
Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Hari bahagia buat pasangan pengantin baru, Arga dan Riana. Hari bahagia sahabat baik yang udah dianggap Lala seperti saudara, dan itu tak mungkin di lewatkan oleh Lala dan keluarga besar suaminya.
Dari pagi Lala dan Erick serta mertuanya sudah berada di kediaman Riana. Setelah pengucapan ijab dan kabul dengan lancar, sekarang Riana sudah mempunyai status baru sebagai Nyonya Arga brawijaya.
Setelah melewati masa pacaran yang cukup lama dan juga menguras waktu dan pikiran karena diselingi oleh pertengkaran - pertengkaran kecil akhirnya mereka bisa bersama di dalam ikatan suci.
Setelah proses ijab dan kabul tadi, sebentar lagi Riana akan di rias buat acara resepsi nanti malam. Tentu saja Lala selalu setia menemaninya.
" Gimana rasanya sekarang sudah ganti status na??? " Tanya Lala.
" Lu pasti sudah tahu La, lu kan sudah pernah melewatinya. Rasanya benar - benar buat gue deg degan gimana gitu. Apalagi tadi, Arga pake acara ngulang segala lagi. Bikin jantung gue mau copot. " Ucap Riana.
" Ada - ada aja kamu na. Mungkin tadi Arga salah tingkah, jadinya gugup sampe gak bisa ngeluarin ucapan yang benar. Seandainya kamu pegang tangannya tadi, pasti sudah basah karena keringat dingin. " ucap Lala.
" Iya juga ya La. "
" Makanya sayang, jangan sia - siakan pengorbanan Arga. Hormatin dia selalu, karena sekarang dia imam mu. " Ucap Lala memberi nasehat.
" Oya ibu peri. Saya akan selalu mengingatnya. " Ucap Riana sambil tertawa.
" Dibilangin kok ngeyel, kena batunya baru tau. "
" Iya dech, gue minya maaf. Kan tadi cuma becanda doang. "
Karena keasyikan bercerita, Lala dan Riana tidak menyadari kedatangan Arga ke dalam kamar.
" Kalian pada cerita apa??? Bukan ceritain gue kan??? " Tanya Arga yang mengagetkan Lala dan Riana
" Eh ada pengantin pria disini. Lebih baik aku keluar aja yach. " Ucap Lala
" Gak usah La, disini aja. Temanin aku. " Ucap riana sambil menahan tangan Lala
" Kan sudah suami mu temanin kamu Na. Aku takit ganggu. " Ucap Lala lagi.
" Disini aja La, kita ngobrol. Kan sudah lama kita gak ngumpul kayak gini. " Ucap Arga.
" Beneran nich aku gak ngeganggu kalian berdua??? " Tanya Lala.
" Iya, lagian kami mau ngapain??? " Tanya Arga.
" Mana tau mau ambil jatah duluan. " Ucap Lala sambil tertawa.
" Sembarang aja lu La. " Ucap Riana yang tersipu malu.
" Nanti malam aja La gue ambil bagian gue. Sekarang por dulu. Iya gak yank??? " Tanya Arga pada istrinya
" Apaan sich, malas banget dech kalau bahas begituan. " Ucap Riana sambil mencubit lengan Arga.
" Sakit yank. Lagian kan memang benar nanti malam kita bakal betempur sampe pagi. Kita harus semangat 45 buat nanti malam biar segera dapat momongan. Benar kan La??? "
Lala yang mendengar ucapan Arga hanya bisa tertawa terbahak - bahak.
" Lu kok malah ketawa sich La??? " Ucap Riana.
" Semua yang di bilang Arga kan benar Na. Kayaknya Arga benar - benar ingin membuktikan sesuatu padamu. " Ucap Lala dan membuat Arga tertawa.
" Otak kalian berdua nich ya, ihhhh memang mesum. " Ucap Riana.
" Bukan mesum yank. Coba tanya Lala, pasangan mana yang gak ingin punya anak??? " Ucap Arga.
" Benar tuch Na. Aku aja sudah lama nunggu kehadiran anak tapi belum di kasih sama yang di atas. padahal tiap malam juga memproses. " Ucap Lala.
" Gue pikir lu memang sengaja menunda kehamilan La. " Ucap Arga.
" Enak aja. Aku pengen banget segera di kasih momongan biar gak kesepian di rumah kalau mas Erick kerja. " Ucap Lala.
" Bersabar aja La dan jangan lupa berdia, biar segera di berikan sama yang di atas. " Ucap Riana.
" Itu sudah pasti Na. " Ucap Lala sambil tersenyum.
Keasikan mengobrol, terdengar ketukan pintu dan Lala pun beranjak untuk membuka pintu.
