
hampir satu bulan lala menjalankan masa magang nya. dan selama sebulan itu pula belajar banyak hal dan dia juga sudah akrab sama senior yang lain, terutama mba hany. mba hany sangat baik, dia selalu mengajarkan lala hal hal yang dia tidak mengerti dengan sabar.
" mba ini sudah selesai.... " ucap lala sambil menyerahkan berkas pada mba hany
" sudah??? kalau begitu tolong dibawakan keruangan pak erick ya, mba harus menemui klient diluar. setelah itu kamu langsung makan siang aja, gak usah tunggu mba. " ucapnya sambil mengumpulkan berkas yang akan dibawanya
" iya mba. " jawab lala
tanpa buang waktu lala langsung menuju ke ruangan pak erick.
" sangar gak ya yang namanya pak erick??? " tanya jya dalam hati
lala menuju ruangan pak erick untuk mengantarkan berkas. sambil menunggu pintu lift terbuka, dia bersenandung kecil sendiri. tanpa menyadari ada orang lajn yang mendengar suaranya.
" cukup merdu " suara lelaki itu mengagetkan lala
" terima kasih " jawab lala yang tersipu malu dan terdiam
setelah itu lala menjadi bungkam. dan tak lama kemudian pintu lift pun terbuka
ting.
" gak masuk ??? " tanya kembali lelaki itu yang sudah berada di dalam lift
" eh iya. maaf saya melamun " jawab lala sambil melangkahkan kakinya ke dalam lift
" lantai berapa??? " tanya lelaki itu lagi
" 19 " jawab lala singkat
sampai di lantai 19 lala lebih dulu keluar dari lift, dia hanya membukkan badan sedikit pada lelaki tersebut lalu meninggalkannya.
" mba sita, aku disuruh mba hany antar berkas. aku simpan dimana??? " tanya lala pada sekretaris pak erick
" masuk aja, pak erick sudah tunggu. " jawabnya
lala pun menuju ruangan pak erick, sampai di depan pintu lala pun mengetok pintu, setelah ada jawaban dari dalam baru dia masuk. dengan ragu dia melangkahkan kakinya ke dalam ruangan bosnya
" siang pak, saya disuruh mba hany mengantarkan berkas ini. " sapa lala sambil menatap wajah pak erick
" ya tuhan, ganteng banget. kupikir pak erick sudah tua. ternyata..... " ucap lala dalam hati
" simpan saja di sini. dan kamu boleh keluar. " ucap erick membuyarkan lamunan lala
" baik pak " jawab lala sambil meletakkan berkas lalu beranjak pergi
tapi baru akan beranjak pergi, lala dipanggil kembali.
" tunggu.... " panggil erick
__ADS_1
lala pun berbalik
" iya pak, ada yang bisa saya bantu??? " jawab lala
" kamu pegawai baru?? kok saya baru liat kamu " tanya erick sambil menatap lala intens
" iya pak, saya anak magang disini. " jawab lala singkat
" siapa nama kamu? " tanya nya lagi
" yolanda sari pak. " jawab lala
" oke, silahkan keluar " ucap erick
" belagu amat sich, untung aja ganteng. " ucap lala dalam hati sambil meninggalkan ruangan erick langsung menuju kantin perusahaan untuk makan siang.
ketika akan membuka pintu lala bertemu kembali dengan lelaki yang ditemui di lift. lala kembali memasang senyumnya sebelum melangkah pergi dan lelaki itu langsung masuk ke ruangan erick.
