
Sejak permintaan maaf Lala, hati Yoga mulai tenang. Dan mereka mulai mengakrabkan diri lagi. Walau tidak seperti sebelumnya. Tetapi mereka mulai dekat kembali. Dan Yoga sangat senang karena sudah ada secercah harapan buatnya untuk bisa memiliki hati Lala.
Dan sepertinya Lala pun mulai membuka hatinya sedikit untuk Yoga. Dia mulai bisa menerima perhatian yang ditunjukkan Yoga kepadanya. Dan disaat yang sama pula ada hati yang terbakar emosi dan cemburu. Siapa lagi kalau bukan Sherly Anastasya Putri, perempuan yang begitu tergila gila pada Yoga. Melihat kedekatan meraka membuat sherly semakin membenci Lala.
" Kamu gak bisa mendapatkan Yoga La, dia milik gue. Sekarang dan Selamanya. " Ucap Sherly pada dirinya sendiri yang masih geram melihat keakraban mereka berdua.
Sherly melangkah meninggalkan kampus menuju studionya. Dia masih marah melihat keadaan tadi.
" Kenapa sich harus cewek miskin itu Ga??? kenapa sich bukan gue??? lebih cantik, lebih seksi dan yang pasti bisa puasin lu di ranjang Ga. Kenapa harus cewek kerempeng itu. " Pertanyaan itu terus berputar putar di kepala Sherly.
Sampai di studio, Sherly melihat Thio dan langsung mendatanginya.
" Kamu gimana sich Yo, bilangnya akan bantu aku memisahkan mereka. " Ucap Sherly pada Thio.
Thio yang mendengar perkataan sherly, langsung bisa mengerti siapa yang di maksud. Siapa lagi kalau bukan Lala dan Yoga.
" Gue juga gak menyangka mereka bakal dekat lagi Ly..." Ucap Thio.
" Pokoknya gue gak mau tau, Yoga harus jadi milik gue. " Ucap Sherly dengan emosi.
" Dan lu harus bantu gue buat ngedapetin Yoga Pratama Putra dan menyingkirkan perempuan sialan itu. " Ucapnya lagi.
" Iya sherly. " Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sherly.
" mangnya lu gak bisa ngelupain Yoga aja Ly, biarkan dia bersama orang yang dia suka. Dan kamu bisa mendapatkan cinta dari orang lain Ly, dari orang yang bisa mencintaimu dengan tulus Ly. " ucap thio lagi
" Persetan dengan cinta, aku hanya mau Yoga jadi milikku. Lagian apa ada orang mencintaiku dengan tulus ??? " Tanya Sherly kembali.
" Ada Ly, itu aku. " Jawab Thio dalam hatinya.
Thio sebenarnya gak mau melakukan ini, tapi dia gak bisa menolak kemauan Sherly. Thio sangat mencintai Sherly, walaupun dia tau gak mungkin memilikinya. Dengan melihat Sherly tersenyum saja dia sudah senang. Mereka memang sesama model yang berada dinaungan agency milik orang tua Thio. Jadi mereka bisa bertemu tiap hari, hingga Thio akhirnya jatuh cinta pada Sherly.
Rumah Thio
" Sore pah, sore mah. Tumben papah udah pulang??? " Tanya Thio.
" Papah lagi ga enak badan sayang. " Jawab Mamanya Thio.
" Papah sakit apa??? Udah ke dokter??? " Tanya Thio khawatir.
" Papah baik baik aja, kamu gak khawatir begitu. Papah hanya butuh istirahat. " Ucap Papanya menjelaskan.
__ADS_1
" Eh ya thio, minggu depan ulang tahunmu. Kamu mau perayaan kayak mana??? " Tanyanya mamanya.
" Kayaknya aku mau ngerayain di klub kita aja deh pah, aku mau ngerayain bareng teman teman aja. " Jawab Thio.
" Bener gak mau di rayain di Hotel??? Undang teman temanmu dan kolega nya papa juga. " Tanya Mamanya lagi.
" Gak usah mah, Thio pingin have fun bareng teman teman aja. " Ucap Thio menjelaskan.
" Terserah kamu aja lah kalau begitu, urus sendiri aja semua ya!!!." Perintah Papahnya.
