
Walau sudah mengiyakan undangan Thio tapi Lala masih ragu untuk datang. Dan semua tampak terlihat jelas di wajahnya. Tapi sepertinya yang punya pesta ingin sekali kalau lala hadir disana.
" Pokoknya gue ga mau tau, kalian semua harus datang. Titik tanpa koma. " Ucap Thio mengancam.
" Iya, kami pasti datang. Iya kan La??? " Ucap Uoga sambil bertanya pada Lala.
" Iya iya. Aku usahain datang kok. " Ucap Lala ragu ragu.
" Makasih ya cantik. " Ucap Thio sambil mencolek pipi Lala.
Lala yang dicolek pipinya jadi kaget, dan reaksi Yoga lebih lebih, dia marah.
" Lu apaan sich Yo, gue aja belum pernah pegang pipinya. eh elu main colek aja. " Ucap Yoga sewot.
Dan yang lain pada tertawa melihat kelakuan Yoga termasuk Lala yang senyum - senyum sendiri.
" Segitunya yang pedekate. Lu juga Yo main colek aja. Yoga aja yang lagi gencar gencarnya ngedekatin lala gak berani colek colek. " Ledek Riana.
" Bukan begitu, kan gak enak kalau diliat orang. " Ucap Yoga menjelaskan.
" Ehm, modus lu. Bilang aja cemburu. Susah banget sich. " Ucap Arga menggoda Yoga.
" Udah gak usah ribut, gue minta maaf ya La. Gak sengaja. Tadi keterusan. " Ucap Thio pada Lala sambil memasang senyum manisnya.
Lala hanya menganggukkan kepalanya sambil senyum melihat kelakuan para lelaki di depannya.
" Dan yang penting pokoknya semua harus hadir di party gue. " Ucap Thio menekankan sekali lagi.
" Iya La, sebentar aja disana. Cari suasana baru " Ucap Riana.
" Iya dech aku bakal pergi kok. " Ucap Lala pasrah.
" Nanti gue sama Arga yang jempu lu, iya kan sayang??? " Tanya Riana sambil bertanya pada kekasihnya.
" Iya sayangku. Tuan putriku. Apa sich yang gak buat lu. " Ucap Arga sambil memencet hidung Riana.
" Gak usah lu jemput Lala, Na. Biar gue yang jemput Lala, mau kan La??? " Ucap Yoga menawarkan diri.
" Modus lu ga, bilang aja sekalian pedekate. " Ejek Aan.
" Nah itu kalian tahu. Jadi kasih gue kesempatan. Okey. " Ucap Yoga.
" Pepet terus sampe dapet. Jangan sampe lengah Ga, nanti di serempet orang lain. " Ucap Thio.
" Kalian semua apaan sich...." Ucap Lala menjadi malu dan wajahnya sudah merah merona.
__ADS_1
" Iya, lu pada kenapa sich. Kita kan cuma teman. " Ucap Yoga menenangkan.
" Iya teman, tapi ngarep kan???? " Ejek Riana.
" Banget. Lu tahu aja Na. Memang hanya Riana yang mengerti perasaanku saat ini. " Ucap Yoga sambil senyum - senyum.
Dan yang lain malah tertawa melihat tingkah Yoga dan Lala hanya geleng geleng sambil tersenyum.
Setelah selesai pembicaraan di kantin Lala dan Riana beranjak dari tempat duduknya bersiap meninggalkan para lelaki yang masih bercengkrama disana.
" Yank, gue sama Lala cabut duluan ya. Ada hal penting mau dibuat. " Pamit Riana pada kekasihnya.
" Okey. hati hati ya. " Balas Arga sambil melambaikan tangannya pada Riana dan Lala.
□□□□□□□□
Kamar Kost Lala
" Aku gak yakin dech mau pergi ke party nya Thio. " Ucap Lala pada Riana.
" Napa sich La???? " Tanya Riana agak kecewa.
" Kamu kan tau, aku gak suka ke acara gituan. Aku risih. " Jawab Lala menjelaskan.
" Aku tahu La, tapi kan ga enak kalau lu gak pergi La. " Ucap Riana menenangkan Lala.
