
Malam minggu ini mungkin malam yang paling di tunggu semua anak muda, tapi tidak bagi Lala. Hal biasa yang dilakukan ketika malam minggu tiba hanya lah membaca buku di dalam kamar kost nya, tapi sepertinya malam minggu ini ritual ini tidak akan dilakukannya. Lala akan menghadiri undangan pesta ulang tahun Thio. Dia sudah berjanji untuk hadir walau pun hanya sebentar.
Dari tadi sore Riana sudah menelpon Lala sekedar untuk mengingatkan acara mereka malam ini dan juga untuk mengingatkan Lala agar tak menghindar kali ini. Riana tidak ingin melihat Lala selalu sendiri dan hanya asik dengan dunia nya.
Setelah salat isya, Lala pun bersiap siap untuk hadir di party nya Thio. Membuka lemari dan melihat pakaian apa yang pantas di pakainya malam ini. Setelah membongkar isi lemarinya, dia pun memilih untuk memakai dress putih.
" *K*urasa ini sangat cocok denganku. Tidak norak dan simple. " Gumamnya dalam hati sambil memegang dress putih tersebut.
Dia pun mengganti pakaiannya dengan dress tersebut dan memadukan dengan make up minimalis untuk menyempurnakan penampilannya malam ini.
" *P*erfect banget penampilanku malam ini. " Gumamnya dalam hati sambil tertawa karena kebodohannya telah memuji dirinya sendiri.
Masih berkutat di depan cermin, suara ketukan pintu mengagetkan Lala. Dia pun berlari kecil menuju pintu kamar dan membukanya.
" La....., ada yang cari tuch. " Teriak Ivone dari balik pintu karena Lala belum juga membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan Lala sudah berdiri di depan Ivone dengan memasang senyum manisnya.
" Pangeran udah menunggu diluar neng. " Ucap Ivone yang masih menatap Lala.
" Apaan sich natap aku begitu, aku jelek ya??? " Tanya Lala bingung karana tatapan Ivone.
" Lu cantik banget La, lagian tumben banget lu malam minggu begini dandan cantik begitu. Mau ngedate??? " Tanya Ivone sambil tersenyum.
" Sembarangan aja kalau ngomong, temanku ada party malam ini. Jadi aku harus menghargai undangan orang yang telah mengundang. " Ucap Lala menjelaskan.
" Iya dech. Gue percaya jadi gak usah panjang lebar menjelaskannya. " Ucap Ivone yang masih tertawa mendengar penjelasan Lala.
" Aku cabut dulu ya, takut telat. Dan dari party nanti aku terus ke rumah Riana. Aku mau nginap disana. Jangan lupa sampein sama ibu kost ya. " Ucap Lala yang memberi ultimatum pada teman sebelah kamarnya itu.
" Iya. nanti gue sampein. Takut banget sich, lagian ibu kost juga gak bakal marah kok kalau lu pulang malam. Kan diantara kita semua lu yang paling di percaya sama ibu kost. " Ucap Ivone memberi keterangan.
" Makasih ya cantik. Aku jalan dulu. " Ucap Lala sambil mengunci kamar kost lalu dia beranjak pergi meninggalkan Ivone yang masih berdiri mengawasi Lala.
Diluar Yoga sudah menunggu Lala dengan tidak sabar, dia takut telat ke acaranya Thio. Mondar - mandir sambil terus melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Ketika dia membalikkan badannya, Lala sudah berdiri di depannya dengan memasang senyum manisnya. Dan itu sukses membuat Yoga terdiam menatap Lala.
__ADS_1
" Hey, kok bengong. Entar kesambet loh...." Ucap Lala membuyarkan lamunan Yoga.
Yoga terpesona melihat penampilan Lala malam ini. Dress putih selutut ditambah riasan simple membuatnya semakin menawan.
" Eh sorry, aku pangling aja liat kamu malam ini. " Ucap Yoga yang masih fokus menatap Lala.
" Kenapa, aku jelek ya??? Kalau gitu aku ganti baju yang lain aja lah. " Ucap Lala yang akan membalikkan badannya tapi di tahan oleh Yoga.
