Terus Mencintai

Terus Mencintai
Masa Kelam Erick


__ADS_3

Bangun di pagi hari keadaan Lala sudah berangsur baik. Seperti yang di janjikan, hari ini Lala bisa pulang tapi setelah pemeriksaan dokter. Masih di atas ranjang Lala melihat suaminya yang masih terlelap di atas sofa bersama beberapa berkas yang berserakan di atas meja. Karena kebelet ingin ke tiloilet, dia pun beranjak dari ranjangnya tanpa ingin membangunkan suaminya.


Baru beberapa langkah dia pun terhenti karena suara suaminya.


" Ada apa sayang??? " Tanya Erick yang baru saja bangun dari tidurnya.


" Aku mau ke toilet mas. "


" Biar mas bantu "


" Aku bisa sendiri mas, lebih baik mas lanjutkan tidur. Mas terlihat sangat lelah. "


" Sudah jam berapa ini??? "


" Jam lima kurang mas, masih panjang waktu. "


" Aku akan salat, jadi mari kuantar kau ke toilet. "


" Baiklah. "


Erick pun mengantar istrinya, setelah istrinya selesai dia pun melanjutkan membersihkan diri karena akan melaksanakan subuh.


Setelah salat, Erick pun mendekati istrinya.


" Bagaimana keadaanmu??? " Tanya Erick sambil menggenggam tangan istrinya.


" Aku sudah lebih baik mas. "


" Syukurlah kalau begitu. Kamu lapar???? "


" Aku hanya ingin makan buah mas. "


" Tunggu sebentar, mas akan kupaskan untukmu. "


Erick pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sebuah apel di atas nakas dan mengupasnya.


" Buka mulutmu sayang. " Ucap Erick ketika akan menyuap sepotong apel ke istrinya.


" Aku bisa sendiri mas. Tanganku baik - baik saja. "


" Biar mas yang menyuapimu. "


Akhirnya Lala mengalah dan membiarkan Erick menyuapkan apel padanya.


" Makasih mas, aku sudah kenyang. "


" Masih ada sepotong La, habiskan ya. "


" Buat mas aja, dari tadi mas belum ada makan. "


" Baiklah. " Ucap Erick sambil memasukkan potongan apel terakhir di mulutnya.


" Mas, hari ini aku jadi pulang kan??? Aku rindu rumah. "


" Kita lihat nanti ya, kalau dokter sudah memberi ijin kita akan pulang ke rumah. Dan kamu jangan protes. itu demi kebaikanmu dan anak kita. "


" Iya mas, aku mengerti. " Ucap Lala pasrah.


" Istirahatlah sebentar, mas akan melanjutkan pekerjaan mas dulu. Sebentar lagi Rizal akan datang mengambil berkas - berkas ini. " Ucap Erick sambil beranjak kembali ke sofa.


Ketika Erick fokus bekerja, Lala tetap diam di ranjang sambil bermain ponselnya. Ada banyak panggilan di ponselnya dan juga ada beberapa chat dari Riana. Lala pun membalas Chat dari Riana untuk memberitahu bahwa keadaannya baik - baik saja dan akan segera pulang.


" Mas. "


" hmmmmm. " Jawab Erick sambil tetap fokus pada laptopnya.

__ADS_1


" Mas memberitahu Riana kalau aku di rawat disini??? "


" Oh itu, semalam dia menelpon mas. Dia menelpon ke ponselmu tapi tidak ada yang menjawab, jadi dia menghubungi mas. Jadi mas mengatakan kalau kau sedang rawat inap di rumah sakit. Kenapa sayang?? "


" Gak papa mas. Dia menanyakan bagaimana keadaanku sekarang. "


" Ohhhh. Sudah jam tujuh lewat rupanya. " Ucap Erick sambil melirik jam di pergelangan tangannya.