__ADS_1
" Mba amoy sudah datang. Mari masuk mba. " Ajak Lala.
" Makasih mba. "
" Na, perias nya sudah datang. " Ucap Lala
" Sudah mau di rias sekarang ya mba amoy??? " Tanya Riana.
" Iya mba, kan butuh proses biar hasilnya nanti spektakuler. " Ucapnya
" Oke dech. " ucap riana.
" Kalau gitu aku pulang dulu ya Na. Nanti malam aku kesini sampai mas Erick juga mamah mertuaku. " Ucap Lala pamit.
" Oke, hati - hati ya La. Ingat jangan telat. " Ucap riana memperingatkan.
" Iya. Aku pamit dulu ya Ga. " Ucap Lala
" Iya. Hati - hati La. " Ucap Arga
" Oke pengantin baru. " ucap Lala sebelum meninggalkan kamar hotel tempat Riana di rias.
Sampai di tempat parkir, Lala pun langsung menaiki mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya. Dia pulang seorang diri karena suaminya Erick, setelah acara akad nikah langsung menuju kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Sedangkan mertuanya langsung pulang diantar suaminya sebelum pergi ke kantor.
□□□□□□□
Acara resepsi pernikahan berlangsung dengan meriah. Riana yang merupakan anak tunggal, jadi secara tidak langsung ini merupakan acara pertama dan terakhir bagi keluarga besar Riana. mau tidak mau harus di laksanakan dengan penuh kemewahan.
Dekorasi pesta ala kerajaan eropa yang megah dan mewah, membuat kedua mempelai pengantin layaknya seorang pangeran dan putri raja dalam sehari. Dengan backdrop tiga dimensi yang tampak megah seperti desain fourteenfifteen desaign house dan el decoration sangat membantu mewujudkan mimpi pesta pernikahan yang sangat di inginkan oleh Riana.
Erick, Lala dan Mamahnya sangat menikmati pesta malam ini. Para tamu undangan yang kebanyakan dari kalangan pebisnis membuat suasan pesta semakin meriah. Mamahnya yang sudah bergabung dengan sekumpulan wanita sosialita paruh baya, tinggal Lala dan Erick yang masih asik menikmati pesta jamuannya.
Tiba- tiba datang thio menghampiri keduanya yang asik mengobrol.
" Hai La, gimana kabar lu???? " Sapa Thio
" Aku baik yo, kamu sama siapa??? " tanya Lala
" Kenapa gak datang sama pasangan mu yo??? " Tanya Lala
" Gue masih betah sendiri, nanti aja cari pasangan. " Ucap thio
" Gak ada rencana segera menyusul Arga dan Riana??? " Tanya Lala
" Ya pasti adalah lah La. Tapi masalahnya belum nemuin yang cocok. " Jawab Thio sambil cengengesan sendiri
" Gak usah terlalu milih kalau soal jodoh. Yang penting seiman, baik dan setia. Kalau mau cari yang sempurna gak bakalan nemu, karena kesempurnaan hanya milik yang di Atas. " Ucap Lala memberi nasehat.
Thio yang mendengar ocehan Lala hanya mengangguk setuju.
Dari jauh Thio melihat kedatangan Yoga, dan Thio langsung berteriak memanggilnya.
" Yoga " Teriak Thio
Mendengar nama Yoga disebut, Lala menjadi salah tingkah sambil melihat ke arah Erick. Bertepatan dengan itu, Erick juga melihat kehadiran temannya Ryan.
" Ryan " Panggil Erick.
Yoga dan Ryan berjalan ke arah mereka bersamaan tapi tidak beriringan.
" Apa kabar iparku yang cantik. " Sapa Ryan pada Lala.
" Aku baik - baik saja. Bagaimana dengan Pak Ryan??? Mengapa anda seorang diri??? " Tanya Lala.
" Aku baik - baik saja La dan tolong hentikan memanggilku dengan sebutan Pak, kita bukan rekan kerja lagi. Cukup panggil saya Ryan. " Ucap Ryan.
" Tidak usah kau tebar pesona di depan istriku, dia tidak akan tertarik denganmu. " Ucap Erick disambut tawa oleh Ryan.
" Ternyata suamimu cukup posesif juga La. " Ucap Ryan dan Lala hanya menjawabnya dengan senyum.
" Dan bagaimana kabar anda Pak Yoga. Gimana bisnis anda, apakah berjalan lancar. " Tanya Ryan pada Yoga.
__ADS_1
" Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar berkat tangan anda dan juga pak Erick tentunya. " Ucap Yoga.
" Anda terlalu memuji Pak Yoga, benarkan Rick??? " Tanya Ryan pada Erick dan hanya di jawab anggukan oleh Erick.
