
Selama di perjalanan menuju spa, Riana terus berceloteh dan Lala tetap fokus di belakang kemudi sambil membalas ocehan Riana.
" Undangan sudah kamu bagikan semua Na??? " Tanya Lala.
" Sudah semua La, gue hanya ngundang teman teman kampus, beberapa teman SMA. " Jawab Riana.
" Kalau gitu Yoga dan Thio juga kau undang??? " Tanya Lala lagi.
" Iya La, gak mungkin kan gue gak undang mereka. Seandainya Aan ada disini pasti gue undang juga. " Ucap Riana.
" Oh iya, kemana anak itu ya. Sudah lama aku gak dengar kabarnya. " Ucap Lala penasaran.
" Gue juga gak tahu persis dimana dia. Waktu di acara resepsi pernikahan lu, Yoga bilang dia ambil S2 di luar negeri, kalau gak salah di Korea. "
" Oh begitu. Aan memang selalu tertutup diantara mereka berempat. "
" Iya La, gue juga bingung. Kayaknya hanya dia yang tidak pernah gue lihat berinteraksi dengan perempuan selama kuliah. Dia normal kan??? "
" Huzzz pertanyaanmu Na. Kalau ngomong bisa gak di rem sedikit. Sembarang aja kalau ngomong. "
" Gue kan penasaran La. Lagian kan aneh aja kalau cowok ganteng, tajir dan calon dokter gak punya pasangan. Bukan hanya gue kok, cewek cewek di kampus juga pernah gue dengar bicarain Aan. "
" Kamu tahu darimana??? "
" Ya tahu lah. Gue dengar waktu lagi dalam toilet. Ada anak ekonomi naksir Aan, tapi gak di respon. Ada juga anak kedokteran naksir juga gak di respon. Mungkin masih banyak anak jurusan lain yang gak di responnya. Kalau bukan guy apa lagi??? "
" Tapi Na, kita kan gak boleh ambil pemikiran sendiri tentang hidup orang lain. Mana tahu aja dia belum menemukan orang yang cocok buat bersamanya. Masalah hati gak boleh di paksakan loh Na. Apalagi ini menyangkut pasangan hidup. "
" Iya dech ibu guru kepribadian. Saya mengerti. " Ucap Riana sambil tertawa.
Dan Lala hanya diam melihat tingkah Riana sambil mencerna ucapan Riana.
" Apa benar Aan punya kelainan. Duh kasian banget kalau begitu. " Gumam Lala dalam hati.
" Lu kenapa melamun La??? " Ucap Riana membuyarkan lamunan Lala.
" Gak kok, aku hanya fokus nyetir. " Ucap Lala berbohong.
" Eh udah mau sampe rupanya. " Ucap Riana ketika melihat Lala memarkirkan mobilnya.
" Silahkan turun tuan putri, mobilnya sudah terparkir rapi. " Ucap Lala ketika membukakan Riana pintu mobil.
" Lu ada ada aja La. " Ucap Riana sambil geleng geleng melihat kelakuan Lala.
" Sekali kali memperlakukan calon pengantin baru dengan istimewa kan gak papa. "
" Kalau begitu terima kasih ya bi. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Sialan banget kau Na, masa aku cantik cantik begini di panggil bibi sich. "
" Sorry becanda, udah ah yuk kita masuk. " Ajak Riana sebelum melangkah menuju ke dalam salon dan Lala pun mengikuti langkah Riana.
Sampai di dalam Riana di sambut oleh pegawai salon langganannya.
" Siang mba Riana "
" Siang mba, aku sudah reservasi tempat kemarin. "
" Iya mba, kami sudah siapkan. Silahkan mba. "
" Makasih ya mba Mery. "
" Sama - sama mba."
Lala dan Riana pun menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, setelah itu dia pun masuk ke ruangan yang sudah di siapkan.
__ADS_1
Beberapa jam melakukan perawaran akhirnya selesai juga, rasa lelah hilang seketika setelah melakukan pijat refleksi. Setelah berganti pakaian Riana pun menuju kasir hendak membayar biaya perawatan.
Ketika sedang menunggu Riana, seseorang menegur Lala.
" Hai yolanda, what are you doing here??? " Tanya nya.
" Clara, rupanya kau. Aku baru selesai di pijat. Kamu??? "
" Aku juga. Sepertinya kita memang berjodoh, buktinya kita selalu bertemu disaat tak terduga. "
" Sepertinya. "
" Bagaimana kalau kita pergi makan siang di kafe depan. Aku sangat lapar. " Ajak Clara.
" Hmmm gimana ya, aku bersama teman ku sekarang. "
" Kenapa tidak mengajaknya sekalian. Mana dia??? "
" Sebentar dia lagi di kasir membayar tagihan. "
" Oh wanita cantik itu temanmu??? "
" Iya, sebentar aku perkenalkan kalian. "
Setelah Riana membayar tagihannya, dia pun menuju tempat Lala menunggunya.
