kerja sama bersama dalam satu agency model. Senyuman Sherly mampu meluluhkan hati sang playboy. Tapi sayang nya sampai sekarang Thio belum mau mengungkapkan perasaannya pada Sherly.
" Sudah gak usah di bahas masalah ini. Biar waktu yang akan menjawab semua. Sekarang waktunya kita party. Menikmati malam indah ini untuk sementara. " Ucap Thio mengalihkan pembicaraan agar mereka berhenti membahas masalah Sherly dan perasaan nya.
Suara musik terus bergema ditelinga. Lampu kerlap kerlip menghiasi suasana pesta. Di pandu oleh seorang dj seksi membuat para wanita dan lelaki pada turun dilantai untuk berjoget ria menikmati party malam ini. Suara teriakan para pengunjung club menambah meriah pesta mereka malam ini. Asik berpesta sampai lupa waktu. Membuat Riana tergaket ketika melihat jam yang ada ditangannya.
" Gila udah jam segini aja. " Ucap Arga sambil melihat jam di tangannya.
" Kita pulang yuk yank, aku ngantuk. Lagian nyokap pasti udah nunggu. " Ucap Riana pada Arga.
" Tapi kan partynya belum selesai bro. Acara puncaknya sebentar lagi. " Ucap Thio untuk menahan mereka.
" Sorry bro bukannya gue gak mau tinggal sampe acara selesai, tapi gue harus ngantar tuan putri pulang. Kalau telat pelang bisa berabe tau, nanti Nyokap Riana gak kasih ijin anaknya jalan lagi sama gue. " Ucap Arga menjelaskan.
" Oke dech, makasih ya udah datang. " Ucap Thio akhirnya.
" Gue juga mau pulang, gue udah ngantuk nich. " Ucap Aan.
" Lu gak boleh pergi, acara puncaknya belum selesai. " Sergah Thio.
" Kepala gue sakit bro liat ni lampu. " Ucap Aan.
" Alasan, oke dech. Makasih y semua udah mau datang. " Ucap Thio akhirnya.
" Sama - sama bro. " Ucap Aan dan Arga barengan.
" Kita pulang dulu ya, sekali lagi happy bhirtday ya" Ucap Riana.
" Iya, makasih banyak ya. "
__ADS_1
Mereka pun keluar meninggalkan club. Setelah mengatar kepergian sahabatnya, Thio pun bergabung bersama tamunya yang lain. Sambil berjalan dia melirik ke lantai atas.
" *A*pa yang dilakukan Yoga terhadap Lala ya??? Moga gak terjadi apa - apa. " Gumamnya pada diri sendiri.