Terus Mencintai

Terus Mencintai
Permohonan Maaf


__ADS_3

Kantin


Seperti biasa keadaan kantin selalu ramai, secara tempat ini memang tempatnya mahasiswa berkumpul selain taman belakang kampus. Tempat mereka bersenda gurau melepaskan lelah setelah belajar.


Begitu pun Riana dan Lala. Riana mengamati keadaan sekelilingnya untuk mencari tempat yang strategis untuk mengisi perutnya. Cacing - cacing di dalam perutnya sudah berdemo minta di isi. Dan senyum Riana mengembang saat melihat kekasihnya yang sedang asik bercengkrama dengan teman temannya, lalu memanggilnya.


" Arga..." Teriaknya sambil melambaikan tangan dan Arga pun membalas lambaian tangan Riana.


" Eh kamu, sini duduk disampingku. " Ucapnya ketika Riana sampai di dekatnya dan langsung menarik tangan Riana untuk duduk disampingnya.


Lala hanya mengikuti Riana di belakang. Disana juga ada Yoga, Thio dan Aan. Dan itu membuat Lala ragu melangkahkan kakinya mendekati mereka. Perasaan takut dan merasa bersalah pada Yoga berkecamuk di hatinya.


" Kok diam si La, sini aja. Gabung sama mereka biar rame..." Ucap Riana.


" Iya Na..." Ucap Lala ragu ragu dan takut menatap ke arah Yoga.


Lala pun maju lalu duduk disamping Yoga, karena hanya tempat itu yang kosong. Mau tidak mau ya harus duduk manis disitu.


" Yank pesanin aku makan donk..." Ucap Riana manja sama Arga.


" Iya sayang, kamu mau makan apa??? " Tanya Arga


" Gue mau bakso aja dech, kamu mau makan apa La??? " Tanya Riana pada Lala.


" Aku ga lapar Na, aku minum es jeruk aja ya??? " Ucap Lala.


" Gak boleh, pokoknya kamu harus makan. Itu badan mu kurus kerempeng gara gara banyak pikiran, nanti kamu bisa sakit La..." Ucap Riana panjang lebar.


" Iya dech, aku makan. Aku makan bakso aja lah..." Ucap Lala.


Dia gak bisa menang dari Riana. Ada aja alasan yang dikeluarkan Riana ketika mereka berdebat. Dan Lala selalu lebih banyak mengalah.


" Bakso 2 ya sayang, kamu gak makan??? " Tanya Riana pada Arga.


" Aku udah makan tuan putri..." Ucap Arga sambil mencolek pipi Riana.


" Eh sadar mas bro, kita lagi kantin. " Ucap Thio.


" Biarin. pasti kamu iri. " Balas Riana manja.


" Kasianin kami yang masih jomblo. " Ucap Aan.


" Makanya cari pasangan dong, biar masa kuliahmu lebih ceria, menyenangkan dan bermakna. " Ucap Riana menjelaskan.


Dari tadi Yoga hanya diam, tak ada reaksi. Padahal Lala duduk disampingnya. Lala sangat benci berada di posisi saat ini. Dia sangat berharap Yoga akan mengajaknya bicara seperti biasa kalau mereka bertemu. Tapi hasilnya nihil. Yoga malah asik dengan ponsel dan minumannya.


" Ternyata di cuekin memang sangat menyakitkan. rasanya pengen di telan bumi aja dech saat ini juga. " Ucap Lala dalam hatinya.

__ADS_1


Lala ingin menghilangkan kecanggungan ini, tapi dia tidak tahu harus memulai darimana. Ingin menegur Yoga, tapi ketika dia mengingat tatapan Yoga tempo hari membuat nyalinya ciut kembali.


Lama menunggu dan akhirnya pesanan pun datang. Tanpa basa basi Riana langsung menyantap bakso di hadapannya, karena memang dia sudah lapar.


" Habisin la...." Perintah Arga yang melihat Lala hanya mengaduk aduk makanan di mangkoknya.


" Aku kenyang banget nich, perutku sudah penuh. " Balasnya sambil memegang perutnya.


" Gimana sich, lu baru aja makan pentolan 1 kok sudah kenyang??? " Ucap Riana.


" Nanti kalau aku paksa, takutnya muntah Na. " Ucap Lala.


" Iya dech, aku ngalah. " Balas Riana.


" Yank aku duluan ya, masih ada kelas nich. " Ucap Arga.


" Iya dech, nanti pulang gak usah tunggu aku. Aku bawa mobil ini hari. " Balas Riana.