" Sudah Na??? "
" Sudah. "
" Pasti kamu keluar uang banyak lagi kan??? Tadi kan aku sudah bilang biar aku yang membayarnya. "
" Uang ku masih cukup untum membayar tagihan perawatanmu. Lagian uang Arga juga gak akan habis kalau untuk membayar perawatan kita berdua. Sudah lah, aku lapar. Kita singgah makan dulu sebelum pulang. " Ucap Riana.
" Siapa dia??? " Tanya Riana.
" Aku mengenalnya ketika honeymoon ke Pulau Jeju. " Jawab Lala.
" Oh. Riana Putri Wijaya. cukup panggil aku Riana. " Ucap Riana sambil mengulurkan tangannya.
" Clara Anindya. Tapi Clara sudah cukup. " Ucap nya sambil membalas uluran tangan Riana.
" Dia mengajak kita makan di kafe depan. Apa kau mau??? " Tanya Lala.
" Hmmm kenapa tidak. Aku juga sudah sangat lapar. "
" Baiklah, karena sudah deal mari kita ke kafe depan. " Ucap Clara sambil menunjuk ke arah cafe depan salon.
Mereka pun menuju ke kafe tersebut. Mereka mengambil tempat di dekat jendela, lalu memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan mereka pun mengobrol.
" Kalian sudah lama kenal??? " Tanya Clara.
" Iya sudah cukup lama, kami kan soulmate yang tak bisa terpisahkan. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Aku iri sekali " Ucap Clara.
" Kenapa harus iri??? " Tanya Lala.
" Sepertinya kamu mempunyai banyak orang yang sangat menyayangimu La. " Ucap Clara.
" Emangnya kamu tinggal dengan siapa disini??? " Tanya Riana.
" Aku tinggal di apartemenku seorang diri. Kedua orang tua ku berada di jerman. Papa ku menjalankan bisnis disana. Tapi sepertinya mereka sudah tidak perduli padaku sejak kejadian yang memalukan itu. " Ucap Clara lirih.
" Maksudnya??? " Tanya Riana.
__ADS_1
" Lala sudah tahu. Kejadian memalukan ketika aku membatalkan pernikahanku. Papahku marah besar dan mengusirku. Sejak kejadian itu aku gak pernah bertemu mereka lagi. "
" Oh begitu. Jadi selama ini kamu tinggal di Jakarta seorang diri??? " Tanya Riana lagi.
" Aku belum lama kembali ke Indonesia. Baru beberapa bulan lalu. Selama ini aku menetap dan bekerja di Brazil. "
" Kau termasuk wanita pemberani Ra." Ucap Lala menimpali.
" Bisakah kita semua berteman??? Aku butuh teman yang pengertian seperti kalian. " Ucap Clara.
" Kenapa tidak. Kamu bisa menghubungi kami jika memerlukan bantuan. " Ucap Lala dan Riana mengiyakan perkataan Lala.
" Kalau begitu berikan aku nomor ponsel kalian. "
Akhirnya mereka bertiga bertukar nomor ponsel. Dan tak lama pesanan pun datang, mereka pun menikmatu sambil tetap mengobrol.
" Oh ya Clara, minggu depan kau ada waktu??? " Tanya Riana yang masih menikmati makanannya.
" Ada apa??? " Tanya Clara.
" Hadirlah di pernikahanku kalau bisa. " Ucap Riana sambil memberikan kartu undangan yang di ambil dari dalam tasnya.
" Baiklah, aku pasti akan datang. " Ucap Clara yakin.
" Aku akan menunggunya. " Ucap Riana.
Tiba - tiba ponsel Lala berdering dan Lala pun mengangkatnya karena yang menelpon adalah suaminya.
" Ya mas, assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. Kamu dimana??? "
" Masih sama Riana. Kami singgah makan dulu. "
" Baiklah, setelah itu kamu harus langsung pulang. Bentar lagi mas pulang. "
" Iya mas. Aku akan menunggumu di rumah. Assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. "
Setelah itu lala pun memutuskan sambungan ponselnya.
" Maaf, suami ku menelpon. "
" Sepertinya pernikahanmu sungguh bahagia. " Ucap Clara.
" Ya seperti itulah. "
" Dia pasti sangat mencintaimu. "
" Nanti aku akan memperkenalkanmu dengannya. Ingat jangan sampai kau jatuh cinta padanya. " Ucap Lala memberi peringatan sambil bercanda.
" Aku tidak mungkin merebut suami temanku. Itu tidak ada dalam kamus kehidupanku. " Ucap Clara sambil tertawa dan di ikuti Lala dan Riana.
Mereka telah menghabiskan makanannya, dan mereka bersiap untuk pulang.
" Kamu ingin pulang bareng kami Ra??? " Tanya Lala.
" Gak usah, aku bawa mobil kok. " Ucap Clara.
" Baiklah, sampai bertemu di pernikahan Riana. " Ucap Lala pamit.
" Baiklah "
Lala dan Riana pun memasuki mobil dan langsung melaju pergi menuju rumah Riana. Sampai di rumah Riana, Lala langsung pamit pulang karena tak lama lagi Erick akan pulang dari kantor.
__ADS_1