
Mendengar azan subuh di masjid Lala terbangun dari tidurnya. Dia pun membangunkan suaminya yang masih memeluknya.
" Mas bangun, suara azan sudah berkumandang. "
Erick pun membuka matanya dan melihat istrinya yang belum menggunakan pakaiannya dan sebagian tubuh atasnya terekpos jelas.
" Apakah kau menggodaku La??? " Ucap Erick yang tangannya masih terus merayap.
" Kondisikan tanganmu itu, mari kita mandi dan salat "
" Tapi aku masih menginginkannya. "
" Setelah salat, kau boleh melakukannya lagi. "
Mendengar ucapan istrinya akhirnya Erick mengalah dan bangun langsung mandi. Selesai ritual mandi mereka pun salat berjamaah bersama.
Setelah salat, Lala pun merapikan mukenanya. Setelah itu dia pun beranjak dari tempatnya.
" Mau kemana La??? "
" Aku akan turun ke bawah, mau membantu bi Tini menyiapkan sarapan. "
" Tetaplah disini dan tepati janjimu. " Ucap Erick yang sudah menarik istrinya dalam pelukannya.
" Mas, apakah kau tak lelah??? "
" Tenang sayang, suamimu ini sangat perkasa. " Jawab Erick sambil tertawa.
Dan Erick pun mulai melancarkan aksinya. Dia pun mulai mencium bibir istrinya dan Lala pun mulai membalas ciuman dari suaminya. Selanjutnya yang di dengar dalam kamar hanya erangan kenikmatan dari dua insan yang sedang di mabuk cinta.
Satu jam lebih, mereka bercinta. Terasa sangat lelah tapi mereka menikmatinya. Lala pun bangkit dari tidurnya dan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai lalu memakainya kembali.
" Kau mau kemana??? "
" Aku akan ke dapur dan kali ini biarkan aku keluar. "
" Baiklah, tapi kenapa kau tak mandi dulu??? "
" Sebentar mas, aku hanya membantu bi Tini menyiapkan sarapan lalu aku akan kembali. "
" Baiklah, kalau begitu aku yang akan mandi terlebih dahulu dan bersiap siap. "
Lala pun turun ke bawah. Di dapur sudah ada Erika yang duduk di meja makan menanti sarapannya.
" Tumben banget kakak ipar ku lambat bangun, apa yang terjadi semalam??? "
Pertanyaan Erika membuat Lala malu. Dia sengaja menanyakan hal itu, karena Riana sudah menceritakan semua yang terjadi padanya.
__ADS_1
" Ada apa dengan leher mu kakak ipar??? Apakah ada yang menggigitnya??? "
" Hentikan itu Erika, jangan membuat kakak iparmu malu. " Ucap Erick yang turun dari loteng.
" Mas, kenapa kau tak mandi??? " Tanya Lala yang melihat Erick turun dan belum mandi.
" Aku akan mandi bersamamu. " Ucap Erick yang sudah memeluk Lala.
" Mas hentikan, Erika melihat kita. "
" Biarkan dia. "
" Lanjutkan lah bang, anggap saja aku tak ada disini. " Ucap Erika yang tersenyum bahagia melihat abang dan kakak iparnya.
" Baiklah mas, ayo kita mandi dan bersiap ke kantor. " Ajak Lala akhirnya karena Erick tak menghentikan kegiatannya.
Mereka pun pergi kamar untuk mandi karena mereka akan bersiap pergi ke kantor. Setelah bersiap mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.
" Kapan kau kembali ke Korea ka??? " Tanya Erick pada Erika yang sedang menyantap bubur ayam kesukaannya.
" Lusa aku akan kembali bang, aku sudah menelpon Mamah semalam. Dia sekarang berada di rumah tante Neni. "
" Oh ya, bagaimana kabar tante Neni dan om Angga??? "
" Mereka baik baik saja. Dan mereka marah karena abang tidak datang berkunjung ketika abang berada di Korea. "
" Sampaikan salam dan maaf ku ketika kau bertemu dengannya. Tunggu lah kedatanganku lagi kesana bersama Lala. "
" Aku belum tahu. Mungkin aku akan kembali ke Pulau Jeju untuk mengulang kembali bulan madu kami. " Ucap Erick sambil menatap istrinya yang tersipu malu.
" Hentikan itu mas, habiskan lah sarapanmu. Bukan kah kau akan meeting pagi ini. " Ucap Lala akhirnya.