Sebenarnya masih ada sedikit kecanggungan antara Yoga, Lala, Erick dan juga Thio. Tapi demi lancarnya pesta resepsi ini mereka menutupinya.
" Sepertinya wajah anda tidak asing??? " Tanya Ryan ketik melihat thio.
" hemm perkenalkan saya Thio Hendra Setiawan. " Ucap Thio memperkenalkan diri.
" Ya , saya ingat sekarang. Anda seorang model terkenal, saya sering melihat wajah anda lalu lalang di televisi. Perkenalkan saya Ryan Anggera, Tapi bagaimana anda semua bisa saling mengenal??? " Tanya Ryan.
" Kami semua teman sekampus. Lala, Yoga, Arga dan juga Riana. " Jawab Thio.
" Pertemanan yang sungguh menakjubkan. Sepertinya aku sudah lapar, mari kita menikmati jamuannya. " Ucap Ryan.
" Itu lebih baik. Mari kita menikmati jamuannya. " Ucap Thio.
Thio dan Ryan beranjak untuk mengambil makanan.
" Mas, sepertinya mamah memanggilku, aku kesana sebentar ya. " Pamit Lala.
Tinggal Erick dan Yoga berdiri seperti orang asing. Tapi akhirnya Yoga memberanikan diri untuk memulai percakapan diantara mereka berdua.
" Rick, maafkan aku tentang masalah yang lalu. Aku gak tahu harus ngomong apa. " Ucap Yoga
" Aku sudah melupakan semuanya. Itu sudah lama berlalu. Aku dan Lala sekarang sedang menikmati kehidupan rumah tangga kami. Kuharap kamu tidak pernah mengungkitnya lagi. " Ucap Erick.
" Terima kasih atas kebaikan hatimu. Lala telah memilih lelaki yang tepat untuk menemani masa tuanya nanti. Kuharap kalian selalu bahagia. " Ucap Yoga tulus.
" Terima kasih banyak. Kuharap kau segera menemukan pendamping hidup. Mari kita berteman. " Ucap Erick sambil mengulurkan tangannya tapi di balas pelukan oleh Yoga.
Dari kejauhan Lala memperhatikan dua orang ini dengan senyum, begitu pula Thio yang sedang mengambil makanan terkejut melihat dua orang yang mencintai Lala saling berpelukan.
Di tengah pesta akhirnya yang di tunggu datang juga dan Lala langsung menyambutnya.
" Aku pikir kamu gak bakal datang ra. " Ucap Lala.
" Gak mungkin aku gak datang kalau sudah di undang. " Ucap clara.
" Sini aku kenalin sama suamiku. " Ajak Lala sambil menarik tangan Clara.
Sampai di tempat Erick, Lala langsung memperkenalkan mereka.
" Mas, kenalin ini teman aku. Clara namanya. " Ucap Lala pada suaminya.
Erick yang melihat Clara langsung kaget, begitu pun Clara. Erick tak menyangka mereka saling mengenal satu sama lain.
" Clara anindya. "
" Erick aditya. "
Setelah berkenalan, Lala meninggalkan mereka berdua untuk mengambil minuman.
" Apa maksudmu mendekati Istriku??? " Tanya Erick marah.
" Aku gak ada maksud apa - apa rick. Aku juga gak tahu bahwa Lala adalah istrimu. " Jawab Clara.
" Kau pikir aku akan percaya kata - katamu itu. "
" Terserah kamu mau percaya apa tidak. "
" Ingat satu ra, jangan sekali pun kamu menyakiti istriku. Kalau sampai hal itu terjadi aku tak akan segan untuk memukul perempuan. Camkan itu. " Ucap Erick sebelum beranjak pergi.
" Kau pikir aku takut dengan ancamanmu. Aku sudah melangkah sejauh ini dan aku gak bakal mundur selangkah pun. Apalagi Lala sudah berada dekat denganku, jadi akan lebih mudah mendapatkanmu. " Gumam Clara dalam hati.
dari jauh Clara melihat mamahnya Erick, dia masih takut bertemu dengan mantan calon mertuanya. dan juga dia tidak ingin merusak acara Riana, jadi dia berinisiatif untuk segera pergi dari pesta itu. Setelah pamit pada Lala dengan alasan ada hal mendesak dia pun pergi meninggalkan pesta tersebut.
Setelah menikmati pesta, kini giliran Lala untuk mengucapkan selamat kepada sahabat baiknya ini. Bersama suami dan juga teman - teman yang lain mereka bergantian untuk mengucapkan selamat.
Pesta telah berakhir dan sekarang para tamu sudah kembali ke rumah masing - masing, meninggalkan Riana dan Arga yang akan menikmati malam pertama mereka.
__ADS_1