" Kenapa mas?? "


" Mas mau ke kafetaria bawah dulu. Sepertinya mas butuh kafein. Kamu butuh sesuatu??? "


" Aku ingin makan bubur ayam mas. "


" Baiklah, mas akan belikan untuk belikan untukmu dan juga untuk anak dady. " Ucap Erick sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


" Hentikan mas, kau membuatku malu. "


" Kenapa sayang??? Sebentar lagi kan bakal ada yang memanggilku dengan sebutan dady dan juga memanggilmu mommy. "


" Sudahlah mas, pergilah beli kopi. "


" Baiklah, aku tinggal sebentar dan jangan bergerak sedikit pun dari tempat dudukmu. " Ucap Erick sebelum meninggalkan ruangan.


" Eh ada yang tertinggal. " Ucapnya lagi.


" Apa lagi mas, dompetmu tertinggal??? "


" Bukan dompet. Tapi ini. " Ucapnya sambil mencium kening istrinya dan Lala yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa tersenyum malu.


Untuk mengisi kebosanannya ketika menunggu suaminya, Lala pun menghidupkan televisi. Asik menonton tiba - tiba pintu ruangan terbuka.


" Kenapa cepat sekali mas??? " Tanya Lala yang menyangka suaminya yang datang.


" Pasti kamu kecewa karena aku bukan orang yang kau harapkan. " Ucap Clara yang masih berdiri di depan pintu


" Ya, ini aku. Wajahmu seperti kau melihat hantu saja. "


" Apa yang kau inginkan??? "


" Aku akan langsung pada intinya. Sepertinya kamu sudah cukup lama menikmati kehidupanmu mewahmu bersama Erick dan sekarang sudah waktunya kau meninggalkan Erick. "


" Apa maksudmu Ra??? "


" Sepertinya kamu bukan orang bodoh yang tidak mengerti perkataanku La. Tinggalkan Erick karena dia tidak pernah mencintaimu, dia hanya mencintaiku. Kamu hanyalah pelarian ketika diriku tidak ada di sampingnya. "


" Sepertinya kau belum bangun dari tidurmu ra. Segeralah sadar. Mas Erick sudah melupakanmu dan biarkan kami hidup bahagia. "


" Ternyata memang benar yang dikatakan orang - orang, ketika orang miskin diangkat derajatnya dia pasti akan melupakan dari mana dia berasal. Kamu telah menikmati kemewahan yang di berikan oleh Erick, jadi pasti kamu tidak mau meninggalkannya. Tapi tenang saja, aku akan memberikan kau sejumlah uang sebagai kompensasi karena telah merawat Erick selama aku gak ada di sampingnya. "


" Segitu tak lakunya kah dirimu Ra, sehingga kau harus mengemis padaku untuk menyerahkan suamiku padamu. "


" Jaga mulutmu La. Dasar perempuan murahan. "


" Terserah kau mau ngomong apa, aku tak peduli. Jadi sekarang ku mohon tinggalkan aku sendiri. "


" Oh jadi sekarang kau mengusirku?? "


" Terserah padamu kalau kau menganggapnya seperti itu. Aku ingin istirahat. "


" Kau pikir aku mudah terkalahkan??? Asal kau tahu La, kehidupanku dengan Erick dulu sangat bahagia. "


" Dan kau sendiri yang menghancurkan kebahagiaan itu. Kau sudah lupa??? "


" Mungkin saat itu aku memang melakukan kesalahan, tapi satu hal yang harus kau tahu bahwa Erick tidak mungkin melupakan kenangan indah kami berdua. Hanya kami yang ingat bagaimana nikmatnya malam - malam yang telah kami lalui bersama. "

__ADS_1


" Kau terlalu percaya diri Clara. Itu adalah masa lalu yang tak akan mungkin terulang kembali. "


" Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menang disini. Aku atau kamu. "


" Silahkan bermimpi sesuka hatimu Clara. Tapi ingat ketika kau bangun dari mimipi itu pasti akan terasa sakit. Dan sekarang tinggalkan ruanganku, aku ingin istirahat. "


" Baiklah, aku akan pergi. " Ucap Clara sebelum meninggalkan ruangan Lala


" Oh ya, aku hampir lupa. Aku sudah mengirim hadiah buatmu. Silahkan cek sendiri di ponselmu. " Ucap Clara lagi bertepatan dengan bunyi notifikasi dari ponsel Lala.


Ketika Clara memegang gagang pintu, di saat itu pula Erick kembali dari kafetaria. Melihat Clara yang berada di ruangan istrinya membuatnya marah.