" Gak usah La, kamu pake yang ini aja. " Ucap Yoga sambil menahan tangan Lala.
" Kamu yakin??? " Tanya Lala.
" Iya, gak usah ganti. Kamu sudah cantik banget pake itu. " Ucap Yoga tanpa berkedip.
" Hem modus lagi. Kamu kerjanya ngegombal terus Ga. Buat aku melayang. " Ucap Lala sambil tertawa.
" Beneran La. Penampilan kamu tuch sempurna banget malam ini " Ucap Yoga.
" Kalau gitu kemarin kemarin itu aku jelek banget ya??? " Tanya Lala bercanda.
" Bukan begitu maksud ku La, kamu pakai baju apa aja, di mataku selalu terlihat cantik kok. Jadi kamu gak usah ragukan omongan aku. " Ucap Yoga meyakinkan Lala.
" Oh ya, hampir lupa kalau mau pergi party. Yuk kita pergi sekarang tuan putri " Ajak Yoga sambil menggandeng tangan Lala.
Mereka pun melangkah menuju mobil, lalu Yoga membukakan pintu mobil buat Lala. Lala yang diperlakukan seperti tuan putri jadi merasa canggung.
" Silahkan tuan putri.... " Ucap Yoga sambil membungkukan badannya.
Lala yang melihat kelakuan Yoga hanya tersenyum.
" Hentikan tingkah mu itu Ga, kau membuat ku canggung. " Ucap Lala.
" Baiklah kalau itu mau mu tuan putri. " Ucap Yoga.
" Dan hentikan juga panggilan tuan putri itu. " Ucap Lala lagi.
" Baiklah. " Ucap Yoga lagi.
__ADS_1
Lala pun masuk lalu duduk manis, disusul Yoga yang juga masuk ke mobil lalu mengendarai mobil menuju ke party nya Thio.
Sepanjang perjalanan menuju pesta Yoga dan Lala mengobrol. Fokus Yoga terbagi antara menyetir dan menatap wajah cantik Lala. Lala yang melihat kekonyolan Yoga hanya bisa tertunduk malu.
" Udah deh ga, gak usah natapin aku kayak gitu. " Ucap Lala akhirnya.
" Abis kamu beda banget malam ini La, kamu cantik pake banget. " Goda Yoga.
" Ehmmm kalau gitu kemarin kemarin aku jelek ya. "
" Pertanyaan itu lagi. Kan aku sudah bilang tadi kalau malam ini kamu beda banget. Terlalu bersinar. " Ucap Yoga menjelaskan.
" Ehmm gombal. Berapa banyak cewek yang sudah dengar rayuan gombal mu Ga??? " Tanya Lala sambil bercanda.
" Baru kamu yang suka aku gombalin La. " Ucap Yoga.
" Boong dosa loh Ga. " Ucap Lala mengingatkan.
" Gue serius La, jadi kamu pikir aku nich playboy ya La. Itulah kamu selalu nolak aku. " Ucap Yoga serius.
" Bukan begitu Ga, aku kan hanya berpikir masa cowok seganteng kamu gak ada yang mau sich. " Ucap Lala menjelaskan.
" Tuch kamu tau kalau aku ganteng dan pastinya juga mempesonakan ??? " Tanya Yoga sambil tertawa.
" Kamu tuch ya, bisanya kepedean banget. " Ucap Lala sambil mencubit pinggang Yoga.
Yoga yang menyetir menjadi terganggu karena menahan sakitnya.
" Aduh La, sakit banget tau. " Ucap Yoga sambil mengelus pinggangnya.
" Sorry ga, abisnya kamu kepedean banget. Lagian tadi itu cubitan sayang buatmu. " Ucap Lala.
" Aku gak mau cubitan sayang kayak tadi. Aku maunya ciuman sayang disini. " Ucap Yoga sambil menunjuk ke arah pipinya.
" Apaan sich.... " Ucap Lala yang menunduk malu.
Yoga yang melihat Lala menunduk malu hanya bisa senyum.
__ADS_1
" *K*amu memang cantik La, kamu selalu bisa membuatku terpesona dengan semua tingkah lakumu. "
Setengah jam berikutnya mereka sudah sampai pada tempat yang di tuju.