
Memasuki bulan ke tiga masa kehamilan Lala, membuat Lala dan erick semakin bersemangat. Begitu juga keluarga besar dari keduanya. Ayah dan Ibu Lala baru saja kembali ke Semarang setelah empat hari berada di Jakarta. Mereka datang berkunjung untuk melihat keadaan putri dan menantunya yang sudah lama tidak mereka temui.
Menghabiskan waktu bersama anak yang sudah lama tidak di temui membuat mereka bersemangat, apalagi sekarang Lala sedang mengandung buah cintanya dengan Erick. Karena uni kehamilan pertama Lala, Ibunya selalu memperingatkan Lala akan hal - hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mendapat perhatian dari orang - orang terdekat membuat Lala tahu arti keluarga yang sesungguhnya. Selalu ada buat kita baik dalam keadaan suka maupun duka.
Sebenarnya Mertua Lala ingin segera pulang ke Indonesia untuk menemani menantunya yang sedang hamil muda, tapi Erick dan Lala mencegahnya. Tidak mungkin mereka egois membiarkan Erika sendiri disana walaupun mereka juga menginginkan kehadiran orang tua untuk menemaninya saat ini. Mereka sebenarnya tahu Erika sangat bisa menjaga dirinya dengan baik, tapi tetap saja ada secercah kekhawatiran untuk adik perempuan mereka satu - satunya itu. Khawatir akan terjadi hal - hal yang tak di inginkan.
Dan hari ini adalah jadwal Lala untuk pemeriksaan rutin kandungannya. Rasanya tidak sabar ingin melihat jabang bayi yang sudah berada di perutnya yang mulai membesar, ya walaupun hanya ada sedikit perubahan. Ditemani oleh suaminya, Lala sekarang sedang mengantri menunggu gilirannya tiba.
Melihat sekelilingnya, para ibu hamil di temani oleh suami merupakan pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Ada rasa senang dan terharu, dan itu juga dirasakan Lala saat ini. Duduk bersama suaminya sambil mengobrol tentang hal - hal yang akan mereka lakukan ketika anak mereka lahir nanti merupakan hal yang selalu diimpikan ketika mereka baru menjadi pengantin baru. Dan saat ini dia merasakannya.
" Nyonya Yolanda Sari. " Suara perawat memanggil namanya dan membuat Lala dan Erick berdiri dan segera memasuki ruang pemeriksaan.
" Selamat pagi " Sapa dr. Kayra dengan ramah menyambut kedatangan mereka.
" Nyonya Yolanda langsung berbaring ya, saya akan langsung memeriksa keadaan bayinya. " Ucap nya lagi.
" Berat badannya hanya naik satu kilo dari bulan kemarin dan juga tekanan darahnya normal. "
Lala sudah berada di atas pembaringan, dan Perawat mengangkat sebagian pakaian Lala keatas dan memperlihatkan perut Lala yang mulai membuncit sedikit saja.
" Maaf ya, " Ucap dr. kayra ketika mulai menyentuh perut Lala.
Saat gel sudah dioleskan, dr. Kayra kemudian menempelkan alat transduser USG ke perut Lala dan mulai terlihat gambar janin dan juga gelombang suara. sangat jelas terdengar bunyi jantungnya.
" Bayinya sehat - sehat aja. Sudah memasuki minggu ke 12 ya. " Ucap dr. Kayra.
" Jadi kapan kami bisa mengetahui jenis kelamin bayinya dok??? " Tanya Erick yang sudah tidak sabar.
" Sepertinya daddy nya sudah tidak sabar ya??? " Ucap dr. Kayra sambil tersenyum.
__ADS_1
" Untuk sekarang belum bisa Pak Erick, tunggu usia kandungan 18 hingga 20 minggu dulu. " Ucap dr. Kayra menjelaskan.
" Begitu rupanya. " Ucap Erick lagi.
Setelah puas melihat layar monitor, akhirnya dr. kayra mencetak hasil USG dan menyerahkan kepada Erick. Setelah pemeriksaan oleh dr. Kayra, perawat membersih perut Lala yang penuh dengan gel setelah itu dia kembali bergabung bersama dr. Kayra dan suaminya.
