
Hari ini erika kembali ke tanah air, ada beberapa berkas yang akan di urusnya. Kepulangannya ke Indonesia gak akan lama, dia hanya mengambil cuti selama seminggu, jadi mamahnya tidak ikut pulang. Erika sengaja pulang tanpa memberitahu abangnya juga kakak iparnya, dia ingin memberi kejutan pada mereka.
Sekitar jam sepuluh malam Erika tiba di rumahnya menggunakan taxi bandara. Sampai di depan rumah dia masuk melihat keadaan rumah yang sepi.
" Pasti sudah pada tidur semua nich. " Gumamnya nya dalam hati.
Dia pun mengetuk pintu rumah, tak lama bi Tini membukakan pintu rumah.
" Neng erika, kok gak bilang bilang kalau mau pulang. Nyonya mana??? " Tanya Bi Tini.
" Mamah masih di sana Bi, Erika pulang sendiri. Ada beberapa hal yang harus Erika urus. Lagian Erika gak lama kok disini, kalau cepat urusannya Erika langsung pulang kok. " Ucap Erika.
" Oh begitu, Neng Erika naik apa tadi kesini??? " Tanya Bi Tini.
" Naik taxi. Bang Erick mana dan Kakak Ipar mana??? " Tanya Erika.
" Non Lala ada di kamarnya, Den Erick belum pulang. " Jawab Bi Tini.
" Pasti Bang Erick lembur lagi. Kebiasaan dech, udah ada istri masih juga sibuk sama kerjaannya. " Ucap Erika.
" Sebenarnya... " Ucapan Bi Tini langsung di potong Erika.
" Bi, Erika lapar. Bisa masakin Erika mie instant gak??? " Tanya Erika.
" Ya neng, bibi masakin dulu ya. " Ucap Bi Tini.
" Lalau gitu Erika mandi dulu dech, biar segar. " Ucap Erika meninggalkan bi Tini menuju kamarnya.
Sampai di kamarnya, Erika merebahkan tubuhnya sebentar di ranjang.
" Kangen banget sama ni kamar. Kayak udah setahun aja gue tinggal, padahal kan baru enam bulan. " Gumamnya dalam hati.
Cukup lama Erika berbaring di ranjangnya, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah memakai baju tidurnya dia pun turun ke bawah.
Mie instant sudah siap di meja makan, Erika tinggal menikmatinya.
" Pasti enak nich. Lama banget gak makan masakan Bi Tini. " Ucap Erika.
" Silahkan di makan neng. " Ucap Bi Tini.
" Bi temani aku makan dulu ya. " Pinta Erika.
" Iya neng. " Ucap Bi Tini.
" Bi gimana keadaan Bang Erick dan Kakak Ipar, mereka baik baik aja kan??? " Tanya Erika.
" Den Erick dan non Lala baik baik aja neng. " Jawab Bi Tini.
" Apa Bang Erick selalu lembur setiap malam bi??? " Tanya Erika lagi.
" Gak juga neng. " Jawab Bi Tini.
" Kakak Ipar masih kerja??? " Tanya Erika.
" Iya neng, non Lala bingung kalau tinggal di rumah. Jadi non Lala minta sama den Erick supaya di ijinkan kerja. " Jawab Bi Tini.
" Oh begitu, baguslah biar dia gak bosan di rumah. Lagian kakak ipar kan juga belum hamil, jadi tidak apa apa juga kalau dia bekerja. " Ucap Erika.
" Iya non. tapi sebenarnya.... "
__ADS_1
" Sebenarnya apa bi??? " Tanya Erika karena ucapan Bi Tini terhenti.
" Bukan apa apa neng Erika. " Ucap Bi Tini.
" Bi, Erika sudah kenyang. Erika mau ke kamar dulu istirahat " Ucap Erika.
" Iya neng Erika sebaiknya istirahat saja. Besok neng Erika mau sarapan apa??? " Tanya Bi Tini.
" Besok Erika mau makan Bubur ayam mang Udin. bibi tolong belikan ya. " Ucap Erika.
" Iya neng, besok bibi belikan. " Ucap Bi Tini.
" Satu lagi bi, jangan kasih tahu bang Erick sama kakak ipar kalau Erika datang. Besok Erika mau kasih kejutan waktu sarapan. " Ucap Erika.
" Iya neng, bibi akan tutup mulut. " Ucap Bi Tini.
Erika pun kembali ke kamarnya untuk istirahat. Sebenarnya dia sudah mengantuk, tapi matanya tak bisa terpejam. Dia pun mengambil ponselnya dan melihat enam misscall dari mamahnya.
" Sudah jam sebelas lewat, berarti disana jam satu lewat. Tengah malam banget. Kalau telpon mamah, pasti dia sudah tidur. Jadi sms ja lah. " Gumamnya dalam hati.
" Mamah Erika sudah sampai di rumah dengan selamat😘😘😘 " Tulis Erika lalu dia mengirim ke mamahnya.
Lelah bermain ponsel akhirnya Erika tertidur. Tengah malam dia terbangun mendengar suara ribut dari lantai bawah. Erika pun beranjak dari kamar ranjangnya untuk melihat apa yang terjadi.
" Sudah tengah malam begini, siapa sich yang buat keributan " Ucap Erika sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
Dari loteng Erika melihat Lala dan bi Tini sudah berada di depan pintu.
" Biar Lala aja yang buka bi. Bi Tini bisa kembali istirahat. " Ucap Lala.
