
sesuai perjanjian, lala dan erick bertemu di tempat parkir. erick sudah menunggu lala di dalam mobilnya.
lima menit kemudian lala pun muncul di tempat parkir dan langsung menuju ke mobil erick.
erick pun langsung mengedarai mobilnya menuju ke tempat yang di tuju.
" kita mau kemana mas??? " tanay lala
" mau ke pantai sayang. " ucap erick sambil mencium punggung tangan lala
lala yang biasa di perlakukan seperti itu oleh erick hanya diam saja. hal itu selalu dilakukan erick ketika di mobil berdua dengan lala.
" ngapain kita ke pantai mas, ini kan udah mau malam. "
" kita jalan jalan aja dulu sebentar la, gak lama kok. " ucap erick
" iya dech. " ucap lala " mas rizal tadi gak cerita ke karyawan lain kan??? " tanya lala
" ya gak lah sayang, lagian kenap kalau dia cerita??? yang kamu cium kan pacar kamu. " jawab erick
" tapi aku kan malu mas, entar pikir orang aku.... "
" udah gak usah pikirkan perkataan orang. " ucap erick memotong omongan lala
akhirnya sampai di pantai, erick memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun.
suara ombak seakan ingin memecahkan batu. desiran angin laut sore menyejukkan hati. lala dan erick pun berjalan di tepi pantai. mulai turun dari mobil mereka sudah tidak menggunakan alas kaki.
__ADS_1
pasir putih di pantai seakan menggelitik telapak kaki mereka. tapi tak mengurangi niat mereka untuk berjalan jalan.
" jarang banget kita ke pantai ya mas, terakhir kyaknya 4 bulan yang lalu. " ucap lala
" iya la, maafin mas ya karena terlalu sibuk jadi sedikit mengabaikanmu. " ucap erick
" gak papa mas, lala ngerti kok. mas erick kan seorang presdir, jadi tanggung jawab kamu tuch berat banget. " ucap lala meyakinkan erick
" makasih la, selalu ngertiin aku dan selalu memberikan semangat la. " ucap erick
" itulah gunanya pasangan mas, tempat berbagi suka maupun duka. " ucap lala lagi
" la, sebenarnya ada yang mau ku omongin sama kamu. " ucap erick ragu
" apa mas??? "
" la....
aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu.
mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.
bermunajat pada tuhan untuk menentukan pilihan yang tepat. berkali kali ku tanya pada diri sendiri. sudah tepatkah pilihanku ????
dan berkali kali juga jawabanku tetap sama.... itu ... kamu
kamu adalah alasanku tersenyum.
__ADS_1
aku ingin menjagamu hingga halal bagiku untuk menyentuhmu. aku ingin kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak akan bersama mengarungi titian menuju surga, mengharap ridho Nya.
dengan mengucap bismillah, will yoy marry me??? "
lala hanya terbungkam, tak percaya dengan apa yang di lakukan erick saat ini. air matanya mengalir mendengar semua perkataan erick.
" iya mas, aku bersedia mengarungi hidup bersamamu dalam suka dan duka. " ucap lala yang air matanya terus mengalir
" makasih la, makasih banget la. " ucap erick sambil memeluk erat lala
" kenapa kamu menagis la??? " tanya erick yang mulai menghapus air mata lala.
" ini tangisan kebahagiaan mas." ucap lala sambil tersenyum
dari jauh muncul erika, riana dan juga asistennya rizal. mereka tersenyum bahagia melihat kedua insan ini.
" kalian ngapain disini??? " tanya lala yang heran melihat kehadiran mereka
" kami di suruh bang erick kesini. " jawab erika
" saya di kasih tugas pak erick buat mendokumentasikan lamarannya hari ini. buat kenangan. " ucap rizal
" bang pakein dong lala cincinya. " ucap riana
" iya na, hampir lupa. " ucap erick
erick pun menyematkan cincin emas putih di jari manis lala. lalu dia mencium kening lala, cukup lama.
__ADS_1
" sekali lagi makasih la, kamu sudah melengkapi kehidupanku. " ucap erick setengah berbisik di telinga lala