" Tapi Na... "
" Gak ada tapi tapian. Bersenang senang lah la selagi kita masih bisa berkumpul bersama. Kapan lagi lu pergi ke club, sebentar aja kok. " Ucap Riana meyakinkan temannya ini.
" Iya dech, aku pergi. " Ucap Lala akhirnya.
" Gitu dong, ini baru teman gue. " Ucap Riana sambil memeluk sahabatnya.
" La, gimana kelanjutan hubungan lu sama Yoga. Lu udah terima pernyataan cintanya??? " Tanya Riana lagi.
Lala terdiam, mencerna pertanyaan Riana.
" Kenapa tiba tiba kau menanyakan hal ini Na?? " Tanya Lala balik.
" Gak ada. Aku hanya kasian aja lihat Yoga yang begitu mengharapkanmu jadi kekasihnya. " Ucap Riana menjelaskan.
" Aku belum tau Na. Aku sendiri aja masih ragu sama perasaan aku. Aku gak mau gegabah dalam mengambil keputusan Na " Ucap Lala.
" Kalau masih ragu ya jangan dulu. Tapi jangan kelamaan juga kali gantung perasaan anak orang. Nanti dia melangkah pergi kelain hati. Ingat La, Yoga tulus dengan perasaannya padamu. " Ucap Riana.
__ADS_1
" Iya Na, aku tau itu. Itulah sebabnya aku juga harus memantapkan hati dan perasaanku padanya. " Ucap Lala.
" Tetapkan lah hatimu La. Tapi ingat ada Sherly yang terus menggoda Yoga. Dia tidak akan melepaskan Yoga. Lu kan tahu kalau Sherly tuch cewek matre. " Ucap Riana sambil mulutnya mengarah ke kamar kost Sherly.
" Gak usah tunjuk tunjuk begitu, Sherly sudah pindah kost. " Ucap Lala.
" Oh ya, kapan ?? " Tanya Riana senang.
" Sepertinya udah 3 hari, apartemennya udah siap ditempati jadi dia pindah. Lagian kau kok senang banget dengar Sherly pindah??? " Tanya Lala.
" Gue takut aja kalau dia ganggu ketentramanmu di kost ini. " Ucap Riana.
" Tenang aja Na, aku bisa jaga diri kok. Lagian kalau dia ganggu tinggal ku jambak aja rambutnya. Selesai masalah. " Ucap Lala dan membuat Riana tertawa.
" Benar lu berani la lawan dia ?? " Tanya Riana.
" Emangnya apa yang harus ku takutkan Na??? Dia juga manusia sama kayak kita. " Ucap Lala.
" Gue salut sama lu La, lu memang pemberani. " Ucap Riana.
" Aku harus jadi wanita strong na kalau gak mau orang lain remehin aku. Aku disini seorang diri, kalau bukan aku yang nolong diri sendiri siapa lagi?? " Ucap Lala.
" Percaya dech gue. " Ucap Riana.
Dan mereka pun berdua tertawa.
Tanpa terasa sudah sore hari, Riana pun bersiap untuk pulang ke rumahnya.
" Sudah sore nich, gue mau cabut dulu. Nanti nyokap gue bakal ngomel lagi kalau gue telat pulang. " Ucap Riana.
" Iya dech, cepat pulang sana. Salam sama tante Indah ya. Sudah lama aku gak kesana. Jadi kangen mereka. " Ucap Lala karena mengingat mamah Riana.
Lala memang dekat dengan kedua orang riana. Mereka sudah menganggap lala seperti anak sendiri karena mereka hanya mempunyai satu orang anak.
" Iya nich, mamah sama papah tanyain kamu terus tuch. Kayaknya gue kalah saing sama lu La. Gue yang anak kandung mereka jadi teracuhkan ketika ada lu. " Ucap Riana menjelaskan.
" Insya allah akhir pekan aku kesana, pengen makan masakan tante Indah. " Ucap Lala sambil tertawa karena mendengar penjelasan Riana tadi.
" Janji ya, awas kalau boong. " Ancam Riana.
" Iya, aku janji " Ucap Lala sambil mengangkat 2 jarinya.
" Udah cepat pulang sana, aku sudah mau mandi. " Ucap Lala lagi.
" Iya bawel. " Ucap Riana sambil melangkah pergi menuju mobilnya.
__ADS_1
Setelah Riana pulang Lala pun langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.