" hai ryan, apa kabar??? " sambut erick ketika temannya datang
" gue baik bro, gimana dengan kamu??? " tanya lelaki yang bernama ryan
" seperti yang lu liat.... " jawab erick " silahkan duduk yan " ucapnya lagi
" tadi siapa rick??? " tanya rian sambik menunjuk ke arah pinti
" cewek yang baru keluar dari ruangan lu. " ucap ryan menjelaskan
" oh itu anak magang, tadi antar berkas. " jawab erick santai
" cantik dan menarik. juga senyumnya menawan. " ucap ryan
" hanya cewek yang ada di otakmu. apa jihan tidak cukup buatmu??? " tanya erick
" gue udah gak bersama dia lagi, dia selingkuh ketika kami masih di ausie. " ucap ryan sedih " mungkin bukan jodoh gue. " ucap ryan lagi
" sabar bro. nanti gue bantu carikan lu wanita yang menarik. gue masih punya banyak stok kenalan wanita. lu tinggal pilih aja tipe seperti apa " ucap erick sambil tertawa
" sialan lu. tapi kalau boleh, anak magang itu juga boleh rick, siapa namanya??? " tanya ryan penasaran
" yolanda sari, tapi kamu gak bisa bermain main dengan dia, karena dia masih karyawanku. " ucap erick mengingatkan
" oke. tapi bagaimana denganmu??? sudahkah kamu mempunyai kekasih??? " tanya ryan kembali
" aku masih belum mau memikirkan itu, penghianatan clara masih ada di ingatanku. " ucap erick
" lupakan dia, cari yang lebih baik dari clara. masa seorang presdir tidak bisa memilih wanita, bahkan mungkin 1000 wanita akan berlutut dihadapanmu tanpa kau memintanya. " ucap ryan
" seandainya aku mau, sudah lah berhenti bahas ini. tak ada habisnya kalau gue hanya membahas masalah perempuan. oh ya ada apa kau mencariku??? " tanya erick
__ADS_1
" ini masalah kerja sama kita " ucap ryan " papi ku sudah menyerahkan semua wewenang kepadaku. dia ingin aku yang melanjutkan rencana yang sudah kau setujui dengan dia. " ucap ryan lagi
" jadi karena ini kau kembali dari ausie, dan meninggalkan semua kesenanganmu disana. " ledek erick
" sepertinya sudah waktunya aku menggantikan beliau, beliau sudah harus beristirahat. " ucap ryan
" akhirnya kau menyadari kesalahanmu " ejek ryan
" gak mungkin kan gue jadi anak durhaka. brengsek begini gue juga ingin membahagiakan orang tua gue. " ucap ryan
dan erick hanya menyinggung kan senyum di ujung bibirnya.
" oke bro, sepertinya aku harus kembali ke kantor. 1 jam lagi aku akan menemui klient " ucap ryan
" baiklah. lanjutkan lah pekerjaanmu " ucap erick
" tapi jangan lupa sampaukan salamku kepada pegawai magangmu. senyumnya sungguh membuat aku terpesona. " ucap ryan sebelum meninggalkan ruangan erick.
□□□□□
suasana di kantin sangat ramai. lala yang sudah mengambil menu makan siangnya bingung akan duduk di mana.
akhirnya dia melihat meja kosong di dekat temannya. dan lala pun ikut bergabung makan siang bersama evita dan gusti.
" kok telat makan siangnya la?? biasa cepat. " tanya evita
" iya nich, tadi disuruh mba hany antar berkas keruangan pak erick. " jawabnya sambil senyum senyum
" mba hany kemana??? tumben sendirian. " tanya gusti
" dia lagi meeting diluar sama klient sekalian makan siang disana " jawabnya
" lu kenapa senyum senyum sendiri la??? kesambet??? " tanya evita
" gak lah. aku tadi dari ruangan pak erick, aku pikir pak erick itu laki laki setengah baya seperti pak akbar, rupanya.... " ucap lala ingin membuat temannya penasaran
" rupanya apa sich ??? " tanya evita yang penasaran
" rupanya ganteng banget ta..." jawab lala sambil mengecilkan volume suaranya
" masa sich la ganteng banget??? yang gue dengar sich dia memang masih muda. " ucap evita
" kalian apaan sich , gosipin bos. entar ada yang dengar. lebih baik habiskan makanan kalian terus kita kembali keruangan. gak lama lagi habis waktu makan siang. " ucap gusti menerangkan panjang lebar
" iya pak gusti " jawab lala dan evita barengan lalu mereka tertawa.
setelah makan mereka kembali ke ruangan. dalam perjalanan ada yang memanggil nama lala
" lala.... "
__ADS_1