
sebenarnya mood untuk shopping hari ini sudah hilang. tapi karena tidak ingin erika menaruh curiga jadi mereka tetap berbelanja. lala dan riana tetap bungkam tentang masalah tadi, dan erika pun tidak menanyakan lebih lanjut tentang masalah mereka.
selesai belanja mereka langsung menuju mobil, erika yang pertama diantar pulang. riana sengaja melakukan itu ingin mewawancarai lala.
" thanks ya, kalian gak mau singgah??? " tanya erika ketika keluar dari mobil
" gak usah ka, gue mau antar lala pulang terus langsung balik ke rumah. lagian juga sudah mau malam, gue mau pulang istirahat. siapin tenaga buat besok bertempur di kantor " ucap erika memberi alasan
" key dech kalau begitu. hati hati ya. " ucap riana
" kami pamit ya, salam aja sama calon mertuaku " ucap lala sambil tertawa
" iya. nanti gue sampein " ucap erika
mereka meninggalkan rumah erika. riana mengemudikan mobilnya langsung ke apartemen lala. tiada pembicaraan yang terjadi di mobil sepanjang perjalanan menuju ke apartemennya. sampai di apartemen, riana memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil mengikuti lala.
sampai di dalam apartemen, tanpa basa basi riana langsung bertanya pada lala tentang semua yang ada dipikirannya.
" la, kenapa lu gak kasih tau gue kalau yoga sudah kembali??? " tanya riana
" bukan begitu na, aku tau kalau kamu kan sibuk. gak mungkin kan menceritakan hal yang gak penting ke kamu. " ucap lala
" lu masih bilang gak penting la. ingat la, entar lagi lu bakal nikah sama erick. yoga pernah tergila gila sama lu. dan sekarang lu kerja sama sama dia. dan pasti lu belum cerita ke erick tentang yoga??? " tanya riana
mendengar pertanyaan riana, lala jadi bingung menjawab apa.
__ADS_1
" apa yang harus ku jelaskan sama erick na, aku gak punya hubungan apa apa dengan yoga. " ucap lala
" lu yakin gak punya hubungan dengan yoga la???
terus apa maksud dari tatapan thio tadi di mall. gue yakin ada sesuatu yang lu sembunyiin dari gue la. dan misteri pindahnya yoga pasti berkaitan dengan itu semua. dari dulu gue penasaran sama itu semua " ucap riana
mendengar itu semua membuat lala bungkam. lala gak tau mau ngomong apa. dia hanya terdiam dan bayangan masa lalu kembali terngiang diingatannya. masa lalu yang begitu ingin dilupakan.
" la, lu dengar gue kan? " tanya riana membuyarkan lamunan lala
" iya, aku dengar na. "
" la, apa sebenarnya yang lu sembunyiin dari gue??? " tanya riana
" gak ada na " jawab lala
" gak na "
" la, lu masih anggap gue sahabat kan??? "
" ya iyalah na, pertanyaanmu itu gak masuk akal. "
" kalau begitu lu bisa percaya sama gue la. gue bakal jadi pendengar yang baik buat lu. gue akan selalu jaga rahasia lu."
" tapi na..... "
__ADS_1
" please la, ijinin gue jadi orang pertama tempat lu berbagi suka dan duka. "
lala menangis mendengar permintaan dari sahabatnya itu. dia dan riana sudah sejak lama berteman. riana selalu menceritakan semua masalah pribadinya pada lala, baik masalah sekolah, keluarga ataupun pacar. lala adalah tempat curhatnya. lain halnya dengan lala, dia bisa menjadi pendengar yang baik dan pemberi nasehat yang baik untuk orang orang disekitarnya yang dia sayang. tapi untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain lala gak bisa. lala selalu memendamnya sendiri. dia cukup kuat dan tegar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. dia tidak ingin orang lain mengkhawatirkan dirinya.
" makasih na, kamu sudah peduli sama aku. selalu membantuku dan selalu ada buatku. tapi na aku belum siap untuk menceritakan semua sama kamu. kuharap kamu ngerti. " ucap lala akhirnya
" baiklah la, gue juga gak bisa maksa lu. tapi la, ingat satu hal. andaikan lu udah gak bisa menanggung semua beban pikiran yang ada di benakmu, aku siap membantumu meringankan beban itu. " ucap riana menenagkan hati lala
" makasih na, makasih untuk semua. aku janji, aku bakal menceritakan semua kalau aku sudah siap. " ucap lala sambil memeluk riana dengan air mata nya yang terus mengalir.
" iya la, gue bisa kok lu andalin. " ucap riana sambil membalas pelukan lala " udah ah, berenti nangis nya " ucap riana lagi
lala pun mengelap air matanya.
" udah malam la, kayaknya gue harus pulang dech. lagian besok kan kita kerja. " ucap riana
" iya na "
" gue pamit ya, ingat jangan sedih terus. kebahagiaan sudah di depan mata. "
" iya bawel, pulang gih sana. nanti dicari sama mamamu. "
ketika riana akan membuka pintu lala memanggilnya lagi
" na, sekali lagi makasih y untuk semuanya " ucap lala
__ADS_1
riana pun hanya mengangguk sambil tersenyum kepada lala. dan riana pun berlalu pergi meninggalkan apartemen lala.
" maafin aku na, aku belum bisa menceritakan semuanya sama kamu. " ucap lala dalam hati sepeninggalan riana