" Siap komandan, tapi nanti bagi duit ya buat have fun nya." Pinta Thio pada mamahnya.
" Iya sayang... " Ucap Mamahnya.
Thio pun melangkah pergi menuju kekamarnya dan meninggalkan mamah dan papahnya yang santai di ruang keluarga.
□□□□□□□
Seperti biasa suasana kampus selalu di penuhi keceriaan, karena di sana lah para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul bercengkrama bersama.
" Hai bro.... " Sapa Thio.
" Tumben bro lu gak telat???? " Tanya Arga.
Seandainya ada wanita di depannya, pasti akan klepek klepek dengan senyuman itu. Secara dia kan model terkenal. Satu jentikan jari saja wanita akan langsung bertekuk lutut di hadapannya.
" Gak usah senyum begitu, gue jadi ilfeel liatnya. " Seru Aan sambil bergidik.
Kata kata Aan sukses membuat yang lain tertawa. Aan memang paling pendiam diantara mereka berempat. Dia merupakan calon dokter dan merupakan calon penerus pimpinan rumah sakit milik keluarga besarnya.
" Tenang aja, gue masih normal. Gue gak akan tebar pesona di depan kalian. " ucap thio
" Oh ya, malam minggu nanti party gue. Kalian pada datang ya. " Ucap Thio lagi.
" Lu mau rayain dimana kali ini??? " Tanya Yoga.
" Untuk party kali ini khusus kita yang muda muda. Kita adain di King Club. " Jawab Thio.
" Boleh tuch, pasti bakal banyak cewek disana. " Celetuk Aan.
" Tumben juga bahas cewek, udah bosan jadi jomblo ??? " Tanya Arga mengejek.
__ADS_1
" Sialan lu, mentang mentang ada Riana. " Ucap Aan sambil meninju bahu Arga dan membuat Arga meringis kesakitan.
Dan disaat yang sama datang Lala dan Riana. Seperti biasa Riana langsung duduk disamping Arga.
" Kenapa yank??? " Tanya Riana yang melihat ekspresi wajah Arga.
" Gak papa yank, hanya ngilu sedikit karena tinjunya Aan. " Jawab Arga.
" Lu apaan si An. Becandanya kelewatan dech. " Ucap Riana sambil mengelus bahu Arga.
" Hak sakit kali Na, gue pelan aja kok. Arga ja yang lebay. " Bela Aan.
" Hemm modus aja si Arga. Lagi kumat manjanya. " Ucap Yoga.
" Iya nich, ingat tempat donk kalau mau bermanja. Ada kami disini para jomblo sejati . " Ucap Yhio dan membuat yang lain tertawa.
" Udah dech, berenti becandanya. Kalian berdua jangan lupa datang ke party gue ya. " Ucap Thio pada Lala dan Riana.
" Emang kapan acaranya??? Dimana??? " Tanya Lala.
" Malam minggu. Di King Club. Dan kamu wajib datang. " Jawab Thio santai.
" Apa king club??? Gak salah??? " Tanya Lala seakan tak percaya.
" Segitu kagetnya La, emangnya lu belum pernah ke club malam??? " Tanya Thio.
" Emang gak pernah. " Ucap Arga dan Riana bersamaan.
Dan yang lain pada tertawa seakan tak percaya, hanya Lala yang bengong sendiri. Lala memang gak pernah menginjakkan kakinya ke dalam club malam. Dia tidak suka keramaian. Dia merasa risih dan tidak nyaman berada di tempat seperti itu. Hal ini hanya Arga dan Riana yang tahu.
" Lu datang ya La. Ini undangan spesial dari model terkenal kayak gue. " Ucap Thio.
" Aku gak yakin Yo. Aku gak biasa ke tempat seperti itu. " Ucap Lala tak enak hati.
" Please donk. Lu kan teman gue. Masa lu mau ngecewain gue sich. " Pinta Thio.
" Gimana ya??? Aku gak suka tempat seperti itu. " Ucap Lala lagi.
" Sekali aja, please..." Pinta Thio lagi.
" Iya dech, aku usahain datang ya. Tapi aku gak janji. " Ucap Lala akhirnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Lala, yang lainnya jadi senang.