" Bang tolong beritahu mba Sita untuk mengurus tiket ku. Ingat aku akan berangkat lusa. "
" Iya tuan putri. Hari ini apa yang akan kau lakukan?? "
" Tak ada. Aku jalan jalan santai hari ini. Boleh aku mengajak kakak ipar?? " Tanyanya dengan memasang wajah memelas.
" Terserah kalian. Apa kamu ada waktu sayang??? " Tanya Erick pada Lala.
" Gak bisa sayang, kerjaan menumpuk di kantor. "
" Berhentilah bekerja di perusahaan kakak ipar. Biar bang Erick yang mencari uang dan tugasmu adalah menghabiskan uangnya. " Ucap Erika tertawa.
" Sepertinya itu ide yang bagus Ka. Akan aku pikirkan itu. " Ucap Lala yang ikut tertawa.
" Kalau itu mau mu aku akan lebih senang. Jadi kau punya banyak waktu di rumah menemaniku. Dan kita akan segera membuat keponakan buat adikku ini. " Ucap Erick sambil mengusap pucuk kepala Erika.
__ADS_1
" Kenapa kau begitu mesum bang, kau akan menyiksa Lala kalau seperti itu. Apakah abang begitu ganas kakak ipar??? " Tanya Erika yang membuat Lala tertunduk malu.
" Mengapa kau tak mengatakan padanya La bagaimana kehebatanku di ranjang. "
Ucapan erick membuat Lala makin tersipu malu.
" Hentikan pembicaraan kalian berdua. Kalian adik kakak sangat cocok. Sukses membuat ku malu. Lebih baik kita ke kantor sekarang mas. " Ucap Lala lalu beranjak dari tempat duduknya.
" Abang telah membuat kakak ipar marah dan malu. " Ucap Erika sambil menunjuk ke arah abangnya.
" Nanti kita lanjutkan obrolan kita, aku akan ke kantor dulu. " Ucapnya sambil mencium kening adiknya.
" Hati hati bang, jaga kakak iparku yang cantik. Jangan sampai ada yang mengambilnya. " Teriak Erika dari meja makan ketika melihat abang dan kakak ipar nya keluar dari rumah.
Erick pun melajukan mobilnya di jalan raya, sambil mengobrol dengan istrinya.
" Sayang apakah kau tak memikirkan kata kata Erika?? "
" Yang mana mas?? "
" Lebih baik kau berhenti kerja dan fokus untuk kita menjalani program agar kau bisa segera hamil. Aku menginginkan anak darimu. "
" Mungkin ada benarnya. Tapi biarkan aku menyelesaikan proyek terakhir ku ini. "
" Baiklah, aku turuti maumu kali ini dan ingat ini yang terakhir. setelah itu kau harus berenti dari kantor. Aku tak ingin melihatmu terlalu lelah. Cukup malam saja kau lelah bersamaku. " Ucap Erick menggoda Lala.
" Hentikan perkataanmu itu mas, kau membuatku malu. " Ucap Lala yang tertunduk.
" Kau menggemaskan La, apakah harus ku belokkan mobil ini menuju hotel?? " Tanya Erick menggoda.
" Mas... " Teriak Lala.
" Aku hanya bercanda sayang. Sekarang kita akan menuju kantor. "
Sampai di kantor, Erick langsung menuju ruangannya setelah mencium kening istrinya. Lala yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi malu sendiri lebih lagi ketika karyawan kantor melihat semuanya.
Sampai di ruangannya lala di serbu oleh anak buahnya.
" Mba Lala romantis banget sich sama Pak Erick. " Ucap Rina yang membayangkan perlakuan Erick tadi.
" Iya, mba Lala buat kami para jomblowati jadi iri. Masih ada gak stock laki laki seperti Pak Erick, kalau ada aku juga mau satu nich. " Ucap Tyas.
" Apa yang kalian berdua pikirkan??? Kalau ingin dapat jodoh terbaik, jadilah wanita baik - baik. " Ucap Lala memberi nasehat pada anak buahnya.
" Tapi, pagi ini sepertinya ada yang berbeda. Tak biasanya mba Lala pake syal. Emang mba Lala sakit?? " Tanya Tyas menggoda.
Mendengar pertanyaan Tyas membuat lala tersipu malu.
__ADS_1
" Apa yang kalian pikirkan??? Lebih baik kitalanjutkan pekerjaan yang kemarin. " Ucap Lala mengalihkan pembicaraan.
sedangkan di ruang lain Erick sedang mengadakan rapat dengan mood yang sangat baik sehingga semua pekerjaannya hari ini berjalan sangat lancar.