" Iya non. " Ucap bu Tini tapi dia masih berdiri di dekat pintu.
" Kamu dari mana aja sich, lama banget buka pintunya. " Ucap Erick.
" Mas itu yang dari mana, kelayapan gak jelas. " Ucap Lala.
" Hah sudah, aku mau tidur. " Ucap Erick yang langsung berjalan menuju lantai atas.
Erika bingung dengan apa yang dilihatnya. Dia hanya melihat dari lantai atas semua kejadian tadi. Dan langkah Erick dan Lala terhenti ketika melihat Erika.
" Apa sebenarnya yang terjadi di rumah ini bang??? " Tanya Erika dan membuat semua terdiam.
" Jawab Rika bang!!! Kenapa abang begini?? Kenapa abang kembali ke kebiasaan lama abang lagi?? "
Tanya Erika yang mulai menangis melihat perubahan abangnya.
" Erika, kapan kamu datang??? " Tanya Erick.
" Gak usah pegang pegang Rika, Rika jijik lihat kelakuan abang ini. Kanapa sich bang??? Abang sudah menikah??? " Tanya Erika lagi.
" Ka, udah malam. Baiknya kamu istirahat. Besok kita bicarakan lagi ya. " Ucap Lala menenangkan Erika.
" Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian kakak ipar??? Kenapa bang Erick jadi begini??? Dia kembali menjadi orang yang gak Rika kenal lagi. Kembali menjadi dirinya ketika bersama perempuan itu. " Ucap Erika yang masih menangis.
" Sudah Ka, kita bahas semuanya besok ya. Biarkan mas Erick istirahat dulu. " Ucap Lala.
Dan akhirnya Erika mengalah, lalu dia kembali ke kamarnya untuk istirahat.
â–¡â–¡â–¡â–¡â–¡â–¡â–¡
__ADS_1
Pagi sekali Erika sudah bangun. Setelah selesai salat subuh dia pun turun ke bawah. Di dapur Lala dan bi Tini sedang menyiapkan sarapan pagi. Erika pun menuju ke dapur.
" Morning adik iparku. Bagaimana tidurmu semalam??? " Tanya Lala yang masih sibuk menyiapkan sarapan pagi.
" Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu itu kakak ipar??? " Tanya Erika kembali.
" Duduklah, aku akan siapkan sarapan buat kita semua. " Ucap Lala.
" Kakak ipar, bisa kita membahas semuanya sekarang??? " Tanya Erika membuat Lala menghentikan aktifitasnya.
" Bukan aku yang harus menjelaskan Ka, kita tunggu mas Erick. Lebih baik kita sarapan dulu, kamu butuh energi untuk nanti. " Ucap Lala.
Setelah sarapan siap, Lala memanggil suaminya untuk segera turun. Karena ini hari minggu, mereka bisa bersantai sedikit. Suasana di meja makan tetap sunyi walaupun Erika berada bersama mereka. Hanya suara sendok dan garpu terdengar.
Selesai sarapan, tanpa basa basi Erika langsung mengajak abangnya ke ruang kerjanya.
" Bang, Rika mau ngomong sama abang. " Ucap Erika setelah itu dia langsung menuju ke ruang kerja abangnya dan di ikuti oleh Erick.
Sampai di ruang kerja...
" Bang apa maksud kejadian yang semalam??? " Tanya Erika langsung.
" Itu bukan apa apa sayang. " Jawab Erick.
" Bukan apa apa gimana??? Abang pulang dalam keadaan berantakan begitu??? Dan Rika lihat betapa kasarnya bang Erick terhadap kakak ipar. Apa sebenarnya yang terjadi dalam rumah tangga kalian??? " Tanya Erika marah.
" Rumah tangga kami baik baik saja Ka. " Ucap Lala yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja.
" Kamu dengar kan yang Lala katakan. " Ucap Erick.
" Gak usah bela bang Erick La, katakan yang sebenarnya. " Ucap Erika.
" Itu yang sebenarnya. Kamu gak usah khawatir. " Ucap Lala.
" Lebih baik aku telpon mamah agar dia segera kembali ke Indonesia. " Ucap Erika.
" Gak perlu Ka. Siapa yang akan menjagamu disana kalau mamah pulang??? " Cegah Erick.
" Erika bisa jaga diri bang. Erika sudah dewasa. Anak mamah yang belum dewasa sebenarnya ada disini. " Ucap Erika.
" Maksud kamu apa??? " Tanya Erick.
" Harus kah Erika menjelaskan??? Sikap abang terhadap kakak ipar sudah menunjukkan ketidak dewasaan abang. " Ucap Erika.
" Hahhhh terserah. " Ucap Erick lalu meninggalkan ruang kerjanya kembali ke kamar.
Tinggal Lala dan Erika yang berada di ruang kerja.
" Kakak ipar, tolong jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi??? Kenapa bang Erick jadi begitu??? " Tanya Erika.
" Semua salahku Ka, aku gak pernah jujur sama dia. " Jawab Lala.
" Apa maksudnya??? Aku gak ngerti " Ucap Erika.
" Maafin aku Ka. Aku belum bisa menceritakan semua padamu. " Ucap Lala menangis.
" Baiklah. Berhentilah menangis kakak ipar. " Ucap Erika yang memeluk Lala.
" Riana pasti tahu semua ini. Aku harus bertemu dengannya. " Ucap Erika dalam hati.
__ADS_1