" Apa yang kau lakukan disini Ra??? " Tanya Erick


" Aku hanya menjenguk temanku yang sedang sakit. " Ucap Clara santai.


" Kami gak butuh kunjungan darimu. "


" Oh ya??? Tapi tampaknya Lala senang dengan kunjunganku ini. " Ucap Clara sambil melihat ke arah Lala


Bersamaan itu pula, Erick juga melihat ke arah Lala. Di tempat tidurnya Lala sudah menangis menatap layar ponselnya.


" Kamu kenapa sayang??? " Tanya Erick yang mendekati Lala


" Apa ini mas??? " Tanya Lala sambil memperlihatkan layar ponselnya.


Erick pun mengambil alih ponsel Lala. Dan betapa terkejutnya dia melihat gambar - gambar yang ada di ponsel Lala. Semua gambar mesra dirinya bersama Clara di masa lalu. Kebanyakan gambar mereka berada di ranjang hanya berbungkus selimut, walaupun ada gambar lain saat mereka jalan - jalan. Tapi semua gambar menunjukkan keintiman diantara mereka.


Masih memegang ponsel Lala, Erick menuju ke arah Clara.


" Apa maksudmu mengirim ini ke Lala??? " Ucap Erick sambil memegang lengan Clara dengan keras.


" Lepaskan Rick. Kamu menyakitiku. " Ucap Clara yang meringis kesakitan dan juga takut dengan tatapan kemarahan dari Erick


" Aku sudah memperingatkan dirimu untuk tidak mengganggu kehidupanku dengan Lala. Kau sudah membangunkan singa yang sedang tidur, jadi kau harus siap menerima konsekuensi yang akan terjadi. " Ucap Erick sambil menghempaskan tangan Clara.


" Dan sekarang tinggalkan ruangan ini. Aku tak sudi melihat wajahmu lagi. " Ucapnya lagi.


" Rick dengarkan dulu penjelasanku. Aku hanya ingin Lala sadar akan posisinya. Kita bersama lagi dan bahagia seperti dulu. "


" Cukup Ra. Aku sudah mengatakan hubungan kita sudah lama berakhir. Dan sekarang Lala sudah menjadi istriku dan juga dia akan jadi ibu dari anak - anakku. Jadi sekarang jangan pernah muncul di hadapanku dan ingat, kau sudah kalah telak. "


" Tapi Rick.... "


" Pergi sekarang atau aku panggil keamanan untuk menyeretmu keluar. "


" Baiklah, tapi aku akan kembali lagi. " Ucap Clara sebelum meninggalkan ruangan Lala.


Setelah Clara pergi, Erick pun mendekati Lala kembali dan meminta maaf.


" La, aku mohon percaya padaku. Aku benar - benar sudah tidak punya hubungan lagi dengannya. Foto yang dia kirim itu adalah foto masa lalu ketika aku masih bersamanya. " Ucap Erick sambil menangis di depan istrinya.


" Mas, aku gak nyangka sejauh itu hubunganmu dengan dia. " Ucap Lala sambil menangis.


" Maafkan masa laluku yang kotor La. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku gak bisa hidup tanpamu La. Aku mencintaimu. "


" Mas, aku juga mencintaimu. Tapi bila melihat Foto - foto itu membuatku ragu. "


" Apa yang harus kulakuakan agar kau bisa percaya padaku??? Aku rela melakukan apapun asalkan kau tetap bersamaku. "


" Beri aku waktu mas. Dan biarkan aku sendiri dahulu. "


" Tapi La... "


" Aku mohon mas. "

__ADS_1


" Baiklah La. Aku akan menghubungi Riana untuk menjemputmu. Tapi aku mohon jangan terlalu lama kau buatku jauh darimu. Dan tolong jaga bayi yang ada di kandunganmu itu. " Ucap Erick sebelum meninggalkan Lala di ruangannya.


Setelah meninggalkan Lala sendiri di ruangannya, dia pun menelpon Riana untuk menjemputnya dan juga dia menceritakan semua yang terjadi. Erick juga meminta bantuan pada Riana untuk memujuk Lala agar mau memafkannya.


__ADS_2