" Nyonya Yolanda ada keluhan lain??? Apa sekarang mual - mual?? " Tanya dr. Kayra.
" Saya merasa lebih segar setelah minum vitamin yang dokter berikan, dan juga saya hanya mual sesekali di pagi hari. " Jawab Lala.
" Sepertinya jabang bayi di perut nyonya sangat pengertian, dia tidak ingin menyusahkan ibunya. " Ucap dr. Kayra sambil tertawa.
" Saya resepkan vitamin ya dan juga lanjutkan minum susunya, bila ada keluhan lain segera melakukan pemeriksaan. " Ucapnya lagi.
" Baik dokter " Ucap Lala.
" Terima kasih banyak dok. " Ucao mereka pamit meninggalkan ruangan pemeriksaan.
Setelah menebus obat yang di resepkan dr. Kayra mereka langsung melakukan pembayaran di kasir. Setelah itu mereka langsung menuju rumah.
" Sayang, kamu mas antar pulang setelah itu mas langsung ke kantor ya. " Ucap Erick yang masih fokus di balik kemudinya.
" Mas, aku ikut ke kantor ya. Aku bosan di rumah terus. " Rengek Lala pada suaminya.
" Tapi sayang kamu harus istirahat di rumah, di kantor juga kau akan bosan. "
" Please Mas, biarkan aku ikut. Aku janji gak akan mengganggumu. Aku hanya akan diam di ruang istirahatmu dan menonton televisi. ".
" Baiklah kalau begitu tuan putri. " Ucap Erick akhirnya.
__ADS_1
" Tapi kita singgah di minimarket depan dulu ya. Aku mau membeli beberapa cemilan. "
" Iya sayang. "
Sampai du depan minimarket, Erick memarkirkan mobilnya lalu turun menemani istrinya membeli beberapa bungkus makanan yang di inginkan oleh istrinya.
Satu bag paper, dimasukkan erick di tempat duduk bagian belakang setelah melakukan pembayaran. Kembali dengan kemudinya, Erick melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sampai di kantor hampir jam makan siang, Erick sudah memberitahu Rizal akan terlambat datang karena akan melakukan pemeriksaan kandungan rutin. Setengah jam setelah sampai di kantor, Erick memesankan makan siang untuk dirinya dan juga istrinya. Dia akan makan siang bersama di kantor hari ini. Setelah makan siang, seperti yang di janjika Lala bahwa dia tidak akan mengganggu suaminya. Jadi dia masuk ke ruangan istirahat Erick yang berada di dalam ruangan kerja Erick juga.
Di dalam ruangan tersebut ada ranjang, sofa dan juga televisi. Ruangan tersebut juga kedap suara, jadi bisa membuat Lala menonton dengan nyaman tanpa mengganggu aktifitas suaminya di ruang kerjanya.
Setelah Salat berjamaah bersama istrinya Erick melanjutkan pekerjaannya dan Lala menonton televisi sambil menikmati cemilan yang dia beli tadi.
" Sayang , kamu tetap disini aja ya. Mas mau meeting dulu di ruang meeting. Kalau ada apa - apa panggil aja Sita, dia berada di luar. " Ucap Erick pamit pada istrinya.
" Iya mas, aku akan diam disini sambil menunggumu selesai bekerja. Pergilah, aku hanya akan menonton dengan tenang. " Ucap Lala.
" Baiklah. " Ucapnya lagi sambil mencium kening istrinya.
" Ternyata lebih enak bekerja ketika kau berada disini bersamaku sayang. " Ucapnya lagi sebelum melangkah meninggalkan Lala seorang diri.
Menutup pintu dengan rapat, lalu meninggalkan ruangannya.
" Sita, Istriku berada di dalam. Dia sedang menonton di ruang istirahatku. Kalau ada apa - apa segera panggil saya. " Ucap Erick memberikan ultimatum pada Sekretarinya itu.
" Baik Pak Erick. Saya mengerti. " Ucap Sita.
Berlalu bersama Rizal meninggalkan ruangannya dan langsung menuju ruangan meeting. Di dalam sudah hadir beberapa staf yang akan mengikuti jalan nya meeting siang ini.
__ADS_1