" Oke sayangku, dan gak usah di bayar. Tadi udah gue bayar. " Ucap Arga lalu beranjak meninggalkan mereka.


Yoga, Thio dan Aan pun siap beranjak pergi, tapi Lala menahan tangan Yoga.


Riana dan yang lain hanya diam melihatnya.


" Ga, boleh bicara sebentar???? " Tanya Lala sambil memegang tangan Yoga.


Semua menatap Lala, tapi Lala gak peduli. Dia hanya ingin menyelesaikan masalahnya dengan Yoga. Gak enak rasanya dicuekin seperti ini.


" Lima menit. " Ucap Yoga sambil melihat jam yang ada di tangannya.


" Tapi gak disini. "


" Jadi maunya dimana??? "


" Di taman belakang kampus, boleh??? "


" Lu mau ngapain bawa yoga kesana, lu gak nembak yoga kan??? " Tanya Riana menjahili temannya.


" Lu apaan sich na. "


Disaat seperti ini, Riana masih bisa mengajak Lala bercanda. Sedangkan Lala masih takut dengan ucapan dan tatapan Yoga.


" Baiklah, ayo kita kesana. " Ajak Yoga sambil berjalan meninggalkan Lala.


" Aku ke taman dulu ya. " Ucap Lala pamit pada Riana.


Lala pun mengikuti langkah Yoga. Walaupun perasaan takut membayangi langkahnya. Sampai di belakang kampus, Lala gak tahu akan mulai dari mana. Suaranya tertahan di tenggorokannya.

__ADS_1


" Kok diam... ??? Bilangnya ada yang mau di omongin. " Tanya Yoga dengan tetap memasang wajah serius.


" Eh aku... "


" Bisa cepat gak sich, aku ada kelas. "


Lala yang dibentak begitu serasa ingin menangis, tapi dia menahan air matanya agar tak mengalir. Ingin rasanya lari dan meninggalkan yoga yang sudah bersikap dingin terhadapnya. Tapi dia menahan langkahnya.


" Aku minta maaf atas perkataan ku tempo hari . "


" Perkataan yang mana??? "


" Aku udah ngatain yang jelek jelek tentang kamu. "


" Emangnya baguan mana yang jelek??? "


" Semuanya. Maafin aku ga karena udah nyakitin perasaan kamu. Aku benar benar nyesal. Aku sendiri gak nyangka kata kata menyakitkan itu bakal keluar dari mulutku. Sherly terlalu mojokin aku Ga. "


" Setidaknya kontrol sedikit ucapanmu La. "


" Aku tahu Ga, itu sebabnya aku minta maaf karena telah menyakiti perasaanmu ga. "


" Emang aku seburuk itu La??? "


" Maksudmu apa Ga??? "


" Apa aku gak pantas berada disampingmu La, sehingga kamu harus mengeluarkan kata kata seperti itu???


" Bukan begitu Ga. Kamu malah terlalu sempurna untum orang seperti ku. Bukan kamu yang seharusnya bertanya seperti itu. "


" Kenapa sich La??? Dari dulu aku sudah suka sama kamu. Tapi kamu gak pernah kasih respon ke aku. "


" Aku belum memikirkan semua itu ga, aku masih ingin fokus kuliah. Jadi untuk sekarang kita berteman aja ya. Biar waktu yang akan menjawabnya nanti. Bagaimana kita akan menjalani semua nanti. "


" Kalau begitu aku msih ada secercah harapan untuk memiliki hatimu kan La??? "


Lala yang ditanya dengan pertanyaan seperti itu hanya tersenyum. Senyuman penuh makna dan harapan. Dan itu membuat Yoga sedikit lega.


" Permintaan maafku di terima kan??? " Tanya Lala


" Permintaan maaf diterima. Udah aku mau ke kelas dulu. " Jawab Yoga dengan senyuman manisnya.


" Makasih Ga. Kamu tahu gak, rasanya gak enak tahu kalau di cuekin orang yang dekat sama kita. " Ucap Lala.


Yoga yang mendengarnya hanya senyum senyum saja. Senyum penuh arti dan harapan.


" Apa Lala mulai membuka hatinya untukku??? Aku hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik. " Gumam Yoga dalam hati.

__ADS_1


" Yuk La, aku masih ada kelas. " Ajak Yoga.


Dan mereka pun meninggalkan taman dan menuju kelasnya masing masing. Dan perasaan Lala sangat lega setelah mengungkapkan semuanya.


__ADS_2